Kota Tangerang Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°19′21.5″S 106°42′29.2″E / 6.322639°S 106.708111°E / -6.322639; 106.708111

Kota Tangerang Selatan

مدينة جنوب تانجيرانج
Kota di Banten, Indonesia
Lambang Kota Tangerang Selatan.svg
Lambang
Julukan: 
Kota Anggrek
Motto: 
Cerdas, Modern, Religius
Locator Kota Tangerang Selatan.png
Kota Tangerang Selatan is located in Indonesia
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan
Koordinat: 6°19′21″S 106°42′29″E / 6.32250°S 106.70806°E / -6.32250; 106.70806
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal peresmian26 November 2008
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 51 Tahun 2008
Pemerintahan
 • Wali KotaBenyamin Davnie
 • Wakil Wali KotaPilar Saga Ichsan
Luas
 • Total147,19 km2 (56,83 sq mi)
Peringkat luas wilayah54
Populasi
 • Total1.352.035 jiwa
 • Peringkat14
 • Kepadatan9.186/km2 (23,790/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 89,30%
Kristen 9,46%
- Protestan 5,91%
- Katolik 3,55%
Buddha 0,97%
Hindu 0,22%
Konghucu 0,05%[1]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area021
Plat kendaraanB
Kode Kemendagri36.74 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan7 kecamatan
Jumlah kelurahan54 kelurahan
DAURp 619.411.148.000.-(2020)[2]
IPMPenurunan 81,36 (2020)
Sangat Tinggi[3]
Bandar udaraBandara Pondok Cabe
Situs webwww.tangerangselatankota.go.id

Kota Tangerang Selatan (Pegon: مدينة جنوب تانجيرانج) adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten. Kota ini terletak 30 km sebelah barat Jakarta dan 90 km sebelah tenggara kota Serang atau ibukota provinsi Banten. Suku aslinya adalah Suku Banten.

Sejarah

Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Warga merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.

Pada 27 Desember 2006, DPRD Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan yang terdiri atas 7 kecamatan, yakni: Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu. Serta menetapkan Kecamatan Ciputat sebagai Pusat Pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan dana sebesar 20 Milyar untuk proses awal berdirinya Kota Tangerang Selatan. Dana itu dianggarkan untuk biaya operasional kota baru selama 1 tahun pertama dan merupakan modal awal dari daerah induk untuk wilayah hasil pemekaran.

Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan 7 kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.

Geografis

Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106'38' - 106'47’ BT dan 06'13'30' - 06'22'30' LS. Wilayah Kota Tangerang Selatan diantaranya dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat.

Letak geografis Tangerang Selatan berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan timur, selain itu Tangerang Selatan juga menjadi salah satu daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat.

Batas Wilayah

Utara Kota Tangerang
Timur DKI Jakarta
Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok
Barat Kabupaten Tangerang

Topografi

Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan dataran rendah dan memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0 - 3% sedangkan ketinggian wilayah antara 0 – 25 m dpl. Untuk kemiringan garis besar terbagi dari 2 bagian, yaitu :

Geologi

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah yang relatif datar. Beberapa kecamatan memiliki lahan yang bergelombang seperti di perbatasan antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Pamulang serta sebagian di Kecamatan Ciputat Timur.

Kondisi geologi Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, dan bongkah. Jenis batuan ini mempunyai tingkat kemudahan dikerjakan yang baik sampai sedang, unsur ketahanan terhadap erosi cukup baik oleh karena itu wilayah Kota Tangerang Selatan masih cukup layak untuk kegiatan perkotaan.

Dilihat dari sebaran jenis tanahnya, pada umumnya di Tangerang Selatan berupa asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian atau perkebunan.

Meskipun demikian, dalam kenyataannya makin banyak yang berubah penggunaannya untuk kegiatan lainnya yang bersifat non-pertanian. Untuk sebagian wilayah seperti Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu, jenis tanah ada yang mengandung pasir khususnya untuk wilayah yang dekat dengan Sungai Cisadane.

Iklim

Iklim di wilayah Kota Tangerang Selatan adalah iklim tropis dengan tipe (Af) yang memiliki intensitas curah hujan yang tinggi, yakni berkisar antara 1.800–2.200 mm per tahun. Temperatur udara berada di sekitar 23,4 °C–34,2 °C. Rata-rata kelembaban udara adalah 80,0% sedangkan intensitas matahari adalah 49,0%. Keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu ±375 mm, sedangkan keadaan curah hujan terendah terjadi di bulan Juli ±75 mm dan rata-rata curah hujan dalam setahun adalah ≥155 mm. Rata-rata hari hujan per tahun ialah ≥140 hari hujan dengan rata-rata hari hujan tertinggi pada bulan Desember sebanyak 19 hari. Rata-rata kecepatan angin dalam setahun adalah 4,9 km/jam dan kecepatan maksimum rata-rata 38,3 km/jam.

Data iklim Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.9
(87.6)
31
(88)
32.1
(89.8)
32.6
(90.7)
32.7
(90.9)
32.6
(90.7)
32.6
(90.7)
32.9
(91.2)
33.4
(92.1)
33.4
(92.1)
32.7
(90.9)
31.8
(89.2)
32.39
(90.33)
Rata-rata harian °C (°F) 26.4
(79.5)
26.3
(79.3)
26.8
(80.2)
27.2
(81)
27.4
(81.3)
27.2
(81)
26.9
(80.4)
27
(81)
27.4
(81.3)
27.5
(81.5)
27.3
(81.1)
26.9
(80.4)
27.03
(80.67)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.4
(74.1)
23.3
(73.9)
23.6
(74.5)
23.8
(74.8)
23.8
(74.8)
23.4
(74.1)
22.9
(73.2)
22.9
(73.2)
23.1
(73.6)
23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.5
(74.3)
23.4
(74.11)
Presipitasi mm (inci) 332
(13.07)
318
(12.52)
239
(9.41)
222
(8.74)
216
(8.5)
118
(4.65)
97
(3.82)
137
(5.39)
136
(5.35)
214
(8.43)
233
(9.17)
239
(9.41)
2.501
(98,46)
Rata-rata hari hujan 22 21 19 17 14 9 8 9 10 13 18 19 179
% kelembapan 85.5 86.1 84.2 82.7 81.8 78.7 76.5 74.6 73.8 76.7 80.5 82.9 80.33
Rata-rata sinar matahari bulanan 141 160 208 232 245 251 284 295 263 254 206 183 2.722
Sumber #1: BMKG[4]
Sumber #2: Climate-Data.org[5] & Weatherbase[6]

Pemerintahan

Daftar Walikota

Daftar Wali Kota Tangerang Selatan dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

No. Foto Wali Kota Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
HM. Shaleh MT.jpg Ir. H.
Mohammad Shaleh
MT
(Penjabat Sementara Wali Kota)
24 Januari 2009 18 Juli 2010 Tidak ada
Eutik Suarta.JPG H.
Eutik Suarta
SH
(Penjabat Wali Kota)
18 Juli 2010 24 Januari 2011 [7][8]
Hidayat Djohari.jpg Hidayat Djohari
(Penjabat Wali Kota)
24 Januari 2011 20 April 2011 [9][10]
1 Mayor of South Tangerang Airin Rachmi Diany.jpg
Hj. Airin Rachmi Diany, S.H.
20 April 2011 20 April 2016 1
(2011)
Benyamin Davnie
20 April 2016 20 April 2021 2
(2015)
[11][12]
- Bambang Noertjahjo 20 April 2021 26 April 2021 - Tidak Ada
2 Vice Mayor of South Tangerang Benyamin Davnie.jpg Drs. H. Benyamin Davnie 26 April 2021 Petahana 3

(2020)

Pilar Saga Ichsan
  Non Partisan/Penugasan Pemerintah

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dalam dua periode terakhir.[13][14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 Kenaikan 4
  Gerindra 7 Kenaikan 8
  PDI-P 9 Penurunan 8
  Golkar 9 Kenaikan 10
  NasDem 3 Penurunan 0
  PKS 5 Kenaikan 8
  PPP 2 Penurunan 0
  PSI (baru) 4
  PAN 3 Penurunan 2
  Hanura 6 Penurunan 1
  Demokrat 3 Kenaikan 5
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Kecamatan

Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 kecamatan dan 54 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.244.204 jiwa dan luas wilayah 147,19 km² dengan kepadatan 8.453 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tangerang Selatan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
36.74.04 Ciputat 7
36.74.05 Ciputat Timur 6
36.74.06 Pamulang 8
36.74.03 Pondok Aren 11
36.74.01 Serpong 9
36.74.02 Serpong Utara 7
36.74.07 Setu 6
TOTAL 54

Perekonomian

Perkembangan PDRB

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp.5.256.882, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.2.768.764. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2007 mencapai 1.042.682 orang, PDRB per-kapita adalah sebesar Rp.5.042.000.

Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demikian juga dengan PDRB per-kapita. Pada tahun 2007, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) adalah sebesar 6,51%. Pada tahun 2003, PDRB per-kapita atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.863.517.

Kecamatan yang memberikan kontribusi paling besar adalah Kecamatan Ciputat Timur yaitu sebesar Rp.167 Trilyun atau 31,93% dari total PDRB. Sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Setu dengan Rp.71 Trilyun atau 1,35%.

Struktur Ekonomi

Berdasarkan Data PDRB tahun 2007, struktur ekonomi Tangerang Selatan didominasi oleh sektor Usaha Pengangkutan dan Komunikasi (30,29%) serta Perdagangan Hotel dan Restoran (26,81%). Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah Bank, Persewaan dan Jasa Perusahaan (15,40%).

Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier, yaitu Pengangkutan dan Komunikasi, Perdagangan Hotel dan Restoran serta Bank, Persewaan dan Jasa Perusahaan, yang memberikan kontribusi hampir 90%.

Sektor sekunder berupa Industri Pengolahan; Listrik, Gas, Air Bersih, dan Konstruksi memberikan kontribusi 8,76%, dan sektor primer seperti Pertanian, Pertambangan dan Penggalian hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%. Jika dilihat kecenderungan sejak tahun 2004 hingga tahun 2007, sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya secara signifikan sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya.

Pendidikan

Kota Tangerang Selatan memiliki sekitar 1.214 sekolah, 254.167 siswa dan 15.398 guru.

Perguruan Tinggi

Kesehatan

Rumah Sakit

  • RSUD Tangerang Selatan
  • RS Aria Sentra Medika
  • RS Bhineka Bhakti Husada
  • RS Buah Hati Ciputat
  • RS Bunda Dalimah
  • RS Eka BSD
  • RS Hermina Ciputat
  • RS Hermina Serpong
  • RS Ichsan Medical Centre
  • RS Insan Permata
  • RS Islam Asshobirin
  • RS Jiwa Dharma Graha
  • RS Medika BSD
  • RS Omni Internasional
  • RS Permata Pamulang
  • RS Pondok Indah Bintaro Jaya
  • RS Premier Bintaro
  • RS Proklamasi BSD
  • RS Rumah Indonesia Sehat
  • RS Sari Asih Ciputat
  • RS Syarif Hidayatullah
  • RSIA Buah Hati Pamulang
  • RSIA Cinta Kasih
  • RSIA Citra Ananda
  • RSIA Dhia
  • RSIA Lestari
  • RSIA Permata Sarana Husada
  • RSIA Prima Medika
  • RSIA Putra Dalimah
  • RSIA Vitalaya

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

  • Puskesmas Ciputat
  • Puskesmas Jombang
  • Puskesmas Kampung Sawah
  • Puskesmas Pamulang
  • Puskesmas Pondok Aren
  • Puskesmas Pondok Jagung
  • Puskesmas Serpong
  • Puskesmas Serpong II
  • Puskesmas Setu
  • Puskesmas Ciputat Timur
  • Puskesmas Jurang Mangu
  • Puskesmas Perigi
  • Puskesmas Kranggan
  • Puskesmas Paku Alam
  • Puskesmas Benda Baru
  • Puskesmas Pondok Kacang Timur
  • Puskesmas Pondok Benda
  • Puskesmas Pondok Ranji
  • Puskesmas Pondok Betung
  • Puskesmas Pondok Pucung
  • Puskesmas Rengas
  • Puskesmas Pisangan
  • Puskesmas Bakti Jaya
  • Puskesmas Rawa Buntu
  • Puskesmas Situ Gintung

Transportasi Umum

Stasiun

Kota Tangerang Selatan memiliki 5 stasiun KRL yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kota Tangerang Selatan juga memiliki 1 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Vandalisme, yaitu:

Pusat Perbelanjaan

Kebudayaan

Pada Umumnya dari sisi Kebudayaan di Kota Tangerang Selatan ada berbagai macam campuran etnik suku seperti Betawi, Sunda, & Banten. Adapula ditambahnya kaum suku pendatang dari luar daerah seperti Suku jawa, minang, batak, ambon, tionghoa atau suku lainnya. Kemudian budaya populer yang dimiliki kota Tangerang Selatan yaitu batik Tangerang Selatan atau disingkat Batik khas Tangsel. Motif batik yang digunakan kota Tangerang Selatan motif kembang anggrek warna ungu dengan didesain warna kuning-hijau tosca disertai lambang kota Tangerang Selatan. Kemudian Batik Tangsel pernah juga dipopulerkan atau dipamerkan melalui kontes acara seni pemodel abang none Tangsel. Dan batik ini juga dipakai sebagai seragam dinas kepegawaian Tangerang Selatan.

Motif batik kota Tangerang Selatan disaat acara hari batik nasional

Referensi

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  2. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ "Rerata Unsur Cuaca Tangerang Selatan Periode 1981-2010". Stasiun Klimatologi Pondok Betung – BMKG. Diakses tanggal 4 September 2021. 
  5. ^ "Ciputat, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  6. ^ "CIPUTAT, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  7. ^ Priliawito, Eko; Al-Yamani, Zaky (16 Desember 2010). UMI, ed. "Monorel Serpong-Bandara Didukung 14 Stasiun". Viva.co.id. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  8. ^ Asdhiana, I Made, ed. (28 Juli 2010). "Ultah Tangsel Diusulkan 26 November". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  9. ^ Ganet, ed. (24 Januari 2011). "Gubernur Lantik Penjabat Tangerang Selatan ke-Tiga". AntaraNews.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  10. ^ Ganet, ed. (24 Januari 2011). "Gubernur Minta Penjabat Sukseskan Pemungutan Ulang Tangsel". AntaraBanten.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  11. ^ Tristiawati, Pramita (22 Januari 2016). "Airin Jadi Wali Kota Tangsel 2016-2021". Liputan6.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  12. ^ FID (20 April 2016). "Airin Rachmi Diany dan Benyamin Devnie Kembali Pimpin Kota Tangsel". KabarTangsel.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tangerang Selatan 2014-2019
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tangerang Selatan 2019-2024.Detikcom
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.204.714 Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.462.442
2 Surabaya Jawa Timur 2.970.843 8 Batam Kepulauan Riau 1.169.648
3 Medan Sumatra Utara 2.524.511 9 Bandar Lampung Lampung 1.090.921
4 Bandung Jawa Barat 2.518.260 10 Pekanbaru Riau 1.045.039
5 Semarang Jawa Tengah 1.686.042 11 Padang Sumatra Barat 918.463
6 Palembang Sumatra Selatan 1.685.219 12 Malang Jawa Timur 866.356
Sumber: Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri RI, 2020. Catatan: tidak termasuk kota satelit.