Bakungan, Glagah, Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bakungan
Kelurahan
Kelurahanbakunganglgbwi.jpeg
Kantor Lurah Bakungan
Locator Kelurahan Bakungan.png
Peta lokasi Kelurahan Bakungan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi
Kecamatan Glagah
Kodepos 68431
Luas 2,88 km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Bakungan adalah sebuah nama kelurahan yang terletak di wilayah Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kelurahan Bakungan terdiri dari 3 lingkungan

  • Lingkungan Gaplek
  • Lingkungan Krajan
  • Lingkungan Watu Ulo

Bentang Alam dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Kelurahan Bakungan adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Glagah yang termasuk dalam wilayah perkotaan Banyuwangi. Kelurahan ini dilalui oleh Jalan Brawijaya yang merupakan jalur alternatif pada jalur Jember-Banyuwangi-Situbondo atau sebaliknya. Kelurahan ini lebih diketahui pada kawasan Jalan Barong ke arah barat, padahal wilayahnya mencakup beberapa rumah di Perumahan Kebalenan Baru II yang masuk dalam Lingkungan Watu Ulo. Wilayah Kelurahan Bakungan terdiri dari pemukiman penduduk yang berjejer di kawasan Lingkungan Gaplek dan Krajan (sepanjang Jalan Barong) dan lahan pertanian di Lingkungan Watu Ulo dan di sisi utara kelurahan yang berbatasan dengan Kelurahan Mojopanggung. Pemukiman penduduk juga terdapat di Lingkungan Watu Ulo[1][2] meskipun jumlah rumah yang lebih sedikit dengan jarak antar rumah yang jarang. Pembangunan perumahan-perumahan baru[3] (seperti halnya di Kelurahan Kebalenan sangat pesat dan menyebabkan lahan pertanian semakin berkurang.

Kondisi Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Mayoritas dari warga Kelurahan Bakungan adalah suku Osing (suku asli Banyuwangi). Kelurahan ini juga disebut sebagai Kelurahan Adat Bakungan karena setiap tahun (satu pekan setelah hari raya Idul Adha setiap tahunnya) diadakan Upacara Seblang. Upacara Seblang ini diawali dengan pengajian bersama setelah Salat Magrib. Lalu aliran listrik di seluruh wilayah kelurahan dimatikan dan dimulailah prosesi ider bumi yakni, parade warga berjalan berkeliling kampung dengan membawa obor tradisional (oncor) dari bambu. Setelah ider bumi selesai, para penduduk pulang ke rumah masing-masing mempersiapkan selamatan kampung yang dilakukan dengan makan bersama di depan rumah masing-masing. Menu yang disajikan biasanya seragam yakni pecel pitihk (ayam yang dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu-bumbu). Setelah makan bersama selesai, warga berduyun-duyun ke balai desa (di Kelurahan Bakungan yang disebut balai desa berbeda dengan kantor lurah, balai desa ini hanya digunakan saat upacara Sebalang) untuk menyaksikan tari Seblang yakni tarian yang dilakukan oleh seorang lanjut usia yang telah dipilih dan penari yang telah dipilih tersebut menari dengan mata terpejam karena dirasuki oleh roh penari zaman dahulu.[4]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Lembaga pendidikan yang berdiri di Kelurahan Bakungan adalah SD Negeri Bakungan.

Perkantoran[sunting | sunting sumber]

Instansi Pemerintah[sunting | sunting sumber]

  • Kantor Lurah Bakungan (Jalan Gembrung)
  • Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur di Banyuwangi (Jalan Barong)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Batas[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]