Kereta api Tumapel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Tumapel
KA TUMAPEL.png
Kereta api Tumapel BG.jpg
Kereta api Tumapel saat berhenti di Stasiun Bangil
Informasi umum
Jenis layananKereta api lokal
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluTumapel Utama
Mulai beroperasi1 Juni 2014
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari
Rute
Stasiun awalMalang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirSurabaya Kota
Jarak tempuhsekitar 96 km
Waktu tempuh reratarata-rata 3 jam
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas kateringAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203, CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 90 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal448, 455
Peta rute
Surabaya Kota - Blitar
Untuk Kereta api Penataran, Tumapel      dan Dhoho, KRD Kertosono     
Surabaya Kota
Ke SDT
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Wonokromo
Ke Waru
Ke Mojokerto
Waru
Sepanjang
Gedangan
Boharan
Sidoarjo
Krian
Tanggulangin
Tarik
Porong
Kedinding
Ke Jember
Mojokerto
Bangil
Curahmalang
Lawang
Sumobito
Singosari
Peterongan
Blimbing
Jombang
Malang
Sembung
Malang Kotalama
Ke Tulungagung
Kepanjen
Kertosono Ke Solo
Ngebruk
Ke Jombang
Sumberpucung
Papar
Pohgajih
Kediri
Kesamben
Ngadiluwih
Wlingi
Kras
Talun
Tulungagung
Garum
Sumbergempol
Ngunut
Rejotangan
Blitar
Ke Jombang
Ke Malang
Keterangan
  • KA Tumapel beterminus di Stasiun Malang
  • KA Tumapel beterminus di Stasiun Surabaya Gubeng (ke Malang)
    dan di Stasiun Surabaya Kota (dari Malang)
  • KA Lokal KTS berhenti di Stasiun bertanda bolong
  • KA Rapih Dhoho memutar di Stasiun Kertosono

Kereta api Tumapel merupakan layanan kereta api ekonomi lokal yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya untuk melayani lintas Malang-Surabaya dan sebaliknya. Kereta api ini lebih sering disebut "Penataran" oleh masyarakat walaupun lintas perjalanan pada kereta api ini hanya sampai Malang.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Tumapel" diambil dari nama sebuah wilayah yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Singasari oleh Ken Arok setelah membunuh Tunggul Ametung. Saat ini, wilayah tersebut berada di Singosari, Malang. Selain itu, terdapat Candi Tumapel—lebih sering disebut Candi Singosari—yang terletak di daerah yang sama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Tumapel pertama kali beroperasi mulai tanggal 14 Januari 1971 untuk melayani lintas Surabaya-Malang. Pada awal peluncurannya, kereta api ini membawa tiga kereta kelas III (CW) [plus]. Walaupun hanya layanan kelas III, penumpang diberi fasilitas berupa kudapan dan air minum, serta dilengkapi dengan pramugari. Waktu perjalanan tercepat yang ditempuh saat itu selama 80 menit dengan tiga kali perjalanan pulang-pergi.

Pada bulan April 1973, lintasan perjalanan pada kereta api tersebut sempat diperpanjang hingga Stasiun Blitar namun layanan kereta api Tumapel baik dari Malang maupun Blitar diubah menjadi kereta api lokal pada tahun 1976 karena ia berhenti di setiap stasiun yang dilaluinya.

Pada tahun 1980-an awal, PJKA meluncurkan kereta api patas bernama "Tumapel Utama" untuk melayani lintas Surabaya-Malang hingga lintasan perjalanannya diperpanjang hingga Stasiun Blitar pada tahun 1985. Namun pengoperasian kereta api tersebut dihentikan pada tahun 2002.

Sejak tanggal 1 Juni 2014, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya kembali menyematkan nama tersebut pada kereta api ini untuk dimanfaatkan oleh kaum penglaju dari Malang dan Sidoarjo yang bekerja di Kota Surabaya. Walaupun bernama "Tumapel", kereta api ini lebih sering disebut "Penataran" walaupun lintasan perjalanan kereta api ini hanya sampai Malang.[1]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintasan perjalanan Malang - Surabaya Kota
Surabaya Gubeng - Malang
Lokomotif CC201, CC203, CC206
Rangkaian 3 kereta kelas ekonomi (K3 ML) + 1 kereta makan pembangkit (KMP3 ML) + 3 kereta kelas ekonomi (K3 ML)


Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

Waktu tempuh rata-rata 3 jam
Tarif Rp10.000,00

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Tumapel per 1 Desember 2019 (Berdasarkan Gapeka 2019).

KA 448 Tumapel
(Malang - Surabaya Kota)
KA 455 Tumapel
(Surabaya Gubeng - Malang)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Malang - 04.30 Surabaya Gubeng - 20.35
Blimbing 04.37 04.39 Wonokromo 20.42 20.49
Singosari 04.48 04.50 Waru 20.56 21.00
Lawang 05.01 05.04 Gedangan 21.06 21.10
Wonokerto 05.32 05.47 Sidoarjo 21.19 21.22
Bangil 05.59 06.06 Tanggulangin 21.29 21.31
Porong 06.19 06.26 Porong 21.39 21.56
Tanggulangin 06.34 06.36 Bangil 22.10 22.13
Sidoarjo 06.44 06.54 Lawang 22.52 22.55
Gedangan 07.03 07.05 Singosari 23.06 23.08
Waru 07.11 07.13 Blimbing 23.17 23.19
Wonokromo 07.20 07.23 Malang 23.26 -
Surabaya Gubeng 07.30 07.33
Surabaya Kota 07.41 -

Catatan : Titik awal perjalanan KA 455 Tumapel berada di Stasiun Surabaya Gubeng, bukan Stasiun Surabaya Kota.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Kereta api lokal Kertosono (Ekonomi Lokal Kertosono) - layanan kereta api lokal kelas ekonomi lintas KertosonoSurabaya

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sejarah KA Lokal Jalur Kantong". Roda Sayap (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-10. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]