Kereta api Argo Sindoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Argo Sindoro
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO SINDORO
Semarang Tawang - Gambir PP
}
Argo Sindoro BKS.jpg
Kereta api Argo Sindoro akan melintasi Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
PendahuluArgo Muria I
Mulai beroperasi17 Maret 2007
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh425 km
Waktu tempuh rerata5 jam 38 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari pada jadwal pagi dan sebaliknya pada jadwal sore
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional88–105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 11–12 (Reguler)
  • 7001–7002 (Tambahan)

Kereta api Argo Sindoro merupakan layanan kereta api penumpang kelas Eksekutif yang dioperasikan Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Semarang Tawang-Gambir dan sebaliknya. Nama Sindoro sendiri berasal dari gunung berapi bernama Gunung Sindoro yang terletak sebelah timur Kabupaten Wonosobo dan sebelah barat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Awal pengoperasian (2007–2018)[sunting | sunting sumber]

Tampak dalam kereta api Argo Sindoro saat itu, diambil saat kondektur memeriksa tiket penumpang.

Kereta api Argo Sindoro merupakan salah satu layanan kereta api Argo Muria setelah dilakukan perubahan nama pada 2007—beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9. Namun sejak tahun 2002, kedua rangkaian kereta api tersebut beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas eksekutif buatan PT. INKA keluaran 2002. Sejak itu pula, bekas rangkaian kereta api tersebut digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Lawu sejak 2004. Karena dalam pengoperasian kereta api Argo Lawu sering anjlok, rangkaian kereta tersebut kembali dimutasi ke Depo Kereta Semarang Poncol pada tahun 2007—kereta dengan bogie K9 yang tidak cocok untuk jalur selatan Jawa yang cenderung lebih terjal dan berkelok-kelok.

Kereta api Argo Sindoro saat masih menggunakan kereta eksekutif Bogie K9 bekas rangkaian Argo Bromo Anggrek sebelum dikonservasi sementara, melintas Tambun, Bekasi

Sejak 2007, nama pada layanan kereta api Argo Muria I diubah menjadi Argo Sindoro sejak ia kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 hingga dilakukan perbaikan ulang pada awal 2010-an.

Pengoperasian mulai 2018–sekarang[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Sindoro sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta terbaru eksekutif berbahan baja nirkarat mulai akhir tahun 2018.

Mulai 8 April 2019, kereta api ini (bersama kereta api Argo Muria) kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 setelah digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Bromo Anggrek.

Kereta api Argo Sindoro dihela Lokomotif edisi vintage, melintasi Stasiun Manggarai, Jakarta

Mulai Tanggal 28 September 2022, bertepatan Hari Ulang Tahun PT Kereta api Indonesia ke 77 Tahun, Kereta api Argo Sindoro (bersamaan dengan Kereta api Argo Muria) akan mengalami peningkatan kecepatan dari semula hanya 105 km/jam menjadi 120 km/jam.[1]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada Tanggal 21 Juni 2022 pukul 10:55 WIB, sebuah Kereta api Argo Sindoro menabrak Mobil Avanza di Perlintasan liar Walet, Tambun Selatan. Nahasnya, Mobil pun terseret hingga sekitar 1,2 km menjelang masuk Stasiun Tambun sehingga pengemudi pun meninggal dunia. [2]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Farozy, Ikko Haidar (2022-09-08). "Sambut Ulang Tahun KAI Ke-77, Semakin Banyak KA yang Semakin Cepat!". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2022-09-09. 
  2. ^ KA 11 Argo Sindoro menabrak Mobil Avanza di Perlintasan liar Walet, Tambun