Kereta api Argo Sindoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Argo Sindoro
Argo Sindoro.svg
Argo Sindoro Ls Poncol.JPG
Argo Sindoro berjalan langsung stasiun Semarang Poncol
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi IV Semarang
Pendahulu Argo Muria I
Mulai beroperasi 20 Mei 2001
Penerus Argo Muria (GMR-SMT)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 700-900 penumpang per hari (rata-rata)
Perjalanan
Relasi perjalanan Semarang TawangGambir, p.p.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 460 km
Waktu tempuh rata-rata 6 jam
Frekuensi perjalanan harian Pulang pergi sehari sekali
Nomor kereta api 11-12
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Eksekutif
Susunan tempat duduk 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan Ada
Bagasi Dirangkaikan jika dibutuhkan
Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC201,CC203,CC204,CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 70 s.d. 110 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 11-12
Peta rute
Semarang Tawang - Gambir
Untuk Argo Muria dan Argo Sindoro
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir
ke Bogor
ke Tanah Abang
Jakarta Manggarai
Jatinegara
Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono
Bekasi
Cirebon
ke Ketanggungan
ke Margasari
Tegal
Pekalongan
Semarang Tawang
ke Solo, Surabaya

Kereta api Argo Sindoro adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Semarang Tawang - Gambir dan sebaliknya. Sebelumnya, kereta ini adalah kereta api Argo Muria I serta perjalanannya berkebalikan dengan Argo Muria saat ini

Rangkaian KA Argo Sindoro terdiri dari 7-9 kereta kelas eksekutif argo (K1), 1 Kereta Makan (M1), dan 1 kereta pembangkit (P) dan sepanjang perjalanannya kereta api ini hanya berhenti di Stasiun Pekalongan, Tegal, Cirebon, dan Jatinegara (arah Jakarta).

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama Argo Sindoro menggunakan nama Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pemakaian nama ini karena argo [baca: harga (Jawa)] itu sendiri berarti gunung. Walaupun brand name atau penamaan argo menandakan fasilitas dan ketepatan waktu yang lebih dari kelas kereta api yang lain yakni eksekutif, bisnis, maupun ekonomi, namun pada kenyataannya semua hal tersebut tidaklah beda dengan kereta api kelas eksekutif pada umumnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pengoperasian awal (2001-2010)[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, kereta api Argo Sindoro merupakan salah satu dari dua kereta api Argo Muria yang melayani rute Gambir - Semarang Tawang PP sejak tahun 1997 untuk Argo Muria 1 dan 2001 untuk Argo Muria 2. Saat itu, kereta api Argo Muria menggunakan rangkaian kereta yang sama dengan Argo Bromo Anggrek yaitu rangkaian Anggrek K9. Namun sejak tahun 2002, bersamaan dengan Argo Gede dan Harina, kedua rangkaian Argo Muria ini diganti dengan kereta eksekutif baru dari INKA, buatan tahun 2002 dan merupakan kereta eksekutif Argo biasa.

Sejak kereta api Argo Muria 1 dan 2 menggunakan kereta eksekutif Argo biasa, maka kereta kelas Anggreknya pun mulai digunakan oleh kereta api Argo Lawu sejak tahun 2004. Meskipun demikian, ternyata kereta Anggrek K9 ini sering anjlok saat dioperasikan di jalur selatan sebagai kereta api Argo Lawu, sehingga pada tahun 2007 kereta Anggrek K9 milik Argo Lawu ini dikembalikan kepada Argo Muria 1, dan namanya diubah menjadi Argo Sindoro untuk membedakan dengan kereta Argo Muria 2 yang masih menggunakan kereta eksekutif buatan tahun 2002. Sebagai gantinya, kereta eksekutif keluaran 2002 milik Argo Muria 1 dihibahkan kepada Dipo Kereta Solo Balapan (SLO) untuk digunakan sebagai kereta api Argo Lawu dan Dwipangga.

Sejak Desember 2011 lalu, kereta api Argo Sindoro akhirnya tidak lagi menggunakan kereta Anggrek K9 dikarenakan semua kereta Anggrek yang sering mengalami masalah ditarik untuk diperbaiki di PT Inka Madiun, dan saat selesai diperbaiki sebagai kereta "Go Green", seluruh kereta Anggrek K9 hanya dialokasikan untuk kereta api Argo Bromo Anggrek.

Pengoperasian saat ini (2011-sekarang)[sunting | sunting sumber]

Setelah tidak lagi menggunakan rangkaian Anggrek K9, KA Argo Sindoro menggunakan kereta eksekutif keluaran tahun 2002 yang dialokasikan di depo kereta api Semarang Poncol yang merupakan cadangan Argo Muria dan Harina. Rangkaian yang digunakan adalah kereta eksekutif produksi 2002 milik Argo Muria (K1-028xx) dan eks-Harina (K1-025xx). Sekarang semua rangkaian tersebut berkode K1 0 02 xx sejak era penomoran baru.

Pada bulan Juni 2015, kereta api Argo Sindoro kembali menggunakan rangkaian kereta eksekutif dengan bogie K9 bekas Argo Bromo Anggrek Go Green (maupun kereta yang sudah menggunakan livery "Kesepakatan" setelah menjalani pemeliharaan akhir di Balai Yasa Gubeng), karena kereta api tersebut telah mendapatkan rangkaian yang direhabilitasi total di PT Inka, Madiun. Namun akhirnya kereta Anggrek K9 ini pun mulai dikembalikan kepada pemiliknya, ke Daerah Operasi VIII Surabaya karena saat ini seringkali kereta Kereta api Argo Bromo Anggrek membawa 8-10 kereta kelas 1 pada satu rangkaian. Meskipun begitu, pada musim lebaran dan akhir tahun, kereta kelas Anggrek K9 ini bisa saja digunakan oleh Kereta api Argo Muria / Kereta api Argo Sindoro Lebaran/Tambahan.

Saat ini, KA Argo Sindoro telah resmi menggunakan kereta eksekutif 2002 bekas Kereta api Argo Muria produksi PT Inka. Adapun rangkaian kereta api Argo Sindoro tersebut terdiri atas sebuah lokomotif (Lokomotif CC201, Lokomotif CC203, Lokomotif CC206), delapan kereta eksekutif argo (K1 0 02 XX SMC), satu kereta makan (M1 0 02 XX SMC), kereta pembangkit (P 0 02 XX SMC), Kereta ini terkadang menggunakan pembangkit tipe lamanya (P 0 80/82 XX SMC). Kereta ini mulai 2015 lebaran tidak menggunakan kereta bagasi mengingat adanya kereta layanan Over Night Service atau bagasi yang dirangkaikan ke kereta api malam.

Saat kereta api Argo Muria sudah mendapatkan kereta terbaru pada tahun 2017, kereta api Argo Sindoro ini masih belum mendapatkan rangkaian baru, sehingga masih menggunakan kereta keluaran tahun 2002 hingga saat ini, meskipun terkadang satu atau dua kereta eksekutif buatan tahun 2017 ini tersambung dalam rangkaian kereta api Argo Sindoro.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp 255.000,00 - Rp 365.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada di dalam rute berikut.

Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

Berikut Ini Rangkaian Kereta api Argo Muria/Kereta api Argo Sindoro (Reguler dan Tambahan)

KA Argo Muria

  • 1 Lokomotif CC201,CC203,CC204,dan CC206
  • 4 Kereta Eksekutif (K1 2017)
  • 1 Kereta Makan (M1 2017)
  • 4 Kereta Eksekutif (K1 2017)
  • 1 Kereta Pembangkit (P 2017)

KA Argo Sindoro

  • 1 Lokomotif CC201,CC203,CC204,dan CC206
  • 4 Kereta Eksekutif (K1 2002)
  • 1 Kereta Makan (M1 1965/1986/2002)
  • 4 Kereta Eksekutif (K1 2002)
  • 1 Kereta Pembangkit (P 1964/1965/1980/1982/2002)
  • 1 Kereta Priority

KA Argo Muria Tambahan

  • 1 Lokomotif CC 201 atau CC 203
  • 5 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 2016)
  • 1 Kereta Makan (M1)
  • 2 Kereta Eksekutif (K1)
  • 1 Kereta Pembangkit (P)

KA Argo Sindoro Tambahan

  • 1 Lokomotif CC 201 atau CC 203
  • 5 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 2016)
  • 1 Kereta Makan (M1)
  • 2 Kereta Eksekutif (K1)
  • 1 Kereta Pembangkit (P)

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal Perjalanan KA Argo Sindoro berdasarkan GAPEKA 2017.

KA 11 Argo Sindoro (Semarang Tawang - Gambir)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Semarang Tawang - 06.00
Pekalongan 07.10 07.13
Tegal 07.58 08.04
Cirebon 09.00 09.07
Jatinegara 11.43 11.45
Gambir 12.00 -
KA 12 Argo Sindoro (Gambir - Semarang Tawang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir - 16.15
Cirebon 19.05 19.12
Tegal 20.09 20.14
Pekalongan 20.57 21.01
Semarang Tawang 22.15 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]