Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
Status
  • Tidak beroperasi (Sumari–Gresik–Indro)
  • Tidak beroperasi secara reguler (Indro–Kandangan)
LokasiJawa Timur
TerminusSumari
Kandangan
Operasi
Dibangun olehNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Dibuka1 Juni 1902, segmen Sumari–Gresik
3 Januari 1924, segmen Kandangan–Gresik
Ditutup1943, segmen Sumari–Gresik
1982, segmen Indro–Gresik
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Karakteristik lintasLintas datar
DepotGresik
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 30 km/jam
Peta rute

GBN–SBI
ke Ngrombo, Semarang, Tegal
SUR
Sumari
GBN–SBI
ke Surabaya via jalur utama
WTG
Watang
DH
Dahan
SCI
Suci
SKW
Sekarwoyo
PJO
Pojok
PSG
Pasargresik
GS
Gresik
GPR
Gapuro
IDO
Indro
KKE
Karangkering
KNI
Kalitangi
RMH
Rumah
GBN–SBI
ke Ngrombo, Semarang, Tegal
KDA
Kandangan
GBN–SBI
ke Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng

Jalur kereta api Sumari–Gresik–Kandangan adalah jalur cabang rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Sumari dengan Stasiun Kandangan melalui Stasiun Indro-Stasiun Gresik yang dibangun oleh NIS.

Saat ini ruas yang masih aktif adalah ruas dari Stasiun Kandangan-Stasiun Indro, jalur tersebut hanya melayani kereta api barang peti kemas, angkutan Petrokimia, dan angkutan semen, tetapi pada Februari 2010 layanan kereta semen tersebut terhenti karena masa kontrak dengan Semen Gresik telah habis dan tidak diperpanjang.

Segmen Kandangan–Indro[sunting | sunting sumber]

Stasiun Indro

Ke arah barat Stasiun Kandangan, setelah melewati jembatan sungai kecil, rel bercabang dan menikung ke kanan 75° (derajat) ke arah utara dan melewati di bawah Jalan Tol Surabaya-Gresik. Setelah menyebrangi jembatan sungai yang merupakan perbatasan antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, rel menikung ke kanan dan sejajar dengan Jalan Kapten Dharmo Sugondo sepanjang 1,2 kilometer. Kemudian rel mejauh dari jalan, melewati kompleks pabrik dan akhirnya memasuki Stasiun Indro.

Pada Agustus 2010, rel di ruas Kandangan–Indro telah diperbaiki dan diperbagus dengan mengganti rel ukuran R25 dan R33 dengan bantalan kayu dan besi menjadi R42 dengan bantalan beton. Sayangnya, peningkatan jalur kereta api ini sempat diwarnai ricuh dari warga bantaran rel yang menuntut adanya kompensasi dari PT KAI terkait proyek ini.[1]

Stasiun Indro sempat diaktifkan lagi untuk melayani pemberangkatan kereta api peti kemas pada tanggal 9 September 2016.[2] Namun, kereta api ini dihentikan operasinya sejak April 2017 karena tunggakan yang belum dibayar oleh pihak pengelola jasa angkutan peti kemas kepada PT KAI.[3]

Segmen nonaktif Indro–Gresik–Sumari[sunting | sunting sumber]

Stasiun Gresik

Ruas Sumari–Gresik dibuka pada 1 Juni 1902 dengan panjang 13,5 km.[4][5][6]

Ke arah utara Stasiun Indro, jalur mengarah ke utara dan sedikit ke barat dan menuruni turunan curam, kemudian bertemu dengan Jalan Harun Tohir sepanjang 1,3 km, rel berada di sisi timur Jalan Harun Tohir. Kemudian rel menikung sedikit ke kanan, berpisah dari Jalan Harun Tohir, kemudian melewati tepat di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, rel masih sedikit lurus ke utara sepanjang 264 meter dan akhirnya memasuki Stasiun Gresik. Bekas jalur ini masih dapat terlihat di sisi timur Jalan Harun Tohir dan di depan pintu gerbang Pelabuhan Gresik, yang berupa jalur rel mati dan jembatan kecil yang masih dapat terlihat dengan jelas. Setelah Stasiun Gresik, jalur terus mengarah ke utara mengelilingi Kota Gresik yang kemudian bertemu kembali dengan jalur utama di Stasiun Sumari yang kini sudah dinonaktifkan.

Layanan kereta api antara Indro hingga Gresik dinonaktifkan pada tahun 1982, sementara jalur Gresik–Sumari dibongkar pekerja romusa Jepang pada tahun 1943.[7]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

  • Percabangan Gresik–Pelabuhan Gresik
  • Percabangan Indro–Pabrik PT Semen Gresik

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api barang angkutan peti kemas (berhenti per April 2017)

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 20 SumariGresikKandangan
Segmen SumariGresik
Panjang segmen 14 km
Diresmikan pada tanggal 1 Juni 1902
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Ditutup pada 1943
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4417 Sumari SUR km 0+000 lintas Sumari–Gresik
km 204+829 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
Tidak beroperasi
- Watang WTG km 2+907 Tidak beroperasi
- Dahan DH km 5+688 Tidak beroperasi
- Suci SCI km 7+507 Tidak beroperasi
- Sekarwoyo SKW km 10+255 Tidak beroperasi
- Pojok PJO km 13+185 Tidak beroperasi
- Pasar Gresik PSG km 13+839 lintas Sumari–Gresik
km 13+665 lintas Kandangan–GresikPasar Gresik
Tidak beroperasi
Segmen KandanganGresik
Panjang segmen 13 km
Diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924
Ditutup pada 1983
4351 Gresik GS Pekelingan, Gresik, Gresik km 14+879 lintas Sumari–Gresik
km 12+625 lintas Kandangan–GresikPasar Gresik
+2 m Tidak beroperasi Stasiun Gresik 1101.JPG
4358 Gapuro GPR km 11+460 Tidak beroperasi
4359 Indro IDO Sidorukun, Gresik, Gresik km 9+773 +8 m Tidak beroperasi Stasiun Indro 1101.JPG
4361 Karangkering KKE Tidak beroperasi
4362 Kalitangi KNI km 7+238 Tidak beroperasi
4363 Rumah RMH km 6+100 Tidak beroperasi
4422 Kandangan KDA Banjarsugihan, Tandes, Surabaya km 0+000 lintas Kandangan–GresikPasar Gresik
km 220+940 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi
+2 m Beroperasi IMG-20150228-01579.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [8][9][10]


Percabangan menuju Pabrik Semen Gresik[sunting | sunting sumber]

Ke arah utara Stasiun Indro, jalur menikung ke arah kiri, kemudian melewati di atas Jalan Kapten Dharmo Sugondo, kemudian melewati Jalan Kapten Dulasim, sejajar dengan Jalan Ibrahim Zahier, melewati di bawah Jalan Veteran dan akhirnya memasuki kompleks pabrik PT Semen Gresik. Dulunya, KA angkutan semen yang melewati jalur ini merupakan denyut nadi utama dari jalur Kandangan-Indro, tetapi pada Februari 2010, layanan angkutan semen ini terhenti total karena waktu kontrak telah habis dan tidak diperpanjang.[11] Kini kondisi rel Indro-Pabrik PT Semen Gresik sangat memprihatinkan. Banyak bagian rel yang telah hilang dan di perlintasan KA hampir semua bagian rel sudah ditutupi aspal.

Percabangan menuju Petrokimia Gresik[sunting | sunting sumber]

Pada bagian awal, jalur ini masih satu arah dengan jalur menuju pabrik PT Semen Gresik, tetapi setelah melewati Jalan Kapten Dulasim, jalur rel menikung ke kanan, melewati Jalan Kapten Dulasim lagi, melewati Jalan Panglima sudirman dan mengarah ke wilayah Karangturi. Kemudian rel bercabang ke kiri, melewati Jalan Tri Dharma dan masuk ke dalam kompleks pabrik PT Petrokimia Gresik. Di sebelah utara juga ada rel cabang menuju gudang pelabuhan di daerah Tlogopojok. Tahun 2013, jalur ini sempat dibangun ulang untuk angkutan pupuk,[12] tetapi saat ini jalur ini kembali nonaktif.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Media, Kompas Cyber. "Warga Indro Tuntut Kompensasi dari PT KA". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-07-22. 
  2. ^ Widayati, Rully (2016-09-09). "KAI Daop 8 Surabaya Hidupkan Lagi Stasiun Indro Gresik". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-07. 
  3. ^ "Banyak Tunggakan, Stasiun Stop Operasi". Jawa Pos. 2017-08-02. 
  4. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  5. ^ Paulus, Jozlas dkk. (1921). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  6. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  7. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  8. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  9. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  10. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  11. ^ Media, Kompas Cyber. "Lama Terbengkalai, Stasiun Indro di Gresik Kembali Difungsikan - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11. 
  12. ^ Adiwijaya, Setiawan (2013-04-26). "Petrokimia Kembali Distribusikan Pupuk Lewat KA". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-22. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Peta rute: Attached KML Error: KML file not found

KML is not from Wikidata