Bahasa Jawa Kuno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Untuk jenis bahasa Jawa kuno yang digunakan dalam kakawin, lihat bahasa Kawi

Bahasa Jawa Kuno
Bhāṣa Jawa
Wilayah Jawa, Madura, dan Bali
Punah Berkembang menjadi Bahasa Jawa Pertengahan menjelang abad ke-13, lalu menjadi bahasa Jawa modern sekitar abad ke-15 hingga sekarang.
Pallawa,
Aksara Jawa
Kode bahasa
ISO 639-2
ISO 639-3

Bahasa Jawa Kuno ialah rumpun bahasa Jawa fasa tertua yang dituturkan di seluruh Pulau Jawa, termasuk di pulau madura dan Pulau Bali. Bahasa ini merupakan salah satu cabang rumpun bahasa Melayu-Polinesia Inti dan hampir serupa dengan bahasa Melayu Kuno.

Salah satu bukti tulisan bahasa Jawa Kuno adalah "Prasasti Tarumanegara" tahun 450 Masehi di Jawa, contoh tertua yang ditulis pada keseluruhannya dalam bahasa Jawa ialah "prasasti Sukabumi" tahun 804 Masehi. Prasasti ini ditemui di kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang sebenarnya merupakan salinan dari versi asal yang sekitar 120 tahun lebih dulu ada, namun hanya salinan ini yang masih berwujud. Isi tulisan itu menceritakan pembinaan sebuah empangan di sekitar terusan pengairan sungai Śrī Hariñjing (Srinjing kini). Prasasti ini merupakan jenis yang terakhir yang ditulis dalam tulisan Pallava, dengan semua contoh yang ditemukan kemudian ditulis dalam tulisan Jawa (Hanacaraka).

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Jawa Lama tidak bersifat statis, meskipun digunakan sekitar 500 tahun, yaitu sejak prasasti Sukabumi (kk. 804 Masehi) hingga zaman Kerajaan Majapahit pada 1292. Bahasa Jawa yang dituturkan dan ditulis pada zaman Majapahit dianggap lebih ke arah bahasa Jawa Moden kerana telah mengalami setengah perubahan.

Cikal-bakal dari Austronesia[sunting | sunting sumber]

Sebagai bahasa Austronesia murni, pengaruh yang paling penting dalam Bahasa Jawa Kuno ialah perbendaharaan kata (vocabulary), struktur kalimat, dan tata bahasa, sebagaimana dengan bahasa-bahasa lainnya di Asia Tenggara. Dan seperti bahasa Austronesia pada umumnya, lebih dari separuh kosakatanya selalu diakhiri dengan vokal terbuka (misal: ...-a, ...-i, dsb.) dan bukan konsonan penutup (misal: ....-h, ...-n, dsb.)

Pengaruh Bahasa Sansekerta[sunting | sunting sumber]

Pengaruh linguistik India pada bahasa Jawa Lama paling besar adalah pengaruh Sansekerta, dan hampir tidak ada pengaruh unsur linguistik India lain selain Sansekerta, berbeda dengan bahasa kuno lainnya, misal seperti bahasa Melayu Kuno yang dapat banyak pengaruh linguistik India selain dari Sansekerta.

Bahasa Sansekerta memiliki pengaruh yang besar dan awet terutama pada perbendaharaan kata bahasa Jawa sampai sekarang. Kamus bahasa Jawa Kuno - bahasa Inggris yang disusun oleh profesor P.J. Zoetmulder pada tahun 1982 mengandung sekitar 25,500 kata, dengan sekitar 12,500 (49%) kata diantaranya merupakan kata pinjaman dari kosakata Sansekerta. Jelasnya, jumlah yang besar itu bukan indikasi penggunaannya, tetapi masih menunjukkan bahawa orang Jawa Kuno paham kosakata Sanseerta yang juga banyak digunakan dalam karya kesusasteraan mereka. Dalam ortografi Jawa Lama, sekitar 25% kata-katanya berasal dari bahasa Sansekerta.

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Walaupun bahasa Sansekerta sangat mempengaruhi bahasa Jawa Lama, bahasa Jawa Lama tetap merupakan bahasa Austronesia. Namun di samping itu, bahasa Sansekerta juga mempengaruhi tidak hanya perbendaharaan kata saja, tetapi juga fonologinya. Misalnya, bahasa Jawa Lama (dan termasuk turunannya) mengandung fonologi retrofleks yang mungkin berasal dari bahasa Sansekerta. Akan tetapi, hal ini diperdebatkan oleh banyak ahli linguistik yang menganggap bahwa retrofleks-nya bahasa jawa ini merupakan perkembangan sendiri dalam keluarga bahasa Austronesia.

Perbendaharaan kata[sunting | sunting sumber]

Salah satu persoalan dalam perbendaharaan kata ini adalah bentuk kata Sansekerta yang dipinjam oleh bahasa Jawa Lama. Kata pinjaman Sansekerta dalam bahasa Jawa Lama hampir semuanya merupakan kata benda dan kata sifat dalam bentuk yang akhir katanya tidak berubah (Sanskrit lingga). Untuk mengetahui200 perkataan Jawa Lama dan juga kata pinjaman Sansekerta tersebut tersedia di Pusat Perbendaharaan Kata.

Contoh kosakata bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa Sansekerta:

  • Agni= "Api", diserap ke dalam bahasa Jawa berubah bunyi menjadi "geni".
  • Aji= "mantra"
  • Asta = "delapan" (Jawa asli = "wolu")
  • Basa = "bahasa"
  • Bayu = "angin"
  • Candra = "bulan"
  • Dwi = "dua" (Jawa kuno asli = "ruwa", Jawa modern = "loro"/"kalih")
  • Eka = "satu" (Jawa kuno asli = "sa", Jawa modern = "siji"/"setunggal")
  • Guru = "guru"/"pengajar"

Contoh kalimat bahasa Jawa Kuno (catatan: huruf "â" dan "ě" dibaca e pepet /ə/, huruf "ê" dibaca /e/, huruf "ṣ" tetap dibaca /s/, dan huruf ā tetap dibaca /a/. Jika ada kesalahan baik kalimat atau arti, silakan dibetulkan.):

"Kunang kacaritanikanang amawa phalaning jambu, sânak ikang nāga Takṣaka tumutur sakêng pātāla, ikang Takṣaka munggwing sunguting jambu. Ikang brāhmana mamawa jambu, ri huwusing jambu kawwat, mangunyakěn wedaśānti mangastungkārājaya-jaya mantra."

Arti: "Tersebutlah seorang pembawa buah jambu, saudara naga Taksaka, si taksaka berdiri memetik jambu. Sang Brahmana membawa jambu, setelah jambunya diberikan, mengucapkan pujian weda, memuji selamat dan unggulnya mantra".

Bahasa kawi[sunting | sunting sumber]

Bahasa Kawi adalah salah satu bentuk pengembangan bahasa Jawa Kuno untuk kepentingan kesusastraan kakawin.

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • (Belanda) Petrus Josephus Zoetmulder, 1950, De Taal van het Adiparwa, Bandung: Nix
  • (Inggris) Petrus Josephus Zoetmulder, 1982, Old Javanese-English Dictionary, The Hague: Martinus Nijhoff. 2 v. (xxxi, 2368 p.) In collaboration with S.O. Robson. ISBN 90-247-6178-6
  • (Indonesian) Petrus Josephus Zoetmulder, 1995, Kamus Jawa Kuno-Indonesia In collaboration with S.O Robson. Translators, Darusuprapta, Sumarti Suprayitna. Jakarta: Hasil kerja sama Perwakilan Koninklijk Instituut voor Taal, Land-, en Volkenkunde dengan Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 1995. 2 v. ; 1. A-0 -- 2. P-Y.
  • (Inggris) Teeuw, A. and S.O. Robson.2005 edited and translated Bhomāntaka : the death of Bhoma Leiden: KITLV Press, Series:Bibliotheca Indonesica; 32. ISBN 90-6718-253-2

Lihat juga[sunting | sunting sumber]