Kereta api Jayabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Jayabaya
PapanKeretaApi 2020.svg
KA JAYABAYA
Pasar Senen - Malang (PP)
KA Jayabaya.jpg
Kereta api Jayabaya berada di stasiun Surabaya Gubeng
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi18 Oktober 2014
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalPasar Senen
Stasiun akhirMalang
Jarak tempuh820 km
Waktu tempuh rerata13 jam 39 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi kemenhub
Layanan disabilitasAda
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80/64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, pendingin ruangan sentral.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional90-120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal105-106

Kereta api Jayabaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi kemenhub dengan rute Pasar SenenMalang melalui jalur lintas utara Jawa (via CirebonSemarangSurabaya) yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI).

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Jayabaya diluncurkan pada 18 Oktober 2014.[1][2] Saat itu, kereta api Jayabaya hanya memiliki kelas ekonomi. Kereta api ini kemudian ditambahkan kelas eksekutif pada 1 Desember 2019. Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Malang dan sebaliknya menempuh jarak sejauh 820 km dalam waktu 13 jam 39 menit. Tidak hanya itu saja, rangkaian kereta ekonominya juga dipinjamkan untuk operasional Kereta api Bangunkarta dan Kereta api Cikuray.

Asal Usul Nama Kereta[sunting | sunting sumber]

Nama Jayabaya sendiri berasal dari raja yang memerintah Kerajaan Kadiri sekitar tahun 1135-1157, populer dengan ramalan Jawa dengan nama Ramalan Jayabaya.

Info Penting[sunting | sunting sumber]

Kereta api Jayabaya juga menjadi satu satunya kereta api jarak jauh yang melalui jalur shortcut antara Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasar Turi serta menjadi layanan kereta api bagi para penumpang, khususnya lintas Surabaya - Semarang menuju Stasiun Malang. Selain itu, Kereta api Jayabaya juga membantu okupansi penumpang Kereta api Matarmaja yang melalui jalur kereta Stasiun Gundih dan Stasiun Brumbung.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Februari 2015, kereta api Jayabaya jurusan Malang anjlok di petak Stasiun UjungnegoroStasiun Kuripan, diduga karena rel amblas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kejadian ini menyebabkan sekitar 455 penumpang telantar dan adanya keterlambatan perjalanan kereta api di lintas tersebut.[3]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Nomor urut Lokomotif CC206 Kereta Pembangkit (P) 1 2 3 4 Kereta makan-pembangkit (MP3) 1 2 3 4 5 6 Kereta Bagasi (B)
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas ekonomi plus (K3)
Depo Cipinang (CPN)
Sidotopo (SDT)
Jakarta Kota (JAKK)
Catatan :
  • Dalam sekali perjalanan, ia jarang menggunakan kereta pembangkit (P) maupun kereta makan (KM1 atau M1), kecuali jika kereta makan-pembangkit mengalami masalah maupun kerusakan.
  • Beberapa kereta ekonomi plus tersebut terdapat ruang kosong untuk penyandang disabilitas sehingga jumlah kursi per kereta sebanyak 64 kursi
  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]