Terminal Purabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Terminal Purabaya
Terminal Penumpang Tipe A
Kode: PRB
21 Papan Nama Terminal Purabaya (1).jpg
Papan Nama Terminal Purabaya
Nama lainTerminal Bungurasih
LokasiJalan Letjen Soetoyo, Dusun Bungurasih Timur, Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Kodepos 61256
 Indonesia
Koordinat7°21′02″S 112°43′30″E / 7.350474°S 112.724913°E / -7.350474; 112.724913Koordinat: 7°21′02″S 112°43′30″E / 7.350474°S 112.724913°E / -7.350474; 112.724913
PemilikCity of Surabaya Logo.svg Pemerintah Kota Surabaya [1]
OperatorLogo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
JalurJalan Nasional Rute Nasional 1 di {{Rute/Kode daerah
Jumlah peron5
Jumlah jalur• 4 lajur (bemo & MPU)
• 1 lajur (bus bandara)
• 1 lajur (Suroboyo Bus)
• 10 lajur (bus kota)
• 26 lajur (bus antarkota)
Rute busJawa
Madura
Bali
Nusa Tenggara
Sumatera
Operator busLebih dari 70 perusahaan otobus
Penghubung antarmodaAngkutan Kota (bemo)
• MPU Antarkota
Bus Bandara
Bus Kota
Suroboyo Bus
Bus antarkota
Sejarah
DibukaTahun 1991
Operasi layanan
Halte sebelumnya Suroboyo Bus Suroboyo Bus Halte berikutnya
Terminus Koridor R1
Terminal Purabaya-Rajawali
Dukuh Menanggal
ke arah Rajawali
Kerto Menanggal
ke arah Rajawali
Koridor R2
Rajawali-Terminal Purabaya
Terminus
Lokasi pada peta

Terminal Purabaya merupakan terminal penumpang tipe A serta terminal induk utama Kota Surabaya (selain Terminal Tambak Osowilangon), yang terletak di luar perbatasan selatan dan barat kota, tepatnya di wilayah administasi Desa Bungurasih, Sidoarjo. Pembangunan terminal ini merupakan ide dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 1982 (tertuang dalam surat persetujuan Gubernur Nomor 645.7/9605/210/82), kemudian lahir sebagai hasil perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dimana Pemerintah Kota Surabaya memperoleh status hak pengelolaan terminal. Terminal seluas 119.950 m2 ini dibangun pada tahun 1989 dan dioperasikan mulai 11 Maret 1991, dengan peresmian oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 8 April 1991. Terminal ini awalnya difungsikan untuk merelokasi bus antarkota yang sebelumnya memiliki trayek menjangkau kawasan dalam kota, seperti Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang. Lokasi terminal ini terletak di ruas jalan nasional (Jalan Daendels) lintas Surabaya - Sidoarjo serta terhubung dengan akses Jalan Tol Bandara Juanda, Jalan Tol Surabaya - Gresik dan Jalan Tol Trans Jawa. Selain itu, terminal ini berdekatan dengan beberapa bangunan penting seperti Stasiun Waru, Rutan Medaeng dan dan Blok City of Tomorrow (CITO). Terminal ini melayani berbagai moda transportasi darat yang menuju berbagai kawasan di dalam Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, serta kota-kota di pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara dan Sumatera. Per tahun 2022, terminal ini menjadi titik simpul pertemuan dari 9 trayek mobil penumpang umum (MPU), 5 trayek Bus Kota Surabaya, 2 koridor Suroboyo Bus, 3 koridor Trans Semanggi Suroboyo (mulai dioperasikan pertengahan tahun 2022), 2 trayek bus bandara, serta lebih dari 100 trayek bus antarkota (dalam/antar provinsi).[2][3][4][5][6]

Asal Usul Nama Purabaya[sunting | sunting sumber]

Terminal Purabaya merupakan terminal induk yang terletak di pinggiran barat dan selatan wilayah Kota Surabaya. Asal usul nama terminal ini merupakan ide dari Edi Sanyoto (Bupati Sidoarjo) yang disetujui oleh Poernomo Kasidi (Walikota Surabaya) pada masa periode pembangunan terminal pada tahun 1989-1991. Nama terminal ini berasal dari akronim gabungan dari kata Gapura dan Surabaya, jika digabungkan menjadi kata Purabaya (Gapura Surabaya) yang bermakna pintu gerbang Kota Surabaya. Secara administratif, kompleks bangunan terminal ini terletak di luar perbatasan kota, tepatnya berada di wilayah administrasi Desa Bungurasih, Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut menjadikan terminal ini lebih populer dikenal dengan nama Terminal Bungurasih oleh warga Surabaya dan sekitarnya.[7]

Sejarah & Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Terminal Purabaya merupakan pengembangan dari Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang yang kapasitasnya sudah tidak memadai serta berada dipusat kota yang tidak memungkinkan dilakukan pengembangan. Pembangunan terminal penumpang tipe A Purabaya sudah direncanakan sejak tahun 1982 berdasarkan surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur namun baru dapat dilaksanakan pembangunan pada tahun 1989 serta diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada tahun 1991.

Sebelumnya dibangun Terminal Purabaya, pelayanan operasional angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dilakukan di tempat terpisah. Terminal Joyoboyo merupakan terminal utama di kota Surabaya yang melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), sedangkan Terminal Bratang melayani angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).[8]

Lokasi pembangunan terminal Purabaya berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo pada lahan dengan luas ± 120.000 m2. Dipilihnya lokasi tersebut karena mempunyai akses yang sangat baik dan strategis sebagai pintu masuk ke Kota Surabaya serta berada pada jalur keluar kota Surabaya arah timur selatan dan barat. Walaupun lokasi terminal Purabaya berada di Kabupaten Sidoarjo namun pengelolaan terminal dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut berdasarkan perjanjian kerjasama (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Pemerintah Kota Surabaya.[9]

Pembangunan gedung baru di Terminal Purabaya mengacu pada konsep convenience and care terminal (C2 Terminal), dimana fasilitas terminal setara dengan fasilitas bandar udara. Proses pembangunan tahap pertama difokuskan pada pembangunan shelter bus Bandara Juanda, ruang tunggu penumpang dan bridge connection (penghubung antara ruang tunggu dan jalur pemberangkatan bus antarkota dalam provinsi (AKDP)). Proses pembangunan tahap kedua difokuskan pada pembangunan bridge connection (jembatan penghubung ruang tunggu - jalur keberangkatan bus malam) dan gate di ruas jalur pemberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). [10]

Lintasan MPU Antarkota[sunting | sunting sumber]

Terminal Purabaya merupakan salah satu titik lintasan moda transportasi mobil penumpang umum (MPU) antarkota, seperti Suzuki Carry trayek Kode Trayek Bemo Surabaya Joyoboyo W.png Bungurasih - Sidoarjo dan Isuzu Elf trayek Bungurasih - Pandaan - Malang. Shelter MPU terletak tepat berada barat jalur kedatangan bus antarkota dan shelter bus bandara Terminal Purabaya. Shelter MPU ini berfungsi setiap hari hampir 24 jam, karena trayek MPU yang melintasi Terminal Purabaya memiliki frekuensi tinggi dan headway rendah.[11][12][13]

Jangkauan Bus Kota Surabaya[sunting | sunting sumber]

Per tahun 2022, Terminal Purabaya menjadi titik awal dan akhir dari lima trayek moda transportasi bus kota Surabaya. Bus kota tersebut menghubungkan terminal ini dengan beberapa titik akhir pemberhentian yang tersebar di wilayah utara kota seperti Terminal Bratang, Halte Jembatan Merah/JMP, Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Tambak Osowilangon. Unit yang digunakan berupa bus besar berkapasitas sampai dengan 60 penumpang dengan fasilitas mulai dari kelas ekonomi sampai patas AC. Bus kota efektif beroperasi antara pukul 05.00 WIB s.d. pukul 18.00 WIB dengan waktu tunggu antar keberangkatan terpaut antara 15 s.d. 30 menit. Berikut adalah beberapa titik jangkauan trayek bus kota Surabaya yang beroperasi di Terminal Purabaya.

  1. D: Bungurasih - Bratang
  2. F: Bungurasih - Diponegoro - JMP
  3. P4: Bungurasih - Tol Waru - Demak - Tanjung Perak
  4. P5: Bungurasih - Tol Waru - JMP
  5. P8: Bungurasih - Tol Waru - Tol Tandes - Osowilangon

Jangkauan Suroboyo Bus[sunting | sunting sumber]

Halte Terminal Purabaya merupakan salah satu titik lintasan moda transportasi Suroboyo Bus rute utara-selatan dengan koridor loop R1-R2. Koridor tersebut merupakan koridor awal Suroboyo Bus yang mulai beroperasi sejak 7 April 2018. Halte ini terletak di tepat di timur jalur kedatangan bus kota Surabaya. Halte ini menjadi titik awal keberangkatan koridor R1 tujuan Halte Rajawali, sekaligus titik akhir keberangkatan koridor R2 dari Halte Rajawali. Halte ini berfungsi setiap hari antara pukul 06.00 - 21.00 WIB dengan waktu tunggu antar keberangkatan selama 16 menit.

Jangkauan Bus Bandara (Pemadu Moda)[sunting | sunting sumber]

Moda transportasi bus bandara menghubungkan terminal ini dengan Terminal 1 (penerbangan domestik) Bandar Udara Internasional Juanda via tol bandara. Perum DAMRI Cabang Surabaya sebagai satu-satunya operator menyediakan layanan ini menggunakan unit bus sedang berkapasitas 27 penumpang dengan fasilitas pendingin udara, recleaning seat, televisi, audio dan bagasi dalam. Jadwal pemberangkatan bus pada pukul 04.00 s.d. 22.00 WIB dengan interval antar keberangkatan ± 10 menit. Perum DAMRI juga memfasilitasi penumpang tujuan Terminal 2 (penerbangan internasional) dengan angkutan pengumpan dari Terminal 1.[14]

Rute Bus AKDP[sunting | sunting sumber]

Rute Bus AKDP Kelas Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi yang dilayani di Terminal Purabaya.

  1. Surabaya - Malang: PO. Tentrem, PO. Restu, PO. Kalisari, PO. Pelita Mas, PO. Medali Mas, PO. Akas (Green) & Perum DAMRI (Cabang Malang).
  2. Surabaya - Malang - Blitar: PO Tentrem, PO Medali Mas & PO Restu.
  3. Surabaya - Malang - Dampit: PO Malianda.
  4. Surabaya - Pamekasan - Sumenep: Perum DAMRI (Cabang Malang & Pamekasan), PO Akas Green, PO Akas IV, PO Akas N1 & PO Akas NR.
  5. Surabaya - Sumenep - Kalianget: PO Akas Asri & PO Akas IV.
  6. Surabaya - Madiun - Ponorogo: PO Akas Green, PO Jaya Putih, Jaya Kuning, PO Majoe Muda Mandiri (Cendana) & PO Restu.
  7. Surabaya - Ponorogo - Pacitan: PO Aneka Jaya.
  8. Surabaya - Jember - Banyuwangi: PO Akas Asri, PO Akas NR, PO Anugerah Abadi, PO Borobudur, PO Jawa Indah Transindo, PO Ladju, PO Putra Kencono, PO Restu & PO Restu Agung.
  9. Surabaya - Tanggul - Jember: PO Akas Asri, PO Akas NR, PO Anggun Krida, PO Borobudur, PO Citra Wisata Mandiri (CWM), PO Jawa Indah Transindo, PO Jember Indah, PO Kemenangan, PO Ladju, PO Restu, PO Restu Agung, PO Sabar Indah & PO Tjipto.
  10. Surabaya - Jember - Muncar: Perum DAMRI (Cabang Pamekasan).
  11. Surabaya - Jember - Kalisat: Perum DAMRI (Cabang Pamekasan).
  12. Surabaya - Jember - Bondowoso: Perum DAMRI (Cabang Pamekasan).
  13. Surabaya - Besuki - Bondowoso: PO Akas IV, PO Anggun Krida, PO Kemenangan & PO Ladju.
  14. Surabaya - Ketapang - Muncar: PO Akas IV.
  15. Surabaya - Situbondo - Ketapang: PO Akas IV & PO Mila Sejahtera.
  16. Surabaya - Besuki - Situbondo: PO Kemenangan, PO Akas IV & PO Ladju.
  17. Surabaya - Kediri - Tulungagung: PO Harapan Jaya, PO Bagong & PO Pelita Indah.
  18. Surabaya - Kediri - Tulungagung - Trenggalek: PO Harapan Jaya & PO Pelita Indah.
  19. Surabaya - Kencong - Ambulu: PO Ladju & PO Sabar Indah.
  20. Surabaya - Babat - Bojonegoro: PO. Bintang Mas, PO. Dali Jaya, PO. Dali Mas, PO. Dali Prima, PO. Moedah, PO. Putra Mas, PO. Rajawali Indah & PO. Widji Lestari.
  21. Surabaya - Babat - Tuban: PO Sabar Indah & PO Widji Lestari.

Rute Bus AKDP Kelas Non Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) kelas non ekonomi yang dilayani di Terminal Purabaya.

  1. Surabaya - Kencong - Ambulu: PO Ladju.
  2. Surabaya - Besuki - Bondowoso: PO Ladju.
  3. Surabaya - Situbondo - Ketapang: Perum DAMRI (Cabang Banyuwangi) & PO Mila Sejahtera.
  4. Surabaya - Pamekasan - Sumenep: PO Akas Asri, PO Akas N1, PO Akas NR, PO Mila Sejahtera & PO Pelita Mas.
  5. Surabaya - Pare - Blitar: PO Bagong & PO Harapan Jaya.
  6. Surabaya - Jember - Banyuwangi: PO Ladju.
  7. Surabaya - Tanggul - Jember: PO Akas Asri, PO Akas NR, PO Borobudur, PO Jawa Indah Transindo, PO Jember Indah, PO Kemenangan, PO Ladju, PO Mila Sejahtera, PO Restu, PO Sabar Indah & PO Tjipto.
  8. Surabaya - Kediri - Tulungagung/Trenggalek: PO Harapan Jaya.
  9. Surabaya - Pandaan - Malang: PO Hafana, PO Dana Dhasih, PO HAZ, PO Kalisari, PO Laksana Anda, PO Medali Mas, PO Menggala, PO Pelita Mas & PO Restu.
  10. Surabaya - Madiun - Ponorogo: PO Majoe Muda Mandiri (Cendana) & PO Restu.
  11. Surabaya - Maospati - Magetan: PO Kemenangan.
  12. Surabaya - Nganjuk - Madiun: PO Kalisari.

Rute Bus AKAP Pulau Jawa[sunting | sunting sumber]

Rute Bus AKAP Pulau Jawa Kelas Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kelas ekonomi rute Pulau Jawa yang dilayani di Terminal Purabaya.

  1. Surabaya - Babat - Bojonegoro - Cepu: PO Jaya Utama Indo.
  2. Surabaya - Tasikmalaya - Bandung: PO Mandala (Handoyo Group).
  3. Surabaya - Solo - Yogyakarta: PO Mira, PO Sumber Selamat & PO Sugeng Rahayu.
  4. Surabaya - Solo - Semarang: PO Sugeng Rahayu.
  5. Surabaya - Solo - Wonogiri: PO Sugeng Rahayu.
  6. Surabaya - Kudus - Semarang: PO Jaya Utama Indo, PO Restu, PO Sinar Mandiri Mulia & PO Widji Lestari.
  7. Surabaya - Tegal - Cirebon: PO Harapan Kita.

Rute Bus AKAP Pulau Jawa Kelas Non Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kelas non ekonomi rute Pulau Jawa yang dilayani di Terminal Purabaya.

  1. Surabaya - Solo - Semarang: PO Eka, PO Handoyo & PO Sugeng Rahayu.
  2. Surabaya - Yogyakarta - Magelang: PO Eka.
  3. Surabaya - Kudus - Semarang: PO Jawa Indah, PO Nusantara, PO Jaya Utama Indo, PO Sinar Mandiri Mulia & PO Widji Lestari.
  4. Surabaya - Kudus - Jepara: PO Jaya Utama Indo.
  5. Surabaya - Gombong - Cilacap: PO Eka, PO Handoyo & PO Sugeng Rahayu.
  6. Surabaya - Gombong - Purwokerto: PO Eka, PO Sugeng Rahayu, PO Rosalia Indah & PO Handoyo.
  7. Surabaya - Purwokerto - Bobotsari/Bumiayu: PO Eka & PO Sugeng Rahayu.
  8. Surabaya - Magelang - Purwokerto/Bobotsari: PO Eka, PO Sugeng Rahayu & PO Handoyo.
  9. Surabaya - Solo - Tegal - Purwokerto: PO Rosalia Indah.
  10. Surabaya - Tasikmalaya - Bandung/Cimahi: PO Sugeng Rahayu.
  11. Surabaya - Solo - Cirebon - Bandung/Cimahi: PO Eka
  12. Surabaya - Solo - Tegal: PO Rosalia Indah.
  13. Surabaya - Tegal - Cirebon: PO Coyo, PO Ezri, PO Gunung Harta, PO Handoyo & PO Sabar Subur.
  14. Surabaya - Solo - Kuningan/Indramayu: PO Sugeng Rahayu.
  15. Surabaya - Jakarta - Bogor/Tangerang: Perum DAMRI (Cabang Surabaya), PO Akas Asri, PO Dunia Mas, PO Gunung Harta, PO Harapan Jaya, PO Haryanto, PO Jawa Indah, PO Kramat Djati, PO Kym Trans, Langsung Indah, PO Lorena/Karina, PO Madu Kismo, PO Mawar, PO Mitra Titian Nusantara, PO Pahala Kencana, PO Rasa Sayang, PO Rosalia Indah, PO Safari Dharma Raya (OBL), PO Sari Indah, PO Sarika Express, PO Sinar Jaya, PO Pandawa 87 & PO Tiara Mas.
  16. Surabaya - Serang - Merak: PO Madu Kismo, PO Mitra Titian Nusantara & PO Rosalia Indah.
  17. Surabaya - Denpasar: PO M Trans, PO Surya Bali, PO Restu Mulya, PO Gunung Harta, PO Setiawan, PO Sarwonadhi Trans

Rute Bus AKAP Antar Pulau[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) rute luar Pulau Jawa yang dilayani di Terminal Purabaya.

  1. Surabaya - Singaraja: PO Gunung Harta, PO Menggala, PO Puspa Sari & PO Wisata Komodo.
  2. Surabaya - Denpasar: PO Akas IV, PO Bali Perdana, PO Gunung Harta, PO Jawa Indah, PO Lorena/Karina, PO M-Trans, PO Pahala Kencana, PO Restu Mulya, PO Santoso, PO Sari Indah, PO Sarika Express, PO Sarwonandhi Trans, PO Setiawan, PO Wisata Komodo & PO Zena.
  3. Surabaya - Denpasar - Mataram: PO Akas IV.
  4. Surabaya - Mataram - Bima: PO Dunia Mas, PO Langsung Indah, PO Rasa Sayang, PO Safari Dharma Raya (OBL), PO Tiara Mas & PO Titian Mas.
  5. Surabaya - Bandar Lampung: PO Lorena/Karina[15], PO Rosalia Indah.
  6. Surabaya - Pekanbaru - Medan: PO Antar Lintas Sumatera (ALS).

Sistem Penjualan Tiket Bus Jarak Jauh[sunting | sunting sumber]

Terminal Purabaya menyediakan loket penjualan resmi bus antarprovinsi (AKAP) untuk melayani penumpang yang melakukan pembelian tiket bus on the spot. Terdapat lima belas loket yang disediakan. Berikut adalah rincian loket penjualan bus di Terminal Purabaya. Dinas Perhubungan Kota Surabaya saat ini sudah dalam proses penerapan secara bertahap tentang pelayanan tiket online (e-ticketing) pada armada bus di terminal Purabaya, terutama pada bus dengan trayek jarak jauh atau antarkota antarprovinsi (AKAP). Layanan tiket online ini memberikan kenyamanan serta keamanan calon penumpang saat berpergian, karena calon penumpang dapat memastikan ketersediaan armada bus, jadwal keberangkatan serta harga tiket bus yang akan dinaiki melalui platform yang tersedia, seperti website dan aplikasi android. Beberapa perusahaan otobus (PO) sudah menyediakan layanan tiket online melalui official website atau aplikasi android masing-masing PO Selain itu, terdapat beberapa aplikasi pemesanan tiket online yang melayani pemesanan tiket bus, pesawat ataupun kapal. Aplikasi-aplikasi ini bekerjasama dengan lebih dari satu perusahaaan otobus (PO), sehingga penumpang dapat memilih layanan dari perusahaaan otobus (PO) yang diinginkan. Beberapa aplikasi pemesanan tiket online yang sering digunakan saat ini antara lain Bosbis, Bukalapak, Bustiket, Easybook, Pegipegi, redBus, Traveloka dan lain sebagainya.[16][17][18]

Galeri (Bangunan Terminal)[sunting | sunting sumber]

Galeri (Angkutan Umum)[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Aliyah, Himmatul (2012). Konflik dalam Pelaksanaan Kerjasama antara Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya. Universitas Airlangga
  2. ^ Kementerian Perhubungan RI (2018). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.5520/AJ.104/DRJD/2018 Tentang Penetapan Kode Terminal Penumpang Tipe A". JDIH. Diakses tanggal 2022-01-12. 
  3. ^ Bappeda Surabaya (2014). "Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034". JDIH Surabaya. Diakses tanggal 2022-01-12. 
  4. ^ Soemarno (2002). "Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya Dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Dalam Rangka Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Dinas Terminal Surabaya". One Search. Diakses tanggal 2022-01-12. 
  5. ^ Suwiryo, Yenny (2007). "Sengketa Antar Daerah Tentang Terminal Purabaya Antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo". One Search. Diakses tanggal 2022-01-12. 
  6. ^ Indarto, Defrendi Dwi (2018). "Sistem Pengelolaan di Terminal Purabaya(Studi Kasus di UPTD Terminal Purabaya)". Repository Untag Surabaya. Diakses tanggal 2022-01-12. 
  7. ^ Asijah (2010). "Kerjasama Antar Daerah Studi Tentang Pengelolaan Terminal Purabaya-Bungrasih". Repository Unair. Diakses tanggal 2022-01-06. 
  8. ^ "DISHUB SURABAYA". dishub.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  9. ^ "Profil Terminal". Terminal Purabaya (dalam bahasa Inggris). 2009-12-02. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  10. ^ Amiruddin, M.T. (2010). "Konflik Kewenangan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya" (PDF). Diakses tanggal 15 April 2020. 
  11. ^ Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo (2021). "Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo". Sidoarjo Kab. Diakses tanggal 2022-01-07. 
  12. ^ Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (2009). "Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009 - 2029" (PDF). Sippa Ciptakarya. Diakses tanggal 2022-01-07. 
  13. ^ Pemerintah Kabupaten Sidoarjo (2011). "Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dan Retribusi Izin Trayek" (PDF). JDIH. Diakses tanggal 2022-01-08. 
  14. ^ "Transportasi Publik Bandar Udara Internasional Juanda". Juanda Airport. Diakses tanggal 2020-04-14. 
  15. ^ "LORENA LAMPUNG SURABAYA MALANG". Diakses tanggal 2021-11-14. 
  16. ^ "Tak Perlu Antri, Beli Tiket Bus di Terminal Purabaya Kini Bisa Lewat Internet". Surya. Diakses tanggal 2020-07-12. 
  17. ^ "Naik Bus di Purabaya, Bisa Pesan Tiket Online | Global-News.co.id". global-news.co.id. Diakses tanggal 2020-07-12. 
  18. ^ "Terminal Purabaya Wacanakan Tiket Online". Diakses tanggal 2020-07-12.