Kota Surabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Surabaya
ꦑꦸꦛ​ꦯꦸꦫꦧꦪ
Kota Pahlawan
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Timur
Pemandangan Kota Surabaya (dari atas searah jarum jam): Balai Kota Surabaya; patung Sura dan Baya di Kebun Binatang Surabaya; Jembatan Suramadu; Klenteng Sanggar Agung di Pantai Ria Kenjeran; Taman Jayengrana; patung Laksamana Yos Sudarso; Tugu Pahlawan; dan (tengah) kawasan pusat bisnis dan perdagangan di Jalan Basuki Rahmat.
Pemandangan Kota Surabaya (dari atas searah jarum jam): Balai Kota Surabaya; patung Sura dan Baya di Kebun Binatang Surabaya; Jembatan Suramadu; Klenteng Sanggar Agung di Pantai Ria Kenjeran; Taman Jayengrana; patung Laksamana Yos Sudarso; Tugu Pahlawan; dan (tengah) kawasan pusat bisnis dan perdagangan di Jalan Basuki Rahmat.
Lambang Kota Surabaya
Lambang
Lokasi Kota Surabaya di Pulau Jawa
Lokasi Kota Surabaya di Pulau Jawa
Kota Surabaya is located in Indonesia
Kota Surabaya
Lokasi Kota Surabaya di Pulau Jawa
Koordinat: 7°16′LU 112°43′BT / 7,267°LS 112,717°BT / -7.267; 112.717
Negara  Indonesia
Hari jadi 31 Mei 1293
Dasar hukum UU No. 12/1950
Pemerintahan
 • Wali Kota Ir. Tri Rismaharini, M.T.
Area
 • Total 333.063 km2 (128.596 mil²)
Populasi (2015)
 • Total 2.909.257[1] jiwa
Demografi
 • Suku bangsa Jawa (83,68%), Madura (7,5%), Tionghoa (7,25%), Arab (2,04%), dll
 • Agama Islam (86,53%), Protestan (8,09%), Katolik (3,20%), Buddha (1,13%), Hindu (0,26%), Konghucu (0,10%), Lain-lain (0,02%)
 • Bahasa Indonesia, Jawa, Madura, Tionghoa, Arab, Sunda, Bali, Inggris
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode telepon +62 31
Kecamatan 31
Desa/kelurahan 163
Bandar udara Bandar Udara Internasional Juanda
Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Perak
Situs web www.surabaya.go.id
Logo Sparkling Surabaya

Kota Surabaya (Hanacaraka: ꦑꦸꦛ​ꦯꦸꦫꦧꦪ) adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Jawa Timur serta wilayah Indonesia bagian timur. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di tepi pantai utara pulau Jawa dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa.

Surabaya memiliki luas sekitar 333,063 km² dengan penduduknya berjumlah 2.909.257 jiwa (2015). Daerah metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, adalah kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek. Surabaya dilayani oleh Bandar Udara Internasional Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Ujung.

Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-Pemuda Surabaya) untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura/suro (ikan hiu) dan baya/boyo (buaya) yang akhirnya membentuk nama Surabaya.

Daftar isi

Sejarah

Sebelum kedatangan Belanda

Lambang kota Surabaya pada masa Hindia Belanda (1934).

Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan. Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya), jadi secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Pada abad ke-15, Islam mulai menyebar dengan pesat di daerah Surabaya. Salah satu anggota Wali Songo, Sunan Ampel, mendirikan masjid dan pesantren di daerah Ampel. Tahun 1530, Surabaya menjadi bagian dari Kerajaan Demak.

Menyusul runtuhnya Demak, Surabaya menjadi sasaran penaklukan Kesultanan Mataram, diserbu Panembahan Senopati tahun 1598, diserang besar-besaran oleh Panembahan Seda ing Krapyak tahun 1610, diserang Sultan Agung tahun 1614. Pemblokan aliran sungai Brantas oleh Sultan Agung akhirnya memaksa Surabaya menyerah. Suatu tulisan VOC tahun 1620 menggambarkan Surabaya sebagai negara yang kaya dan berkuasa. Panjang lingkarannya sekitar 5 mijlen Belanda (sekitar 37 km), dikelilingi kanal dan diperkuat meriam. Tahun tersebut, untuk melawan Mataram, tentaranya sebesar 30.000 prajurit[2].

Tahun 1675, Trunojoyo dari Madura merebut Surabaya, namun akhirnya didepak VOC pada tahun 1677.

Dalam perjanjian antara Paku Buwono II dan VOC pada tanggal 11 November 1743, Surabaya diserahkan penguasaannya kepada VOC. Gedung pusat pemerintahan Karesidenan Surabaya berada di mulut sebelah barat Jembatan Merah. Jembatan inilah yang membatasi permukiman orang Eropa (Europeesche Wijk) waktu itu, yang ada di sebelah barat jembatan dengan tempat permukiman orang Tionghoa, Melayu, Arab dan sebagainya (Vremde Oosterlingen), yang ada disebelah timur jembatan tersebut. Sampai tahun 1900-an pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja.

Zaman Hindia Belanda

Peta Surabaya dari buku panduan perjalanan dari Inggris tahun 1897.
Kawasan Jembatan Merah sekitar tahun 1920-an.
Suasana Jalan Tunjungan sekitar tahun 1930-an.

Pada zaman Hindia Belanda, Surabaya berstatus sebagai ibu kota Karesidenan Surabaya, yang wilayahnya juga mencakup daerah yang kini wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. Pada tahun 1905, Surabaya mendapat status Kotamadya (Gemeente). Pada tahun 1926, Surabaya ditetapkan sebagai ibu kota provinsi Jawa Timur. Sejak itu Surabaya berkembang menjadi kota modern terbesar kedua di Hindia-Belanda setelah Batavia.

Sebelum tahun 1900, pusat kota Surabaya hanya berkisar di sekitar Jembatan Merah saja. Sampai tahun 1920-an, tumbuh pemukiman baru seperti daerah Darmo, Gubeng, Sawahan, dan Ketabang. Pada tahun 1917 dibangun fasilitas pelabuhan modern di Surabaya.

Tanggal 3 Februari 1942, Jepang menjatuhkan bom di Surabaya. Pada bulan Maret 1942, Jepang berhasil merebut Surabaya. Surabaya kemudian menjadi sasaran serangan udara Sekutu pada tanggal 17 Mei 1944.

Pertempuran mempertahankan Surabaya

Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6.000 pasukan Inggris-India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20.000 pasukan Indonesia menolak.

Tentara Britania menembaki 'sniper' dalam pertempuran di Surabaya

26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara R.M. Soerjo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Philip Christison.

27 Oktober 1945, jam 11.00 siang, pesawat Dakota AU Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata. Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia marah waktu membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal 26 Oktober 1945.

28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Sukarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.

29 Oktober 1945, Presiden Sukarno, Wapres Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.

Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Sukarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.

Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan Merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.

Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.

Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.

Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24.000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.

9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan.

10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.

20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20.000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.

Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940-an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran tanggal 10 November 1945 tersebut hingga sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Era pasca kemerdekaan

Kota yang jalan utamanya dulu hampir berbentuk seperti pita dari jembatan Wonokromo di sebelah Selatan menuju ke Jembatan Merah di sebelah Utara sepanjang kurang lebih 13 km tersebut, di akhir tahun 1980-an mulai berubah total. Pertambahan penduduk dan urbanisasi yang pesat, memaksa Surabaya untuk berkembang ke arah Timur dan Barat seperti yang ada sekarang. Bertambahnya kendaraan bermotor, tumbuhnya industri baru serta menjamurnya perumahan yang dikerjakan oleh perusahaan real estate yang menempati pinggiran kota mengakibatkan tidak saja terjadi kemacetan di tengah kota tapi juga tidak jarang terjadi pula di pinggiran kota. Surabaya telah berkembang jauh dari kota yang relatif kecil dan kumuh di akhir abad ke-19, menjadi kota metropolitan di akhir abad ke-20 dan pada kurun abad ke-21 menjadi salah satu metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Kota yang pada kurun abad ke-20 dan awal abad ke-21 dipandang panas dan kumuh ini juga berhasil berubah menjadi salah satu kota metropolitan yang paling tertata di Indonesia dengan kualitas udara terbersih.

Geografi

Surabaya secara geografis berada pada 07˚09`00“ – 07˚21`00“ Lintang Selatan dan 112˚36`- 112˚54` Bujur Timur. Luas wilayah Surabaya meliputi daratan dengan luas 333,063 km km² dan lautan seluas 190,39 km km².

Geologi

Kondisi geologi Kota Surabaya terdiri dari Daratan Alluvium, Formasi Kabuh, Pucangan, Lidah, Madura dan Sonde. Sedangkan untuk wilayah perairan, Surabaya tidak berada pada jalur sesar aktif ataupun berhadapan langsung dengan samudera, sehingga relatif aman dari bencana alam. Berdasarkan kondisi geologi dan wilayah perairannya, Surabaya dikategorikan ke dalam kawasan yang relatif aman terhadap bencana gempa bumi maupun tanah amblesan sehingga pembangunan infrastruktur tidak memerlukan rekayasa geoteknik yang dapat menelan biaya besar.

Topografi

Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di Utara dan Timur, Kabupaten Sidoarjo di Selatan, serta Kabupaten Gresik di Barat. Surabaya berada pada dataran rendah, ketinggian antara 3 - 6 m di atas permukaan laut kecuali di bagian Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan ketinggiannya antara 25 - 50 m di atas permukaan laut dan di bagian barat sedikit bergelombang. Struktur tanah di Surabaya terdiri dari tanah aluvial, hasil endapan sungai dan pantai, dan di bagian barat terdapat perbukitan yang mengandung kapur tinggi. Di Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas. Kali Mas adalah salah satu dari tiga sungai utama yang membelah sebagian wilayah Surabaya bersama dengan Kali Surabaya dan Kali Wonokromo. Areal sawah dan tegalan terdapat di kawasan barat dan selatan kota, sedangkan areal tambak berada di kawasan pesisir timur dan utara.

Iklim

Surabaya memiliki iklim tropis seperti kota besar di Indonesia pada umumnya di mana hanya ada dua musim dalam setahun yaitu musim hujan dan kemarau. Curah hujan di Surabaya rata-rata 165,3 mm. Curah hujan tertinggi di atas 200 mm terjadi pada kurun Januari hingga Maret dan November hingga Desember. Suhu udara rata-rata di Surabaya berkisar antara 23,6 °C hingga 33,8 °C.

Pemerintahan

Secara administrasi pemerintahan Kota Surabaya dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Sejak 2005, wali kota Surabaya dan wakilnya dipilih langsung oleh warga kota dalam pilkada, setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota Surabaya yang pertama pada masa Indonesia merdeka adalah Doel Arnowo (1950-1952), dikenal dengan panggilan Cak Doel. Sebelum menjabat wali kota, Cak Doel menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur.[3] Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya saat ini adalah Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana yang berasal dari PDI Perjuangan.

Perwakilan

DPRD Kota Surabaya
2014-2019
Partai Kursi
Lambang PDI-P PDI-P 15
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 6
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 5
Lambang PKB PKB 5
Lambang PKS PKS 5
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 4
Lambang PAN PAN 4
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 3
Lambang Partai NasDem Partai NasDem 2
Lambang PPP PPP 1
Total 50

Secara konstitusional, DPRD Kota Surabaya merupakan lembaga perwakilan rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat Surabaya pada pemilu legislatif setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 adalah 50 orang yang didominasi oleh PDI Perjuangan (15 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), dan Partai Gerindra (5 kursi)[4].[5]. Pimpinan DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 terdiri dari Armudji (Ketua; PDI-P), Ratih Retnowati (Wakil Ketua; Demokrat), Dharmawan (Wakil Ketua; Gerindra), dan Masduki Toha (Wakil Ketua; PKB) yang resmi menjabat sejak 17 September 2014.[6]

Pembagian administratif

Peta Pembagian Administratif Surabaya.

Kota Surabaya terdiri atas 31 kecamatan dan 163 kelurahan[7]. Berikut adalah daftar kecamatan di Surabaya yang dibagi dalam 5 wilayah:

Surabaya Pusat

Surabaya Timur

Surabaya Barat

Surabaya Utara

Surabaya Selatan

Perwakilan negara asing

Gedung Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya

Di bawah ini adalah beberapa perwakilan negara asing yang ada di Surabaya:

Konsulat Jenderal

Konsulat

Pertahanan dan Keamanan

Surabaya merupakan markas besar dari Kodam V/Brawijaya yang merupakan komando kewilayahan pertahanan dari TNI Angkatan Darat di wilayah Provinsi Jawa Timur. Wilayah satuan teritorial Kodam V/Brawijaya di wilayah Surabaya adalah Korem 084/Bhaskara Jaya yang terbagi atas beberapa Kodim, yaitu Surabaya Utara; Surabaya Timur; Surabaya Selatan; Sidoarjo; Gresik; Bangkalan; Sampang; Pamekasan; dan Sumenep. Kota Surabaya juga merupakan markas besar dari Armada Timur TNI Angkatan Laut yang berpusat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Armada Timur TNI Angkatan Laut membawahi wilayah laut Indonesia bagian timur. Bumi Marinir terdapat di wilayah Kecamatan Karangpilang, Surabaya.

Markas besar Polda Jawa Timur juga terdapat di Surabaya. Wilayah hukum Polda Jawa Timur yang ada di wilayah kota Surabaya adalah satu kepolisian resor kota besar (Polrestabes Surabaya) yang membawahi 23 kepolisian sektor kota, serta satu kepolisian resor (Polres KP3 Tanjung Perak) yang membawahi 5 kepolisian sektor yakni Polsek Asemrowo; Polsek Kenjeran; Polsek Krembangan; Polsek Pabean Cantikan; serta Polsek Semampir.

Kependudukan

Ludruk Irama Budaya, salah satu grup kesenian ludruk di Surabaya

Menurut Sensus Penduduk Tahun 2010, Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.765.908 jiwa.[8] Dengan wilayah seluas 333,063 km²,[9] maka kepadatan penduduk Kota Surabaya adalah sebesar 8.304 jiwa per km².

Agama

Masjid Al Akbar Surabaya.

Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Surabaya. Surabaya merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam yang paling awal di tanah Jawa dan merupakan basis warga Nahdlatul 'Ulama yang beraliran moderat. Masjid Ampel didirikan pada abad ke-15 oleh Sunan Ampel, salah satu pioner Walisongo.

Agama lain yang dianut sebagian warga adalah Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan mayoritas di Surabaya, namun kerukunan umat beragama untuk saling menghormati, menghargai dan saling menolong sesamanya cukuplah besar, hal ini bisa dilihat dari bangunan Masjid Al-Akbar yang merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal, Jakarta.

Di kota ini juga berdiri Gereja Bethany yang merupakan salah satu gereja terbesar di Indonesia, dan gedung Graha Bethany di daerah Nginden, Surabaya yang merupakan salah satu gedung gereja terbesar di Asia Tenggara. Tidak hanya itu saja, di Surabaya juga banyak terdapat yayasan-yayasan sosial berazaskan agama, yang bekerja sama dalam berbagai kegiatan bakti sosial. Bahkan ada satu wadah Kerukunan Umat Beragama di Surabaya yang sering Exist dalam menyikapi suatu problem sosial manusia agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang akan merusak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia pada umumnya serta masyarakat Jawa Timur khususnya.

Agama lainnya adalah agama Yahudi. Umumnya mereka adalah imigran Yahudi dari Baghdad & Yahudi asal Belanda. Ini semakin diperjelas dengan adanya makam khusus orang Yahudi di daerah Kembang Kuning, Surabaya.

Etnis

Suku Jawa adalah suku bangsa mayoritas di Surabaya. Dibanding dengan masyarakat Jawa pada umumnya, Suku Jawa di Surabaya memiliki temperamen yang sedikit lebih keras dan egaliter. Salah satu penyebabnya adalah jauhnya Surabaya dari kraton yang dipandang sebagai pusat budaya Jawa.

Meskipun Jawa adalah suku mayoritas (83,68%), tetapi Surabaya juga menjadi tempat tinggal berbagai suku bangsa di Indonesia, termasuk suku Madura (7,5%), Tionghoa (7,25%), Arab (2,04%), dan sisanya merupakan suku bangsa lain seperti Bali, Batak, Bugis, Banjar[10], Manado, Minangkabau[11], Dayak, Toraja, Ambon, dan Aceh atau warga asing.

Sebagai pusat pendidikan, Surabaya juga menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia, bahkan di antara mereka juga membentuk wadah komunitas tersendiri. Sebagai pusat komersial regional, banyak warga asing (ekspatriat) yang tinggal di daerah Surabaya, terutama di daerah Surabaya Barat.

Bahasa

Surabaya memiliki dialek khas Bahasa Jawa yang dikenal dengan Boso Suroboyoan (Bahasa Ke-Surabaya-an). Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, dan memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dialek ini dikenal egaliter, blak-blakan, dan tidak mengenal ragam tingkatan bahasa seperti Bahasa Jawa standar pada umumnya. Masyarakat Surabaya dikenal cukup fanatik dan bangga terhadap bahasanya. Tetapi sebagai dampak peradaban yang maju dan banyaknya pendatang yang datang ke Surabaya, secara tidak langsung telah mencampuradukkan bahasa Suroboyo, Jawa Ngoko dan Madura, diperkirakan banyak kosakata asli bahasa Suroboyo sudah punah. Contoh Njegog:Belok, Ndherok:Berhenti, Gog:Paklek/Om, Maklik:Bulek/tante.

Perekonomian

Kawasan CBD Surabaya Pusat di malam hari.
Kawasan pusat bisnis di Jalan Basuki Rachmat.

Letak Kota Surabaya yang sangat strategis berada hampir di tengah wilayah Indonesia dan tepat di selatan Asia menjadikannya sebagai salah satu hub penting bagi kegiatan perdagangan. Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan ekonomi, keuangan, dan bisnis di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Surabaya dan kawasan sekitarnya merupakan kawasan yang paling pesat pembangunan ekonominya di Jawa Timur dan salah satu yang paling maju di Indonesia. Surabaya juga merupakan salah satu kota terpenting dalam menopang perekonomian Indonesia bersama dengan Jakarta, Medan, Bandung, Makassar, dan kota besar lainnya. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan. Banyak perusahaan multinasional besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT Sampoerna Tbk, Maspion, Wing's Group, Unilever Indonesia, Pakuwon Group, Jawa Pos Group dan PT PAL Indonesia. Pusat perkantoran dan highrise building (CBD) berada di sekitar Jalan Tunjungan, Basuki Rachmat, Darmo, Mayjen Sungkono, H.R. Muhammad, dan Ahmad Yani. Kawasan industri di Surabaya di antaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Karangpilang dan Margomulyo. Surabaya juga merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Pelabuhan terpenting di Surabaya adalah Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan perdagangan, peti kemas, dan penumpang terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Di Surabaya juga terdapat Pelabuhan Teluk Lamong yang merupakan pelabuhan terbesar kedua di Surabaya setelah Pelabuhan Tanjung Perak. Pelabuhan ini menjadi green port pertama di Indonesia serta merupakan salah satu yang tercanggih di dunia di mana seluruh sistem operasinya otomatis dan menggunakan komputer. Pelabuhan Teluk Lamong merupakan pelabuhan penyangga bagi Pelabuhan Tanjung Perak.

Pariwisata

Alam

Sejarah

Tugu Pahlawan
Monumen Jalesveva Jayamahe di Pantai Utara Surabaya.

Wisata keluarga

Religi

Akomodasi

Hotel Majapahit (d/h Hotel Oranje/Yamato) Surabaya.

Sarana akomodasi di Surabaya terdapat beragam mulai hotel berbintang, apartemen, hingga losmen yang tersebar di seluruh penjuru kota. Salah satunya adalah Hotel Majapahit yang merupakan salah satu hotel bersejarah di Indonesia di mana terjadi peristiwa Insiden Bendera.

Retail

Ciputra World Surabaya

Surabaya memiliki banyak pusat perbelanjaan mulai dari pusat perbelanjaan modern, pusat grosir, hingga pasar modern dan tradisional. Pusat perbelanjaan modern ternama di antaranya adalah Ciputra World Surabaya, Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center dan Supermall Pakuwon Indah (berada dalam satu gedung), Lenmarc, EastCoast Center (mal bernuansa marina yang terdapat di Pakuwon City, Surabaya Timur), Galaxy Mall, Golden City Mall, Bubutan Golden Junction (BG Junction), Royal Plaza, City of Tomorrow (CiTo), Surabaya Town Square (Sutos), Hi Tech Mall, Grand City Mall, Maspion Square, MEX Building, Pasar Atum Mall, ITC Surabaya, Plaza Marina (dahulu Sinar Fontana), dan Plaza Surabaya yang oleh masyarakat Surabaya lebih dikenal dengan Delta Plaza, serta The Empire Palace, yang merupakan wedding mall pertama di Indonesia, dan pusat perbelanjaan modern lain yang tersebar di Surabaya. Sedangkan pusat perbelanjaan tradisional ternama di antaranya Pasar Turi, Pasar Atum, Kapas Krampung Plaza, dan Darmo Trade Center (DTC) yang dahulunya adalah Pasar Wonokromo, serta pasar-pasar tradisional lainnya yang juga tersebar di Surabaya. Setiap tahun pada bulan Mei (tanggal 1 hingga 31 Mei), pemerintah kota yang bekerjasama dengan mall-mall, menyelenggarakan even Surabaya Shopping Festival (SSF), yaitu diskon besar-besaran pada setiap pusat perbelanjaan / mall yang ada di Surabaya. Beberapa pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya adalah:

Tunjungan Plaza.
  • Tunjungan Plaza, mall terbesar di Surabaya. Terdapat anchor tenant seperti Hero Supermarket, ACE Hardware, Matahari, Sogo Department Store, Gap, Banana Republic, Giordano, Zara, Bioskop Tunjungan XXI, Bioskop Tunjungan 21, dll.
  • Grand City Surabaya, merupakan salah satu mall termewah di Surabaya. Terdapat anchor tenant seperti Hero Supermarket, Gramedia, Best Denki, The Grand Palace Dept. Store, Burberry, Gucci, Bebe, Mont Blanc, Bioskop Grand City XXI, dll.
  • Ciputra World Surabaya, salah satu mall terbaik di Surabaya. Terdapat anchor tenant seperti Hypermart, Metro Department Store, Gramedia, Bioskop Ciputra World XXI, Fun World, Best Denki, Adidas, Emporio Armani, Versace, Mango, dll.
  • Galaxy Mall Surabaya, salah satu mall teramai di Surabaya. Terdapat anchor tenant seperti Centro Department Store, Sogo Department Store, Timezone, Ranch Market, Celebrity Fitness, Bioskop Galaxy XXI, La Senza, Nokia, dll.
  • Supermal Pakuwon Indah, salah satu mall di Surabaya. Terdapat anchor tenant seperti Matahari, Hypermart, Supermal XXI, ACE Home Center, Informa, Best Denki, Gramedia, Giordano, dll. Kompleks ini menyatu dengan Pakuwon Trade Center.
  • Lenmarc Mall
  • Surabaya Town Square (SuTos)
  • BG Junction
  • Royal Plaza
  • City of Tomorrow (CiTo)
  • Darmo Trade Centre (DTC)
  • Pasar Turi
  • EastCoast Center
  • Plaza Surabaya
  • Golden City Mall
  • The Empire Palace
  • Maspion Square
  • ITC Surabaya
  • Plaza Marina
  • Kapas Krampung Plaza (KaZa)
  • Pusat Grosir Surabaya (PGS)
  • Pasar Atum & Pasar Atum Mall
  • Pasar Genteng
  • dan pusat perbelanjaan lainnya

Pemandangan kota

Pemandangan Pusat Kota Surabaya
Panorama Surabaya dan Pegunungan Arjuno-Welirang di kejauhan.
Pohon Tabebuya di Jalan Embong Malang.

Arsitektur

Arsitektur Surabaya adalah percampuran antara pengaruh kolonial, Asia, Jawa, modern, dan post-modern. Di Surabaya banyak dijumpai peninggalan-peninggalan era kolonial yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Pada masa setelah kemerdekaan pusat perkembangan arsitektur kota Surabaya hanya terpusat di daerah Jembatan Merah, dan sekitarnya, namun kini Surabaya telah mengikuti perkembangan globalisasi sebagai sebuah kota metropolitan sehingga perkembangan arsitekur kota telah merata di seluruh wilayah.

Kebudayaan

Kartolo CS merupakan grup kesenian ludruk ternama asal Surabaya.

Surabaya dikenal memiliki kesenian khas:

  • Ludruk, adalah seni pertunjukan drama yang menceritakan kehidupan rakyat sehari-hari.
  • Tari Remo, adalah tarian selamat datang yang umumnya dipersembahkan untuk tamu istimewa
  • Kidungan, adalah pantun yang dilagukan, dan mengandung unsur humor

Selain kesenian khas di atas, budaya panggilan arek (sebutan khas Surabaya) diterjemahkan sebagai Cak untuk laki-laki dan Ning untuk wanita. Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, setiap satu tahun sekali diadakan pemilihan Cak & Ning Surabaya. Cak & Ning Surabaya dan para finalis terpilih merupakan duta wisata dan ikon generasi muda kota Surabaya.

Setiap setahun sekali diadakan Festival Cak Durasim (FCD), yakni sebuah festival seni untuk melestarikan budaya Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Festival Cak Durasim ini biasanya diadakan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Selain itu ada juga Festival Seni Surabaya (FSS) yang mengangkat segala macam bentuk kesenian misalnya teater, tari, musik, seminar sastra, pameran lukisan. Pengisi acara biasanya selain dari kelompok seni di Surabaya juga berasal dari luar Surabaya. Diramaikan pula pemutaran film layar tancap, pameran kaos oblong dan lain sebagainya. Festival Seni Surabaya ini diadakan setiap satu tahun sekali di bulan Juni dan biasanya bertempat di Balai Pemuda.

Lingkungan

Taman

Taman Surya di malam hari.
Taman Bungkul.

Surabaya merupakan salah satu kota terbersih di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya taman-taman kota yang rindang di hampir setiap sudut kota yang dilengkapi dengan air mancur yang indah. Taman kota di Surabaya di antaranya Taman Mundu, Taman Bungkul, Taman Undaan, Taman Surya, Taman Pelangi, Taman Jayengrono dan sebagainya. Salah satu taman di Surabaya, Taman Bungkul, pada tahun 2013 mendapat penghargaan The Asian Townscape Award 2013 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik di Asia karena fasilitasnya yang sangat lengkap dan terpadu yaitu mulai kawasan ekonomi (sentra PKL), kawasan terbuka hijau, taman, kawasan disabilitas, internet (Wi-Fi) gratis, serta penataan taman yang baik dan tanaman-tanamannya yang indah.

Penghargaan

Kota Surabaya sangat berprestasi dalam bidang lingkungan. Kota ini telah meraih banyak penghargaan dalam bidang lingkungan hidup dan tata kotanya baik dalam skala nasional maupun internasional. Penghargaan yang berhasil diterima Surabaya diantaranya adalah adipura, adipura kencana, adiwiyata, wahana tata nugraha, dan sebagainya. Piala adipura yang pernah diterima Surabaya yaitu pada kurun tahun 1980-an dan 1990-an selama beberapa kali, sedangkan piala adipura kencana kategori kota metropolitan terbersih yaitu selama beberapa kali pada kurun 1990-an dan pada kurun tahun 2006 hingga 2014 sebanyak sembilan kali berturut-turut, sehingga Surabaya pernah mendapat julukan sebagai kota adipura. Kota ini juga beberapa kali memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu kota besar dengan kualitas udara terbaik di Indonesia. Surabaya pada tahun 2012 pernah meraih penghargaan "kota terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik" oleh Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Surabaya juga pernah memperoleh penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable City Award atau "kota dengan penataan lingkungan berkelanjutan terbaik se-ASEAN" pada tahun 2011 dan 2014. Namun, terlepas dari itu, tidak sedikit kawasan di Surabaya yang masih terlihat kurang tertata, terutama di daerah Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Hal ini menjadi perhatian pemerintah kota untuk menata kembali lingkungan kawasan tersebut.

Pendidikan

Sekolah menengah pertama

Sekolah menengah atas

Sekolah menengah kejuruan

Perguruan tinggi negeri

Perguruan tinggi swasta

Kesehatan

Di Surabaya, terdapat rumah sakit yang dikelola berbagai pihak baik pemerintah daerah, hingga swasta. Beberapa rumah sakit di Surabaya bahkan mendapat sertifikat ISO. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) juga tersebar di seluruh Surabaya. Di beberapa titik kota Surabaya juga terdapat beberapa klinik pengobatan herbal dan tradisional untuk pengobatan dengan bahan-bahan alami. Berikut beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya:

Pelayanan publik

Untuk melayani kebutuhan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM kota mampu memasok air bersih hampir ke seluruh wilayah Surabaya. Di Surabaya terdapat beberapa sungai yang digunakan sebagai air baku untuk kebutuhan air bersih. Pintu air yang terdapat di beberapa sungai di Surabaya juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga kota. Untuk pelayanan kebutuhan listrik di Surabaya yaitu dilayani oleh PT PJB yang kantor pusatnya juga berada di Surabaya. Dalam hal pelayanan publik administrasi di Surabaya, pemerintah kota telah mengadopsi sistem pelayanan publik berbasis elektronik, misalnya menyediakan sistem PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk mempercepat layanan perizinan di Surabaya. Selain PTSP, sistem perizinan secara online juga diterapkan oleh pemerintah kota untuk efisiensi dalam perizinan, sehingga warga tidak perlu mengantre dalam memperoleh perizinan di Surabaya. Beberapa penghargaan berhasil diterima Surabaya dalam hal pelayanan publik, seperti Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik.

Transportasi

Jembatan Suramadu pada sore hari.

Darat

Jalan raya

Surabaya merupakan pusat transportasi darat di bagian timur Pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya. Jalan tol yang terhubung dengan Surabaya adalah ruas Surabaya-Gresik yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik serta wilayah pantai utara Jawa, Surabaya-Porong-Gempol yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Jawa Timur bagian selatan, serta Waru-Bandara Juanda yang menghubungkan Surabaya dengan Bandara Internasional Juanda. Ruas Surabaya-Porong dan Porong-Gempol terhubung dengan ruas Gempol-Pandaan dan akan terhubung dengan ruas Gempol-Pasuruan dan Pandaan-Malang yang akan menghubungkan Surabaya dengan Malang, kota terbesar kedua di Jawa Timur serta wilayah Jawa Timur bagian selatan. Ruas Gempol-Pasuruan juga menghubungkan Surabaya dengan wilayah Tapal Kuda di Jawa Timur. Jalan tol yang dalam waktu dekat akan segera terhubung dengan Surabaya adalah ruas Surabaya-Mojokerto-Kertosono yang akan terhubung dengan ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono yang menghubungkan Surabaya dengan wilayah Mataraman atau Jawa Timur bagian barat serta Provinsi Jawa Tengah.

Untuk menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Bus

Hubungan bus antarkota dilayani oleh dua terminal bus besar, yaitu Terminal Bus Purabaya yang berada di desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo dan Terminal Bus Tambak (Osowilangun).

Terminal Purabaya

Terminal Bus Purabaya atau lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih, merupakan terminal bus tersibuk di Indonesia (dengan jumlah penumpang hingga 120.000 per hari), dan terminal bus terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini berada di luar wilayah Kota Surabaya (lebih tepatnya Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo). Terminal ini melayani rute jarak dekat, menengah, dan jauh (AKAP).

Terminal Tambak

Terminal Bus Tambak (Osowilangun) melayani angkutan jarak dekat dan menengah lintas utara hingga ke Semarang.

Angkutan massal cepat

Desain Monorel Surabaya
Desain Trem Surabaya
Rencana rute AMC Surabaya.

Di Surabaya direncanakan pembangunan sistem angkutan massal cepat (AMC) / Mass Rapid Transit (MRT). Bentuk AMC Surabaya adalah berupa Monorel dan Trem. Pemerintah Kota Surabaya juga merencanakan penerapan sistem ERP (Electronic Road Pricing) yaitu sistem jalan berbayar agar para pengendara kendaraan pribadi beralih ke sistem AMC. Pengadaan AMC tersebut bertujuan agar Surabaya terhindar dari kemacetan yang terus terjadi. Rute Monorel di Surabaya yang direncanakan adalah Sentra Bulak-PTC (Pakuwon Trade Center), sedangkan rencana rute Trem di Surabaya adalah Terminal Joyoboyo-Jalan Panglima Sudirman. Lokasi depo Monorel adalah Keputih dan lokasi depo Trem adalah Koblen. Proyek ini direncanakan dimulai pembangunannya pada pertengahan tahun 2015[25]. Pengembangan sistem AMC ini merupakan pembiayaan dari APBN dan swasta.

Kereta api

Kota Surabaya dihubungkan dengan sejumlah kota-kota di Pulau Jawa melalui jalur kereta api. Surabaya memiliki 4 stasiun kereta api besar: Wonokromo, Gubeng, Surabaya Kota, Stasiun Pasar Turi. Stasiun Pasar Turi melayani jalur kereta api bagian utara Pulau Jawa dengan jurusan Surabaya-Semarang-Pekalongan-Tegal-Cirebon-Jakarta (Gumarang, Sembrani, Argo Anggrek). Jalur kereta api lainnya di Surabaya termasuk jurusan Surabaya-Malang-Blitar (Penataran), Surabaya-Kertosono-Blitar (Dhoho), Surabaya-Bojonegoro-Cepu (KRD), Surabaya Gubeng-Jember-Banyuwangi (Mutiara Timur), Jember-Surabaya-Yogyakarta-Purwokerto (Logawa), Banyuwangi-Yogyakarta (Sri Tanjung), Surabaya Gubeng-Kiaracondong (Pasundan), Surabaya-Lempuyangan-Jakarta (Gaya Baru Malam Selatan), Surabaya-Semarang Poncol-JAKK (Kertajaya) dan kereta rel diesel SAKK-Porong (Kereta api Delta Ekspres). Nama-nama kereta tersebut merupakan kereta kelas ekonomi (Kawula Alit). Selain itu, juga terdapat Kereta api Arjuno ekspres dengan rute Surabaya-Madiun yang merupakan kereta bisnis yang menghubungkan kedua kota ini. Namun secara harga tergolong masih terjangkau. Pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan jalur kereta supercepat yang menghubungkan antara Jakarta-Bandung-Surabaya yang akan mempersingkat waktu antara Jakarta-Surabaya dari 16 jam hingga menjadi 3 jam saja.

Transportasi umum regional

Kereta komuter yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo.

Untuk angkutan skala regional, terdapat kereta komuter yang menghubungkan Surabaya-Sidoarjo-Porong, Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto dan tengah dipersiapkan jalur lintas dalam kota Benowo - Kalimas (Perak) - Waru. Selain komuter, pemerintah pusat juga berencana membangun jalur kereta rel listrik yang dinamai KRL Gerbangkertasusila yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.

Transportasi umum dalam kota

Angguna, transportasi umum khas di Surabaya.

Angkutan dalam kota dilayani oleh taksi, bus kota (AC/Non AC), angkutan kota (lebih dikenal dengan sebutan Bemo), angguna (seperti taksi namun tanpa AC, dan memiliki bentuk khas), dan becak (meski kini semakin dibatasi penggunaannya). Surabaya memiliki sejumlah terminal dalam kota, antara lain Joyoboyo, Bratang, dan Jembatan Merah, serta beberapa jasa sewa mobil yang banyak tersedia di kota ini sebagai pilihan lain dalam berkeliling ke seluruh penjuru kota.

Sungai

Di Surabaya, terdapat angkutan perahu yang melintasi Kali Mas / Sungai Mas yang tersebar di titik-titik pusat kota dan digunakan sebagai pariwisata.

Laut

Pelabuhan Tanjung Perak melayani penumpang dengan jalur kapal ferry Surabaya-Banjarmasin dan Surabaya-Makassar. Tanjung Perak juga memiliki pelabuhan penumpang modern yang dilengkapi dengan 2 buah garbarata untuk kapal. Tanjung Perak menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas ini. Pelabuhan Tanjung Perak juga memiliki dermaga yang dapat melayani kapal pesiar baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Antara Pulau Jawa dengan Pulau Madura, selain melalui Jembatan Suramadu, juga dapat melalui Pelabuhan Ujung yang terletak di sebelah Pelabuhan Tanjung Perak dengan jalur kapal ferry Ujung-Kamal.

Udara

Bandara Internasional Juanda merupakan bandara tersibuk ke dua di Indonesia.

Bandara Internasional Juanda, adalah sebuah bandar udara internasional yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur, 25 km sebelah selatan kota Surabaya. Bandara ini melayani kota Surabaya serta wilayah Gerbangkertosusila dan sekitarnya.

Secara geografis, Bandara Internasional Juanda tidak terletak di dalam area Kota Surabaya, tetapi terletak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Miskonsepsi terjadi pula pada beberapa bandara yang melayani kota-kota besar di Indonesia yang lain, seperti Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, dan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Akan tetapi oleh otoritas penerbangan internasional (IATA dan ICAO), bandara-bandara seperti ini tetap diakui sebagai bandar udara yang melayani arus mobilitas penerbangan kota besar dan wilayah metropolitan yang berada dalam jangkauannya. Bandara Internasional Juanda dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I.

Pembangunan terminal baru Bandara Juanda seluas 51.500 m² dimulai sekitar tahun 2005 menggantikan terminal lama yang hanya seluas 28.088 m² dan telah digunakan sejak 1964. Terminal baru memiliki 11 airbridge atau garbarata. Terminal ini sudah dioperasikan mulai dari tanggal 7 November 2006, walaupun baru diresmikan pada tanggal 15 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Terminal ini terdiri dari tiga lantai. Kini gedung terminal ini disebut dengan Terminal 1 pasca beroperasinya terminal 2 pada 2014.

Bekas terminal lama bandara Juanda yang telah dibongkar digunakan untuk pembangunan terminal 2 Bandara Juanda seluas 49.500 m² yang dimulai sejak 2011 hingga dioperasikan pada tahun 2014. Total Bandara Juanda terdiri atas dua terminal. Terminal 1 digunakan untuk penerbangan dalam negeri, sedangkan terminal 2 digunakan untuk penerbangan luar negeri serta seluruh layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia. Terminal 1 memiliki 11 garbarata, sedangkan terminal 2 memiliki 6 garbarata, sehingga total garbarata di Bandara Juanda berjumlah 17 buah. Terminal 1 dapat menampung sekitar 7 juta penumpang, sedangkan Terminal 2 menampung sekitar 6,5 juta penumpang, sehingga kapasitas Bandara Juanda saat ini dapat menampung sekitar 14 juta penumpang. Dalam waktu dekat juga akan dimulai pembangunan terminal 3 Bandara Juanda dan landasan pacu baru untuk mengurai kepadatan yang sering terjadi di bandara ini.

Kebanyakan penerbangan di Bandara Juanda sudah menggunakan airbridge / garbarata, tetapi tetap ada yang masih menggunakan tangga, terutama bagi pesawat-pesawat domestik dan charter.

Bus DAMRI disediakan oleh pemerintah setempat yang dapat mengantarkan penumpang ke Terminal Purabaya dengan biaya Rp 15.000,-. Pada bulan November 2006, bertepatan dengan pembukaan terminal 1, sistem transportasi tersebut mulai dioperasikan.

Infrastruktur

Jalan Lingkar Dalam Timur Surabaya (MERR).

Hingga tahun 2009, pertumbuhan panjang jalan di Surabaya hanya sekitar 0,01 persen per tahun. Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai sekitar 7 - 8% setiap tahunnya. Kemacetan yang terjadi di Surabaya dipicu oleh pertumbuhan kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Untuk mengurangi kemacetan tersebut, pemerintah kota telah membangun banyak jalan baru, di antaranya pembangunan frontage road di jalan Ahmad Yani dan direncanakan akan tembus hingga kawasan Buduran, Sidoarjo; jalan lingkar dalam timur Surabaya (Middle East Ring Road) antara Kenjeran hingga Rungkut sepanjang 10 km dan direncanakan akan tembus hingga Bandara Juanda; serta pembangunan box culvert yang masif di Surabaya untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengantisipasi banjir, dan sebagainya. Saat ini telah dikaji rencana pembangunan jalan tol dalam kota Lintas Tengah dan Lintas Timur untuk mengurangi kemacetan. Selain itu, pemerintah kota Surabaya juga merencanakan pembangunan jalan lingkar luar timur (Outer East Ring Road), jalan lingkar luar barat (Western Outer Ring Road), serta pembangunan jembatan di atas laut sepanjang 700 meter yang menghubungkan kawasan Pantai Ria Kenjeran dengan jalan lingkar luar timur Surabaya untuk mengurangi kemacetan di kawasan Surabaya Barat, Timur, dan Utara. Masalah banjir juga menjadi ancaman serius bagi warga kota. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, pemerintah kota telah membangun banyak rumah pompa yang tersebar di beberapa titik Surabaya di antaranya Mulyorejo, Jemusari, dsb. Selain rumah pompa, pemerintah kota juga membangun banyak taman yang digunakan sebagai sumber resapan air sekaligus area berinteraksi warga, serta melakukan pembersihan dan perawatan sungai-sungai besar di Surabaya secara intensif.

Media

Televisi

Televisi terestrial

Kota Surabaya juga memiliki beberapa terdiri dari 26-stasiun televisi (12-siaran nasional & 14-siaran lokal) seperti:

Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Ternama(PT) Pemilik Status Negara
21 471.250 MHz UHF MNC News MNC Sky Vision MNC Lokal  Indonesia
22 479.250 MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia Trans Media Nasional
23 487.250 MHz TV Edukasi 1 Surabaya TV Edukasi Pustekkom Kemdikbud Lokal
24 495.250 MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi VIVA Nasional
26 511.250 MHz TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Jawa Timur Pemerintah Jawa Timur Lokal
28 527.250 MHz Indosiar PT Indosiar Visual Mandiri EMTEK (SCM) Nasional
30 543.250 MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia MNC
32 559.250 MHz MNCTV PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
34 575.250 MHz SCTV PT Surya Citra Televisi EMTEK (SCM)
36 591.250 MHz SBO TV JPMC PT Surabaya Media Televisi Grup Jawa Pos Lokal
37 599.250 MHz TV Edukasi 2 Surabaya TV Edukasi Pustekkom Kemdikbud
38 607.250 MHz RTV Surabaya Rajawali Televisi PT Matahari Nusantara Televisi
PT Metropolitan Televisindo
Rajawali Corpora Berjaringan
40 623.250 MHz Kompas TV Surabaya Kompas TV PT Oxcy Media Televisi
PT Gramedia Media Nusantara
Kompas Gramedia
42 639.250 MHz TV9 Surabaya TempoTV & TV Edukasi PT Dakwah Inti Media Nahdlatul Ulama Lokal
44 655.250 MHz Surabaya TV Indonesia Network PT Surabaya Televisi Indonesia Kelompok Media Bali Post
46 671.250 MHz BBS TV PT Bama Berita Sarana Televisi
48 671.250 MHz Arek TV City TV Network & ANTARA TV PT Arek Surabaya Televisi Jatim Mahaka Media
50 703.250 MHz Global TV PT Global Informasi Bermutu MNC Nasional
52 719.250 MHz tvOne PT Lativi Media Karya VIVA
54 735.250 MHz Metro TV PT Media Televisi Indonesia Media Group
56 751.250 MHz Trans7 PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Trans Media
58 767.250 MHz NET. Surabaya NET. PT Net Mediatama Indonesia Indika Group Berjaringan
59 775.250 MHz ANTARA TV Surabaya Lembaga Kantor Berita Nasional Antara Lokal
60 783.250 MHz JTV JPMC PT Jawa Pos Media Televisi Grup Jawa Pos
62 799.250 MHz iNews TV Surabaya iNews TV PT Televisi Elang Medika Internasional
PT Sun Televisi Network
MNC Berjaringan

Televisi berlangganan

Kota Surabaya juga memiliki beberapa televisi berlangganan seperti:

Radio

Kota Surabaya juga memiliki beberapa terdiri dari 63-stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama Stasiun
585-KHz AM Radio Programma 4 RRI
842-KHz Radio Suara Al Iman
846-KHz Radio Miniwati Pesona Indah
864-KHz Radio Menara Tiga
1062-KHz Radio Sangkakala
1116-KHz Radio Carolina Arjuno
1152-KHz Radio Yasmara
1188-KHz Radio Swara Perak Jaya
1278-KHz Radio Antariksa Radang
1350-KHz Radio Gelora Surabaya
1404-KHz Radio Suara Citrajaya Surabaya
1449-KHz Radio Pertanian Wonocolo
1503-KHz Radio Pendidikan Jawa Timur
1224-KHz Radio Angkasa Bahana Citra
87.7 MHz FM Colors Radio
88.1 MHz Radio Kota
88.5 MHz Radio Metro
88.9 MHz Radio Smart
89.3 MHz Radio Prambors Surabaya Radio Prambors
89.7 MHz Radio Hard Rock Surabaya Radio Hard Rock
90.1 MHz Radio Media
90.5 MHz Radio Ampel Denta
90.9 MHz Radio Global
91.3 MHz Radio Suzana Surabaya
91.7 MHz RRI Surabaya Channel 5 RRI
92.5 MHz Radio Kosmonita
92.9 MHz Radio B FM
93.3 MHz Radio El Victor
93.8 MHz Radio Suara Muslim Surabaya
94.4 MHz Radio Suara Digital Surabaya
94.8 MHz Radio Devina Jelita
95.2 MHz Radio Programma 2 RRI
96.0 MHz Radio Mercury
96.4 MHz Radio Bahtera Yudha
96.8 MHz Radio Programma 4 RRI
97.1 MHz Radio Suara Masa Depan Cerah
97.6 MHz Radio Berita Surabaya Radio Elshinta News and Talk
98.0 MHz Radio Sonora Surabaya Radio Sonora
98.8 MHz Radio Musik Surabaya
99.2 MHz Radio Programma 1 RRI
99.6 MHz Radio She
100.0 MHz Radio Suara Surabaya Suara Surabaya Media
100.5 MHz Radio Delta Surabaya Radio Delta
101.1 MHz Radio Istara
101.5 MHz Radio Cakrawala
101.9 MHz Radio Strato
102.7 MHz Radio Suara Mahasiswa Turun Bekerja
103.1 MHz Radio Gen Surabaya Radio Gen
103.5 MHz Radio Wijaya
103.8 MHz Radio Rajawali Megah (Primaradio)
104.3 MHz Radio Bisnis Surabaya
104.7 MHz Radio SINDO Trijaya Surabaya Radio SINDO Trijaya
105.1 MHz Jeje Radio
105.9 MHz Radio Era Bimasakti Selaras (EBS)
106.3 MHz Radio Programma 3 RRI direlay dari Jl.Medan Merdeka Barat 4-5 Jakarta
106.7 MHz Radio Merdeka
107.1 MHz Radio Nafiri FM
107.3 MHz Radio Suara Dering Edukasi
107.5 MHz Radio Suara Akbar Surabaya
107.7 MHz Radio TOC
107.9 MHz Radio Suara An-Nida

Media cetak

Surat kabar

Kota Surabaya juga memiliki beberapa tediri dari 17-surat kabar yang terbit di kota ini antara lain:

Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Jawa Timur Nasional Koran SINDO SINDOMedia
(melalui MNC)
Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Jawa Timur Suara Pembaruan BeritaSatu Media Holdings
Republika Edisi Jawa Timur Republika Mahaka Media
Kompas Edisi Jawa Timur Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Jawa Timur Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
Media Indonesia Edisi Jawa Timur Media Indonesia Media Group
Koran Tempo Edisi Jawa Timur Koran Tempo Tempo Media
The Jakarta Post Surabaya Edition The Jakarta Post Kompas Gramedia Inggris
Jawa Pos Lokal Jawa Pos Grup Jawa Pos Indonesia
Radar Surabaya
Rek Ayo Rek Jawa
Surabaya Post Media Delta Espe Media Delta Espe Indonesia
Memorandum Pos Kota POLRI
Surabaya Pagi Surabaya Sore Surabaya Sore
Surabaya Sore
Harian Pagi Surya Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Surabaya Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika

Majalah

Sejumlah majalah diterbitkan di kota Surabaya antara lain:

Nama Jenis Bahasa
Majalah Mentari Anak-Anak Indonesia
Majalah Venus Wanita Tren/Gaya Hidup Metropolitan
Majalah Jayabaya Majalah Jawa
Majalah Panyebar Semanga
Majalah Liberty Eksis Indonesia
Majalah Darmo Insight Komunikasi
Majalah Super Star Remaja
Majalah Fun Anak-Anak Inggris
Majalah Ayo Indonesia
Majalah Muzakki Islam
Majalah Busted Hukum & Kriminal
Majalah Nurul Wanita
Majalah Hayat Komunikasi/Pembayar Zakat
Majalah Uang Bisnis & Keuangan
Majalah Lintas Berita
Majalah Surabaya Kota
Majalah Mayara Keilmuan Islam
Majalah Penonton Sinetron, FTV & Film

Tabloid

Sejumlah tabloid diterbitkan di kota Surabaya antara lain:

Nama Jenis Bahasa
Tabloid Nyata Gaya Hidup Indonesia
Tabloid Bunda Keluarga
Tabloid Ototrend Otomotif
Tabloid Soccer Sepak bola
Tabloid Ultima Game
Tabloid Agrobis Pertanian
Tabloid Komputek Komputer
Tabloid Gugat Politik
Tabloid Kapuk Misteri
Tabloid Nurani Islam
Tabloid Gloria Protestan
Tabloid Kisah Nyata Wanita
Tabloid Hobiku Tanaman Hias
Tabloid Gardenia
Tabloid Top Phone Bursa Handphone
Tabloid Probiz Properti Bisnis
Tabloid Niaga Bisnis & Keuangan
Tabloid Diana Remaja
Tabloid Mega Hiburan
Tabloid Penonton Sinetron, FTV & Film

Kuliner Khas Surabaya

Masakan

Surabaya memiliki sejumlah masakan khas, di antaranya:

Rawon, masakan khas Surabaya.

Salad

Surabaya memiliki sejumlah salad tradisional khas, di antaranya:

Jajanan

Surabaya memiliki sejumlah jajanan khas, di antaranya:

  • Roti Perut Ayam
  • Getas (ketan putih / hitam yang digoreng lalu diberi taburan gula bubuk)
  • Leker / Kue Pisang Surabaya
  • Kue Lapis Surabaya
  • Bikang
  • Jongkong
  • Onde-onde Surabaya

Minuman

Surabaya memiliki sejumlah minuman khas, di antaranya:

  • Wedang Angsle
  • Wedang Ronde
  • Wedang Tahwa
  • STMJ (Susu Telur Madu Jahe)

Rupa-Rupa

Musik dan hiburan

Surabaya banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Surabaya antara lain Dewa 19, Padi, Tic Band dan Boomerang. Penyanyi kelahiran Surabaya antara lain: Gisella Anastasia, Maia Estianty, Astrid Sartiasari, Ita Purnamasari dan Joshua Suherman. Grup lawak Srimulat juga didirikan di Surabaya yang para pelawaknya telah populer di Jawa Timur selama puluhan tahun sebelum akhirnya pindah ke Jakarta.

Tokoh Surabaya

Pahlawan nasional

Tokoh politik

Tokoh agama

Ilmuwan

Seniman

  • Cak Kartolo Cs, Legenda hidup Seniman Ludruk Surabaya

Selebriti

Atlet

Pengusaha

Jurnalis

Olahraga

Di Surabaya terdapat beberapa klub olahraga, di antaranya:

Cabang olahraga yang berkembang pesat di Surabaya di antaranya adalah sepak bola, bulu tangkis, tennis, voli, renang, dan lain sebagainya. Surabaya memiliki dua stadion besar yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang berkapasitas 55.000 penonton dan merupakan stadion terbesar ketiga di Indonesia, serta Stadion Gelora 10 November atau yang lebih dikenal dengan Stadion Tambaksari atau Gelora Pantjasila yang berkapasitas 35.000 penonton. Even olahraga besar yang pernah diselenggarakan di Surabaya antara lain adalah PON VII dan PON XV. Pada tahun 2021, Surabaya juga menjadi tuan rumah Asian Youth Games IV.

Kota kembar

Kota-kota yang menjadi mitra kerjasama (kota kembar) dari kota Surabaya adalah:

Negara Kota Daerah
 Amerika Serikat Seattle Washington
 Bulgaria Varna Varna
 Indonesia Bandung Jawa Barat
Banjarmasin Kalimantan Selatan
Batam Kepulauan Riau
Denpasar Bali
Gresik Jawa Timur
Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
Padang Sumatera Barat
Sidoarjo Jawa Timur
Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta
 Jepang Kitakyushu Fukuoka
Kochi Kochi
 Korea Selatan Busan Kota Metropolitan
 Malaysia Shah Alam Selangor
 Meksiko Monterrey León Baru
 Perancis Marseille Bouches-du-Rhône
 Republik Rakyat Tiongkok Guangzhou Guangdong
Xiamen Fujian

Referensi

  1. ^ Dispendukcapil Kota Surabaya
  2. ^ M. C. Ricklefs, A History of Modern Indonesia since c. 1200, 2008
  3. ^ [http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1985/01/26/ALB/mbm.19850126.ALB39980.id.html"
  4. ^ [1]
  5. ^ "Inilah Nama 50 Anggota DPRD Surabaya 2014-2019". Agustus 24, 2014. 
  6. ^ Pimpinan DPRD Surabaya resmi dilantik
  7. ^ "Perda No. 5 2006" (PDF). Diakses 2009-01-26. 
  8. ^ Data Agregat Sensus Penduduk Tahun 2010 Provinsi Jawa Timur. Diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik.
  9. ^ Luas wilayah Kota Surabaya menurut Situs Web Resmi Pemerintah Kota Surabaya.
  10. ^ Ratusan Warga Kalimantan Gelar Silaturahmi di Surabaya
  11. ^ Perantau Minang JawaTimur Ramaikan 'Rumah Gadang'
  12. ^ [2]"website UNAIR"
  13. ^ [3]"website UNESA"
  14. ^ [4]"website ITS"
  15. ^ [5]"website UIN Sunan Ampel"
  16. ^ [6] IAIN Sunan Ampel Surabaya Resmi Jadi UIN
  17. ^ [7]"website PENS"
  18. ^ [8]"website PPNS"
  19. ^ [9]"website Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya"
  20. ^ [10]"website BP2IP Surabaya"
  21. ^ [11]"website ATKP Sby"
  22. ^ [12]"website STIKOM Surabaya"
  23. ^ [13]"website STIE Perbanas Surabaya"
  24. ^ [14] website STIKVINC/STIKES-RKZ"
  25. ^ Surabaya Mass Rapid Transportation Development, smart.surabaya.go.id, diakses 10 Mei 2015

Pustaka tambahan

  • JGA Parrot; "Who Killed Brigadier Mallaby"; 1976; Indonesia Magazine, July 1976 hal. 91; Cornell University.

Pranala luar

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.989.550 Kota Surabaya
Kota Surabaya
7 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
2 Surabaya Jawa Timur 2.885.385 8 Depok Jawa Barat 1.738.570
3 Bandung Jawa Barat 2.536.649 9 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
4 Bekasi Jawa Barat 2.098.805 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860