Daftar kecamatan dan kelurahan di Jawa Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta Lokasi Provinsi Jawa Timur di Indonesia

Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Provinsi Jawa Timur terdiri dari 29 kabupaten, 9 kota, 666 kecamatan, 777 kelurahan dan 7.724 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 39.875.806 jiwa dengan total luas wilayah 47.799,75 km².[1]

No. Kode
Kemendagri
Kabupaten/Kota Luas Wilayah
(km2)
Penduduk
(jiwa)
2017
Kecamatan Kelurahan Desa
1 35.26 Kab. Bangkalan 1.001,44 1.065.620 18 8 273
2 35.10 Kab. Banyuwangi 5.782,40 1.693.630 25 28 189
3 35.05 Kab. Blitar 1.336,48 1.219.092 22 28 220
4 35.22 Kab. Bojonegoro 2.198,79 1.313.722 28 11 419
5 35.11 Kab. Bondowoso 1.525,97 781.753 23 10 209
6 35.25 Kab. Gresik 1.191,25 1.251.754 18 26 330
7 35.09 Kab. Jember 3.092,34 2.622.421 31 22 226
8 35.17 Kab. Jombang 1.115,09 1.295.960 21 4 302
9 35.06 Kab. Kediri 1.386,05 1.571.555 26 1 343
10 35.24 Kab. Lamongan 1.782,05 1.357.771 27 12 462
11 35.08 Kab. Lumajang 1.790,90 1.108.060 21 7 198
12 35.19 Kab. Madiun 1.037,58 727.994 15 8 198
13 35.20 Kab. Magetan 688,84 687.057 18 28 207
14 35.07 Kab. Malang 3.530,65 2.464.369 33 12 378
15 35.16 Kab. Mojokerto 717,83 1.104.099 18 5 299
16 35.18 Kab. Nganjuk 1.224,25 1.096.944 20 20 264
17 35.21 Kab. Ngawi 1.295,98 899.495 19 4 213
18 35.01 Kab. Pacitan 1.389,92 582.275 12 5 166
19 35.28 Kab. Pamekasan 792,24 811.330 13 11 178
20 35.14 Kab. Pasuruan 1.474,02 1.573.202 24 24 341
21 35.02 Kab. Ponorogo 1.305,70 949.280 21 26 281
22 35.13 Kab. Probolinggo 1.696,21 1.103.442 24 5 325
23 35.27 Kab. Sampang 1.233,08 844.872 14 6 180
24 35.15 Kab. Sidoarjo 634,38 1.827.064 18 31 322
25 35.12 Kab. Situbondo 1.669,87 681.280 17 4 132
26 35.29 Kab. Sumenep 1.998,54 1.126.724 27 4 330
27 35.03 Kab. Trenggalek 1.147,22 736.629 14 5 152
28 35.23 Kab. Tuban 1.834,15 1.189.855 20 17 311
29 35.04 Kab. Tulungagung 1.055,65 1.098.557 19 14 257
30 35.79 Kota Batu 136,74 203.214 3 5 19
31 35.72 Kota Blitar 32,57 154.181 3 21 -
32 35.71 Kota Kediri 63,40 287.528 3 46 -
33 35.77 Kota Madiun 33,92 204.462 3 27 -
34 35.73 Kota Malang 145,28 834.545 5 57 -
35 35.76 Kota Mojokerto 16,47 136.583 3 18 -
36 35.75 Kota Pasuruan 35,29 209.104 4 34 -
37 35.74 Kota Probolinggo 56,67 232.491 5 29 -
38 35.78 Kota Surabaya 350,54 2.827.892 31 154 -
TOTAL 47.799,75 39.875.806 666 777 7.724

Kabupaten Bangkalan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bangkalan terdiri dari 18 kecamatan, 8 kelurahan, dan 273 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.065.620 jiwa dengan luas wilayah 1.001,44 km² dan sebaran penduduk 1.064 jiwa/km².[1]

Kabupaten Banyuwangi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi terdiri dari 25 kecamatan, 28 kelurahan, dan 189 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.693.630 jiwa dengan luas wilayah 5.782,40 km² dan sebaran penduduk 292 jiwa/km².[1]

Kabupaten Blitar[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Blitar terbagi menjadi 22 Kecamatan, 28 Kelurahan, dan 220 Desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduk sebanyak 1.219.092 jiwa dengan luas wilayah 1.336,48 km² dan sebaran penduduk 912 jiwa/km².[1][2]

Kabupaten Bojonegoro[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bojonegoro terdiri dari 28 kecamatan, 11 kelurahan, dan 419 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.313.722 jiwa dengan luas wilayah 2.198,79 km² dan sebaran penduduk 912 jiwa/km².[1]

Kabupaten Bondowoso[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bondowoso terdiri dari 23 kecamatan, 10 kelurahan, dan 209 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 781.753 jiwa dengan luas wilayah 1.525,97 km² dan sebaran penduduk 512 jiwa/km².[1]

Kabupaten Gresik[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Gresik terdiri dari 18 kecamatan, 26 kelurahan, dan 330 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.251.754 jiwa dengan luas wilayah 1.191,25 km² dan sebaran penduduk 1.050 jiwa/km².[1]

Kabupaten Jember[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jember terdiri dari 31 kecamatan, 22 kelurahan, dan 226 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.622.421 jiwa dengan luas wilayah 3.092,34 km² dan sebaran penduduk 848 jiwa/km².[1]

Kabupaten Jombang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jombang terdiri dari 21 kecamatan, 4 kelurahan, dan 302 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.295.960 jiwa dengan luas wilayah 1.115,09 km² dan sebaran penduduk 1.162 jiwa/km².[1]

Kabupaten Kediri[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kediri terdiri dari 26 kecamatan, 1 kelurahan, dan 343 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.571.555 jiwa dengan luas wilayah 1.386,05 km² dan sebaran penduduk 1.133 jiwa/km².[1]

Kabupaten Lamongan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lamongan terdiri dari 27 kecamatan, 12 kelurahan, dan 462 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.357.771 jiwa dengan luas wilayah 1.782,05 km² dan sebaran penduduk 761 jiwa/km².[1]

Kabupaten Lumajang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lumajang terdiri dari 21 kecamatan, 7 kelurahan, dan 198 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.108.060 jiwa dengan luas wilayah 1.790,90 km² dan sebaran penduduk 618 jiwa/km².[1]

Kabupaten Madiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Madiun terdiri dari 15 kecamatan, 8 kelurahan, dan 198 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 727.994 jiwa dengan luas wilayah 1.037,58 km² dan sebaran penduduk 701 jiwa/km².[1]

Kabupaten Magetan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magetan terdiri dari 18 kecamatan, 28 kelurahan, dan 207 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 687.057 jiwa dengan luas wilayah 688,84 km² dan sebaran penduduk 997 jiwa/km².[1]

Kabupaten Malang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Malang terdiri dari 33 kecamatan, 12 kelurahan, dan 378 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.464.369 jiwa dengan luas wilayah 3.530,65 km² dan sebaran penduduk 698 jiwa/km².[1]

Kabupaten Mojokerto[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mojokerto terdiri dari 18 kecamatan, 5 kelurahan, dan 299 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.104.099 jiwa dengan luas wilayah 717,83 km² dan sebaran penduduk 1.538 jiwa/km².[1]

Kabupaten Nganjuk[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Nganjuk terdiri dari 20 kecamatan, 20 kelurahan, dan 264 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.096.944 jiwa dengan luas wilayah 1.224,25 km² dan sebaran penduduk 896 jiwa/km².[1]

Kabupaten Ngawi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ngawi terdiri dari 19 kecamatan, 4 kelurahan, dan 213 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 899.495 jiwa dengan luas wilayah 1.295,98 km² dan sebaran penduduk 694 jiwa/km².[1]

Kabupaten Pacitan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pacitan terdiri dari 12 kecamatan, 5 kelurahan, dan 166 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 582.275 jiwa dengan luas wilayah 1.389,92 km² dan sebaran penduduk 419 jiwa/km².[1][3]

Kabupaten Pamekasan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pamekasan terdiri dari 13 kecamatan, 11 kelurahan, dan 178 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 811.330 jiwa dengan luas wilayah 792,24 km² dan sebaran penduduk 1.024 jiwa/km².[1]

Kabupaten Pasuruan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan, 24 kelurahan, dan 341 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.573.202 jiwa dengan luas wilayah 1.474,02 km² dan sebaran penduduk 1.067 jiwa/km².[1]

Kabupaten Ponorogo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ponorogo terdiri dari 21 kecamatan, 26 kelurahan, dan 281 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 949.280 jiwa dengan luas wilayah 1.305,70 km² dan sebaran penduduk 727 jiwa/km².[1]

Kabupaten Probolinggo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Probolinggo terdiri dari 24 kecamatan, 5 kelurahan, dan 325 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.103.442 jiwa dengan luas wilayah 1.696,21 km² dan sebaran penduduk 650 jiwa/km².[1]

Kabupaten Sampang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sampang terdiri dari 14 kecamatan, 6 kelurahan, dan 180 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 844.872 jiwa dengan luas wilayah 1.233,08 km² dan sebaran penduduk 685 jiwa/km².[1]

Kabupaten Sidoarjo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 18 kecamatan, 31 kelurahan, dan 322 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.827.064 jiwa dengan luas wilayah 634,38 km² dan sebaran penduduk 2.880 jiwa/km².[1]

Kabupaten Situbondo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Situbondo terdiri dari 17 kecamatan, 4 kelurahan, dan 132 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 681.280 jiwa dengan luas wilayah 1.669,87 km² dan sebaran penduduk 408 jiwa/km².[1]

Kabupaten Sumenep[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan, 4 kelurahan, dan 330 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.126.724 jiwa dengan luas wilayah 1.998,54 km² dan sebaran penduduk 564 jiwa/km².[1]

Kabupaten Trenggalek[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Trenggalek terdiri dari 14 kecamatan, 5 kelurahan, dan 152 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 736.629 jiwa dengan luas wilayah 1.147,22 km² dan sebaran penduduk 642 jiwa/km².[1][4]

Kabupaten Tuban[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tuban terdiri dari 20 kecamatan, 17 kelurahan, dan 311 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.189.855 jiwa dengan luas wilayah 1.834,15 km² dan sebaran penduduk 648 jiwa/km².[1]

Kabupaten Tulungagung[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tulungagung terdiri dari 19 kecamatan, 14 kelurahan, dan 257 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.098.557 jiwa dengan luas wilayah 1.055,65 km² dan sebaran penduduk 1.040 jiwa/km².[1][5]

Kota Batu[sunting | sunting sumber]

Kota Batu terdiri dari 3 kecamatan, 5 kelurahan, dan 19 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 203.214 jiwa dengan luas wilayah 136,74 km² dan sebaran penduduk 1.486 jiwa/km² dengan kode pos 65311 hingga 65338.[1]

Kota Blitar[sunting | sunting sumber]

Kota Blitar terdiri dari 3 kecamatan dan 21 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 154.181 jiwa dengan luas wilayah 32,57 km² dan sebaran penduduk 4.733 jiwa/km².[1]

Kota Kediri[sunting | sunting sumber]

Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan dan 46 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 287.528 jiwa dengan luas wilayah 63,40 km² dan sebaran penduduk 4.535 jiwa/km².[1]

Kota Madiun[sunting | sunting sumber]

Kota Madiun terdiri dari 3 kecamatan dan 27 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 204.462 jiwa dengan luas wilayah 33,92 km² dan sebaran penduduk 6.027 jiwa/km².[1]

Kota Malang[sunting | sunting sumber]

Kota Malang terdiri dari 5 kecamatan dan 57 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 834.545 jiwa dengan luas wilayah 145,28 km² dan sebaran penduduk 5.744 jiwa/km².[1]

Kota Mojokerto[sunting | sunting sumber]

Kota Mojokerto terdiri dari 3 kecamatan dan 18 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 136.583 jiwa dengan luas wilayah 16,47 km² dan sebaran penduduk 8.292 jiwa/km².[1]

Kota Pasuruan[sunting | sunting sumber]

Kota Pasuruan terdiri dari 4 kecamatan dan 34 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 209.104 jiwa dengan luas wilayah 35,29 km² dan sebaran penduduk 5.925 jiwa/km².[1]

Kota Probolinggo[sunting | sunting sumber]

Kota Probolinggo terdiri dari 5 kecamatan dan 29 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 232.491 jiwa dengan luas wilayah 56,67 km² dan sebaran penduduk 4.102 jiwa/km².[1]

Kota Surabaya[sunting | sunting sumber]

Kota Surabaya memiliki 31 kecamatan dan 154 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduk 2.827.892 jiwa dan luas wilayah 350,54 km² dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.067 jiwa/km².[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  2. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diakses tanggal 2018-12-22. 
  3. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diakses tanggal 2018-12-22. 
  4. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diakses tanggal 2018-12-22. 
  5. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.56-2015)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonésia). Diakses tanggal 2018-12-24. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]