Bahasa di India

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bahasa di India
South Asian Language Families.jpg
Keluarga bahasa di anak benua India.
Nihali, Kusunda, dan Bahasa Thai tidak ditampilkan.
Bahasa resmi Assam • Bengali • Bodo • Dogri • Inggris • Gujarat • Hindi • Kannada • Kashmir • Konkani • Maithili • Malayalam • Manipuri • Marathi • Nepal • Odia • Punjabi • Sanskerta • Santhali • Sindhi • Tamil • Telugu • Tulu • Urdu
Bahasa isyarat Bahasa Isyarat India-Pakistan
Bahasa Isyarat Alipur
Bahasa Isyarat Naga (punah)

Terdapat beberapa bahasa di India masuk dalam keluarga bahasa yang berbeda, utamanya adalah rumpun bahasa Indo-Arya yang dipakai oleh 75% orang India dan rumpun bahasa Dravida yang dipakai oleh orang India selatan.[1][2] Bahasa lainnya yang digunakan di India masuk dalam keluarga bahasa Austroasiatik, Tibet-Burma, beberapa keluarga bahasa minor dan isolat.[3]:283 Selama lebih dari tiga milenium, kontak bahasa membuat pengaruh penting terhadap empat keluarga bahasa umum di daratan utama India dan Asia Selatan.

Konstitusi India tidak memberikan status bahasa nasional terhadap bahasa apapun.[4][5] Bahasa resmi dari Pemerintah Serikat Republik India adalah Hindi dalam aksara Dewanagari dan Inggris.[6] Delapan Usulan Konstitusi India memasukkan 22 bahasa, yang disebut sebagai bahasa yang diusulkan dan diberi pengakuan, status dan kedudukan resmi. Selain itu, Pemerintah India memberikan sebutan bahasa klasik kepada bahasa Tamil, Sansekerta, Kannada, Telugu, Malayalam dan Odia.

Menurut Sensus India 2001, India memiliki 122 bahasa utama dan 1599 bahasa lainnya. Namun, terdapat jumlah yang berbeda dari berbagai sumber lainnya, utamanya karena perbedaan definisi dalam istilah "bahasa" dan "dialek". Sensus 2001 menyatakan bahwa 30 bahasa digunakan oleh lebih dari sejuta penduduk asli dan 122 bahasa dipakai oleh lebih dari 10,000 orang.[7] Dua bahasa perdagangan memainkan peran penting dalam sejarah India: Persia[8] dan Inggris.[9] Hindi, yang menjadi bahasa yang paling banyak dipakai di India Utara pada saat ini, dijadikan sebagai lingua franca di sepanjang India Utara. Namun, terdapat agitasi anti-Hindi di India Selatan dan terdapat pertentangan di negara-negara sabuk non-Hindi terhadap penggunaan bahasa Hindi di wilayah tersebut.[10][11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Indo-Aryan languages". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 10 Desember 2014. 
  2. ^ "Dravidian languages". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 10 Desember 2014. 
  3. ^ Moseley, Christopher (10 March 2008). Encyclopedia of the World's Endangered Languages. Routledge. ISBN 978-1-135-79640-2. 
  4. ^ Khan, Saeed (25 Januari 2010). "There's no national language in India: Gujarat High Court". The Times of India. Diakses tanggal 5 Mei 2014. 
  5. ^ Press Trust of India (25 Januari 2010). "Hindi, not a national language: Court". The Hindu. Ahmedabad. Diakses tanggal 23 Desember 2014. 
  6. ^ Schwartzberg, Joseph E., 2007. Encyclopædia Britannica, India—Linguistic Composition
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Census2001
  8. ^ Abidi, S.A.H.; Gargesh, Ravinder (2008). "4. Persian in South Asia". Dalam Kachru,Braj B. Language in South Asia. Kachru, Yamuna & Sridhar, S.N. Cambridge University Press. hlm. 103–120. ISBN 978-0-521-78141-1. 
  9. ^ Bhatia, Tej K and William C. Ritchie. (2006) Bilingualism in South Asia. In: Handbook of Bilingualism, pp. 780-807. Oxford: Blackwell Publishing.
  10. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Guha2011
  11. ^ Hardgrave, Robert L. (August 1965). The Riots in Tamilnad: Problems and Prospects of India's Language Crisis. Asian Survey. University of California Press. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Bahasa di Asia Selatan