Kereta api Kamandanu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Kamandanu
Kamandanu.jpg
Kereta Api Kamandanu
Info
KelasEksekutif Satwa Ekonomi AC Premium
SistemKereta api ekspres
Statusberoperasi
LokalDaop IV Semarang
Stasiun terminusStasiun Solo Balapan
Stasiun Pasar Senen
Jumlah stasiun5
Rute pelayanan7
Operasional
Dibuka23 Desember 1999
Ditutup5 Desember 2009
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
DepotSemarang Poncol (SMC)
Sarana yang dijalankanCC 201
Teknis
Jarak tempuh475 km
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasi90 Km/jam
Peta Rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Jakarta
Untuk Kereta api:
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

1. Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Senja Utama Solo
  • Purwosari: KA Bengawan
  • Lempuyangan: KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Jaka Tingkir, KA Progo, dan KA Mataram
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya

2. Stasiun pemberhentian

  • Sebagian besar KA arah Jakarta berhenti di Bekasi, kecuali KA Fajar Utama Yogya dan Bogowonto
  • KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Senja Utama Solo berhenti di Cirebon, sedangkan lainnya berhenti di Cirebon Prujakan
  • Hanya KA Jaka Tingkir arah Lempuyangan saja yang berhenti di Cikampek
  • Hanya KA Bogowonto arah Lempuyangan, Gajahwong arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Haurgeulis
  • Hanya KA Bengawan arah Purwosari, Jaka Tingkir arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya yang berhenti di Jatibarang
  • Hanya KA Bengawan arah Jakarta, Bogowonto, dan Gajahwong yang berhenti di Ciledug
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya arah Jakarta dan Gajahwong arah Lempuyangan saja yang berhenti di Ketanggungan
  • Hanya KA Fajar Utama Yogya, KA Jaka Tingkir, dan KA Gajahwong yang berhenti di Bumiayu
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kroya, kecuali KA Senja Utama Solo arah Solo, Jaka Tingkir arah Lempuyangan,
    Bengawan arah Purwosari, Progo arah Lempuyangan, dan Fajar Utama Yogya arah Jakarta
  • Hanya sebagian kecil KA arah Jakarta saja yang berhenti di Sumpiuh (KA Bengawan dan Mataram)
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Gombong, kecuali KA Senja Utama Yogya arah Yogyakarta,
    Jaka Tingkir arah Lempuyangan, Fajar Utama Yogya, dan Mataram
  • Hanya KA Gajah Wong arah Jakarta dan Fajar Utama Yogya arah Yogyakarta saja yang berhenti di Karanganyar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kebumen, kecuali KA Senja Utama Solo arah Jakarta, Jaka Tingkir arah Jakarta,
    Progo arah Jakarta, dan Fajar Utama Yogya
  • Hanya KA Bogowonto saja yang berhenti di Jenar
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Yogyakarta, kecuali KA Mataram arah Lempuyangan, Jaka Tingkir,
    Bengawan, dan Progo
  • Hanya KA Senja Utama Solo saja yang melintas langsung di Wates, Lempuyangan, dan Purwosari
  • Hanya KA Senja Utama Solo dan Bengawan yang berhenti di Klaten


Kamandanu adalah nama kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia di Jawa dengan jurusan Jakarta Kota - Semarang Tawang via Gambir pada awalnya.

Kereta api Kamandanu mulai dioperasikan pada tanggal 23 Desember 1999 melayani perjalanan koridor Semarang - Jakarta. Rangkaian KA Kamandanu terdiri dari 7 kereta kelas eksekutif dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 364 tempat duduk.

Selama perjalanan Jakarta - Semarang sejauh 475 km, kereta api ini hanya berhenti di stasiun Stasiun Cirebon Stasiun Tegal, dan Stasiun Pekalongan dengan waktu tempuh 6 jam. Dari Jakarta ditawarkan alternatif perjalanan pada siang hari dan dari Semarang berjalan pada malam hari.

tanggal 5 Desember 2009, KA Kamandanu dihentikan operasinya digantikan oleh Kereta api Argo Sindoro dan Kereta api Argo Muria.

Rangkaian Kamandanu[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, Rangkaian kereta ini menggunakan eks rangkaian Kereta Api Menoreh 1 yang berhenti pada hari itu juga. Namun Mulai 7 Februari 2017, Rangkaian Ambarawa Ekspress telah menggunakan Rangkaian K3 New Image Buatan INKA tahun 2016, serta rangkaian eks Menoreh dialokasikan untuk pengganti rangkaian Kereta Api Kamandaka yang beroperasi mulai 23 Februari 2017, mengikuti Kereta api Kaligung yang berganti sarana menjadi K3 2016. Ini disebabkan inkonsistensi kelas, harga, serta rangkaian yang dimiliki kedua rangkaian kereta tersebut.

  • 1 Lokomotif Seri CC 201 CC 206 Milik Dipo SMC
  • 3 Kereta Ekonomi New Image (K3 2016)
  • 1 Kereta Makan (M1 2002)
  • 4 Kereta Ekonomi New Image (K3 2016)
  • 1 Kereta Pembangkit (Biasanya P 1980 eks 2015)

Interior kereta penumpang Kereta api Ambarawa Ekspress pada saat mengunakan rangkaian eks Menoreh 1

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal KA Kamandanu berdasarkan Revisi 1 Gapeka 2018 (per 6 Juli 2018).

KA 100 KAMANDANU SOLO BALAPAN-PASAR SENEN KA 101 KAMANDANU PASAR SENEN-SOLO BALAPAN
Stasiun Kedatangan Keberangkatan Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Solo Balapan 09.42 Pasar Senen 13.10
Yogyakarta 09.55 09.59 Cirebon 13.45 13.49
Kutoarjo 10.05 10.08 Bumiayu 14.08 14.13
Kebumen 10.11 10.13 Kroya 14.40 14.45
Sruweng 10.20 10.30 Sumpiuh 15.05 15.18
Sumpiuh 11.00 11.03 Sruweng 15.35 15.40
Kroya 11.10 11.13 Karanganyer 16.01 16.06
Bumiayu 11.30 11.32 Kutoarjo 16.23 16.28
Prupuk 11.41 11.46 Yogyakarta 17.10 17.16
Pasar Senen 12.14 Solo Balapan 17.33

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Menurut cerita pewayangan Kamandanu adalah nama dari sekelompok kerbau yang dipelihara oleh para dewa khayangan yang digembalakan oleh Dadung Awuk dan pernah dipinjam oleh Raden Arjuna sebanyak 144 ekor sebagai prasyarat sewaktu menikahi Wara Sumbadra.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]