Kota Depok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°22′21″S 106°49′39″E / 6.37250°S 106.82750°E / -6.37250; 106.82750

Kota Depok
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Barat
(Dari atas, kiri ke kanan): Universitas Indonesia, Masjid Ukhuwah Islamiyah, Crystal of Knowledge, Masjid Dian Al-Mahri dan Margo City
(Dari atas, kiri ke kanan): Universitas Indonesia, Masjid Ukhuwah Islamiyah, Crystal of Knowledge, Masjid Dian Al-Mahri dan Margo City
Lambang resmi Kota Depok
Lambang
Julukan: 
Kota Petir
Motto: 
Paricara Dharma
Map of West Java highlighting Depok City.svg
Kota Depok berlokasi di Indonesia
Kota Depok
Kota Depok
Koordinat: 6°23′24″S 106°49′48″E / 6.39000°S 106.83000°E / -6.39000; 106.83000
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian27 April 1999; 21 tahun lalu (1999-04-27)
Dasar hukumUU Nomor 12 Tahun 1999
Pemerintahan
 • Wali KotaMohammad Idris
 • Wakil Wali KotaPradi Supriatna
 • Sekretaris DaerahHardiono
Luas
 • Total200,29 km2 (7,733 sq mi)
Peringkat luas wilayah22
Populasi
 (2020[1])
 • Total2.457.736 jiwa
 • Peringkat13
Demografi
 • Suku bangsaJawa, Sunda, Betawi, Batak, Madura, Tionghoa, dan lainnya
 • AgamaIslam 92,99%
Kristen 6,44%
- Protestan 4,87%
- Katolik 1,57%
Buddha 0,28%
Hindu 0,17%
Konghucu 0,06%
Lainnya 0,06%[1]
 • BahasaIndonesia, Jawa, Betawi, Sunda
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area021
- Kecamatan Pancoran Mas
- Kecamatan Beji
- Kecamatan Sukmajaya
- Kecamatan Cilodong
- Kecamatan Cimanggis
- Kecamatan Tapos
- Kecamatan Cipayung
- Kecamatan Limo
- Kecamatan Cinere
0251
- Kecamatan Sawangan
- Kecamatan Bojongsari
Plat kendaraanB
Kode Kemendagri32.76 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan11
Jumlah kelurahan63
DAURp. 774.683.814.000.-(2013)[2]
Situs webwww.depok.go.id

Kota Depok adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor. Dahulu, Depok adalah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota administratif pada tahun 1982.

Sejak 27 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Berdasarkan Data BPS Kota Depok tahun 2020, Depok terdiri atas 11 kecamatan dan 63 kelurahan, dengan jumlah penduduk terdaftar sebanyak 2.457.736 jiwa.[1]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama Depok adalah nama asli, bukan singkatan. Disebut asli karena pemberian nama Depok muncul dari orang pribumi asli.

Jika dilihat pada masa Kerajaan Pajajaran (1030-1579 M), masyarakat menyebut wilayah Depok dengan Deprok (duduk santai ala melayu). Penamaan tersebut tidak terlepas dari perjalanan Prabu Siliwangi yang singgah di kawasan Beji. Keindahan dan keasrian Depok pada saat itu membuat Prabu Siliwangi men-deprok di kawasan yang tak jauh dari Sungai Ciliwung.

Sementara itu, pada masa Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa dan Pangeran Purba seringkali melakukan perjalanan ke Cirebon dan menggunakan jalur yang melintasi kawasan Depok dan sempat menetap di Beji. Salah satu pengikut Pangeran Purba yaitu Embah Raden Wujud memutuskan untuk tidak ikut melanjutkan perjalanan ke Cirebon dan menetap dengan mendirikan Padepokan (tempat pendidikan dan pelatihan) untuk menyebarkan agama Islam.

Padepokan yang dibangun Embah Raden Wujud berkembang menjadi sebuah perkampungan, sehingga Kesultanan Banten pada saat itu menyebut wilayah tersebut sebagai Depok atau Padepokan. Padepokan sendiri bisa diartikan sebagai tempat tinggal atau kampung halaman. Kata Padepokan pun bisa diartikan sebagai tempat pendidikan, seperti pesantren.

Dalam laporan ekspedisinya, Abraham van Riebeek (1730) menjelaskan bahwa kata Depok bukan berasal dari bahasa asing. Tetapi lebih mungkin bahasa Sunda atau Jawa. Dalam bahasa Sunda Depok berarti duduk.

Sejarah nama Depok tidak terlepas dari sejarah penjajahan bangsa Belanda terhadap Indonesia. Berdasarkan dokumen Bataviaasch Nieuwsblad (1929), seorang pejabat VOC yang bernama Cornelis Chastelein telah membeli lahan di Mampang dan Depok Lama yang dipergunakan untuk perkebunan.

Dalam menamakan wilayahnya, Chastelein menggunakan kata Depok yang sebenarnya sudah ada sejak masa Pajajaran. Namun Chastelein menjabarkannya menjadi De Earste Protestante Organisatie van Kristenen.

Baru pada sekitar tahun 1980-an, masyarakat modern Depok menjabarkan Depok menjadi Daerah Elit Pemukiman Orang Kaya. Banyak penjabaran terkait akronim kata Depok, namun jika melihat sejarah, Depok merupakan kata asli masyarakat asli Depok yang bermakna Kampung Halaman.[3]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Depok dibatasi oleh beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Berikut merupakan batas wilayah Kota Depok:

Utara Jakarta Selatan dan Jakarta Timur
Timur Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi
Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor
Barat Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang Selatan

Keterangan:

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Depok[sunting | sunting sumber]

Berawal pada akhir abad ke-17 seorang saudagar Belanda, bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok seluas 12,44 km² (hanya 6,2% dari luas Kota Depok yang saat ini luasnya 200,29 km²) atau kurang dari 4 kali luas Kampus Universitas Indonesia.

Pusat titik KM 0 pada Depok zaman dahulu adalah Tugu Depok yang berlokasi di halaman RS. Harapan Depok. Dengan harga 700 Ringgit Malaysia, dan status tanah itu adalah tanah partikelir atau terlepas dari kekuasaan Hindia Belanda. Cornelis Chastelein menjadi tuan tanah, yang kemudian menjadikan Depok memiliki pemerintahan sendiri.

Daerah Otonomi Chastelein ini dikenal dengan sebutan Het Gemeente Bestuur van Het Particuliere Land Depok. Pada zaman kemerdekaan, Depok menjadi sebuah kecamatan yang berada di lingkungan Kewedanaan wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Pada tahun 1981, pemerintah membentuk Kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 yang peresmiannya pada tanggal 18 Maret 1982, serta terdiri dari 3 kecamatan dan 17 desa, yaitu:

  1. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Depok, Desa Depok Jaya, Desa Pancoran Mas, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan Jaya Baru.
  2. Kecamatan Beji, terdiri dari 5 desa, yaitu: Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 6 desa, yaitu: Desa Mekarjaya, Desa Sukmajaya, Desa Sukamaju, Desa Cisalak, Desa Kalibaru, Desa Kalimulya.

Selama kurun waktu 17 tahun Kota Administratif Depok berkembang khususnya bidang pemerintahan, semua desa berganti menjadi kelurahan dan adanya pemekaran kelurahan. Sehingga pada akhirnya Depok terdiri dari 3 kecamatan dan 23 kelurahan, yaitu:

  1. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.
  2. Kecamatan Beji terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Jatimulya, Kelurahan Tirtajaya.

Kotamadya Depok[sunting | sunting sumber]

Dengan semakin pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang semakin mendesak agar Kota Administratif Depok diangkat menjadi Kotamadya dengan harapan pelayanan menjadi maksimum.

Disisi lain Pemerintah Kabupaten Bogor bersama-sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tesebut, dan mengusulkannya kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999, wilayah Kotamadya Depok terdiri dari 3 kecamatan sebagaimana tersebut diatas dan ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Bogor, yaitu:

  1. Kecamatan Cimanggis, yang terdiri dari 1 kelurahan dan 12 desa, yaitu: Kelurahan Cilangkap, Desa Pasir Gunung Selatan, Desa Tugu, Desa Mekarsari, Desa Cijajar, Desa Curug, Desa Harjamukti, Desa Sukatani, Desa Sukamaju Baru, Desa Tapos, Desa Cisalak Baru, Desa Cimpaeun, Desa Leuwinanggung.
  2. Kecamatan Sawangan, yang terdiri dari 14 desa, yaitu: Desa Sawangan, Desa Sawangan Baru, Desa Cinangka, Desa Kedaung, Desa Serua, Desa Pondok Petir, Desa Curug, Desa Bojongsari, Desa Bojongsari Baru, Desa Duren Seribu, Desa Duren Mekar, Desa Pengasinan, Desa Bedahan, Desa Pasir Putih.
  3. Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 desa, yaitu: Desa Limo, Desa Meruyung, Desa Cinere, Desa Gandul, Desa Pangkalan Jati, Desa Pangkalan Jati Baru, Desa Krukut, Desa Grogol.
  4. Dan ditambah 5 desa dari Kecamatan Bojong Gede, yaitu: Desa Cipayung, Desa Cipayung Jaya, Desa Ratu Jaya, Desa Pondok Terong, Desa Pondok Jaya.

Pemekaran Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pemekaran kecamatan di Kota Depok dari 6 menjadi 11 kecamatan merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 08 Tahun 2007 tentang pembentukan kecamatan di Kota Depok, yang diharapkan akan berdampak positif bagi masyarakat.

Dengan bertambahnya jumlah kecamatan tersebut, akan semakin mendekatkan pelayanan sehingga memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluannya. Adapun selengkapnya nama kecamatan dan kelurahan hasil pemekaran yang disahkan oleh DPRD Kota Depok, sebagai berikut:

  1. Kecamatan Pancoran Mas meliputi wilayah kerja: Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya, dan Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.
  2. Kecamatan Beji meliputi wilayah kerja: Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kukusan, dan Kelurahan Tanah Baru.
  3. Kecamatan Cipayung meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong, dan Kelurahan Pondok Jaya.
  4. Kecamatan Sukmajaya meliputi wilayah kerja: Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Tirtajaya, dan Kelurahan Cisalak.
  5. Kecamatan Cilodong meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cilodong, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, dan Kelurahan Jatimulya.
  6. Kecamatan Limo meliputi wilayah kerja: Kelurahan Limo, Kelurahan Meruyung, Kelurahan Grogol, dan Kelurahan Krukut.
  7. Kecamatan Cinere meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cinere, Kelurahan Gandul, Kelurahan Pangkalan Jati, dan Kelurahan Pangkalan Jati Baru.
  8. Kecamatan Cimanggis meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Tugu, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Harjamukti, dan Kelurahan Curug.
  9. Kecamatan Tapos meliputi wilayah kerja: Kelurahan Tapos, Kelurahan Leuwinanggung, Kelurahan Sukatani, Kelurahan Sukamaju Baru, Kelurahan Jatijajar, Kelurahan Cilangkap, dan Kelurahan Cimpaeun.
  10. Kecamatan Sawangan meliputi wilayah kerja: Kelurahan Sawangan Lama, Kelurahan Sawangan Baru, Kelurahan Kedaung, Kelurahan Cinangka, Kelurahan Bedahan, Kelurahan Pengasinan, dan Kelurahan Pasir Putih.
  11. Kecamatan Bojongsari meliputi wilayah kerja: Kelurahan Bojongsari Lama, Kelurahan Bojongsari Baru, Kelurahan Serua, Kelurahan Pondok Petir, Kelurahan Curug, Kelurahan Duren Mekar, dan Kelurahan Duren Seribu.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Walikota[sunting | sunting sumber]

No Foto resmi Wali Kota
(Lahir–Mati)
Mulai Menjabat Akhir Jabatan Periode Referensi Wakil Wali Kota
Coat of arms of West Java.svg Wali Kota Administratif Depok Lambang Kabupaten Bogor.png
1 Drs.
Moch. Rukasah Suradimadja
(1938–2009)
18 Maret 1982
18 Maret 1984
1
[note 1]
2 Drs. H.
M.I Tamdjid
(1940–2012)
20 Maret 1984
20 Maret 1988
2
3 Regent of Subang Abdul Wachyan.jpg Drs. H.
Abdul Wachyan,
M.Si
(1943–2018)
22 Maret 1988
22 Maret 1991
3
4 Drs.H.
Mochammad Masduki,
M.Si

(1944–)
24 Maret 1991
24 Maret 1992
4
5 Dr.
Sofyan Safari Hamim,
M.Si
(1943–)
25 Maret 1992
25 Maret 1996
5
6 Drs. H.
Badrul Kamal

(1945–)
27 Maret 1997
27 April 1999
6
Coat of arms of West Java.svg Wali Kota Depok Lambang Kota Depok.png
1 Drs. H.
Badrul Kamal

(1945–)
27 April 1999
15 Maret 2005
7
[note 2]
Yus Ruswandi
2 Mayor of Depok Nur Mahmudi Ismail.jpg Dr. Ir. H.
Nur Mahmudi Ismail
M.Sc

(1965–)
26 Januari 2006
26 Januari 2011
8
(2005)
[4]
Yuyun Wirasaputra
26 Januari 2011
26 Januari 2016
9
(2010)
[5]
Mohammad Idris
3 Mayor of Depok Mohammad Idris.jpg KH. Dr.
Mohammad Idris,
M.A.

(1961–)
17 Februari 2016
Petahana
(2021)
10
(2015)
[6]
Pradi Supriatna

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Depok berdasarkan asal partai politik dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
1999-2004 2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 12 5 4 11 10
Logo PPP.svg PPP 7 4 0 Steady 4 2
Logo PAN.svg PAN 7 5 8 6 4
GolkarLogo.png Golkar 6 8 7 5 Steady 5
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 3 12 11 6 12
Logo PKB.svg PKB 2 Steady 2 - 1 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat (baru) 8 16 5 3
Logo Gerindra.svg Gerindra (baru) 4 9 10
Logo Hanura.svg Hanura (baru) 2
Partai NasDem.svg NasDem (baru) 1
LogoPSI.svg PSI (baru) 1
Bulan Bintang.jpg PBB 1
PPP 1982-98.png PP 1
Logo Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.svg PKP 1
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS 1
Fraksi TNI/Polri 5
Jumlah Anggota 45 Steady 45 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Steady 10 Steady 10

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Depok terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.809.120 jiwa dengan luas wilayah 200,29 km² dan sebaran penduduk 9.032 jiwa/km².[7][8]

Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.76.06 Beji 6
32.76.11 Bojongsari 7
32.76.08 Cilodong 5
32.76.02 Cimanggis 6
32.76.09 Cinere 4
32.76.07 Cipayung 5
32.76.04 Limo 4
32.76.01 Pancoran Mas 6
32.76.03 Sawangan 7
32.76.05 Sukmajaya 6
32.76.10 Tapos 7
TOTAL 63

Ikon Kota[sunting | sunting sumber]

Belimbing terpilih sebagai ikon Kota Depok. Belimbing yang terkenal dari Kota Depok adalah belimbing dewa. Namun, seiring maraknya pengembangan perumahan serta properti lainnya di daerah utara Kota Depok atau berbatasan dengan Jakarta Selatan, pohon Belimbing hanya bisa ditemukan di daerah selatan atau ke arah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Julukan[sunting | sunting sumber]

  • Kota Belimbing

Belimbing yang terkenal dari Kota Depok adalah Belimbing Dewa. Belimbing sangat Prospektif dikembangkan di Kota Depok dan kini telah menjadi buah unggulan Kota Depok.

  • Kota Petir

Kota Depok dijuluki Kota Petir, dikarenakan Kota Depok adalah satu-satunya kota di dunia yang terdapat petir paling berbahaya di dunia dan paling sering terjadi.[9]

  • Kota Layangan

Kota Depok dijuluki Kota Layangan, karena di langit Kota Depok dipenuhi banyak layangan yang diterbangkan dari berbagai penjuru Kota Depok.

  • Kota Layak Anak

Kota Depok berhasil mempertahankan penghargaan Kota Layak Anak dengan predikat Nindya untuk 3 kali secara berturut-turut dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2019 sampai dengan sekarang.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kota Depok memiliki sekitar 2.214 sekolah, 309.743 siswa dan 20.234 guru.[10]

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Trayek Angkutan Kota:[sunting | sunting sumber]

  • D01: Terminal Depok-Ridwan Rais-Depok Satu PP
  • D01-A: Terminal Depok-Melati Raya-Depok Dalam PP
  • D02: Terminal Depok-Tole Iskandar-Depok Dua PP
  • D02-A: Cilodong-Merdeka-Depok Dua PP
  • D03: Terminal Depok-Sawangan-Parung PP
  • D04: Terminal Depok-Kukusan-Srengseng Sawah PP
  • D05: Terminal Depok-Citayam-Stasiun Bojong Gede PP
  • D06: Terminal Depok-Simpang Depok-Terminal Jatijajar PP
  • D07: Terminal Depok-Pitara-Citayam PP
  • D07-A: Terminal Depok-Jembatan Serong-Rawa Denok PP
  • D08: Terminal Depok-Cilodong-Kampung Sawah PP
  • D09: Terminal Depok-Raden Saleh-Kampung Sawah PP
  • D10: Terminal Depok-Parung Serab-Kampung Sawah PP
  • D10-A: Terminal Depok-Grand Depok City-Terminal Jatijajar PP
  • D11: Terminal Depok-Akses UI-Menpor Palsigunung PP
  • D15: Terminal Depok-Rawa Jati-Simpang Limo PP
  • D17: Terminal Jatijajar-Banjaran Pucung-Cibubur PP
  • D21: Terminal Sawangan-Bedahan-Duren Seribu PP
  • D25: Terminal Sawangan-Abdul Wahab-Pondok Petir PP
  • D26: Terminal Sawangan-Rawa Denok-Pasar Citayam PP
  • D27: Kompleks Arco-Pengasinan-Abdul Wahab PP
  • D28: Terminal Sawangan-Abdul Wahab-Pasar Ciputat PP
  • D29: Parung-Cinangka-Pasar Ciputat PP
  • D37: Terminal Kampung Rambutan-Cisalak-Pasar Cibinong PP
  • D41: Gandaria-Cibinong-Citeureup PP
  • D61: Desa Limo-Pondok Labu-Pasar Minggu PP
  • D66: Pasar Cibinong-Cimpaeun-Gunung Putri PP
  • D68: Leuwinanggung-Cimpaeun-Pasar Cibinong PP
  • D69: Cisalak-Pekapuran-Leuwinanggung PP
  • D72: Kampung Sawah-Cikaret-Terminal Cibinong PP
  • D79: Cisalak-Radar Auri-Leuwinanggung PP
  • D83: Tanah Baru-Desa Putra-Pasar Lenteng Agung PP
  • D97: Simpang Cisalak-Putri Tunggal-Cibubur PP
  • D102: Parung Bingung-Meruyung-Pondok Labu PP
  • D105: Terminal Depok-Tanah Baru-Pondok Labu PP
  • D106: Parung-Cinangka-Lebak Bulus PP
  • D107: Cisalak-Gas Alam-Leuwinanggung PP
  • D110: Terminal Depok-Gandul-Cinere PP
  • D111: Stasiun Citayam-Kalisuren-Parung PP
  • D112: Terminal Depok-Ciracas-Terminal Kampung Rambutan PP
  • D114: Grogol-Pondok Labu-Ciputat PP
  • D117: Terminal Bojong Gede-Kalisuren-Parung PP
  • D121: Terminal Kampung Rambutan-Jambore-Cileungsi PP
  • D121-A: Terminal Kampung Rambutan-Jambore-Bumi Mutiara PP
  • D128: Terminal Depok-Desa Putra-Warung Sila PP
  • D129: Mekarsari-Tanjung Barat-Pasar Minggu PP
  • M03: Terminal Depok-Tanjung Barat-Pasar Minggu PP
  • M04: Depok Timur-Tanjung Barat-Pasar Minggu PP
  • P01: Cisalak-Cibubur-Cileungsi PP
  • S16: Terminal Depok-Gandul-Pasar Pondok Labu PP
  • T11: Mekarsari-Ciracas-Terminal Cililitan PP
  • T13: Taman Bunga-Bulak Sereh-Terminal Cililitan PP
  • T16: Jambore-Ciracas-Pasar Rebo PP
  • T19: Terminal Depok-Tanjung Barat-Terminal Pinang Ranti PP

Trayek Bus:[sunting | sunting sumber]

Terminal di Depok[sunting | sunting sumber]

Kota Depok memiliki 3 terminal, yang di antaranya ada 1 Terminal Utama, 1 Terminal Bus, 1 Terminal Cadangan:

Jl. Margonda Raya No.39, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

Jl. Raya Bogor No.12, Jatijajar, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16451.

Jl. Sawangan Permai No.36, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511.

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line adalah layanan kereta rel listrik yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia atau anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

KRL telah beroperasi di wilayah Jakarta sejak tahun 1925 hingga kini melayani rute di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Rute KRL yang melewati Kota Depok:

Stasiun Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Beroperasi:

Sudah tidak beroperasi:

Pahlawan Depok[sunting | sunting sumber]

Lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kali Bata, Depok pada tanggal 16 November 1945. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Margonda Raya, Depok, Kec. Pancoran Mas.

Lahir di Depok, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran dengan sekutu di Perkebunan Cikasintu, Kabupaten Sukabumi pada tahun 1947. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Tole Iskandar, Sukamaju, Kec. Cilodong.

Arif Rahman Hakim adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia yang meninggal karena ditembak sewaktu berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut Tritura atas pemerintahan Orde Lama dibawah Presiden Soekarno pada tanggal 24 Februari 1966. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Arif Rahman Hakim, Depok, Kec. Pancoran Mas.

  • Muchtar

Nama Muchtar menurut cerita adalah nama seorang pejuang Depok. Namanya muncul bersamaan dengan Margonda dan Tole Iskandar ketika terjadi peristiwa perlawanan para pejuang kemerdekaan yang mempertahankan Depok dari tentara NICA Belanda yang menguasai Depok. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Muchtar Raya, Sawangan Baru, Kec. Sawangan.

Lahir di Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia dikenal sebagai Bapak Brimob karena pengabdiannya kepada Kepolisian Republik Indonesia sebagai pelopor terbentuknya Korps Brigade Mobil yang dulu disebut dengan nama Polisi Istimewa. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Komjen Pol. M. Jasin, Pasir Gunung Selatan, Kec. Cimanggis.

  • Pamoras

Lahir di Mandailing Natal, Sumatra Barat. Ia dikenal karena kegigihannya melawan tentara VOC sewaktu berada di kawasan Dusun Cibatu, Desa Cijajar atau sekarang menjadi Kelurahan Cisalak Pasar. Nama ia diabadikan menjadi nama jalan yaitu Jalan Pamoras, Abadijaya, Kec. Sukmajaya.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Perkembangan Kota Depok dari aspek geografis, demografis maupun sumber pendapatan begitu pesat, terutama di Bidang Administrator Pembangunan. Ada beberapa indikator yang dapat dipergunakan sebagai acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok, diantaranya:

Pertama, indeks daya beli masyarakat Depok semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sisi daya beli terjadi peningkatan indeks daya beli dari 576,76 pada tahun 2006 menjadi 586,49 pada tahun 2009.

Kedua, capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok pada tahun tahun 2009: 6,22%. Kontribusi paling dominan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan LPE, dari subsektor perdagangan dan jasa.

Ketiga, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42% pada tahun 2006 menjadi 52,77% pada tahun 2009. Indikasi tersebut menandakan bahwa masyarakat Depok sudah dapat memenuhi kebutuhan sektor primer maupun sekunder.

Laju ekonomi yang meningkat tersebut, telah menjadikan Depok sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu terlihat secara nyata dengan semakin banyaknya layanan sektor jasa dan perdagangan yang bermunculan di Kota Depok, seperti Restaurant, Mall, tempat-tempat usaha dan layanan jasa lainnya.[11]

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Mall:

  • City Plaza Depok
  • D'Mall
  • Margo City
  • ITC Depok
  • Depok Town Center
  • Cinere Bellevue Mall
  • Tip Top Depok
  • Transmart Dewi Sartika
  • Giant Ekstra Tole Iskandar
  • Giant Ekstra Cimanggis
  • Giant Ekstra Margo City
  • Giant Ekspres Bojongsari
  • Giant Ekspres Cinere Mall
  • Mall Cimanggis
  • Mall Cinere
  • Cimanggis Square
  • Depok Town Square
  • Cinere Square
  • Salladin Square
  • Pesona Square
  • The Park Sawangan

Pasar:

  • Pasar Cisalak
  • Pasar Simpang Curug
  • Pasar Windu
  • Pasar Sukatani
  • Pasar Tugu
  • Pasar Palsigunung
  • Pasar Sawangan
  • Pasar Agung
  • Pasar Segar Cinere
  • Pasar Musi
  • Pasar Musi Baru
  • Pasar Mini
  • Pasar Pucung
  • Pasar Citayam
  • Pasar Kemiri Muka
  • Pasar Reni Jaya
  • Pasar Anyelir
  • Pasar Muamalah
  • Pasar Depok Lama
  • Pasar Depok Jaya

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

  • RSUD Depok
  • RSUD Depok Timur
  • RS Hermina Depok
  • RS Bhayangkara Brimob
  • RS Permata Depok
  • RS Tugu Ibu
  • RS Sentra Medika
  • RS Puri Cinere
  • RS Simpangan Depok
  • RS Citra Medika Depok
  • RS Mitra Keluarga
  • RS Harapan Depok
  • RS Meilia
  • RS Universitas Indonesia
  • RS Jantung Diagram Cinere
  • RSIA Hasanah Graha Afiah
  • RSIA Tumbuh Kembang
  • RSIA Graha Permata Ibu
  • RSIA Citra Arafiq
  • RSIA Bunda Aliyah Depok
  • RSIA Setya Bhakti
  • RSIA Asyifa
  • RSIA Brawijaya Sawangan
  • RSU Bunda Margonda
  • RSU Bhakti Yudha

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)[sunting | sunting sumber]

  • Puskesmas Pancoran Mas
  • Puskesmas Mampang
  • Puskesmas Rangkapan Jaya Baru
  • Puskesmas Depok Jaya
  • Puskesmas Beji
  • Puskesmas Kemiri Muka
  • Puskesmas Tanah Baru
  • Puskesmas Cipayung
  • Puskesmas Ratu Jaya
  • Puskesmas Bojong Pondok Terong
  • Puskesmas Sukmajaya
  • Puskesmas Abadijaya
  • Puskesmas Baktijaya
  • Puskesmas Pondok Sukmajaya Permai
  • Puskesmas Cilodong
  • Puskesmas Villa Pertiwi
  • Puskesmas Limo
  • Puskesmas Meruyung
  • Puskesmas Cinere
  • Puskesmas Gandul
  • Puskesmas Cimanggis
  • Puskesmas Cisalak Pasar
  • Puskesmas Pasir Gunung Selatan
  • Puskesmas Mekarsari
  • Puskesmas Harjamukti
  • Puskesmas Tugu
  • Puskesmas Tapos
  • Puskesmas Cilangkap
  • Puskesmas Cimpaeun
  • Puskesmas Jatijajar
  • Puskesmas Sukatani
  • Puskesmas Sukamaju Baru
  • Puskesmas Sawangan
  • Puskesmas Kedaung
  • Puskesmas Pasir Putih
  • Puskesmas Pengasinan
  • Puskesmas Cinangka
  • Puskesmas Bojongsari
  • Puskesmas Duren Seribu

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pembentukan Kota Administratif Depok di Kabupaten Bogor
  2. ^ Pembentukan Kota Depok

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kota Depok Dalam Angka 2020". www.depokkota.bps.go.id. Diakses tanggal 9 Juni 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Arti Kata Depok". www.mohammadidris.id. Diakses tanggal 2020-09-16. 
  4. ^ IAN (26 Januari 2006). "Nurmahmudi Resmi Dilantik". Liputan6.com. Diakses tanggal 26 November 2017. 
  5. ^ Soebijoto, Hertanto, ed. (26 Januari 2011). "Siang Ini Nur Mahmudi Dilantik". Kompas.com. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  6. ^ Sam Law Malau, Budi (17 Februari 2016). Moenanto, Gede, ed. "Aher Lantik Idris dan Pradi Pimpin Kota Depok". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  9. ^ "Petir Terganas di Dunia Berada di Kota Depok, yang Terparah Terjadi Pada Bulan ini - Grid.ID". www.grid.id. Diakses tanggal 2019-12-25. 
  10. ^ Situs resmi Dinas Pendidikan Kota Depok
  11. ^ Perkembangan Ekonomi Kota Depok

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]