Kabupaten Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Kediri

Hanacaraka: ꦏꦝꦶꦫꦶ
Pegon: كاڎيري
Transliterasi: Kadhiri
Kabupaten di Jawa Timur, Indonesia
Lambang Kabupaten Kediri
Lambang
Motto: 
Bersinar Terang
(Bersih, Nyaman, Asri, Tertib, Anggun)

Semboyan: Canda Bhirawa
Slogan Pariwisata: Kediri Lagi
Locator kabupaten kediri.png
Kabupaten Kediri is located in Jawa
Kabupaten Kediri
Kabupaten Kediri
Kabupaten Kediri is located in Indonesia
Kabupaten Kediri
Kabupaten Kediri
Koordinat: 7°50′00″S 112°10′00″E / 7.83333°S 112.16667°E / -7.83333; 112.16667
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Hari jadi25 Maret 804; 1217 tahun lalu (804-03-25)
Ibu kotaNgasem
Pemerintahan
 • BupatiHanindhito Himawan Pramana[1]
 • Wakil BupatiDewi Mariya Ulfa[1]
 • Sekretaris DaerahDede Sujana[2]
Luas
 • Total1.523,92 km2 (588,39 sq mi)
Populasi
 • Total1.635.294 jiwa
 • Kepadatan1.073/km2 (2,780/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 92,88%
Kristen 3,71%
- Protestan 2,68%
- Katolik 1,03%
Hindu 2,56%
Budha 0,11%
Konghucu 0,01%
Lainnya 0,73%[4]
 • BahasaJawa, Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 354
Kode Kemendagri35.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan26
Jumlah kelurahan1
Jumlah desa343
DAURp 1.295.824.270.000,- (2020)[5]
IPMKenaikan 72,05 (2020)
Tinggi[6]
Flora resmiAnggur Kuning
Fauna resmiBekicot
Situs webwww.kedirikab.go.id

Kabupaten Kediri (bahasa Jawa: ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ ꦏꦝꦶꦫꦶ, translit. Kabupatèn Kadhiri) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sebelumnya, pusat pemerintahannya berada di kota Kediri meskipun pemindahan pusat pemerintahan ke kecamatan Pare telah lama direncanakan dan hingga saat ini masih dibatalkan.[7] Sejak masa pemerintahan bupati H. Sutrisno, ibu kota kabupaten Kediri secara de jure berada di Kecamatan Ngasem.

Kabupaten Kediri berbatasan dengan Kabupaten Jombang di Utara, Kabupaten Malang di Timur, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung di Selatan, serta Kabupaten Nganjuk di Barat dan Utara. Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 1.523,97 km²[8] yang terbagi menjadi 26 kecamatan. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten ini berjumlah 1.635.294 jiwa dengan kepadatan 1.073 jiwa/km2.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Raden Tumenggung Danoediningrat, bupati Kediri pada tahun 1920-an

Wilayah Kabupaten Kediri pernah menjadi bagian berbagai kerajaan penting di Pulau Jawa sejak perpindahan Kerajaan Medang dari tanah Mataram ke timur, menjelang milenium kedua. Kerajaan Kadiri atau Panjalu, dengan lokasi kraton di Daha kemudian menjadi penerus kerajaan Medang setelah pembagian wilayah sepeninggal Prabu Airlangga. Puncak kejayaann Kediri adalah ketika di bawah pemerintahan Raja Jayabaya, pengaruhnya telah sampai ke Ternate[butuh rujukan].

Situs Tondowongso, yang ditemukan pada awal tahun 2007 dan berlokasi sekitar 15 km ke timur dari pusat Kota Kediri sekarang, memberikan indikasi merupakan kompleks permukiman penting.[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
No image available.svg Pangeran Slamet Poerbonegoro
1800
1825
1
 
2
No image available.svg Tjakraningrat Teposono
1825
1850
2
 
3
No image available.svg Djojonegoro
1850
1860
3
 
4
No image available.svg Soemodirdjo
1860
1880
4
 
5
No image available.svg Tedjo Koesoemo
1880
1890
5
 
6
No image available.svg Djojo Koesoemo
1890
1910
6
 
7
No image available.svg Tondo Adit Tjokro
1910
1912
7
 
8
No image available.svg Moestajab Koesoemo Adi Winoto
1912
1928
8
 
9
No image available.svg R.A.A. Danoediningrat 1
(Soebari Danoedipoera)
1928
1929
9
 
10
No image available.svg R.A.A. Danoediningrat 2
(Moeladi)
1930
1943
10
 
11
No image available.svg R. Moestadjab
1943
1945
11
 
12
No image available.svg R. Darmadi
1945
1945
12
 
13
No image available.svg R. Samadikoen
1945
1947
13
 
14
No image available.svg R. Moch Machin
1948
1960
14
 
15
No image available.svg R.M. Imam Koesoebagijo
1960
1963
15
 
16
No image available.svg AKBP
Achmad Soebari
1963
1965
16
 
17
No image available.svg M. Iswadi Wirosepoetro
1965
1970
17
 
18
No image available.svg Letkol. Inf.
Siswoharjoko
1970
1975
18
 
19
No image available.svg Drs.
Usrie Sastradiredja
1975
1980
19
 
1980
1985
20
20
No image available.svg Letkol.
Asmono
1985
1990
21
 
21
No image available.svg Kol.
Ruspanji
1990
1995
22
 
22
No image available.svg Kol.
Suparyadi
1995
2000
23
 
23
No image available.svg Ir.
Soetrisno
2000
2005
24
 
2005
2010
25
Sulaiman Lubis
24
No image available.svg dr. Hj.
Haryanti Sutrisno
19 Agustus 2010
19 Agustus 2015
26
Masykuri Ikhsan
-
No image available.svg Dr.
Idrus
19 Agustus 2015
17 Februari 2016
-
[Ket. 1][10]
(24)
No image available.svg dr. Hj.
Haryanti Sutrisno
17 Februari 2016
26 Februari 2021
27
Masykuri Ikhsan
25
Hanindhito Himawan Pramana.jpg Hanindhito Himawan Pramana
26 Februari 2021
Petahana
28
Dewi Mariya Ulfa
Catatan
  1. ^ Penjabat Bupati Kediri


Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Komposisi anggota DPRD Kabupaten Kediri selama 2 periode adalah sebagai berikut:[11]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 9 Steady 9
  Gerindra 6 Penurunan 5
  PDI-P 12 Kenaikan 15
  Golkar 5 Kenaikan 6
  NasDem 5 Penurunan 4
  PKS 1 Steady 1
  PPP 1 Kenaikan 2
  PAN 6 Penurunan 5
  Demokrat 4 Penurunan 3
  PBB 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri terdiri dari 26 kecamatan, 1 kelurahan, dan 343 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.571.555 jiwa dengan luas wilayah 1.386,05 km² dan sebaran penduduk 1.133 jiwa/km².[12][13]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Kediri, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
35.06.26 Badas 8 Desa
35.06.22 Banyakan 9 Desa
35.06.12 Gampengrejo 11 Desa
35.06.13 Grogol 9 Desa
35.06.10 Gurah 21 Desa
35.06.19 Kandangan 12 Desa
35.06.05 Kandat 12 Desa
35.06.24 Kayen Kidul 12 Desa
35.06.18 Kepung 10 Desa
35.06.03 Kras 16 Desa
35.06.21 Kunjang 12 Desa
35.06.02 Mojo 20 Desa
35.06.04 Ngadiluwih 16 Desa
35.06.07 Ngancar 10 Desa
35.06.25 Ngasem 12 Desa
35.06.11 Pagu 13 Desa
35.06.14 Papar 17 Desa
35.06.17 Pare 1 8 Desa
Kelurahan
35.06.16 Plemahan 17 Desa
35.06.09 Plosoklaten 15 Desa
35.06.08 Puncu 8 Desa
35.06.15 Purwoasri 23 Desa
35.06.23 Ringinrejo 11 Desa
35.06.01 Semen 12 Desa
35.06.20 Tarokan 10 Desa
35.06.06 Wates 18 Desa
TOTAL 1 343

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik tahun 2010, persentase agama penduduk Kabupaten Kediri adalah Islam 96,29%, kemudian Kristen Protestan 2,14%, Katolik 0,42%, Hindu 0,39%, kemudian Budha 0,02% dan Konghucu 0,01%.[4]

Agama di Kabupaten Kediri
Agama Persen
Islam
  
96.29%
Protestan
  
2.14%
Katolik
  
0.42%
Hindu
  
0.39%
Buddha
  
0.03%
Konghucu
  
0.01%
Lainnya
  
0.73%

Terdapat sejumlah pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Kediri, dan diantaranya yang lebih dikenal adalah:

  • Ponpes Al Falah Ploso, Mojo
  • Ponpes Al Ishlahiyyah Mayan, Kranding, Mojo
  • Ponpes Bendo
  • Ponpes Darul Falah Pare
  • Ponpes Darul Abidin Pare
  • Ponpes Darus Salam Kediri
  • Ponpes Darussalam Sumbersari Kencong Kepung
  • Ponpes Fathul Ulum Kwagean Krenceng Kepung
  • Ponpes Hidayatus Sholihin Turus Gurah
  • Ponpes Islahiyatul Asroriyah Ringinagung Keling Kepung
  • Ponpes Jampes
  • Pondok Modern Gontor Putra 3 Gurah
  • Pondok Modern Gontor Putri 5 Kandangan
  • Ponpes Mahir Arriyadl Ringinagung Keling Kepung
  • Ponpes Nurul Huda Singgahan Pare
  • Ponpes Nurul Hakim
  • Ponpes Tahfidzil Qur'an Sirojul Ulum Semanding Pare

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memiliki beberapa sarana kesehatan, yaitu:

  • RSUD Simpang Lima Gumul Kediri, Desa Tugurejo.
  • RSUD Kediri, di Desa Pelem
  • RS HVA Tulungrejo, di Desa Tulungrejo
  • RSIA Nur Aini, di Desa Tulungrejo
  • BKIA Siti Fatimah, Pare
  • RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan
  • RS Amelia Jl PK Bangsa
  • RS Muhammadiyah Siti Khodijah, Gurah
  • RS Islam Jimbun Kandat
  • RS Muhamadiyah Ngletih Kandat

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SMAN 1 Purwoasri
  • SMAN 1 Papar
  • SMAN 1 Pare
  • SMAN 2 Pare
  • SMAN 1 Plosoklaten
  • SMAN 1 Gurah
  • SMAN 1 Grogol
  • SMAN 1 Ngadiluwih
  • SMKN 1 Ngasem
  • SMAN 1 Wates
  • MA. Ma'arif NU Kepung
  • MAN 2 KEDIRI Purwoasri
  • MAN 4 KEDIRI Pare
  • MAN 5 KEDIRI Kandat
  • SMKN 2 KEDIRI
  • SMA Dharma Wanita 1 Pare
  • SMK Canda Bhirawa Pare

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri mempunyai sejumlah tempat wisata, di antaranya adalah:

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Wisata Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Wisata Keluarga[sunting | sunting sumber]

  • Simpang Lima Gumul (SLG), di Desa Tugu Rejo
  • Argo Wisata Sepawon, di Desa Sepawon
  • Pagora di Kediri
  • Kampung Anggrek di Ngancar
  • Kampung Tebu di Djengkol
  • Taman Hijau SLG
  • Taman Kilisuci di Barat Masjid Agung Pare
  • Alun Alun Taman Ringin Mbah Budho Pare
  • Taman Hutan Kota Pelem-Pare
  • Wisata Air Sumber Sugih Waras Dukuh-Ngadiluwih

Wisata Religi[sunting | sunting sumber]

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kediri memiliki beberapa masakan khas, yaitu:

Jajan pasar[sunting | sunting sumber]

Kediri memiliki beberapa jajanan pasar khas, yaitu:

Pusat Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memiliki beberapa pusat oleh-oleh, yaitu:

  • Wisata Oleh-oleh Jalan Yos Sudarso Kediri
  • Pusat Oleh-Oleh Shinta Jl. Lawu

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memeiliki beberapa minuman khas, yaitu:

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri memiliki klub sepak bola Persedikab yang berada di Divisi Satu Liga Indonesia. Stadion resmi Persedikab adalah Stadion Canda Birawa yang terletak di seberang Masjid Agung An Nur Pare.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Dhito-Dewi Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020". KPU Kabupaten Kediri. 2021-01-22. Diakses tanggal 2021-02-26. 
  2. ^ Chusna, Asmaul (12 Maret 2021). "Bupati Kediri terima keluhan warga di "Jumat ngopi"". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2021-03-13. 
  3. ^ a b c "Kabupaten Kediri Dalam Angka 2021" (pdf). www.kedirikab.bps.go.id. hlm. 14, 117, 208. Diakses tanggal 7 Juni 2020. 
  4. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Kediri". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 13 April 2021. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 13 April 2021. 
  6. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 13 April 2021. 
  7. ^ Rencana pemindahan pusat pemerintahan secara bertahap ke Pare mendapat protes dari warga di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, terutama dari daerah Selatan (seperti Kecamatan Kras, Ngadiluwih, Kandat dan Ringinrejo) dan di daerah Barat sungai Brantas (seperti Tarokan, Grogrol, Banyakan, Semen dan Mojo). Sejak masa pemerintahan Bupati H. Sutrisno, diambil kebijakan untuk menempatkan pusat pemerintahan di wilayah kecamatan Ngasem, tepatnya di Desa Sukorejo (biasa disebut Katang) dan akan juga dibangun pusat bisnis di wilayah Kota Baru Gumul
  8. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur.2009
  9. ^ "Hasil Penelitian Situs Tondowongso". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-23. Diakses tanggal 2012-06-30. 
  10. ^ Pelantikan Pj Bupati, diakses 29 Desember 2020.
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Kediri 2019-2024
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]