Ngemboh, Ujung Pangkah, Gresik
Ngemboh | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Gresik | ||||
| Kecamatan | Ujung Pangkah | ||||
| Kode pos | 61154[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 35.25.07.2003 | ||||
| Luas | 3,16 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 3.095 jiwa[2] | ||||
| Kepadatan | 979 jiwa/km² | ||||
| |||||
Ngemboh adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.[3][4]
Berdasarkan Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dari Kemendagri, Desa Ngemboh mempunyai kode 35.25.07.2003.[4]
Demografi
[sunting | sunting sumber]Adapun menurut data BPS Kab. Gresik yang dipublikasikan dalam Kecamatan Ujung Pangkah dalam Angka 2025[2], Desa Ngemboh memiliki jumlah penduduk laki-laki : 1.555 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan : 1.540 jiwa.
Sejarah Desa Ngemboh
[sunting | sunting sumber]Menurut Legenda berdasarkan cerita dari nenek moyang asal mula nama Desa Ngemboh dahulunya bernama Desa Kabunan. Desa Kabunan saat itu berada pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Singkat cerita ada seorang putri yang bernama Sri Ratna Dewi yang mempunyai paras sangat cantik yang tinggal di Desa Kabunan kemudian disebut juga sebagai Putri Kabunan. Putri Kabunan juga sangat disegani di desanya selain mempunyai keanggunan fisik Putri Kabunan juga mempunyai keaggunan dalam prilaku. Masyarakat desa saat itu sangat mengelu-elukan keberadaaan Putri Kabunan yang diyakini mampu membuat desa jauh dari mara bahaya dan dinaungi keberuntungan, mulai dari hasil panen petani hingga nelayan selalu melimpah. Sosok yang rupawan dengan kencatikan yang ada pada Putri Kabunan dan keluhuranya yang luar biasa Desa Kabunan menjadi terkenal. Hingga terdengar oleh anak Pejabat Kerajaan Majapahit yang bernama Jaka Slining, dalam bahasa jawa Jaka Slining berarti separuh atau mempunyai seluruh bagian tubuhnya hanya separuh akan tetapi memiliki kesaktian yang luar biasa. Seiring berjalannya waktu akhirnya Jaka Slining mencari keberadaan Sri Ratna Dewi atau Putri Kabunan.
Setelah Putri Kabunan mendengar dan tau bahwa ada seorang laki-laki anak pejabat Majapahit yang mencarinya dengan ciri fisik yang hanya bagian tubuhnya separuh mulai dari kaki hingga kepala dan mempunyai kesaktian Putri Kabunan pun merasa takut, kemudian berinisiatif melarikan diri dari rumahnya untuk bersembunyi, Putri Kabunan memberi tahu semua warganya jika nanti ada seseorang yang tidak dikenal mencarinya jawab dengan “Mboh” yang artinya tidak tahu. Di lain hari kemudian Joko Slining yang sudah memasuki desa Kabunan saat itu langsung menanyakan satu persatu warga akan keberadaan Sri Ratna Dewi dan semuanya menjawab “Mboh”. Dari kisah inilah kemudian Desa Kabunan dikenal dengan nama Desa Ngemboh, karena setiap warganya ketika ditanyai keseringan menjawab dengan kata “Mboh”. Dari kisah pengejaran cinta Joko Slining dan Putri Kabunan ini banyak meninggalkan Petilasan (peninggalan) yang sampai sekarang masih ada. Yang diabadikan menjadi nama tempat atau wilayah dan ada juga yang berupa Sumur, Telaga/pemandian, dan Sesembahan.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
References
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Cari Kode Pos". Pos Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-18.
- 1 2 "Kecamatan Ujung Pangkah dalam Angka 2025". BPS Kab. Gresik. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ "Sirusa BPS" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-10-10. Diakses tanggal 2010-12-28.
- 1 2 "Indonesia Maju: Kode Desa". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-06. Diakses tanggal 2010-12-28.
