Lompat ke isi

Turen, Malang

Turen
Ponpes Biba'afadlrah (Masjid Tiban)
Ponpes Biba'afadlrah (Masjid Tiban)
Koordinat: 8°10′52″S 112°41′27″E / 8.1811°S 112.6908°E / -8.1811; 112.6908
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMalang
Pemerintahan
  CamatDrs. Tri Sulawanto, M.Si.
Populasi
 (2024)
  Total126.400 jiwa
Kode pos
65175
Kode Kemendagri35.07.09 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3507120 Suntingan nilai di Wikidata
Luas63,90 km²
Desa/kelurahan2 kelurahan
15 desa
Peta interaktif
Peta

Turen adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang. Turen berada di persimpangan jalur-jalur strategis: dari barat ke timur dilintasi jalan nasional Blitar-Kepanjen-Lumajang, dari arah utara terdapat jalan dari arah Kota Malang, dan ke selatan terdapat jalur menuju pantai di Sumawe.[1] Turen merupakan kecamatan padat penduduk dengan berbagai pusat ekonomi yang ramai seperti Pasar Turen di pusat kecamatan dan Pasar Waringin Baru di Desa Gedog Wetan.[2] Selain pasar, Turen juga memiliki industri BUMN besar yaitu PT Pindad. Pabrik Pindad di Turen merupakan satu dari dua pabrik yang dimiliki perusahaan ini selain di Bandung, dan memproduksi munisi serta bahan peledak.[3]

Kecamatan ini memiliki berbagai tempat wisata ikonik misalnya Pondok Pesantren Salafiyah Biba'afadlrah atau yang dikenal dengan Masjid Tiban. Masjid ini memiliki arsitektur unik dengan corak yang mendetail dengan paduan warna biru dan putih.[4] Ikon Turen lainnya adalah ekowisata Boonpring Andeman berupa telaga yang dikelilingi hutan bambu yang asri.[5]

Pada masa kolonial Belanda, Turen merupakan sebuah kawedanan atau daerah pembantu bupati yang mencakup kecamatan-kecamatan di Malang bagian tenggara yaitu Kecamatan Turen, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Ampelgading. Turen adalah salah satu dari delapan kawedanan di Malang selain Kawedanan Pujon, Malang, Kepanjen, Pagak, Singosari, Tumpang, Bululawang.[6]

Peta administrasi dan lokasi Turen

Turen adalah kecamatan di Malang tenggara yang geografinya berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan dan perkebunan tebu. Akan tetapi, Turen mengalami urbanisasi yang pesat hingga menjadi salah satu kecamatan dengan penduduk terbanyak di Malang. Turen dibatasi oleh Sungai Lesti (anak sungai Brantas) di selatan dan timur yang berhulu di Semeru. Sanankerto adalah pengecualian, karena merupakan satu-satunya desa yang berada di timur Sungai Lesti.

Batas wilayah Kecamatan Turen adalah sebagai berikut:[7]

Utara Kecamatan Wajak
Timur Kecamatan Dampit
Selatan Kecamatan Sumbermanjing Wetan
Barat Kecamatan Bululawang, Kecamatan Gondanglegi, dan Kecamatan Pagelaran
Situs Prasasti Turryan

Nama wilayah Turen sudah ada sejak zaman kerajaan, dan diduga berasal dari nama pohon "turi". Turen pada zaman dahulu bernama Turyyan atau Turian seperti yang tertulis dalam Prasasti Turryan yang ditemukan di tepi Sungai Jaruman Desa Tanggung. Prasasti ini juga disebut Prasasti Mpu Sindok karena ditulis pada masa Kerajaan Medang pimpinan Mpu Sindok sekitar tahun 851 Saka atau 929 Masehi. Prasasti Turryan berisi permohonan Dang Atu Pu Sahitya untuk mendirikan bangunan suci di Desa Turryan yang kemudian dikabulkan oleh raja. Penduduk sekitar juga diperintahkan untuk membangun bendungan di Sungai Jaruman untuk mengairi sawah di sekitar bangunan suci.[8]

Pabrik Tapioka Turen tahun 1919

Pada zaman kolonial Belanda, Turen merupakan suatu kawedanan di bawah Bupati Malang yang mencakup kecamatan di Malang tenggara yaitu Turen, Dampit, Sumawe, Tirtoyudo, dan Ampelgading.[6] Salah satu bangunan penting pada zaman itu adalah jalur trem uap Gondanglegi-Dampit yang dikelola Malang Stoomtram Maatschappij dengan salah satu pemberhentiannya berupa halte di Sedayu dan Talok. Kemudian jalur tersebut tersambung dengan jembatan di atas Sungai Lesti menuju Dampit. Sayangnya, sejak zaman Jepang halte tersebut sudah dibongkar walaupun masih ada sisa besi rel yang bertahan.[9] Bangunan penting lainnya adalah sebuah pabrik pengolahan singkong menjadi tepung tapioka yang dikelola oleh Handelsvereeniging Amsterdam (HVA). Pasca diambil alih oleh pemerintah Indonesia, pabrik tersebut diubah menjadi pabrik peluru Pindad.[10][11]

Daftar kelurahan, desa, dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Turen terdiri dari 2 kelurahan dan 15 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / kampung, yakni sebagai berikut:[7]

Daftar kelurahan

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh / Kampung Ref
1 Sedayu Belum ada data [7]
2 Turen Belum ada data [7]

Daftar desa

[sunting | sunting sumber]
No. Nama Desa Nama Dusun / Dukuh / Kampung Ref
1 Gedog Kulon Gedog Kulon [7]
2 Gedog Wetan Mulyoarjo, Mulyoasri [7]
3 Jeru Jeru Barat (Panjer Kulon), Jeru Timur (Panjer Wetan) [7]
4 Kedok Krajan, Kedok Kidul, Rekesan, Sumbergong [12]
5 Kemulan Krajan, Bon Alas, Crabaan, Sumbersuko [7]
6 Pagedangan Pagedangan, Bokor, Bokor Baraan, Supit Urang, Wonokasian [7]
7 Sanankerto Krajan (Singgahan), Kampung Anyar (Andeman) [7]
8 Sananrejo Krajan (Sanan), Betek, Rekesan [7]
9 Sawahan Krajan, Prembangan, Trimo [7]
10 Talangsuko Krajan, Padi [7]
11 Talok Jatirenggo, Madyorenggo [7]
12 Tanggung Tanggung Lor, Tanggung Kidul [7]
13 Tawangrejeni Krajan, Baran, Lowokwaru [7]
14 Tumpukrenteng Krajan, Gurdo, Kali Gayam, Sumbergong [7]
15 Undaan Krajan, Meduran [7]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Pasar Turen
  • Pasar Turen
  • Pasar Waringin Baru di Desa Gedog Wetan
  • Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Ponpes Biba'afadlrah) - masjid sekaligus pondok pesantren dengan arsitektur unik di Desa Sananrejo dan sering juga disebut dengan Masjid Tiban.[4]
  • Boonpring Andeman
  • PT Pindad - satu dari dua pabrik Pindad selain di Bandung, memproduksi munisi dan bahan peledak
  • Taman Wisata Sumber Alam
  • Kolam renang Lembah Asri
  • Masjid Besar Al-Azhar Turen - masjid besar di pusat kecamatan
  • Masjid Al-Anwar Talok
  • Stadion Kahuripan di Desa Talok
  • Prasasti Turryan di Desa Tanggung

Fasilitas kesehatan

[sunting | sunting sumber]
  • RSU Pindad Turen
  • RS Bala Keselamatan (RSBK) Bokor Turen
  • Puskesmas Turen

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nana (2018-07-22). Sri Kurnia Mahiruni (ed.). "Koordinasi Dinas PU Gol, Jalan Nasional Kepanjen-Turen Mulai Dibangun". MALANG TIMES.
  2. https://gemari.id/gemari/2019/5/12/bumdesa-gedokwetan-sukses-kelola-pasar-pasar-waringin-baru (2019-05-12). "BUMDesa Gedokwetan Sukses Kelola Pasar Pasar Waringin Baru". GEMARI.id. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. "Menhan Sjafrie Kunjungi Fasilitas Produksi Munisi PT Pindad, Turen". Kementerian Pertahanan. 2025-01-25. Diakses tanggal 2025-0-29. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 Ilham Safutra (2023-04-02). "Ponpes Salafiyah Biba'a Fadlrah, Malang, yang Terus Membangun untuk Membahagiakan". JAWAPOS.
  5. Ni Nyoman Wira Widyanti (2023-10-16). "Boon Pring, Tempat Wisata di Area Hutan Bambu Andalan Desa Wisata Sanankerto". KOMPAS.
  6. 1 2 [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
  7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2015. BPS Kabupaten Malang. 2015-11-27.
  8. Sinyamin (2016). "Prasasti Turryan menengok bendungan jaman kuno di Turen (Suatu kajian IPS terpadu peninggalan sejarah)". Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS (JTP2IPS). 1 (2). Universitas Negeri Malang.
  9. Dharaka R. Perdana (2025-02-13). "Kontur Jalur Gondanglegi - Dampit di Malang Berbukit-bukit, Ternyata di Sini Letak Halte Turen". RADAR TULUNGAGUNG.
  10. "Dari Pabrik Tapioka Hingga Pabrik Peluru". DETIK. 2008-11-03.
  11. Mardi Sampurno (2023-01-06). "Dua Versi di Balik Asal-usul Nama Koplakan". RADAR MALANG.
  12. Sassi Maimunah, Afifuddin, Suyeno (2021). "EFEKTIVITAS KINERJA PENDAMPING LOKAL DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA (Studi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang)". Jurnal Respon Publik. 15 (3). Universitas Islam Malang. {{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)