Stasiun Serpong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Serpong
R08

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SRP.png
LokasiJalan Stasiun Serpong
Serpong, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15310
Indonesia
Ketinggian+46 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 30+203 lintas Angke-Tanah Abang-Rangkasbitung-Merak[1]
Jumlah peronSatu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • SRP
  • 0211
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1 Oktober 1899[3]
Dibangun kembali2007
Elektrifikasi1992
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Rawa Buntu
ke arah Tanah Abang
Lin Rangkasbitung Cisauk
Layanan
KRL Commuter Line
Fasilitas dan teknis
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Lokasi pada peta
Stasiun Serpong is located in Indonesia
Stasiun Serpong
Stasiun Serpong
Lokasi di Indonesia

Stasiun Serpong (SRP) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di kelurahan Serpong, kecamatan Serpong, kota Tangerang Selatan, Banten. Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 meter ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta, dan terletak tidak jauh dari Bumi Serpong Damai.

Pada tahun 1992 jalur dan stasiun ini kemudian dielektrifikasi untuk mendukung perjalanan KRL Serpong Ekspres, yang disebut-sebut sebagai cikal bakal dari KRL Green Line.[2] Stasiun ini awalnya merupakan stasiun akhir untuk KRL Commuter Line, tetapi sekarang telah diperpanjang hingga Rangkasbitung. Stasiun Serpong merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling barat di Kota Tangerang Selatan.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Pada tanggal 4 Juli 2007, Stasiun Serpong baru diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai stasiun percontohan, bersamaan dengan peresmian jalur ganda di stasiun ini. Selain itu, tata letak stasiun ini juga berubah, sehingga stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan sepur lurus di jalur 2 dan 3. Bangunan lama stasiun ini, yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen, sudah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan peron dan bangunan baru. Meskipun demikian, aktivitas penumpang di stasiun ini tetap normal.[4] Dengan selesainya jalur ganda Serpong–Parungpanjang per akhir 2012, jalur 2 ini dijadikan sepur lurus arah Rangkasbitung, sedangkan jalur 3 merupakan sepur lurus arah Tanah Abang.[5]

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter SRP.svg

PapanNamaStasiunKomuter CSK Footer.png
PapanNamaStasiunKomuter RU Footer.png
G Bangunan utama stasiun
P

Lantai peron

Peron sisi
Jalur 1 ← (Cisauk)      Lin Rangkasbitung menuju Rangkasbitung/Tigaraksa dan menuju Tanah Abang (Rawa Buntu) →
Peron pulau
Jalur 2 ← (Cisauk)      Lin Rangkasbitung menuju Rangkasbitung/Tigaraksa
Jalur 3      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang (Rawa Buntu) →
Peron pulau
Jalur 4      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang (Rawa Buntu) →

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

R Rangkasbitung Line (Green Line)

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 22 Desember 2019, Stasiun Serpong diterjang angin kencang dan menyebabkan atap stasiun terbang, listrik padam, dan pohon di dekat stasiun tumbang. Akibatnya perjalanan KRL terhambat hingga keesokan harinya.[6][7]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan Nomor rute Tujuan
Angkot Kota Tangerang Selatan [8] B07 Stasiun Serpong–Terminal Kalideres (di halte Kalideres Roundeltjk2D.png Roundeltjk3.png)
D16 Terminal BSD-Suradita
D20 Stasiun Serpong-Rumpin, Bogor
Angkot Kota Tangerang R03A Terminal Poris Plawad-Stasiun Serpong

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b c Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  5. ^ Muhamad <asep.muhamad[at]torche.co.id>, Asep. "Jalur Ganda KA Serpong-Parung Panjang Diresmikan". dephub.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-19. 
  6. ^ Fadhil, Haris. "Atap Sempat Rusak, Stasiun Serpong Sudah Beroperasi Normal". detiknews (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-06. 
  7. ^ Sidik, Farih Maulana. "Diterjang Angin-Hujan Deras, Atap Stasiun Serpong Rusak". detiknews (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-01-06. 
  8. ^ "Trayek Angkot". About Tangerang. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cisauk
ke arah Merak
Merak–Tanah Abang Rawa Buntu
ke arah Tanah Abang


Koordinat: 6°19′13″S 106°39′55″E / 6.3201452°S 106.6651493°E / -6.3201452; 106.6651493