Stasiun Karawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Karawang
Kereta Api Indonesia
LW04

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KW.png
Karawang STA.jpg
Stasiun Karawang 2021
LokasiNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Arif Rahman Hakim
Nagasari, Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat 41311
Indonesia
Ketinggian+16 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 62+710 lintas JakartaJatinegaraCikampek[1]
Jumlah peronSatu peron sisi dan tiga peron pulau yang rendah
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • KW
  • 0520
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1898
Nama sebelumnyaStation Krawang
Tanggal penting
Dibuka kembali28 Oktober 1930 (bangunan baru)
Operasi layanan
Singasari, Jayabaya, Dharmawangsa (arah Surabaya), Fajar/Senja Utama Solo, Jayakarta (arah Jakarta), Tawang Jaya Premium, Serayu (jadwal pagi arah Kroya-Purwokerto dan malam arah Jakarta), Cikuray, Walahar Ekspres, dan Jatiluhur
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Kedunggedeh
ke arah Cikarang
Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta
Cikarang-Purwakarta, p.p.
Klari
ke arah Purwakarta
Jatiluhur/Lokal Cikampek
Cikarang-Cikampek, p.p.
Klari
ke arah Cikampek
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Toilet 
Tipe persinyalan
  • Elektrik tipe Solid State Interlocking GEC-Alstom (s.d. 2021)
  • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 NextG (2021—sekarang)
Lokasi pada peta

Koordinat: 6°18′17.30″S 107°17′57.03″E / 6.3048056°S 107.2991750°E / -6.3048056; 107.2991750

Emplasemen Stasiun Karawang, dilihat dari arah timur

Stasiun Karawang (KW) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Nagasari, Karawang Barat, Karawang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang berlokasi paling barat di Kabupaten Karawang.

Stasiun ini menjadi stasiun utama penumpang di kabupaten tersebut selain Stasiun Cikampek. Arsitektur stasiun ini bergaya 1920-an, mirip dengan Stasiun Rambipuji di Jember dan Stasiun Garut. Stasiun Karawang memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus serta jalur 5 yang menuju ke arah Depo Lokomotif Karawang.

Di stasiun ini terdapat bangunan depo lama untuk lokomotif trem uap. Ke arah selatan dari depo lama (20 meter) didirikan depo baru mendekat dengan emplasemen stasiun. Depo baru ini memiliki dua jalur rel yang terhubung ke jalur 4. Depo baru ini bukanlah depo lokomotif, melainkan depo mekanik.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lokomotif TD10 di Depo Lokomotif Karawang

Awalnya stasiun ini merupakan ekstensi dari jalur kereta api Jakarta–Kedunggedeh yang telah dibangun oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij[3] (BOS) pada tahun 1887, sebagai segmen Kedunggedeh–Karawang yang dibuka pada tanggal 20 Maret 1898. Sejak jalur itu diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tanggal 4 Agustus 1898,[4] SS mulai melakukan ekspansi sampai ke Cikampek hingga akhirnya sampai ke Padalarang. Segmen terakhirnya, Purwakarta–Padalarang, dibuka pada tanggal 2 Mei 1906.[5]

Pengembangan stasiun ini dicatat oleh De Stoomtractie op Java en Sumatra karya J.J.G. Oegema pada tahun 1982.[6] Trem Karawang sendiri mulai diinisiasi pada tahun 1911 dengan lebar sepur 600 mm oleh SS. Meski tidak banyak yang membahas jalur trem ini,[7] verslag yang dibuat SS menyebut bahwa jalur trem ini dibagi dua bagian, yaitu Cikampek–Wadas, diresmikan pada tanggal 15 Juli 1912 dan Lamaran–Wadas, diresmikan pada tanggal 9 Februari 1920. Dari Lamaran kemudian dibuatkan jalur trem cabang lagi hingga Rengasdengklok pada tanggal 15 Juni 1919.[5]

Namun, jalur ini dinonaktifkan pada tahun 1981–1984 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi maupun angkutan umum, serta akses ke stasiun yang lebih mudah tanpa menggunakan trem lagi.

Stasiun Karawang yang beroperasi saat ini adalah bangunan stasiun yang lebih modern, dibangun pada tahun 1930. Bangunan stasiun yang mengusung gaya 1920-30-an ini lebih besar, lebih luas, dan memiliki fasilitas lebih lengkap daripada stasiun lama. Stasiun lama, yang terletak di kompleks Pertokoan Dewi Sartika, tak digunakan dan dirobohkan. Bangunan stasiun ini diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1930.[8]

Sejak bulan Desember 2021, sistem persinyalan elektrik yang lama produksi GEC-Alstom telah diganti dengan yang baru produksi PT Len Industri.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas utara Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran eksekutif-ekonomi[sunting | sunting sumber]

Dharmawangsa, tujuan Surabaya Pasarturi

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Tawang Jaya Premium, tujuan Jakarta Pasar Senen dan Semarang Tawang (beroperasi terbatas, terkadang ditambahkan kelas eksekutif)

Jalur lintas tengah Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran eksekutif-ekonomi[sunting | sunting sumber]

Jayabaya, tujuan Jakarta Pasar Senen dan Malang via Surabaya Pasarturi

Jalur lintas selatan Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran eksekutif-ekonomi[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 27 Desember 2019 pukul 15.52, perangkat persinyalan kereta api Stasiun Karawang tersambar petir. Akibatnya, sejumlah kereta api yang berhenti maupun melintas langsung di Stasiun Karawang menjadi terlambat.[9]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Panorama[sunting | sunting sumber]

Panorama Stasiun Karawang. ruang-ruang di sisi kiri pintu masuk dipergunakan sebagai perkantoran stasiun dan ruang PPKA sementara ruang-ruang di sisi kanan pintu masuk dipergunakan sebagai fasilitas umum seperti musala dan toilet.

Foto[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sahari), Besari, M. Sahari (Mohamad (2008). Teknologi di Nusantara : 40 abad hambatan inovasi. Jakarta: Salemba Teknika. ISBN 9789799549259. OCLC 271921449. 
  4. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ De Stoomtractie op Java en Sumatra, J.J.G. Oegema, 1982
  7. ^ "Napak Tilas Jalur Kereta Api di Karawang (Karawang-Rengasdengklok) | Karawang Info". www.karawanginfo.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-11. 
  8. ^ Sissingh, J.G. (13 Oktober 1931). "Het nieuwe Emplacement Krawang in de Lijn Meester Cornelis-Tjikampek". Spoor En Tramwegen 14-Daagsch Tijdschrift Voor Het Spoor- Tramwegwezen In Nederland En Indie (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 23 Maret 2020. 
  9. ^ "Perangkat Persinyalan Tersambar Petir, Kereta Jarak Jauh Terlambat Tiba di Gambir | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-12-28. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kedunggedeh
ke arah Rajawali
Rajawali–Cikampek Klari
ke arah Cikampek
Terminus Karawang–Cikampek Karawang Trem
ke arah Cikampek
Karawang–Rengasdengklok Karawang Trem