Lompat ke isi

Tajinan, Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tajinan
Pasar Tajinan (2022)
Pasar Tajinan (2022)
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMalang
Pemerintahan
  CamatIr. Ahmad Wahyudi, M.M.
Populasi
  Total58.625 jiwa
Kode pos
65172
Kode Kemendagri35.07.15 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3507230 Edit nilai pada Wikidata
Luas40,11 km²
Desa/kelurahan12
Peta
PetaKoordinat: 8°3′23″S 112°40′43″E / 8.05639°S 112.67861°E / -8.05639; 112.67861

Tajinan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Tajinan diapit oleh pusat-pusat ekonomi Malang seperti Kota Malang di utara, Bululawang di selatan, dan Tumpang di timur laut. Desa Tajinan yang terdapat Pasar Tajinan merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi dari kecamatan ini.[1] Tajinan memiliki beberapa obyek wisata populer seperti Sumber Jenon yang terkenal dengan airnya yang berwarna biru kehijauan.[2] Selain itu, juga ada Situs Patirtaan Ngawonggo dari zaman Mpu Sindok yang kemudian oleh warga diubah menjadi Tomboan Ngawonggo, yaitu tempat wisata dengan suasana sejuk dan menghadirkan budaya dan kuliner tradisional.[3][4] Kelurahan Arjowinangun dan Tlogowaru di Kota Malang dulunya merupakan desa di Tajinan yang kemudian menjadi bagian dari kota pada tahun 1987.[5]

Peta administrasi dan lokasi Tajinan

Tajinan adalah kecamatan yang terletak di selatan Kota Malang. Desa paling barat dari Tajinan adalah Desa Tambakasri yang berbatasan dengan Sungai Brantas dan terdapat jembatan menuju Pakisaji. Sebagian besar wilayah Tajinan merupakan dataran rendah dengan lahan yang didominasi persawahan dan perkebunan tebu. Di timur laut Tajinan terdapat bukit kecil bernama Gunung Ronggo.

Batas wilayah Kecamatan Tajinan adalah sebagai berikut:[6]

UtaraKecamatan Tumpang dan Kota Malang
TimurKecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Wajak
SelatanKecamatan Bululawang dan Kecamatan Wajak
BaratKecamatan Pakisaji dan Kota Malang

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tajinan terdiri dari 12 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / kampung. Desa dan dusun tersebut yakni sebagai berikut:[6]

No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh Ref
1 Gunungronggo Argomulyo 01, Argomulyo 02, Argomulyo 03, Argomulyo 04 (Lor Kali) [6]
2 Gunungsari Krajan, Baran [6]
3 Jambearjo Bendo, Meduran, Karangjambe, Karangrejo [6]
4 Jatisari Krajan, Mulyojati [6]
5 Ngawonggo Irodipo, Mertoyoso, Nanasan, Sidomakmur [7]
6 Pandanmulyo Dawuhan, Jambu, Kaligoro, Meduran [6]
7 Purwosekar Purboyo Ledok, Purboyo Meduran, Tubo Imansari, Tubo Sukosari [6]
8 Randugading Baran, Ngembulsari, Rambaan, Srigading [6]
9 Sumbersuko Sumbersuko, Baran, Gebyak, Legok, Legong, Sukodadi, Sukomulyo, Sumberwuni [8]
10 Tajinan Krajan, Karangnongko, Klagen [6]
11 Tambakasri Kalimeri, Tambakrejo, Tambaksari [6]
12 Tangkilsari Krajan, Kertowinangun [6]

Riwayat pemekaran

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 1987, Desa Arjowinangun dan Tlogowaru menjadi bagian dari Kota Malang. Hal ini disebabkan adanya kebijakan perluasan kota di tahun 1987 yang mengambil desa-desa di Kabupaten Malang. Desa Arjowinangun dan Tlogowaru kemudian berubah menjadi kelurahan, sedangkan kecamatan di Kota Malang ditata ulang sehingga kedua kelurahan baru tersebut menjadi bagian dari Kecamatan Kedungkandang.[5]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Sumber Jenon
Suasana di Petirtaan Ngawonggo
  • Pasar Tajinan
  • Sumber Jenon
  • Situs Patirtaan Ngawonggo dan Tomboan Ngawonggo
  • D'Embung Park Pandanmulyo
  • Warung Tangkilsari
  • Puskesmas Tajinan
  • Tugu Kuda Diponegoro di Gunungsari
  • Jembatan Sukorejo di perbatasan Bululawang
  • Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) V TNI-AD

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Ahmad Amru Muiz (2017-05-16). "Serap Anggaran Rp 1,1 Miliar, DPRD Kabupaten Malang Awasi Pembangunan Pasar Tajinan". SURYA MALANG.
  2. Mandalika Naurah (2024-05-22). "Info Lokasi dan Harga Tiket Sumber Jenon Malang, Surga Tersembunyi bagi Pecinta Alam". BERITA JATIM.
  3. Wulan Eka Handayani (2022-07-02). "Situs Petirtaan Ngawonggo, Peninggalan Mpu Sindok yang Dilestarikan Warga". MONGABAY.
  4. Wulan Eka Handayani (2022-07-03). "Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo dan Konsep Kuliner Tradisional". MONGABAY.
  5. 1 2 "Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 Tahun 1987 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang dan Kabupaten Daerah Tingkat II Malang".
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2015. BPS Kabupaten Malang. 2015-11-27.
  7. Zahro Qorina Fawziah, Moh. Farid Khalifatur Rizki, Azka Firda Wiladiyah, Sinollah. "MELESTARIKAN BUDAYA JAWA DI DESA NGAWONGGO MELALUI KEGIATAN NGANGSU BUDAYA". Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2 (1). Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  8. Muhammad Wahab Hasbullah (2025). "PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP TRADISI KAWIN MAYIT PERSPEKTIF 'URF (Studi di Masyarakat Desa Sumbersuko Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang)" (PDF). etheses UIN Malang (Skripsi). UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG.