Kedunggalar, Ngawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kedunggalar
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNgawi
Pemerintahan
 • Camat-
Populasi
 • Total73,801[1] jiwa
Kode Kemendagri35.21.11 Edit the value on Wikidata
Luas129,65 km²[1]
Desa/kelurahan12

Kedunggalar[2] adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini terletak 18 km sebelah barat ibu kota Kabupaten Ngawi. Kecamatan Kedunggalar berada tepat disebelah utara gunung Lawu.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kedunggalar terletak di wilayah Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan luas wilayah 129,65 km2. Kecamatan Kedunggalar berada pada ketinggian 150-200 meter dpl. Kecamatan Kedunggalar berbatasan dengan kecamatan Widodaren di sebelah barat, kecamatan Pitu di sebelah utara, kecamatan Paron di sebelah timur, kecamatan Jogorogo dan kecamatan Ngrambe di sebelah selatan.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kedunggalar dilintasi oleh jalan raya provinsi yang menghubungan Surabaya - Yogyakarta - Jakarta dan terdapat sub-terminal Sidowayah di desa Jenggrik yang terletak 5 km dari ibu kota kecamatan Kedunggalar. Terminal Sidowayah merupakan perhentian bus AKAP (antar kota antar provinsi), Angkutdes (Angkutan Pedesaan), dan Angkota (Angkutan Perkotaan). Di kecamatan Kedunggalar juga terdapat stasiun kereta Api Kedunggalar yang berada di desa Kedunggalar.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Kecamatan Kedunggalar mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Pusat perekonomian kecamatan Kedunggalar terpusat di desa Kedunggalar dimana terdapat pasar tradisional Kedunggalar dan pasar ternak (kambing) Kedunggalar. Di kecamatan kedunggalar juga terkenal dengan usaha kerajinan bonggol jati (akar pohon jati) yang dibuat dalam berbagai bentuk produk meubel, patung dan kerajinan-kerajinan lainnya.

Wisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kedunggalar dikenal dengan beberapa lokasi wisata sejarah diantaranya ada museum Trinil, Arca Banteng, dan Monumen Soerjo. Museum Trinil terletak di desa Kawu 10 km dari ibu kota kecamat, pada museum Trinil terdapat fosil manusia Jawa atau Pithecantropus Erectus, gading gajah purba, dan berapa peninggalan purbakala. Arca Banteng merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang ditemukan pada area persawahan warga desa Wonorejo. Kemudian terdapat pula monumen Soerjo, monumen Soerjo dibangun sebagai penghormatan kepada gubernur pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo bersama dua polisi perwira yang dibunuh oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) di hutan jati. Pada Monumen Soerjo, patung RM Soerjo menunjuk kearah makamnya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Kedunggalar yang memiliki 12 desa sedikitnya memiliki 80 sekolah mulai dari tingkat SD/MI hingga tingkat SMA/MA dan SMK. Data tersebut diperoleh dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut Tabel selengkapnya.

Tingkat Pendidikan Negeri Swasta Jumlah
SD/MI 51 15 66
SMP/MTS 4 4 8
SMA/MA 1 2 3
SMK 0 3 3

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Tingkat Kepadatan Penduduk Akhir Tahun 2011, hal. 7 -" (PDF). www.ngawikab.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-01-26. Diakses tanggal 27 Agustus 2014. 
  2. ^ Kecamatan Kedunggalar - www.ngawikab.go.id

Pranala luar[sunting | sunting sumber]