Lompat ke isi

Purwodadi, Ringinrejo, Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Purwodadi
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenKediri
KecamatanRinginrejo
Kode pos
64176
Kode Kemendagri35.06.23.2005 Suntingan nilai di Wikidata
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²
Peta
PetaKoordinat: 7°57′48″S 112°3′43″E / 7.96333°S 112.06194°E / -7.96333; 112.06194

Purwodadi merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Desa Purwodadi terdiri atas tiga dusun, yaitu Dusun Purwodadi, Tumpang, dan Baran. Desa ini berbatasan dengan Desa Dawung di sebelah timur, Desa Deyeng di selatan, serta Desa Selodono di sebelah barat. Sementara itu, Desa Purwodadi berbatasan dengan Desa Karangrejo dan Selosari Kecamatan Kandat, yang dibatasi oleh aliran sungai.

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Desa Purwodadi terdiri dari dua enis lahan, yaitu lahan basah (sawah) dan lahan kering (tegalan). Lahan sawah berada di antara Dusun Tumpang dan Baran yang membentang kurang lebih 1 km. Sedangkan lahan kering mencakup keseluruhan Dusun Purwodadi, Tumpang bagian utara dan Baran selatan. Mayoritas tanah di Desa Purwodadi merupakan tanah berpasir yang berasal dari letusan gunung Kelud dan tanah sendimen berpasir di area persawahan.

Desa Purwodadi dialiri dua sungai, yaitu di Dusun Baran yang membelah dusun tersebut dan di Dusun Purwodadi sebagai batas desa sebelah utara. Mata air sungai tersebut berasal dari Gunung Kelud dan bermuara di Sungai Brantas.

Mayoritas masyarakat Desa Purwodadi bekerja sebagai petani dengan komoditas utama singkong, tebu, jagung, nanas, cabai, dan sayur mayur. Selain Bertani, beternak juga merupakan mata pencaharian utama. Masyarakat Desa Purwodadi beternak ayam broiler, ayam sayur, bebek, puyuh. Selain itu banyak rumah yang memelihara ayam kampung, sapi dan kambing. Mayoritas agama masyarakat Purwodadi beragama Islam dan tiap dusun memiliki masjid sendiri.

Perkembangan

[sunting | sunting sumber]

Untuk saat ini pembangunan di Desa Purwodadi mengalami kemajuan, ditandai dengan pembangunan dan perbaikan berbagai gedung, fasilitas dan infrastruktur. Jalan desa telah diaspal 85% dan menggunakan paving. Namun, penerangan desa masih belum memadai. Selain itu, belum tersedia wadah atau forum bagi petani dan peternak. Petani dan Peternak menyampaikan keluhan terkait besarnya biaya operasional, khususnya untuk pengadaan bibit, pupuk, pestisida, pakan ternak, dan obat-obatan.

Desa Purwodadi terbentuk sekitar tahun 1970-an. Pada masa kolonial, wilayah Dusun Purwodadi merupakan lahan kapas milik perusahaan Belanda. Hal ini terlihat dari keberadaan jalan dan rel kereta api yang berada di desa tersebut, yang digunakan untuk mengangkut hasil panen dari daerah ngancar. Berbeda dengan Dusun Purwodadi, Dusun Tumpang sudah berpenghuni sejak lama. Hal ini dibuktikan dengan penemuan batu bata ukuran besar yang berada di sepanjang bekas aliran sungai yang menjadi batas Dusun Purwodadi dan Tumpang, meskipun sungai tersebut telah hilang. Dusun Tumpang sebelumnya merupakan bagian dari Desa Selodono. Setelah dusun purwodadi berkembang, Dusun Tumpang masuk bergabung ke dalam Desa Purwodadi. Sebelum tahun 1999, Desa Purwodadi termasuk wilayah Kecamatan Kandat. Setelah tahun 1999, akibat adanya pemekaran wilayah, Desa Purwodadi bersama delapan desa di Kecamatan Kandat dan dua desa dari Kecamatan Kras membentuk Kecamatan Ringinrejo. Di Dusun Purwodadi terdapat kepercayaan bahwa warga setempat sulit mempertahankan usaha warung nasi. Saat ini, tidak terdapat warung nasi di dusun tersebut.

Satu-satunya bangunan bersejarah di Purwodadi adalah sebuah Dam atau bendungan peninggalan zaman kolonial yang masih berfungsi sampai sekarang.