BisKita Trans Pakuan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
BisKita Trans Pakuan
Trans Pakuan Bus in Tugu Narkoba 2 Shelter (2), 2021.jpg
Bus Laksana untuk layanan Trans Pakuan di Halte Tugu Narkoba 2, Kota Bogor, pada bulan November 2021
Didirikan
Wilayah layanan
Jenis layananAngkutan cepat bus
Rute1 koridor (tahap awal)
6 koridor (tahap akhir)
Jenis bahan bakarBahan bakar minyak diesel
OperatorPerumda Trans Pakuan (2007-sekarang)
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (2021-sekarang)[catatan 1]

BisKita Trans Pakuan adalah layanan bus rapid transit di Kota dan Kabupaten Bogor Jawa Barat, yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Perumda Trans Pakuan yang sebelumnya bernama Perusahaan Daerah Jasa Transportasi.[1] Bus kota ini sangat mirip dengan Transjakarta, hanya berhenti di halte tertentu saja. Yang membedakan hanyalah bus ini tidak menggunakan jalur khusus. Bus ini juga diharapkan akan mengurangi jumlah angkutan kota yang masih beroperasi dan menjadi salah satu cara mengatasi kemacetan di Kota Bogor.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Trans Pakuan (2007–2016)[sunting | sunting sumber]

Halte Trans Pakuan Stasiun Bogor 1 sebagai salah satu prasarana layanan bus ini.

Layanan ini awalnya diresmikan pada tanggal 3 Juni 2007 dengan rute awal Bubulak-Baranangsiang dengan tarif Rp1.500,00. Pada perkembangannya, layanan Trans Pakuan sempat diperpanjang hingga Ciawi dan Aeon Sentul City.[3][4] Namun demikian, kesulitan keuangan perusahaan daerah menyebabkan pengembangan layanan bus ini terhambat dan sempat berhenti beroperasi pada tahun 2016.[5][6] Wacana pengoperasian kembali layanan ini sempat muncul beberapa tahun setelahnya, tetapi urung dilakukan.[7]

BisKita Trans Pakuan (2021–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Mulai tahun 2021, Bus Trans Pakuan kembali beroperasi sebagai salah satu program pembelian layanan (buy the service) seperti halnya Teman Bus, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Layanan yang dinamai sebagai "BisKita Trans Pakuan" ini direncanakan akan beroperasi pada enam koridor pelayanan di Kota Bogor, dengan soft launching layanan dimulai sejak 2 November 2021 untuk Koridor 5 Ciparigi–Stasiun Bogor.[8]

Koridor dan rute[sunting | sunting sumber]

Terdapat tujuh koridor Trans Pakuan yang direncanakan akan beroperasi secara penuh. Enam koridor pertama termasuk ke dalam sistem pembelian layanan BisKita, sementara satu koridor sisanya tetap beroperasi di bawah Pemerintah Kota Bogor, tetapi tidak disubsidi. Trans Pakuan tidak masuk dan melayani Terminal Baranangsiang sejak mulai peresmian BisKita Trans Pakuan.

  • Koridor 1: Terminal Bubulak-Cidangiang PP
  • Koridor 2: Terminal Bubulak-Ciawi PP
  • Koridor 3: Terminal Bubulak-Sukasari PP
  • Koridor 4: Ciparigi-Ciawi PP
  • Koridor 5: Ciparigi-Stasiun Bogor PP
  • Koridor 6: Parung Banteng-Air Mancur PP
  • Koridor 7: Cidangiang-Sentul Bellanova PP
Koridor Asal Tujuan Jalan yang dilalui
1 Terminal Bubulak Cidangiang Terminal Bubulak → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Jalan Sholeh Iskandar → Jalan KS Tubun → Jalan Pajajaran → Jalan Cidangiang → Jalan Pajajaran → Jalan Otto Iskandar Dinata → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Jalak Harupat → Jalan Pajajaran → Jalan KS Tubun → Jalan Sholeh Iskandar → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Terminal Bubulak
2 Terminal Bubulak Ciawi Terminal Bubulak → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Jalan Letjen Ibrahim Adjie → Jalan Mayjen Ishak Djuarsa → Jalan Veteran → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Jalak Harupat → Jalan Pajajaran → Jalan Cidangiang → Jalan Pajajaran → Jalan Raya Tajur → Simpang Ciawi → Jalan Raya Tajur → Jalan Pajajaran → Jalan Otto Iskandar Dinata → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Veteran → Jalan Mayjen Ishak Djuarsa → Jalan Letjen Ibrahim Adjie → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Terminal Bubulak
3 Terminal Bubulak Sukasari Terminal Bubulak → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Jalan Letjen Ibrahim Adjie → Jalan Mayjen Ishak Djuarsa → Jalan Veteran → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Jalak Harupat → Jalan Pajajaran → Jalan Otto Iskandar Dinata → Jalan Suryakencana → Jalan Siliwangi → Pasar Sukasari → Jalan Siliwangi → Jalan Lawang Gintung → Jalan Batutulis → Jalan Pahlawan → Jalan Empang → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Veteran → Jalan Mayjen Ishak Djuarsa → Jalan Letjen Ibrahim Adjie → Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh → Terminal Bubulak
4 Ciparigi Ciawi Jalan Villa Bogor Indah → Jalan Mandala II → Jalan Mandala → Jalan KS Tubun → Jalan Pajajaran → Jalan Cidangiang → Jalan Pajajaran → Jalan Raya Tajur → Simpang Ciawi → Jalan Raya Tajur → Jalan Pajajaran → Jalan Otto Iskandar Dinata → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Jalak Harupat → Jalan Pajajaran → Jalan KS Tubun → Jalan Sholeh Iskandar → Jalan KS Tubun → Jalan Mandala → Jalan Mandala II → Jalan Villa Bogor Indah
5 Ciparigi Stasiun Bogor Jalan Villa Bogor Indah → Jalan Pemda → Jalan KS Tubun → Jalan Jend. Ahmad Yani → Jalan RE. Martadinata → Jalan Merdeka → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Mayor Oking → Stasiun Bogor → Jalan Mayor Oking → Jalan Kapten Muslihat → Jalan Ir. H. Juanda → Jalan Jend. Sudirman → Jalan Pemuda → Jalan Dadali → Jalan Jend. Ahmad Yani → Jalan KS Tubun → Jalan Sholeh Iskandar → Jalan KS Tubun → Jalan Pemda → Jalan Villa Bogor Indah
6 Parung Banteng Air Mancur Bogor Jalan Kol. Ahmad Syam → Jalan Achmad Adnawijaya → Jalan Jend. Ahmad Yani → Jalan Pemuda → Jalan Dadali → Jalan Jend. Ahmad Yani → Jalan Achmad Adnawijaya → Jalan Kol. Ahmad Syam
7* Cidangiang Bellanova Country Mall Jalan Cidangiang → Jalan Pajajaran → Jalan Tol Jagorawi → Gerbang Tol Sentul Selatan → Bellanova Country Mall → Gerbang Tol Sentul Selatan → Jalan Tol Jagorawi → Jalan Pajajaran → Jalan Cidangiang

(*) Tidak termasuk dalam program BISKITA.

Armada[sunting | sunting sumber]

BisKita Trans Pakuan mengoperasikan 49 bus ukuran sedang berbodi Nucleus 5 yang diproduksi oleh karoseri Laksana. Masing-masing bus dapat mengangkut hingga 35 penumpang, terdiri atas 20 penumpang duduk dan 15 penumpang berdiri. Bus juga sudah dilengkapi pendingin ruangan, kamera pengawas, alat pemadam api ringan, dan pintu darurat.[9] Khusus Koridor 7, armada yang masih beroperasi berupa bus sedang bersasis Isuzu NGR71 dengan model karoseri Rahayu Santosa Cityliner.

Tarif dan tiket[sunting | sunting sumber]

Saat masih dikelola langsung Pemerintah Kota Bogor, masing-masing koridor memiliki tarif sebagai berikut.

  • Koridor 1 : Rp.6.000,00
  • Koridor 2 : Rp.6.000,00
  • Koridor 3 : Rp.6.000,00
  • Koridor 3A : Rp,6.000,00
  • Koridor 4 : Rp.6.000,00
  • Koridor 5 : Rp.6.000,00
  • Koridor 6 : Rp.6.000,00

Keterangan: Transit tidak perlu bayar lagi. Sistem pembayaran bayar di dalam bus dan loket untuk Halte Cidangiang, Harjasari, Terminal Bubulak

Setelah Trans Pakuan mengadopsi sistem pembelian layanan, tarif setiap koridor kecuali koridor 7 (dahulu 3A) digratiskan. Pembayaran dilakukan dengan kartu uang elektronik atau kode QR dari aplikasi BISKITA dan Teman Bus. Koridor 7 tidak termasuk dalam program ini sehingga pengguna perlu membayar tarif Rp10.000,00 melalui pembayaran kode QR dari dompet elektronik yang kompatibel dengan QRIS

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BPTJ hanya mengelola aplikasi BisKita

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pemkot Bogor Diminta Selesaikan Utang Masa Lalu Perumda Trans Pakuan". Republika Online. 2022-03-16. Diakses tanggal 2022-06-05. 
  2. ^ "Kota Bogor Mulai Program Pengurangan Jumlah Angkot". kompas.id. 2021-11-01. Diakses tanggal 2021-11-28. 
  3. ^ "Rute Bus Transpakuan". pergimulu.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-09. Diakses tanggal 2021-04-06. 
  4. ^ "Pemerintah Kota Bogor". kotabogor.go.id. Diakses tanggal 2021-11-02. 
  5. ^ "Bus Transpakuan Bogor Beroperasi Lagi Setelah 2 Tahun Vakum, Tarifnya Rp. 6.000". www.tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-04-06. 
  6. ^ developer, medcom id (2016-01-13). "Meski Dapat Kucuran Dana, Trans Pakuan Tetap Terancam Bangkrut". medcom.id. Diakses tanggal 2021-11-02. 
  7. ^ "13 Tahun Beroperasi, Trans Pakuan Bogor Hidup Segan Mati Tak Mau". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2021-11-02. 
  8. ^ Indonesia, C. N. N. "Konversi Angkot Jadi Trans Pakuan Dilakukan Bertahap di 4 Rute". nasional. Diakses tanggal 2021-11-02. 
  9. ^ Mobilkomersial.com. "Kunjungi Karoseri Laksana, Walikota Bogor Pamer Bus Trans Pakuan Baru". mobilkomersial.com. Diakses tanggal 2022-06-15.