Kabupaten Ngawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Ngawi
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦔꦮꦶ
 • Pegonڠاوي
 • Alfabet JawaNgâwì
 • Hanzi加維
 • PinyinJiā wéi
Searah jarum jam dari atas: Tugu Monumen Soerjo, Waduk Pondok, Benteng Van den Bosch (Pendem) di Kota Ngawi, Gapura Kepatihan Ngawi, Pintu utama Alun-alun Ngawi sisi Selatan, Patung Gajah di Museum Trinil, Kebun Teh di Jamus.
Lambang resmi Kabupaten Ngawi
Motto: 
Negeri Ngawi Ramah
Peta
Kabupaten Ngawi di Jawa
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Ngawi
Peta
Kabupaten Ngawi di Indonesia
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Ngawi (Indonesia)
Koordinat: 7°24′S 111°26′E / 7.4°S 111.43°E / -7.4; 111.43
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Dasar hukumPP No. 28 Tahun 1982
Hari jadi7 Juli 1358
Ibu kotaKota Ngawi
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 19
  • Kelurahan: 4
  • Desa: 213
    Dusun: 971
Pemerintahan
 • BupatiOny Anwar Harsono
 • Wakil BupatiDwi Rianto Jatmiko
 • Sekretaris DaerahMokh Sodiq Triwidiyanto
 • Ketua DPRDHeru Kusnindar
Luas
 • Total1.395,80 km2 (538,92 sq mi)
Populasi
 • Total897.478
 • Kepadatan643/km2 (1,670/sq mi)
Demonim- Orang Jawa
- Wong Ngawi
Demografi
 • AgamaIslam 98,95%
Kristen 1,02%
- Protestan 0,64%
- Katolik 0,38%
Hindu 0,01%
Buddha 0,01%
Lainya 0,01[1]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Jawa (dominan)
- Dialek Mataraman
 • IPMKenaikan 71,04 (2021)
tinggi [2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon+62 351
Pelat kendaraanAE – J**/K*/L*/M*
Kode Kemendagri35.21 Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010NGW
APBDRp1.664.590.000.000,– (2022)[3]
PADRp1.869.410.000.000,– (2022)[4]
DAURp966.397.000.000,– (2022)[5]
Semboyan daerahNgawi RAMAH
(Ramah, Aman, Maju, Adil, dan Harmonis)
Flora resmiCerme
Fauna resmiDecu belang
Situs webngawikab.go.id

Ngawi (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦔꦮꦶ, Pegon: ڠاوي, Hanzi: 加維) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Ngawi Kota. Kabupaten ini terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora (keduanya termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah) dan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun di selatan, serta Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) di bagian barat.

Etimologi

Kata "Awi" bermula dari nama pohon bambu atau "wit Awi"

Kata Ngawi berasal dari kata awi, bahasa Jawa Kuno yang berarti bambu dan mendapat imbuhan kata ng sehingga menjadi Ngawi. Dulu Ngawi banyak terdapat pohon bambu. Seperti halnya dengan nama-nama di daerah-daerah lain yang banyak sekali nama-nama tempat (desa) yang di kaitkan dengan nama tumbuh-tumbuhan. Seperti Ngawi menunjukkan suatu tempat yang di sekitar pinggir Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang banyak ditumbuhi bambu.[6] Nama ngawi berasal dari “awi” atau “bambu” yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “ng” menjadi “ngawi”. Apabila diperhatikan, di Indonesia khususnya jawa, banyak sekali nama-nama tempat (desa) yang dikaitkan dengan flora, seperti: Ciawi, Waringin Pitu, Pelem, Pakis, Manggis dan lain-lain.

Sejarah

Hari Jadi

Penelusuran Hari jadi Ngawi dimulai dari tahun 1975, dengan dikeluarkannya SK Bupati KDH Tk. II Ngawi Nomor Sek. 13/7/Drh, tanggal 27 Oktober 1975 dan nomor Sek 13/3/Drh, tanggal 21 April 1976. Ketua Panitia Penelitian atau penelusuran yang di ketuai oleh DPRD Kabupaten Dati II Ngawi. Dalam penelitian banyak ditemui kesulitan-kesulitan terutama narasumber atau para tokoh-tokoh masayarakat, namun mereka tetap melakukan penelitian lewat sejarah, peninggalalan purbakala dan dokumen-dokumen kuno.

Di dalam kegiatan penelusuran tersebut dengan melalui proses sesuai dengan hasil sebagai berikut:

  • Pada tanggal 31 Agustus 1830, pernah ditetapkan sebagai Hari Jadi Ngawi dengan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Dati II Ngawi tanggal 31 Maret 1978, Nomor Sek. 13/25/DPRD, yaitu berkaitan dengan ditetapkan Ngawi sebagai Order Regentschap oleh Pemerintah Hindia Belanda.
  • Pada tanggal 30 September 1983, dengan Keputusan DPRD Kabupaten Dati II Ngawi nomor 188.170/2/1983, ketetapan diatas diralat dengan alasan bahwa tanggal 31 Agustus 1830 sebagai Hari Jadi Ngawi dianggap kurang Nasionalis, pada tanggal dan bulan tersebut justru dianggap memperingati kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda.
  • Menyadari hal tersebut Pada tanggal 13 Desember 1983 dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi nomor 143 tahun 1983, dibentuk Panitia/Tim Penelusuran dan penulisan Sejarah Ngawi yang diktuai oleh Drs. Bapak Moestofa.
  • Pada tanggal 14 Oktober di sarangan telah melaksanakan simposium membahas Hari Jadi Ngawi oleh Bapak MM.Soekarto

K, Atmodjo dan Bapak MM. Soehardjo Hatmosoeprobo dengan hasil symposium tersebut menetapkan:

  • Menerima hasil penelusuran Bapak Soehardjo Hatmosoeprobo tentang Piagam Sultan Hamengku Buwono tanggal 2 Jumadilawal 1756 Aj, selanjutkan menetapkan bahwa pada tanggal 10 November 1828 M, Ngawi ditetapkan sebagai daerah Narawita (pelungguh) Bupati Wedono Monco Negoro Wetan. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari perjalanan Sejarah Ngawi pada zaman kekuasaan Sultan Hamengku Buwono.
  • Menerima hasil penelitian Bapak MM. Soekarto K. Atmodjo tentang Prasasti Canggu tahun 1280 Saka pada masa pemerintahan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk. Selanjutmya menetapkan bahwa pada tanggal 7 Juli 1358 M, Ngawi ditetapkan sebagai Naditirapradesa (daerah penambangan) dan daerah swatantra. Peristiwa tersebut merupakan Hari Jadi Ngawi sepanjang belum diketahui data baru yang lebih tua.

Melalui Surat Keputusan nomor: 188.70/34/1986 tanggal 31 Desember 1986 DPRD Kabupaten Dati II Ngawi telah menyetujui tentang penetapan Hari Jadi Ngawi yaitu pada tanggal 7 Juli 1358 M. Dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi No. 04 Tahun 1987 pada tanggal 14 Januari 1987. Namun Demikian tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut serta menerima masukan yang berkaitan dengan sejarah Ngawi sebagai penyempurnaan di kemudian hari.[6]

Geografi

Kabupaten Ngawi terletak di wilayah barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.395,80 km2, di mana sekitar 40 persen atau sekitar 558,4 km2 berupa lahan sawah. Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 19 kecamatan dan 217 desa, di mana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan juga terdapat pula 971 Dusun atau Kampung. Pada tahun 2004 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) wilayah Kabupaten Ngawi terbagi ke dalam 19 kecamatan, 2 diantaranya adalah kecamatan baru yang merupakan hasil pemekaran dari suatu kecamatan, yakni kecamatan Kasreman adalah pemekaran dari kecamatan Padas, sedangkan kecamatan Gerih adalah pemekaran dari kecamatan Geneng.

Secara geografis Kabupaten Ngawi terletak pada posisi 7°21’–7°62’ Lintang Selatan dan 111°11’–111°67’ Bujur Timur. Topografi wilayah ini adalah berupa dataran tinggi dan tanah datar. Tercatat 4 kecamatan terletak pada dataran tinggi yaitu Sine, Ngrambe, Jogorogo dan Kendal yang terletak di kaki dan sebagian di lereng Gunung Lawu. Bagian utara merupakan perbukitan, bagian dari Pegunungan Kendeng. Bagian barat daya adalah kawasan pegunungan, bagian dari sistem Gunung Lawu.[7][8][9]

Batas wilayah

Kabupaten Ngawi berbatasan langsung dengan beberapa wilayah, yaitu:

Utara Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora (dua kabupaten terakhir termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah)
Timur Kabupaten Madiun
Selatan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun
Barat Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar (keduanya termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah)

Topografi

Geologi

Iklim

Iklim di Kabupaten Ngawi adalah iklim tropis. Suhu udara di wilayah Kabupaten Ngawi bervariasi sebagai akibat dari tingkat elevasi tanah, tetapi secara umum suhu udara di wilayah Kabupaten Ngawi berkisar antara 20°–34 °C dengan tingkat kelembapan nisbi berkisar antara 68–85%. . Wilayah Kabupaten Ngawi beriklim muson tropis (Am) berdasarkan klasifikasi iklim Koppen. Terdapat dua musim di wilayah ini yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson, yaitu musim kemarau yang dipengaruhi angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin dan musim penghujan yang dipengaruhi oleh angin muson barat daya–barat laut yang bersifat basah dan lembap. Musim kemarau di wilayah Ngawi berlangsung pada periode MeiOktober dengan bulan terkering adalah Agustus. Sedangkan musim penghujan di wilayah ini berlangsung pada periode NovemberApril dengan bulan terbasah adalah Januari dengan jumlah curah hujan bulanan lebih dari 280 mm per bulan. Curah hujan di wilayah Kabupaten Ngawi berkisar antara 1.500–2.000 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 90–140 hari hujan per tahun.


Data iklim Ngawi, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.7
(87.3)
31.7
(89.1)
32.1
(89.8)
31.8
(89.2)
31.8
(89.2)
31
(88)
32
(90)
32.8
(91)
33.8
(92.8)
34.1
(93.4)
33.2
(91.8)
31.8
(89.2)
32.23
(90.07)
Rata-rata harian °C (°F) 26.6
(79.9)
26.7
(80.1)
26.9
(80.4)
27.2
(81)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.3
(79.3)
26.6
(79.9)
27.8
(82)
28.1
(82.6)
27.9
(82.2)
27.2
(81)
27.08
(80.79)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.6
(72.7)
22.8
(73)
23
(73)
22.7
(72.9)
22.3
(72.1)
21.4
(70.5)
20.5
(68.9)
21.4
(70.5)
22.1
(71.8)
23.8
(74.8)
23.7
(74.7)
22.7
(72.9)
22.42
(72.32)
Presipitasi mm (inci) 304.5
(11.988)
270.3
(10.642)
252.6
(9.945)
192.5
(7.579)
112.9
(4.445)
53.1
(2.091)
33.8
(1.331)
26.9
(1.059)
43.6
(1.717)
108.7
(4.28)
189.2
(7.449)
265.9
(10.469)
1.854
(72,995)
Rata-rata hari hujan 20 17 15 13 7 5 3 2 4 6 12 15 119
% kelembapan 85 83 82 80 79 73 71 68 70 72 76 81 76.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 154 173 209 248 264 267 294 304 292 251 209 169 2.834
Sumber #1: Climate-Data.org [10]
Sumber #2: Weatherbase [11]

Pemerintahan

Daftar Bupati

No Nama Mulai Menjabat Akhir Menjabat Keterangan Wakil Bupati Ref.
1 Raden Ngabei Somodigdo 1830 1832 Onder Regent
2 Raden Ngabei Malang Nugroho 1832 1834
3 Raden Adipati Kertonegoro 1834 1837
4 Raden Tumenggung Mangun Dirjo

(Raden Adipati Yudodiningrat)

1837 1869
5 Raden Mas Tumenggung Ariyo Sumaningrat 30 Januari 1869 1877 Regerings-almanak voor nederlandsch-indie 1969
6 Raden Mas Tumenggung Broto Diningrat 1877 1885
7 Raden Mas Tumenggung Sosro Adiningrat 1885 1887
8 Raden Tumenggung Purwodiprojo 1887 1902
9 Raden Mas Tumenggung Utojo 1902 1905
10 Pangeran Arijo Sosro Busono 1905 1943
11 Raden Tumenggung Arijo Surjo Adicokro 1943 1944
12 Raden Mas Sidarto 1944 1947
13 M. Moedajat 1947 1950
14 R. Achmad Sapardi 1950 1958
15 Soeherman 1958 1965
  • R. Ismaoen (sebagai bupati pembantu residen Madiun di Ngawi) 1958 - 1960
  • R. Hassan Wirjokoesoemo (Bupati dpb.Kdh Ngawi) 1960 - 1961
16 Bambang Soebijantoro Karto Koesoemo 1965 1967
17 Soewojo 1967 1973
18 Panoedjoe 1973 1983
19 Soelardjo 1983 1988
20 Soerdarno Harjo Prawiro 1988 1993
21 Soedibyo 1993 1994
22 Soebagyo 1994 1999
23 Harsono 1999 2010 Budi Sulistyono
24 Budi Sulistyono 2010 2015 Ony Anwar Harsono
- Sudjono 2015 2016 Pejabat Bupati
24 Budi Sulistyono 2016 2021 Ony Anwar Harsono
25 Ony Anwar Harsono 2021 2024 Dwi Rianto Jatmiko


Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Ngawi dalam dua periode terakhir.[12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 4 Steady 4
  Gerindra 5 Penurunan 4
  PDI-P 15 Kenaikan 20
  Golkar 7 Penurunan 5
  NasDem 2 Steady 2
  PKS 4 Steady 4
  PPP 2 Penurunan 1
  PAN 2 Kenaikan 3
  Hanura 2 Penurunan 1
  Demokrat 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 10 Steady 10

Kecamatan

Kabupaten Ngawi terdiri dari 19 kecamatan, 4 kelurahan, dan 213 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2022[13], jumlah penduduknya mencapai 897.478 jiwa dengan luas wilayah 1.395,80 km² dan kepadatan penduduknya 643 jiwa/km².[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ngawi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
35.21.15 Bringin 10 Desa
35.21.05 Geneng 13 Desa
35.21.18 Gerih 5 Desa
35.21.03 Jogorogo 12 Desa
35.21.17 Karanganyar 7 Desa
35.21.07 Karangjati 17 Desa
35.21.19 Kasreman 8 Desa
35.21.11 Kedunggalar 12 Desa
35.21.04 Kendal 10 Desa
35.21.06 Kwadungan 14 Desa
35.21.13 Mantingan 7 Desa
35.21.09 Ngawi 4 12 Desa
Kelurahan
35.21.02 Ngrambe 14 Desa
35.21.08 Padas 12 Desa
35.21.14 Pangkur 9 Desa
35.21.10 Paron 14 Desa
35.21.16 Pitu 10 Desa
35.21.01 Sine 15 Desa
35.21.12 Widodaren 12 Desa
TOTAL 4 213


Transportasi

Kabupaten Ngawi dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, jalur utama Cepu, Bojonegoro-Madiun dan menjadi gerbang utama Jawa Timur jalur tengah dan selatan. Kabuapten Ngawi juga sebagai tempat transit untuk kendaraan yang mengarah ke Bojonegoro (via Padangan) di utara atau ke Madiun/Magetan (via Geneng/Maospati) di selatan.

Angkutan Kereta Api

Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api Surabaya-Yogyakarta-Bandung/Jakarta, namun tidak melewati ibu kota kabupaten. Stasiun kereta api terdapat di Geneng, Ngawi, Kedunggalar, dan Walikukun. Untuk Stasiun Ngawi sendiri tidak terletak di ibukota kabupaten, tetapi letak bangunan fisiknya ada di kecamatan Paron.

Berikut adalah Kereta yang dilayani yang melewati stasiun ini:

Angkutan Jalan Raya

Jalan Raya Ngawi-Solo, Desa Sidowayah Kecamatan Kedunggalar


Kabupaten Ngawi dilalui Jalan Raya Nasional 17 yang menghubungkan Yogyakarta dan Surakarta di barat dengan Caruban dan Surabaya di timur, serta Jalan Raya Nasional 30 yang menghubungkan Bojonegoro di utara dengan Madiun dan Magetan (Maospati) di selatan. Persimpangan jalan raya itu terletak tepat di Kota Ngawi, sehingga Kota Ngawi dalam perkembangannya dari waktu ke waktu selalu ramai dilintasi berbagai kendaraan. Tidak hanya itu, ada pula jalan antar kabupaten yang saling bersambungan. Dimulai dari Kota Ngawi ke selatan arah Paron lurus terus ke arah Jogorogo, kemudian membentuk persimpangan tiga. Ke timur menuju Kendal dan bersambung ke Magetan hingga Madiun, sedangkan ke barat menuju ke Sine hingga sampai ke Sragen (Jawa Tengah). Dari Kota Ngawi ke utara nanti ke arah Bojonegoro dan Blora (Jawa Tengah). Selain jalan antar kabupaten, Kabupaten Ngawi juga ada jalan alternatif yang dapat dilalui kendaraan apabila Jalan Raya Nasional mengalami gangguan, semisal banjir akibat luapan sungai, kemacetan panjang hingga insiden kecelakaan dan lain sebagainya. Sehingga jalan alternatif ini diperlukan untuk mendukung transportasi serta sebagai "jalur terobosan" untuk para pengguna jalan yang ingin cepat sampai tujuan. Jalan alternatif ini saling terkoneksi semua kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi.

Jalan Tol

Gerbang Tol Ngawi

Kabupaten Ngawi juga termasuk daerah yang dilintasi Tol Trans Jawa, jalan Tol yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya. Dan masuk lintas segmen Tol Solo–Kertosono. Rincian pembagiannya yaitu di sisi barat ada Tol Solo–Ngawi, sedangkan di sisi timur ada Tol Ngawi–Kertosono, yang sejajar dengan jalur kereta api lintas selatan Jawa. Gerbang Tol Ngawi menjadi titik keluar masuk kendaraan yang akan menuju ke/dari Kota Ngawi.

Tokoh Dari Ngawi

Berikut sederet nama tokoh yang berasal dari Kabupaten Ngawi

No. Nama Tokoh Dikenal Sebagai
1. Umar Kayam Budayawan
2. Didik Nurhadi Seniman Lukis
3. Dhalang Poer Seniman Lokal
Pengarang Syair
4. Sri Edi Swasono Ekonom
5. Kusprihyanto Sastrawan Nasional, pendiri Teater Magnit Ngawi
6. Sri Bintang Pamungkas Politikus
7. Hermawan Sulistyo Pengamat politik
8. Ratih Sanggarwati Peragawati
9. Dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat[16] Pahlawan nasional
10. Koeshartoyo Pahlawan lokal
11. H. Kirun Pelawak
12. Topan Pelawak
13. Sugeng Winarso (Leysus) Pelawak
14. Prijanto Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012
15. Everardus Snethlage Pemain sepak bola Belanda
16. Cees ten Cate Pemain sepak bola amatir Belanda
17. Justus Pieter de Veer seniman Belanda
18. Sudigdo Adi Guru besar pada Unpad
Anggota DPR RI
19. Harjoko Sangganagara Kolumnis
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
20. Suharmono Tjitrosoewarno Wartawan senior Pikiran Rakyat Bandung
21. Anwar Hudijono Wartawan Kompas TV
22. Widyo Nugroho Sulasdi Guru besar Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian Insitut Teknologi Bandung
23. Herlinatiens Novelis
24. Otto Heinrich Julius Muller von Czernicki Perwira militer Belanda
25. Brianata Rosadhi Atlet Jujutsu Internasional
26. Mohammad Sahrul Kurniawan Mantan Timnas U-19 Indonesia
27. Denny Caknan Penyanyi Pop Campursari Koplo Nasional

Budaya

Kuliner

Tahu Tepo, Makanan khas Ngawi

Kabupaten Ngawi juga memiliki sejumlah kuliner khas yang tak kalah enak dengan daerah lainnya.

Berikut beberapa nama kuliner khas Ngawi yang telah dikenal di berbagai semua kalangan, diantaranya adalah:

  1. Lethok
  2. Nasi Pecel Ngawi
  3. Tahu Tepo
  4. Ledre
  5. Kripik Tempe
  6. Wedang Cemue
  7. Cokelat Tempe
  8. Dodol Jambu

Kesenian

Kesenian Daerah Asli Kabupaten Ngawi adalah Tari Orek Orek, Tari Kecetan, Wayang Krucil

Referensi

  1. ^ a b c "Kabupaten Ngawi dalam angka 2022". www.ngawikab.bps.go.id. Diakses tanggal 22 Maret 2022. 
  2. ^ "Metode baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Juni 2022. 
  3. ^ "APBD Ngawi Tahun 2022". 2022-11-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-11-21. Diakses tanggal 2022-11-21. 
  4. ^ "PAD Ngawi Tahun 2022". 2022-11-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-11-21. Diakses tanggal 2022-11-21. 
  5. ^ "DAU Ngawi Tahun 2022". 2022-11-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-11-21. Diakses tanggal 2022-11-21. 
  6. ^ a b http://www.ngawikab.go.id/home/sekilas-ngawi/sejarah/
  7. ^ "Letak Geografis". 
  8. ^ "Ngawi Profile" (PDF). 
  9. ^ "Profil Kabupaten Ngawi" (PDF). 
  10. ^ "Ngawi, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 Oktober 2020. 
  11. ^ "Ngawi, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 4 Oktober 2020. 
  12. ^ "Ini Perolehan Kursi Partai dan Nama Anggota DPRD Ngawi Terpilih Periode 2019-2024". tribunnews.com. 2019-07-22. Diakses tanggal 2020-05-14. 
  13. ^ "ArcGIS Web Application". gis.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2022-10-27. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  16. ^ "Radjiman Wedyodiningrat". KampoengNgawi (dalam bahasa Inggris). 2014-06-25. Diakses tanggal 2022-11-03. 

Pranala luar