Kereta api Argo Lawu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kereta api Solo Jaya)
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Argo Lawu
Plat nama KA Argo Lawu.PNG
CC206 13 23 Argo Lawu.JPG
CC 206 13 23 menarik kereta api Argo Lawu bersiap memasuki stasiun Tugu.
Info
Kelas Eksekutif Argo
Sistem Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daop 6 Jogja
Stasiun terminus Stasiun Solo Balapan
Stasiun Gambir
Jumlah stasiun 7
Rute pelayanan 1
Nomor KA 7-8
Operasional
Dibuka 21 September 1996; 19 tahun lalu (1996-09-21)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VI Yogyakarta
Depot Kereta: Solo Balapan (SLO)
Lokomotif: Yogyakarta (YK), Jatinegara (JNG)
Lokomotif CC 206
Teknis
Jarak tempuh 571 km
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 55 s.d. 100 km/jam
Ketinggian maksimum (mdpl) 330 m (Kranggan, Banyumas)
Peta Rute

(Keterangan: Ls.: berjalan langsung, kereta tidak berhenti di stasiun yang terdapat tanda ini)
(KA semua kelas arah Jakarta tetap berhenti di Stasiun Jatinegara)

Continuation backward
Ke Madiun, Surabaya
Station on track
Stasiun Solo Balapan
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Wonogiri
Station on track
Ls. Stasiun Purwosari
Stop on track
Ls. Stasiun Gawok
Stop on track
Ls. Stasiun Delanggu
Stop on track
Ls. Stasiun Ceper
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Ketandan
Station on track
Stasiun Klaten
Stop on track
Ls. Stasiun Srowot
Stop on track
Ls. Stasiun Brambanan
Unknown route-map component "eHST"
Ls.Stasiun Kalasan
Stop on track Airport
Ls. Stasiun Maguwo
Station on track
Ls. Stasiun Lempuyangan
Station on track
Stasiun Yogyakarta
Stop on track
Ls. Stasiun Patukan
Stop on track
Ls. Stasiun Rewulu
Stop on track
Ls. Stasiun Sentolo
Stop on track
Ls. Stasiun Wates
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Kedundang
Stop on track
Ls. Stasiun Wojo
Stop on track
Ls. Stasiun Jenar
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Montelan
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop VI YK - Daop V PWT
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Purworejo
Station on track
Ls. Stasiun Kutoarjo
Stop on track
Ls. Stasiun Butuh
Stop on track
Ls. Stasiun Prembun
Stop on track
Ls. Stasiun Kutowinangun
Stop on track
Ls. Stasiun Wonosari
Station on track
Ls. Stasiun Kebumen
Stop on track
Ls. Stasiun Soka
Stop on track
Ls. Stasiun Sruweng
Station on track
Stasiun Karanganyar
Station on track
Ls. Stasiun Gombong
Enter and exit tunnel
Terowongan Ijo
Stop on track
Ls. Stasiun Ijo
Stop on track
Ls. Stasiun Tambak
Stop on track
Ls. Stasiun Sumpiuh
Stop on track
Ls. Stasiun Kemranjen
Station on track
Ls. Stasiun Kroya
Junction to left Continuation to right
Ke Cilacap, Bandung
Stop on track
Ls. Stasiun Randegan
Stop on track
Ls. Stasiun Kebasen
Enter and exit tunnel
Terowongan Kebasen
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Kali Serayu
Enter and exit tunnel
Terowongan Notog
Stop on track
Ls. Stasiun Notog
Station on track
Stasiun Purwokerto
Stop on track
Ls. Stasiun Karanggandul
Stop on track
Ls. Stasiun Karangsari
Stop on track
Ls. Stasiun Legok
Stop on track
Ls. Stasiun Patuguran
Stop on track
Ls. Stasiun Kretek
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Sakalimolas
Stop on track
Ls. Stasiun Bumiayu
Stop on track
Ls. Stasiun Linggapura
Stop on track
Ls. Stasiun Prupuk
Continuation to left Junction to right
Ke Tegal
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop V PWT - Daop III CN
Stop on track
Ls. Stasiun Songgom
Stop on track
Ls. Stasiun Larangan
Stop on track
Ls. Stasiun Ketanggungan
Stop on track
Ls. Stasiun Ketanggungan Barat
Stop on track
Ls. Stasiun Ciledug
Stop on track
Ls. Stasiun Karangsuwung
Stop on track
Ls. Stasiun Sindanglaut
Stop on track
Ls. Stasiun Luwung
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Semarang
Station on track
Stasiun Cirebon
Stop on track
Ls. Stasiun Cangkring
Stop on track
Ls. Stasiun Bangoduwa
Stop on track
Ls. Stasiun Arjawinangun
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Kaliwedi
Stop on track
Ls. Stasiun Kertasemaya
Station on track
Ls. Stasiun Jatibarang
Stop on track
Ls. Stasiun Telagasari
Stop on track
Ls. Stasiun Terisi
Stop on track
Ls. Stasiun Kadokangabus
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Halte Cipedang
Stop on track
Ls. Stasiun Cilegeh
Station on track
Ls. Stasiun Haurgeulis
Stop on track
Ls. Stasiun Cipunegara
Stop on track
Ls. Stasiun Pegadenbaru
Stop on track
Ls. Stasiun Cikaum
Stop on track
Ls. Stasiun Pasirbungur
Stop on track
Ls. Stasiun Pringkasap
Stop on track
Ls. Stasiun Pabuaran
Stop on track
Ls. Stasiun Tanjungrasa
Unknown route-map component "KMW"
Batas Daop III CN - Daop I JAK
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bandung
Station on track
Ls. Stasiun Cikampek
Stop on track
Ls. Stasiun Dawuan
Stop on track
Ls. Stasiun Kosambi
Stop on track
Ls. Stasiun Klari
Station on track
Ls. Stasiun Karawang
Stop on track
Ls. Stasiun Kedunggedeh
Stop on track
Ls. Stasiun Lemahabang
Stop on track
Ls. Stasiun Cikarang
Stop on track
Ls. Stasiun Cibitung
Stop on track
Ls. Stasiun Tambun
Station on track
Ls. Stasiun Bekasi
Stop on track
Ls. Stasiun Kranji
Unknown route-map component "eHST"
Ls. Stasiun Rawabebek
Stop on track
Ls. Stasiun Cakung
Stop on track
Ls. Stasiun Klender Baru
Stop on track
Ls. Stasiun Buaran
Stop on track
Ls. Stasiun Klender
Stop on track
Ls. Stasiun Cipinang
Station on track
Stasiun Jatinegara
Continuation to left Junction to right
Ke Pasar Senen
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bogor
Station on track
Ls. Stasiun Manggarai
Junction to left Continuation to right
Ke Tanah Abang
Unknown route-map component "BRÜCKEa"
Unknown route-map component "hHST"
Ls. Stasiun Cikini
Unknown route-map component "hHST"
Ls. Stasiun Gondangdia
Unknown route-map component "hBHF"
Stasiun Gambir
Unknown route-map component "hCONTf"
Ke Jakarta Kota

Kereta api Argo Lawu (Hanacaraka: ꧋ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦲꦂꦒ​ꦭꦮꦸ꧉, Sepur Harga Lawu), adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta di Pulau Jawa dengan jurusan Stasiun Gambir (GMR) - Solo Balapan (SLO) dan sebaliknya.

Sejarah kereta[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini membawa rangkaian sebanyak 8 kereta kelas eksekutif dan memiliki kapasitas 400 penumpang. Perjalanan Solo-Jakarta (571 km) ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam dan hanya berhenti di Stasiun Klaten, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Jatinegara (arah Jakarta).

KA ini diluncurkan pada tanggal 21 September 1996 dengan tagline JSO-751 (Jakarta-Solo 7 jam di peringatan 51 tahun Kemerdekaan RI). KA ini mendapat rangkaian baru dari PT INKA dengan kode BP/M1/K1-968xx (no. baru: P/M1/K1 0 96 xx). Rangkaian KA buatan 1996 ini memiliki ciri khas, yaitu menggunakan AC bentuk trapesium, dan letak kaca yang lebih rendah, berbeda dari rangkaian buatan tahun 1995 yang AC-nya berbentuk kotak dan buatan tahun 1998-2002 yang AC-nya berbentuk melengkung.

Kata Argo berasal dari nama dalam bahasa Jawa harga yang berarti 'gunung', dan juga merupakan brand image layanan kereta api eksekutif yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kebanggaan konsumennya. Sedangkan nama Lawu diambil dari nama sebuah gunung (Gunung Lawu) yang terletak disebelah timur laut Kota Surakarta (wilayah administratif Kabupaten Karanganyar dan Magetan) yang memiliki ketinggian 3.245 km.

Perjalanan kereta api dari Stasiun Solo Balapan ke Gambir pada siang hari memungkinkan penumpang menikmati indahnya panorama pegunungan di Bumi Banyumas, Kali Serayu dan Kali Progo. Sementara perjalanan dari Jakarta-Solo dilakukan pada malam hari. Artinya, perjalanan Argo Lawu berkebalikan dengan Argo Dwipangga. Rangkaian KA Argo Lawu terdiri dari Lokomotif (CC 206), 7-8 kereta kelas eksekutif argo, 1 Kereta Makan bermotif batik (M1), dan 1 kereta Bagasi (B), serta 1 gerbong Pembangkit Listrik (P).

Rangkaian kereta[sunting | sunting sumber]

Dengan diluncurkannya KA Argo Lawu pada 21 September 1996, maka kereta ini juga mendapat rangkaian baru dari PT Inka dengan kode BP/M1/K1-968xx (no. baru: P/M1/K1 0 96 xx). Rangkaian KA buatan 1996 ini memiliki ciri khas, yaitu menggunakan AC bentuk trapesium, dan letak kaca yang lebih rendah, berbeda dari rangkaian buatan tahun 1995 yang AC-nya berbentuk kotak dan buatan tahun 1998-2002 yang AC-nya berbentuk melengkung.

Ini dikarenakan kereta ini merupakan modifikasi dari kereta ekonomi buatan tahun 50-an, namun setelah diretrofit di PT INKA, diganti bogienya menjadi tipe K8, menjadi kereta yang benar-benar baru, dan dapat dianggap buatan tahun 1996.

Rangkaian ini digunakan sekitar tahun 1996 sampai 2000-an awal, sampai kereta ini mendapat surplus kereta kelas Anggrek K9. Rangkaian buatan 1996 pun dihibahkan ke Taksaka maupun Argo Dwipangga.

Sejak awal tahun 2000-an KA Argo Lawu pernah menggunakan gerbong Anggrek K9 setelah adanya surplus rangkaian pada tahun 2000-an awal, karena salah satu dari dua rangkaian Argo Muria telah memakai kereta baru dari INKA pada tahun 2002. Rangkaian ini menggunakan warna ungu, berbeda dengan saat digunakan oleh KA Argo Bromo Anggrek/Muria. Sayangnya, KA ini sering anjlok di jalur selatan yang notabene tidak lurus, maka KA Argo Lawu kembali menggunakan KA eksekutif biasa pada akhirnya. Akhirnya, sejak Oktober 2008, KA Argo Lawu menggunakan rangkaian kereta baru buatan PT INKA, untuk menggantikan rangkaian generasi pertama buatan 1996 yang dialihkan ke Taksaka ataupun Argo Dwipangga dan rangkaian Anggrek K9 yang sering anjlok saat dipakai oleh Argo Lawu.

Saat ini, kereta ini sering bertukar kereta dengan Argo Dwipangga (K1 0 84/86/02 xx) karena kebijakan rotasi dari dipo, sehingga sering kereta milik Argo Lawu dapat tersambung di kereta Argo Dwipangga, maupun sebaliknya. Karena kereta pembangkit asli milik kereta ini juga sering dipakai kereta lain, maka kereta ini dan Argo Dwipangga juga terkadang menggunakan kereta pembangkit yang khas (P 0 78 03 SLO), karena merupakan modifikasi dari kereta bagasi.

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Lawu bersama kereta api kelas Argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu".[1] Pada lagu tersebut disebutkan nama Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan KA Argo Lawu per 1 April 2015 (berdasarkan Gapeka 2015).

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 7 Argo Lawu (Solo Balapan-Yogyakarta-Gambir)
Solobalapan - 08.00
Klaten 08.25 08.28
Yogyakarta 08.52 08.57
Kutoarjo 09.49 09.53
Purwokerto 11.23 11.30
Cirebon 13.27 13.34
Jatinegara 16.09 16.11
Gambir 16.22 -
KA 8 (Gambir-Yogyakarta-Solo Balapan)
Gambir - 20.15
Cirebon 22.56 23.08
Purwokerto 01.05 01.15
Kutoarjo 02.50 02.54
Yogyakarta 03.45 03.52
Klaten 04.16 04.19
Solo Balapan 04.45 -

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp 215.000,00 - Rp 445.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada di dalam rute berikut.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Foto KA Argo Lawu saat melewati Jembatan Sakalimolas/Sakalibel, Bumiayu, Brebes.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]