Kereta api Jayabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Jayabaya
Papan Nama KA Jayabaya 2021.png
Jayabaya CKR.jpg
Kereta api Jayabaya membawa lokomotif spesial KTT G20 Indonesia 2022 saat melintasi Cikarang, Bekasi.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi18 Oktober 2014
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalJakarta Pasar Senen
Stasiun akhirMalang
Jarak tempuh820 km
Waktu tempuh rerata13 jam 39 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan Ekonomi Plus
Layanan disabilitasAda
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80/64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, pendingin ruangan sentral.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional80-100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal105-106

Kereta api Jayabaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus dengan rute Jakarta Pasar SenenMalang melalui lintas utara Jawa (via CirebonSemarangSurabaya) yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI).

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Jayabaya diluncurkan pada 18 Oktober 2014.[1][2] Saat itu, kereta api Jayabaya hanya memiliki kelas ekonomi plus berlivery awal (yang menjadi livery kesepakatan untuk semua kereta di Indonesia). Kereta api ini kemudian ditambahkan kelas eksekutif pada 1 Desember 2019. Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Malang dan sebaliknya menempuh jarak sejauh 820 km dalam waktu 13 jam 39 menit. Kereta api ini merupakan kereta api dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan kereta api lain dari Jakarta menuju Malang karena melalui lintas utara Jawa.[3]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Februari 2015, kereta api Jayabaya jurusan Malang anjlok di petak Stasiun UjungnegoroStasiun Kuripan, diduga karena rel amblas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kejadian ini menyebabkan sekitar 455 penumpang telantar dan adanya keterlambatan perjalanan kereta api di lintas tersebut.[4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KAI Luncurkan Kereta Malang-Jakarta Bernama Jayabaya". Okezone. 2014-10-18. 
  2. ^ "Kereta Jayabaya Meluncur, Tarifnya Lebih Mahal". Tempo. 2014-10-18. 
  3. ^ Glienmourinsie, Disfiyant (18 Oktober 2014). "Ini Keistimewaan Kereta Jayabaya". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2022-07-17. 
  4. ^ AntaraNews: KA Jayabaya Anjlok, Tiga Kereta Terlambat

Pranala luar[sunting | sunting sumber]