Mojo Asem, Sidayu, Gresik
Mojoasem | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Gresik | ||||
| Kecamatan | Sidayu | ||||
| Kode pos | 61153[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 35.25.09.2017 | ||||
| Luas | 1,65 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 621 jiwa[2] | ||||
| Kepadatan | 376 jiwa/km² | ||||
| |||||
Mojoasem adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.[3][4] Desa ini merupakan salah satu wilayah administratif terkecil dengan jumlah penduduk hanya 68 KK, walaupun memiliki luas wilayah yang cukup besar. Desa Mojoasem hanya terdiri atas 1 RW dan 3 RT. Di mana RT 01 mencakup dusun Morokaki dan RT 02 dan 03 mencakup dusun Mojoasem.
Berdasarkan Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dari Kemendagri, Desa Mojoasem mempunyai kode 35.25.09.2017.[4]
Demografi
[sunting | sunting sumber]Adapun menurut data BPS Kab. Gresik yang dipublikasikan dalam Kecamatan Sidayu dalam Angka 2025[2], Desa Mojoasem memiliki jumlah penduduk laki-laki : 321 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan : 300 jiwa.
Sejarah Nama
[sunting | sunting sumber]Nama Mojoasem sendiri bisa diartikan sebagai buah Mojo yang rasanya asem, seperti pada penamaan Kerajaan Majapahit. Namun, sebenarnya nama itu berasal dari adanya pemujaan terhadap pohon asem alias mujo asem pada zaman dahulu. Sehingga oleh seorang ulama setempat istilah mujo diganti dengan mojo sehingga tidak menimbulkan istilah yang berbau syirik dalam nama desa ini.
Perekonomian
[sunting | sunting sumber]Mayoritas masyarakat Mojoasem bekerja pada sektor perikanan, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap. Komoditas yang biasa diproduksi adalah ikan Bandeng, Udang vanami, dan ikan mujahir. Sementara di bidang perikanan tangkap, komoditas yang umum diperoleh adalah kerang dan simping. Hal ini didukung oleh letak geografis desa Mojoasem yang dekat dengan laut. Selain itu, penduduk desa yang bekerja di sektor formal hampir semuanya berprofesi sebagai guru.
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Di desa Mojoasem, tidak terdapat lembaga pendidikan formal. Sehingga anak Mojoasem harus ke luar desa untuk mengenyam pendidikan. Pada umumnya, warga menyekolahkan anaknya di yayasan pendidikan Kanjeng Sepuh di Mriyunan (untuk SD dan Madrasah Tsanawiyah) dan di Bunderan (untuk SMA dan Madrasah Aliyah). Walaupun ada warga yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri, tetapi jumlahnya sangat kecil.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau tahun 2021
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
- (Indonesia) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Cari Kode Pos". Pos Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-18.
- 1 2 "Kecamatan Sidayu dalam Angka 2024". BPS Kab. Gresik. Diakses tanggal 2025-12-07.
- ↑ "Sirusa BPS" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-10-10. Diakses tanggal 2010-12-28.
- 1 2 "Indonesia Maju: Kode Desa". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-06. Diakses tanggal 2010-12-28.
