Lompat ke isi

Ujungpangkah, Gresik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ujungpangkah
Mangrove di Ujungpangkah
Mangrove di Ujungpangkah
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenGresik
Populasi
 (2024)
  Total52.359 jiwa
Kode pos
61154
Kode Kemendagri35.25.07 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3525160 Suntingan nilai di Wikidata
Luas94,82 km²
Desa/kelurahan13
Peta
PetaKoordinat: 6°55′9.50992″S 112°32′47.35280″E / 6.9193083111°S 112.5464868889°E / -6.9193083111; 112.5464868889

Ujungpangkah adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik. Ujungpangkah terletak di utara serta berbatasan dengan Sidayu di selatan dan Panceng di barat. Pusat kecamatan ini terletak di Desa Pangkahkulon dan Pangkahwetan yang terdapat pasar serta masjid besar. Ujungpangkah dikenal sebagai lokasi muara Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Karena letak geografisnya, Ujungpangkah merupakan salah satu sentra perikanan penting di Gresik baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dengan adanya area tambak yang luas.[1] Ujungpangkah terdapat destinasi wisata populer seperti Wisata Alam Gosari dan Banyuurip Mangrove Center.[2] Sedangkan dari sektor pertambangan terdapat tambang kapur yang luas di beberapa desa seperti Sekapuk, dan di lepas pantai utara terdapat cadangan migas Blok Pangkah yang saat ini dikelola PGN Saka.[3][4]

Peta administrasi Ujungpangkah

Ujungpangkah adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik bagian utara. Geografinya berupa dataran rendah dan berbatasan dengan Laut Jawa. Bagian pesisirnya didominasi oleh kawasan mangrove dan tambak dengan komoditas utamanya yaitu udang dan bandeng.[1] Sedangkan lahan lainnya dimanfaatkan untuk pertanian dengan komoditas yang bervariasi seperti mangga, jeruk nipis, hingga singkong.[5]

Burung pelikan / undan di mangrove Ujungpangkah

Muara Bengawan Solo

[sunting | sunting sumber]

Ujungpangkah dikenal sebagai lokasi muara Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai tersebut membentang dari Jawa Tengah dan mengalir ke timur. Di bagian muara sungai, terjadi sedimentasi besar-besaran yang membentuk daratan baru yang disebut delta. Delta sungai saat ini sebagian besar dimanfaatkan untuk budidaya tambak udang dan bandeng. Sedangkan sisanya ditumbuhi mangrove secara alami dan memiliki keanekaragaman biota yang tinggi terutama burung.[6]

Muara Bengawan Solo pada zaman dahulu tidak berada di Ujungpangkah. Aliran sungai yang sekarang merupakan hasil proyek Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-19 untuk mencegah pendangkalan perairan di Selat Madura yang dapat menghambat pelayaran menuju Surabaya. Awalnya muara sungai berada di Mengare (Kecamatan Bungah) di sebelah timur. Kemudian dibangun kanal yang lurus ke arah utara melewati Sidayu dan berakhir di Ujungpangkah.[7]

Batas wilayah Kecamatan Ujungpangkah adalah sebagai berikut:[8]

UtaraLaut Jawa
TimurLaut Jawa
SelatanKecamatan Sidayu
BaratKecamatan Panceng

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Ujungpangkah terdiri dari 13 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:

No. Nama Kelurahan / Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Banyuurip Bangsalsari, Banyulegi, Mulyosari, Bondot, Kaklak [8]
2 Bolo Bolo [8]
3 Cangaan Cangaan, Ketanen [8]
4 Glatik Glatik [8]
5 Gosari Gosari [8]
6 Karangrejo Karangrejo [8]
7 Kebonagung Kebonagung, Kowang [8]
8 Ketapanglor Ketapanglor [8]
9 Ngemboh Ngemboh, Cabean, Sidodadi [8]
10 Pangkahkulon Krajan 1, Krajan 2, Druju, Kalingapuri [8]
11 Pangkahwetan Krajan 01, Krajan 02, Sarimulyorejo (Pangkah Seng), Sumbersuci (Kacak), Tajungrejo [8]
12 Sekapuk Sekapuk [8]
13 Tanjangawan Tanjangawan [8]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Masjid Jami' Ujungpangkah
  • Masjid Jami' Ainul Yaqin Ujungpangkah
  • Banyuurip Mangrove Center
  • Wisata Alam Gosari (Wagos)
  • Wisata MBS Pangkahwetan
  • Pasar Desa Pangkah

Fasilitas kesehatan

[sunting | sunting sumber]
  • RS PKU Muhammadiyah Sekapuk
  • Puskesmas Ujungpangkah
  • Puskesmas Sekapuk

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Jaga Kearifan Lokal, FEB UB Dokumentasikan Siklus Tambak Bandeng Ujungpangkah". KANAL24. 2023-08-05.
  2. Dini Daniswari (2023-11-09). "Wagos Wisata Alam Gosari di Gresik: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka". KOMPAS.
  3. Nofita Bobsuni, Muhammad Farid Ma’ruf (2021). "PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM (STUDI KASUS WISATA BUKIT KAPUR SETIGI,DESA SEKAPUK,KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK)". Journal PUBLIKA. 9 (2). Universitas Negeri Surabaya.
  4. Yayang Syarif Hidayat (2025-09-29). "PGN Saka dorong pemberdayaan ekonomi pesisir Gresik, dukung KDMP". IDN FINANCIALS.
  5. Hamzah Arfah (2018-01-31). "Melihat Potensi Jeruk Nipis yang Dikembangkan Warga Desa Kebonagung". KOMPAS.
  6. Falahi Mubarok (2021-06-13). "KEE Mangrove Ujung Pangkah, Lokasi Seru Melihat Burung Air". MONGABAY.
  7. Nurhadi Mubarok (2025-01-25). "Belanda Mengubah Arah Sungai Bengawan Solo". KOMPASIANA.
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "Kabupaten Gresik Dalam Angka 2019". BPS Kabupaten Gresik. 2019-09-23.