Agama di India

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Circle frame.svg

Agama di India (Sensus 2011)[1]

  Hindu (79.8%)
  Islam (14.2%)
  Kristen (2.3%)
  Sikh (1.7%)
  Buddha (0.7%)
  Jain (0.4%)
  Agama lain (0.7%)
  Tak beragama (0.2%)
Patung batu Saraswati (dewi seni rupa dan musik Hindu) di Candi Gangaikonda Cholapuram, Tamil Nadu; sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.

Agama di India dikarakteristikan oleh beragam praktik dan kepercayaan keagamaan. Anak benua India adalah tempat lahir dari empat agama besar di dunia: yakni Hindu, Buddha, Jain dan Sikh. Sepanjang sejarah India, agama telah menjadi bagian penting dari budaya negara tersebut. Keragaman dan toleransi agama berdiri di negara tersebut lewat hukum dan kebiasaan; Konstitusi India telah mendeklarasikan hak untuk kebebasan beragama menjadi hak fundamental.[2]

Barat laut India adalah rumah dari salah satu peradaban tertua di dunia, peradaban lembah Indus. Saat ini, India meliputi sekitar 90% populasi umat Hindu di dunia. Kebanyakan kuil dan candi Hindu terletak di India, sebagai tempat-tempat lahir sebagian besar orang suci Hindu. Allahabad mentuanrumahi tempat ziarah keagamaan terbesar di dunia, Kumbha Mela, dimana umat Hindu dari seluruh dunia berkumpul untuk mandi di tiga sungai keramat di India: Ganga, Yamuna, dan Saraswati. Diaspora India di Barat mempopulerkan beberapa aspek filsafat Hindu seperti yoga, meditasi, pengobatan Ayurweda, keilahian, karma, dan reinkarnasi.[3] Pengaruh agama-agama India telah menjadi signifikan di seluruh dunia. Beberapa organisasi berbasis Hindu, seperti gerakan Hare Krishna, Brahma Kumari, Ananda Marga, dan lainnya telah menyebarkan kepercayaan dan praktik spiritual India.

Menurut sensus 2011, 79.8% dari populasi India mempraktikan Hindu dan 14.2% menganut Islam, sementara 6% sisanya menganut agama lainnya (Kristen, Sikh, Buddha, Jain dan berbagai kepercayaan bertonggak etnis pribumi). Kristen adalah agama terbesar ke-3 di India. Zoroastrian dan Yudaisme juga memiliki sejarah kuno di India, dan masing-masing telah memiliki sekitar ribuan pengikut di India. India memiliki populasi terbesar dari orang-orang yang menganut Zoroastrian (contohnya orang Parsi dan Iran) dan Kepercayaan Bahá'í di dunia,[4] meskipun agama-agama tersebut tidak berasal dari India. Beberapa agama dunia lainnya juga memiliki hubungan dengan spiritualitas India, seperti kepercayaan Baha'i yang mengakui Buddha dan Kresna sebagai manifestasi Allah.[5]

India memiliki populasi Syiah terbesar ketiga di dunia dan menjadi tempat terbentuknya Islam Ahmadiyyah, sehingga negara tersebut menjadi salah satu negara di dunia dengan sekitar 1 juta Muslim Ahmadiyyah. Kuil-kuil beberapa orang suci terkenal dari Sufisme, seperti Moinuddin Chishti dan Nizamuddin Auliya, ditemukan di India, dan didatangi wisatawan dari seluruh dunia.[6] India juga merupakan rumah dari beberapa monumen arsitektur Islam terkenal, seperti Taj Mahal dan Qutb Minar.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "India has 79.8% Hindus, 14.2% Muslims, says 2011 census data on religion". Firstpost. 26 August 2015. Diakses tanggal 14 August 2016. 
  2. ^ Basu, Durga Das (2013). Introduction to the Constitution of India (21 ed.). LexisNexis. p. 124. ISBN 978-81-803-8918-4. 
  3. ^ P. 225 Essential Hinduism By Steven Rosen
  4. ^ Smith, Peter (2008). An introduction to the Baha'i faith. Cambridge University Press. p. 94. ISBN 978-0-521-86251-6. 
  5. ^ Enroth, Ronald (2005). A Guide to New Religious Movements. InterVarsity Press. p. 160. ISBN 978-0-8308-2381-9. 
  6. ^ Pg 80,81 The sacred and the feminine: imagination and sexual difference By Griselda Pollock, Victoria Turvey Sauron

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Agama di India
Statistik
Laporan