Lompat ke isi

Kabupaten Gresik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Gresik
Kabupaten Surabaya (1950–1974)
Transkripsi bahasa daerah
  JawaGrêsik (Gêdrig)
ڮرۤسيك (Pégon)
ꦒꦽꦱꦶꦏ꧀ (Hånåcåråkå)
  MaduraGhersè’ (Latèn)
ک࣭ۤرسَيء (Pèghu)
ꦓꦼꦂꦱꦺꦃ (Carakan)
Pemandangan Gresik
Lambang resmi Kabupaten Gresik
Julukan: 
  • Pudak
  • Semen
Motto: 
Satya bina kertaraharja
(Sanskerta) Setia membina kesejahteraan
(1975 Masehi)[1]
Peta
Peta
Kabupaten Gresik di Jawa
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik
Peta
Kabupaten Gresik di Indonesia
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik (Indonesia)
Koordinat: 7°11′36″S 112°33′11″E / 7.1933°S 112.553°E / -7.1933; 112.553
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Tanggal berdiri8 Agustus 1950 (Sebagai Kabupaten Surabaya)
20 Maret 1974 (Sebagai Kabupaten Gresik)[2]
Dasar hukumUU No. 12/1950 (Sebagai Kabupaten Surabaya)
PP No. 38/1974 (Sebagai Kabupaten Gresik)
Hari jadi9 Maret 1487; 538 tahun lalu (1487-03-09) (Hari Jadi Kabupaten)
27 Februari 1974; 51 tahun lalu (1974-02-27) (Hari Jadi Pemkab)
Ibu kotaGresik
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 18
  • Kelurahan: 26
  • Desa: 330
Pemerintahan
  BupatiH. Fandi Akhmad Yani
  Wakil Bupatidr. H. Asluchul Alif
  Sekretaris DaerahAchmad Washil Miftahul Rachman
Luas
  Total1.193,76 km2 (460,91 sq mi)
Populasi
 (2023)[3]
  Total1.344.648
  Kepadatan1,100/km2 (2,900/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 97,23% Islam
  • 1,10% Hindu
  • 0,07% Buddha
  • 0,01% Konghucu
  • 0,06% Lainnya[4]
  BahasaIndonesia (resmi)
Jawa (dominan)
Jawa Gresik (utara)
Jawa Surabaya (selatan)
Jawa Diponggo
Madura
Madura Bawean[5]
  IPMKenaikan 78,45 (2024)
Tinggi[6]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
3525 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 31 (Daratan Gresik)
+62 325 (Pulau Bawean)
Kode ISO 3166ID-JI
Pelat kendaraanW xxxx A*/B*/C*/
D*/E*/F*/G*/H*/
I*/J*/K*/L*/M*
Kode Kemendagri35.25 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 982.169.880.000,- (2020)
Semboyan daerahGresik Baru
Slogan pariwisataGresik Tourism
Flora resmiKuweni
Fauna resmiRusa bawean
Situs webwww.gresikkab.go.id

Kabupaten Gresik (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦒꦽꦱꦶꦏ꧀, Pegon: ڮرۤسيكtranslit. Grêsik; pengucapan bahasa Jawa: [ɡrəˈsɪk̚]), sebelumnya bernama Kabupaten Surabaya,[7] adalah sebuah wilayah Kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Ibu kotanya adalah Kecamatan Gresik meskipun Kantor Bupati Gresik terletak di Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik memiliki luas sekitar 1.194 km². Wilayah Kabupaten Gresik juga mencakup Pulau Bawean, yang berada 150 km lepas Laut Jawa. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten Gresik berjumlah 1.311.215 jiwa dengan kepadatan 1.098 jiwa/km2.[3]

Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kota Surabaya dan Selat Madura di sebelah timur, Kabupaten Lamongan di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, serta Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto di sebelah selatan. Gresik dikenal sebagai daerah tempat berdirinya Pabrik Semen pertama dan perusahaan semen terbesar di Indonesia, yaitu Semen Gresik.

Pabrik Peleburan dan Pemurnian Tambang (smelter) terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia juga berada di Gresik. Bersama dengan Sidoarjo, Gresik merupakan salah satu penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk dalam kawasan Gerbangkertosusila.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Thomas Stamford Raffles dalam bukunya, The History of Java mengungkapkan bahwa nama Gresik berasal dari kata giri gisik, yang berarti gunung di tepi pantai, merujuk pada topografi kabupaten yang berada dipinggir pantai.

Di Gresik juga pernah dikenal sebuah nama tempat bernama Jaratan. Nama ini secara historis melekat pada peta buatan pelayar Belanda pada awal abad ke-7 M. Nama ini dianggap sebagai salah satu dari 2 buah pelabuhan yang ada di Gresik, lokasinya berada di Muara Bengawan Solo tepatnya di Pulau Mangare, Desa Watu Agung.

Kabupaten Gresik termasuk salah satu kabupaten di dalam wilayah pesisir utara Provinsi Jawa Timur.[8] Letak Kabupaten Gresik berada di sebelah barat laut Kota Surabaya yang merupakan ibu kota provinsi. Pusat Pemerintahan Kabupaten Gresik yaitu Kecamatan Gresik berada 20 km sebelah utara Kota Surabaya. Kabupaten Gresik terbagi dalam 18 kecamatan dan terdiri dari 330 desa dan 26 kelurahan.

Memiliki luas wilayah 1.191,25 km2 yang terbagi dalam 18 kecamatan, 330 desa, dan 26 kelurahan dengan mayoritas wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian 2 sampai 12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan air laut. Beberapa wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, Panceng, serta Sangkapura dan Tambak yang lokasinya berada di Pulau Bawean.[9]

Secara geografis, wilayah Kabupaten Gresik terletak antara 112°–113° BT dan 7°–8° LS dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian 2–12 meter di atas permukaan air laut, kecuali Kecamatan Panceng yang mempunyai ketinggian 25 meter di atas permukaan laut.[10]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Gresik berbatasan dengan:

UtaraLaut Jawa
TimurKota Surabaya dan Selat Madura
SelatanKabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto
BaratKabupaten Lamongan

Topografi

[sunting | sunting sumber]

Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, yaitu memanjang mulai dari Kecamatan Kebomas, Gresik, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah dan Panceng serta Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang lokasinya berada di Pulau Bawean. Jenis tanah di wilayah Kabupaten Gresik sebagian besar merupakan tanah kapur yang relatif tandus. Ketinggian tanah di Wilayah Kabupaten Gresik berada pada 0 – 500 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada elevasi terendah terdapat di daerah sekitar muara Bengawan Solo dan Kali Lamong. Kondisi topografi pada Kabupaten Gresik bervariasi pada kemiringan 0-2 %, 3-15 %, dan 16-40% serta lebih dari 40 %. Sebagian besar mempunyai kemiringan 0-2 % mempunyai luas + 94.613,00 Ha atau sekitar 80,59 %, sedangkan wilayah yang mempunyai kemiringan lebih dari 40 % lebih sedikit + 1.072,23 Ha atau sekitar 0,91%.[10]

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Gresik berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2019 sebanyak 1.312.881 jiwa yang terdiri atas 650.973 jiwa penduduk laki-laki dan 661.908 jiwa penduduk perempuan. Sedangkan menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Gresik mencatat penduduk Kabupaten Gresik pada tahun 2019 sebanyak 1.298.184 jiwa yang terdiri atas 652.982 penduduk laki-laki dan 645.202 penduduk perempuan.[9]

Kepadatan penduduk diKabupaten Gresik tahun 2019 mencapai 1.089 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 3-4 orang. Kepadatan Penduduk di 18 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi berada di kecamatan Gresik dengan kepadatan sebesar 14.882 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Tambak sebesar 413 jiwa/km2. Sementara itu jumlah keluarga pada tahun 2019 sebanyak 389.072 keluarga.[9]

Hidrologi

[sunting | sunting sumber]

Keadaan permukaan air tanah di Wilayah Kabupaten Gresik pada umumnya relatif dalam, hanya daerah-daerah tertentu di sekitar sungai atau rawa-rawa saja yang mempunyai pemukaan air tanah agak dangkal.

Pola aliran sungai di Kabupaten Gresik memperlihatkan wilayah Gresik merupakan daerah muara Bengawan Solo dan Kali Lamong dan juga dilalui oleh Kali Surabaya di Wilayah Selatan. Sungai-sungai ini memiliki sifat aliran dan kandungan unsur hara yang berbeda. Bengawan Solo mempunyai debit air yang cukup tinggi dengan membawa sedimen lebih banyak dibandingkan dengan Kali Lamong, sehingga pendangkalan di Bengawan Solo lebih cepat. Dengan adanya peristiwa tersebut mengakibatkan timbulnya tanah-tanah oloran yang sering kali oleh penduduk dimanfaatkan untuk lahan perikanan.

Selain dialiri oleh sungai-sungai tersebut di atas, keadaan hidrologi Kabupaten Gresik juga ditentukan oleh adanya waduk, embung, mata air, pompa air dan sumur bor.[10]

Kabupaten Gresik beriklim tropis seperti wilayah lain di Indonesia. Berdasarkan klasifikasi iklim, wilayah Kabupaten Gresik termasuk dalam kategori iklim tropis basah dan kering (Aw). Suhu rata-rata tahunan di wilayah ini adalah ±28,3 °C dan tingkat kelembapan nisbi sebesar ±76%. Jumlah curah hujan tahunan di wilayah Gresik adalah 1200–1600 mm per tahun dan dengan jumlah hari hujan berkisar antara 90–120 hari hujan per tahun. Musim penghujan di Kabupaten Gresik biasanya berlangsung sejak bulan Desember hingga bulan Maret dengan bulan terbasah adalah Januari yang jumlah curah hujan per bulannya lebih dari 250 mm per bulan, sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan Mei hingga bulan Oktober dengan bulan terkering adalah Agustus.[10]

Data iklim Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.7
(89.1)
30.8
(87.4)
31
(88)
31.6
(88.9)
32.3
(90.1)
31.5
(88.7)
31.1
(88)
32.1
(89.8)
33.4
(92.1)
34.5
(94.1)
33.8
(92.8)
32.3
(90.1)
32.17
(89.93)
Rata-rata harian °C (°F) 28.6
(83.5)
28.3
(82.9)
28.1
(82.6)
27.8
(82)
27.6
(81.7)
27.3
(81.1)
27
(81)
27.8
(82)
28.9
(84)
29.7
(85.5)
29.5
(85.1)
29
(84)
28.3
(82.95)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.8
(76.6)
24.6
(76.3)
24.5
(76.1)
24.7
(76.5)
24.4
(75.9)
23.6
(74.5)
23.1
(73.6)
23.1
(73.6)
23.7
(74.7)
25.1
(77.2)
25.3
(77.5)
24.9
(76.8)
24.32
(75.78)
Presipitasi mm (inci) 299
(11.77)
264
(10.39)
242
(9.53)
173
(6.81)
99
(3.9)
60
(2.36)
27
(1.06)
11
(0.43)
16
(0.63)
62
(2.44)
149
(5.87)
276
(10.87)
1.678
(66,06)
Rata-rata hari hujan 14 13 12 10 6 4 2 1 1 3 8 13 87
% kelembapan 83 82 81 79 76 72 69 66 64 68 71 77 74
Rata-rata sinar matahari bulanan 146 163 197 238 255 274 283 296 302 298 247 201 2.900
Sumber #1: Climate-Data.org[11]
Sumber #2: BMKG[12] & Weatherbase[13]
Prasasti di Kabupaten Gresik

Gresik sudah menjadi salah satu pelabuhan utama dan kota dagang yang cukup penting sejak abad ke-11, serta menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari Maluku menuju Sumatra dan daratan Asia (termasuk India dan Persia). Hal ini berlanjut hingga era VOC.

Pada tahun 1680 kedatuan Giri tunduk dibawah Mataram, selanjutnya Gresik dipegang oleh Kyai Puspodiwangsa pada tahun 1688, dengan nama gelar Kyai Tumenggung Pusponegoro. Tahun 1738 Gresik diambil alih oleh Madura ketika Bupati-Bupati Jawa di Mataram, kemudian Bupati Gresik merebut kembali tahta Gresik dibantu Oleh Bupati Ponorogo.

Awalnya, Gresik berstatus sebagai ibu kota dari Kabupaten Surabaya. Status itu ditetapkan Mr Assaat. Ia merupakan Pelaksana Tugas Presiden Republik Indonesia (27 Desember 1949 sampai 15 Agustus 1950).

Penetapan tersebut memunculkan perbedaan antara nama kabupaten dengan ibu kotanya. Nama kabupatennya Surabaya, sedangkan ibu kotanya Gresik.

Dalam perkembangannya, perbedaan nama kabupaten dengan ibu kotanya itu dirasa kurang tepat dan serasi secara psikologi. Kemudian terbit Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965, yang berisi tentang perubahan batas wilayah Kota Surabaya.

Saat itu, Kota Surabaya menambah lima kecamatan yang diambil dari Kabupaten Surabaya (Gresik). Lima kecamatan itu yakni Wonocolo, Sukolilo, Rungkut, Tandes dan Karangpilang.

Kebijakan itu secara otomatis semakin menjauhkan pusat pemerintahan Kabupaten Surabaya (Gresik) dengan wilayah yang diperintah. Gresik begitu luas, perbatasannya hingga Lamongan, Mojokerto dan Sidoarjo.

Semula Kabupaten Gresik ini bernama Kabupaten Surabaya (masuk wilayah administrasi Surabaya). Memasuki dilaksanakannya PP Nomor 38 Tahun 1974, seluruh kegiatan pemerintahan mulai berangsur-angsur dipindahkan ke Kabupaten Gresik.

Usulan tersebut dikabulkan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 1974 tanggal 1 November 1974, di mana secara resmi nama Kabupaten Surabaya dihapus dan diganti dengan nama Kabupaten Gresik.

Perubahan tersebut disetujui Presiden Soeharto dan Menteri/Sekretaris Negara Republik Indonesia, Sudarmono. Setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974, Kabupaten Surabaya resmi disebut Kabupaten Gresik pada 27 Februari 1975. Ibu kotanya Kota Gresik.

Perubahan nama kabupaten tersebut merupakan peristiwa penting bagi masyarakat Gresik. Yang memberikan pengaruh besar terhadap Kota Gresik.

Gresik yang semula berstatus sebagai kecamatan atau kawedanan, harus menggelar pembangunan sedemikian rupa, agar memiliki taraf yang sesuai dengan statusnya sebagai kabupaten.

Kabupaten Gresik terkenal sebagai Kota Walisongo, hal ini ditandai dengan penggalian sejarah yang berkenaan dengan peranan dan keberadaan para wali yang makamnya berada di Kabupaten Gresik yaitu, Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di samping itu, Kabupaten Gresik disebut sebagai Kota Santri yang berarti Kawasan Industri dengan Slogan Kota Gresik Berhias Iman yang berarti Gresik yang bersih, hijau, aman sehat, menuju kawasan industri, maritim, agama, dan niaga.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah

[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Gresik dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[14] 2019–2024 2024–2029
PKB 8 Kenaikan 13 Kenaikan 14
Gerindra 6 Kenaikan 8 Kenaikan 10
PDI-P 6 Steady 6 Kenaikan 9
Golkar 11 Penurunan 8 Penurunan 6
NasDem 1 Kenaikan 5 Penurunan 2
PAN 5 Penurunan 3 Steady 3
Demokrat 6 Penurunan 4 Penurunan 3
PPP 7 Penurunan 3 Steady 3
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 8 Steady 8 Steady 8

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Gresik terdiri dari 18 kecamatan, 26 kelurahan, dan 330 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.251.754 jiwa dengan luas wilayah 1.191,25 km² dan sebaran penduduk 1.050 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Gresik, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[17]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
35.25.02 Balongpanggang 2561173Desa
35.25.04 Benjeng 2361172Desa
35.25.12 Bungah 2261152Desa
35.25.11 Cerme 2561171Desa
35.25.15 Driyorejo 1661177Desa
35.25.05 Duduk Sampeyan 2361162Desa
35.25.01 Dukun 2661155Desa
35.25.16 Gresik 16561111-61119Desa
Kelurahan
35.25.14 Kebomas 101161121-61125Desa
Kelurahan
35.25.08 Kedamean 1561175Desa
35.25.10 Manyar 2361151Desa
35.25.13 Menganti 2261174Desa
35.25.03 Panceng 1461156Desa
35.25.17 Sangkapura 1761181Desa
35.25.09 Sidayu 2161153Desa
35.25.18 Tambak 1361182Desa
35.25.07 Ujung Pangkah 1361154Desa
35.25.06 Wringinanom 1661176Desa
TOTAL26330

Lambang Daerah

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 3 tahun 1975:

  • Lambang Daerah merupakan cermin yang memberikan suatu gambaran tentang keadaan daerah.
  • Segilima, melambangkan Pancasila yang mendasari sosio cultural, historis, dan aktivitas ekonomi.
  • Warna Kuning, melambangkan keluhuran budi dan kebijaksanaan, sedangkan warna tepi hitam melambangkan sikap tetap teguh dan abadi.
  • Kubah Masjid, melambangkan agama yang dianut mayoritas, yakni Islam.
  • Rantai yang tiada ujung pangkal, melambangkan persatuan dan kesatuan.
  • Segitiga Sama Kaki sebagai Puncak Kubah Masjid, melambangkan bahwa tidak ada kekuasaan yang tertinggi selain Tuhan Yang Maha Kuasa.
  • Gapura Abu-Abu Muda, melambangkan suatu pintu gerbang pertama masuk dalam suatu daerah sebagaimana penghubung antara keadaan diluar dan dalam daerah.
  • 17 Lapisan Batu. Melambangkan tanggal 17 yang merupakan pencetus revolusi Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajah.
  • Ombak laut yang berjumlah 8, melambangkan bahwa pada bulan Agustus merupakan awal tercetusnya Revolusi Indonesia.
  • Mata Rantai 45, melambangkan bahwa pada tahun 1945 merupakan tonggak sejarah dan tahun peralihan dari zaman penjajahan menuju zaman kemerdekaan Indonesia yang jaya kekal abadi.
  • Cerobong Asap, melambangkan bahwa Kabupaten Gresik adalah daerah pengembangan industri yang letaknya amat strategis bila ditinjau dari persilangan komunikasi baik darat, laut maupun udara.
  • Perahu Layar, Garam, Ikan Laut dan Tanah melambangkan bahwa mata pencaharian rakyat Kabupaten Gresik adalah Nelayan dan Petani.

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Gresik memiliki sekitar 1.054 sekolah, 234.109 siswa dan 18.782 guru.

Jumlah Sekolah berdasarkan Data BPS Kabupaten Gresik 2023[18]
Tingkat Pendidikan Negeri Swasta Jumlah
Taman Kanak-kanak (TK) - 31 31
Raudatul Athfal (RA) - - -
Sekolah Dasar (SD) 15 8 23
Madrasah Ibtidaiyah (MI) - 10 10
Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4 7 11
Madrasah Tsanawiyah (MTs) - 2 2
Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 3 4
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) - 6 6
Madrasah Aliyah (MA) - - -

Perguruan Tinggi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Gresik dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Beberapa industri di Kabupaten Gresik antara lain Semen Gresik, Petrokimia Gresik, Nippon Paint, Wilmar, Smelting, BHS-Tex, Industri Plywood, dan Maspion. Selain itu terdapat juga sektor penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut, tambak, maupun perikanan darat. Kabupaten Gresik juga terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW.

Antara Gresik dan Surabaya dihubungkan oleh Jalan Tol Surabaya-Gresik, yang terhubung dengan Jalan Tol Surabaya-Gempol dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. Selain itu perekonomian masyarakat Kabupaten Gresik banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Songkok, Pengrajin Tas, Pengrajin Perhiasan Emas & Perak, Industri Garmen.

Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Gresik menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur yaitu mencapai 6,58% atau di atas rata-rata nasional provinsi. Meskipun demikian, kemajuan pembangunan di Gresik tidak mengabaikan sektor pelayanan publik. Demikian juga sektor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sampai saat ini tahun 2020 sudah mencapai Rp 83 triliun. Tingginya angka PDRB tak lepas dari geliat sektor industri dan jasa yang begitu pesat.[19]

Fauna Identitas Kabupaten Gresik adalah Rusa Bawean yaitu Rusa yang berasal dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Rusa Bawean selain menjadi fauna identitas atau maskot Kabupaten Gresik, tetapi juga hewan kebanggaan warga Gresik.

Spesies ini tergolong langka dan diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN. Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di alam bebas. Rusa Bawean hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mereka tergolong hewan nokturnal atau aktif mencari makan di malam hari.

Tinggi rusa bawean jantan dilaporkan sekitar 60 – 70 cm. Panjang ekor 20 cm. Panjang dari kepala dan tubuh 140 cm. Bobot dewasa 50 – 60 kg. Rusa ini berwarna coklat. Pejantannya memiliki tanduk bercabang 3 yang dapat tumbuh sepanjang 25 – 47 cm. Tanduk ini dipergunakan pejantan untuk memenangkan betina di musim kawin.

Kabupaten Gresik memiliki beberapa spesies tumbuhan buah yang dianggap legendaris, khususnya di Pulau Bawean, di antaranya juwet, mentega, buni, kepundung, dan rengga.[20]

Keragaman jenis tumbuhan di Kabupaten Gresik bisa ditemukan di kawasan hutan konservasi yang terbagi menjadi 5 area, yakni Gunung Mas, Hutan Alas Timur, Gunung Besar, Gunung Teneden, dan Gunung Payung-payung. Selain tumbuhan buah yang legendaris, terdapat juga jenis-jenis tumbuhan yang bisa ditemukan di habitat rusa bawean seperti Garcinia dioica, Irvingia malayana, Tectona Grandis dan Syzigium lepidocarpa. Jenis pohon lain yang banyak ditemukan antara lain Symplocos adenophylla, Eugenia lepidocarpa, Dracontomelon mangiferum, Radermachera gigantea, Nauclea sp., Canarium asperum, Irvingia malayana, dan Calophyllum saigonense. Pada hutan sekunder banyak ditemukan jenis pohon Gondang (Ficus variegata), Kenyang-kenyang (Ficus sp.), Kayu tutup (Macaranga tanarius), Palapayan (Anthocephalus indicus), sedangkan jenis semak belukar yang ditemukan antara lain Leea indica, Antidesma montanus, Garcinia celebica, serta marga Ficus. Terdapat 64 jenis umum, 12 jenis anggrek, dan 3 jenis paku-pakuan dengan jumlah keanekaragaman jenis sebanyak 37 famili dengan 67 genus. Jenis anggrek meliputi Nervilia aragoana Rhynchostylis retusa, Cymbidium aloifolium, Phalaenopsis amabilis var., Liparis condylobulbon, Dendrobium bracteosum, Taenophyllum bicuspidatum, serta dari marga Geodorum, Pholidota dan Habenaria. Keberadaan anggrek epifit dan anggrek tanah memang tidak beragam. Anggrek epifit yang terdapat di kawasan cagar alam maupun suaka margasatwa Pulau Bawean banyak ditemukan pada pohon dengan tekstur batang kasar antara lain pada pohon Irvingia malayana, Tectona grandis (Jati), dan Lagerstromia floribunda serta dari marga Garcinia, Syzigium dan Ficus. Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) banyak ditemukan menempel pada pohon jati, Syzigium, dan Lagerstromia floribunda pada habitat terbuka dan beberapa ditemukan pada habitat sedikit ternaung. Hutan jati di sekitar kawasan konservasi banyak dihuni oleh anggrek bulan dengan kondisi habitat terbuka dan suhu panas. Pholidota merupakan anggrek epifit banyak ditemukan pada pohon Kayu Bulu (Irvingia malayana) dengan habitat ternaung dengan kelembaban berkisar antara 80-91% dan suhu 25-30 ⁰C. Habenaria merupakan jenis anggrek tanah yang sedikit ditemukan pada padang alang-alang terbuka dengan kondisi tanah lempungan kering di dataran rendah.[21]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Rekor MURI

[sunting | sunting sumber]

Pemberian Imunisasi untuk 703 bayi usia dibawah 1 tahun sekaligus berhasil dicatat di buku Museum Rekor Indonesia (MURI). Penciptaan Rekor baru MURI ini berhasil diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Gresik dengan PT Petrokimia Gresik dalam Rangka HUT PT Petrokimia Gresik ke-39 & HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 tahun 2011.

Adipura Bangunpraja

[sunting | sunting sumber]

Adipura Bangunpraja merupakan lambang spremasi kebersihan kota. Dalam Rangkaian Kirab Piala Adipura ke-8 untuk Kabupaten Gresik, petugas kebersihan bernama Suwandi, warga Kembangan, dan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik Mochammad Safi'i, warga Bungah, mendapatkan doorprize umroh.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto menuturkan, bagi yang beruntung mendapatkan umroh diharapkan bisa menunaikannya. Hadiah itu belum sebanding dengan perannya menjaga kebersihan kota. Adipura diraih juga berkat peran serta seluruh komponen masyarakat.

Adiwiyata

[sunting | sunting sumber]

Adiwiyata adalah penghargaan lingkungan hidup yang diberikan pada sekolah-sekolah yang melaksanakan program pelestarian lingkungan. Program pelestarian yang dimaksud mencakup kegiatan penghijauan, daur ulang sampah, bahkan hingga memasukkan materi lingkungan pada muatan lokal yang diajarkan pada murid-murid di sekolahnya.

Pada tahun 2012, 5 sekolah di Kabupaten Gresik juga mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata dan 1 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Internasional

[sunting | sunting sumber]

Di dunia Internasional pun, Kabupaten Gresik telah menerima beberapa penghargaan antara lain yaitu Asean Development Citra Award dari lembaga resmi internasional. Penghargaan Majelis Ilmu kepada Bupati Gresik dari Kerajaan Brunei Darussalam tahun 2008.

Transportasi

[sunting | sunting sumber]

Angkutan bus

[sunting | sunting sumber]

Gresik Merupakan Jalur Pantura SemarangSurabaya Banyak bus bus lewat sini, Terminal Bunder merupakan Terminal Terbesar di Gresik yang dilewati banyak angkutan kota/umum dari Kota Surabaya Dan Lamongan.

Angkutan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Stasiun Duduk, Stasiun Cerme, dan Stasiun Indro merupakan Stasiun aktif di wilayah Kabupaten Gresik. Untuk rel nonaktif berada di Stasiun GresikStasiun Sumari.

Angkutan laut

[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Gresik untuk ke Pulau Bawean, Tersedia Banyak kapal di Gresik.

Adanya beberapa klub olahraga dari berbagai jenis olahraga yang dimiliki Kabupaten Gresik ditunjang dengan beberapa sarana olahraga yang disediakan pemerintah setempat seperti:[22]

  1. Gedung Olahraga Raden Kromo Wjoyo (MAP) yang tidak hanya menyediakan lapangan tetapi juga dilengkapi kamar mandi, mushola, ruang ganti, dan tempat parkir.
  2. Buyos Gresik Sport Center yang merupakan lapangan mini soccer dengan standar FIFA dan dikelola oleh Bumdes Yosowilangun di Kecamatan Manyar.
  3. Pusat Olahraga Bunder yang cukup lengkap dengan fasilitas utama meliputi lapangan sepak bola, lapangan dan lintasan atletik, lapangan voli pantai, arena ski air, dan jogging track. Selain itu ada fasilitas penunjang seperti kantor pengelola, ruangan pertemuan, dan kantin.
  4. Stadion Petrokimia dengan kapasitas 25.000 penonton.
  5. GOR Tridharma Petrokimia Gresik
  6. Gresik Sports Center (GS)
Jumlah Pelatih Olahraga berdasarkan Data BPS 2023[23]
Kecamatan Nasional Regional Lokal Guru Olahraga Jumlah
Wringinanom 1 7 93 - 101
Driyorejo - 6 2 - 8
Kedamean - 4 21 - 25
Menganti - 7 30 54 91
Cerma - 2 5 - 7
Benjeng 6 2 1 - 9
Balongpanggang 2 9 2 9 22
Duduksampeyan 3 - 1 - 4
Kebomas 2 2 6 10 20
Gresik - - 3 - 3
Manyar - 1 3 - 4
Bungah - 4 18 - 22
Sidayu - - 24 - 24
Dukun - - 4 - 4
Panceng 1 3 1 - 5
Ujungpangkah - - 1 - 1
Sangkapura 1 4 - - 5
Tambak - 2 2 2 6
Kabupaten Gresik - 2 2 1 5

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Lambang Kabupaten Gresik, ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 3 Tahun 1975.
  2. "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. hlm. 25. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2021.
  3. 1 2 "Kabupaten Gresik Dalam Angka 2021". www.gresikkab.bps.go.id. hlm. 7, 59. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-04-13. Diakses tanggal 13 April 2021.
  4. "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Gresik". www.sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-13. Diakses tanggal 20 September 2020.
  5. Yanti, Putri Indah; Yulianto, Bambang; Suhartono (2022). "Pola bahasa kelompok pendatang Pendalungan di Wilayah Roomo Pesisir, Gresik: Studi etnososiolinguistik". Caraka: Jurnal Kebahasaan, Kesastraan, dan Pemelejarannya. 9 (1). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya: 52–64. doi:10.30738/caraka.v9i1.12337. Diakses tanggal 21 Juli 2025.
  6. "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia, 2024". www.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Januari 2026.
  7. "PP No. 38 Tahun 1974". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-04-22.
  8. Sukandar, dkk. (Desember 2016). Profil Desa Pesisir Provinsi Jawa Timur Volume 1 (Utara Jawa Timur) (PDF). Surabaya: Bidang Kelautan, Pesisir, dan Pengawasan, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. hlm. 1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-05-31. Diakses tanggal 2023-05-19.
  9. 1 2 3 Pemerintah Kabupaten Gresik, Dinas Komunikasi dan Informatika. "Geografi Kabupaten Gresik". Pemerintah Kabupaten Gresik. Diakses tanggal 15 Juni 2025.
  10. 1 2 3 4 "Profil Kabupaten Gresik" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-22. Diakses tanggal 2020-08-29.
  11. "Gresik, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 29 Agustus 2020.
  12. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 76-78 & 141-143. Diakses tanggal 12 September 2024.
  13. "GRESIK, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 29 Agustus 2020.
  14. KPUD Tetapkan Anggota DPRD Gresik 2014-2019
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  16. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  17. Kode Pos Kabupaten Gresik
  18. Gresik, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Jumlah Sekolah Menurut Tingkat Pendidikan Negeri dan Swasta di Kecamatan Gresik - Tabel Statistik". gresikkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
  19. RI, Setjen DPR. "Kemajuan Pembangunan dan Pelayanan Publik Gresik Sejalan". www.dpr.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-25. Diakses tanggal 2020-07-29.
  20. Maimunah, Maimunah; Hayati, Ari; Zayadi, Hasan (2021-08-15). "Studi etnobotani tumbuhan legendaris Pulau Bawean Jawa Timur". Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi. 1 (2): 47–56. doi:10.24252/filogeni.v1i2.22479. ISSN 2776-5784.
  21. Danarto, Setyawan Agung (5 Agustus 2015). "Eksplorasi tumbuhan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur". Prosiding Seminas Nasional Masyarakat Biodiversiti Indonesia. 1 (5): 974–979. doi:10.13057.
  22. Ridho, Ach Muchlasi. "Pusat Olahraga Bunder di Kabupaten Gresik" (PDF). Media Neliti.
  23. Gresik, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Jumlah Pelatih Olah Raga - Tabel Statistik". gresikkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-06-15.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]