Kota Tangerang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°10′17″S 106°38′26″E / 6.17139°S 106.64056°E / -6.17139; 106.64056

Kota Tangerang
Jawa 1rightarrow blue.svg Banten
Balai Kota Tangerang
Lambang resmi Kota Tangerang
Lambang
Motto: 
Bhakti Karya Adhi Kertarahardja
Locator Kota Tangerang.png
Kota Tangerang berlokasi di Indonesia
Kota Tangerang
Kota Tangerang
Koordinat: 6°10′17″S 106°38′26″E / 6.17139°S 106.64056°E / -6.17139; 106.64056
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal peresmian28 Februari 1993; 27 tahun lalu (1993-02-28)
Dasar hukumUU No. 2/1993
Pemerintahan
 • Wali KotaArief Rachadiono Wismansyah
 • Wakil Wali KotaSachrudin
Luas
 • Total153,93 km2 (59,43 sq mi)
Peringkat luas wilayah39
Populasi
 • Total2.185.304 jiwa
 • Peringkat6
 • Peringkat12
Demografi
 • Suku bangsaBanten, Jawa, Batak, Betawi, Tionghoa, dll
 • AgamaIslam 87,95%
Kristen 8,01%
- Protestan 5,52%
- Katolik 2,49%
Buddha 3,84%
Hindu 0,15%
Lainnya 0,05%[2]
 • BahasaIndonesia, Sunda Banten, Betawi
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area021
Plat kendaraanB
Kode Kemendagri36.71 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan13
Jumlah kelurahan104
DAURp. 829.387.856.000.-(2013)[3]
Flora resmi-
Fauna resmiKowak-malam abu
Situs webwww.tangerangkota.go.id

Kota Tangerang adalah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten. Kota ini terletak tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah utara dan barat, Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta di sebelah timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi di provinsi Jawa Barat dan dilalui oleh Nasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Nasional Rute 1. Selain itu Kepolisian di kota ini juga setara dengan Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang Selatan dan sebagian Kabupaten Tangerang. Yang dimana kepolisiannya berkedudukan di Kepolisian DKI Jakarta Polda Metro Jaya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal-usul Tangerang disebut juga sebagai Kota "Benteng"[sunting | sunting sumber]

Denah Benteng Tangerang tertanggal 1709
Kediaman Tuan Oei Dji San, seorang tokoh Tionghoa di Tangerang, pada tahun 1920-1922

Untuk mengungkapkan asal usul tangerang sebagai kota "Benteng", diperlukan catatan yang menyangkut perjuangan. Menurut tulisan F. de Haan yang diambil dari arsip VOC, resolusi tanggal 1 Juni 1660 melaporkan bahwa Sultan Banten telah membuat negeri besar yang terletak di sebelah barat sungai Untung Jawa, dan untuk mengisi negeri baru tersebut Sultan Banten telah memindahkan 5.000 sampai 6.000 penduduk.

Dalam Dag Register tertanggal 20 Desember 1668 diberitakan bahwa Sultan Banten telah mengangkat Raden Sena Pati dan Kyai Demang sebagai penguasa di daerah baru tersebut. Karena dicurigai akan merebut kerajaan, Raden Sena Pati dan Kyai Demang dipecat oleh Sultan. Sebagai gantinya diangkat Pangeran Dipati lainnya. Atas pemecatan tersebut Ki Demang sakit hati. Kemudian tindakan selanjutnya ia mengadu domba antara Banten dan VOC. Tetapi ia terbunuh di Kademangan.

Dalam arsip VOC selanjutnya, yaitu dalam Dag Register tertanggal 4 Maret 1680 menjelaskan bahwa penguasa Tangerang pada waktu itu adalah Kyai Dipati Soera Dielaga. Kyai Soeradilaga dan putranya Subraja minta perlindungan VOC dengan diikuti 143 pengiring dan tentaranya (keterangan ini terdapat dalam Dag Register tanggal 2 Juli 1682). Ia dan pengiringnya ketika itu diberi tempat di sebelah timur sungai, berbatasan dengan pagar VOC.

Ketika bertempur dengan Banten, Soeradilaga beserta ahli perangnya berhasil memukul mundur pasukan Banten. Atas jasa keunggulannya itu kemudian ia diberi gelar kehormatan Raden Aria Suryamanggala, sedangkan Pangerang Subraja diberi gelar Kyai Dipati Soetadilaga. Selanjutnya Raden Aria Soetadilaga diangkat menjadi Bupati Tangerang I dengan wilayah meliputi antara sungai Angke dan Cisadane. Gelar yang digunakannya adalah Aria Soetidilaga I.

Kemudian dengan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 April 1684, Tangerang menjadi daerah kekuasaan VOC. Banten tidak mempunyai hak untuk campur tangan dalam mengatur tata pemerintahan di Tangerang. Salah satu pasal dari perjanjian tersebut berbunyi: Dan harus diketahui dengan pasti sejauh mana batas-batas daerah kekuasaan yang sejak masa lalu telah dimaklumi maka akan tetap ditentukan yaitu daerah yang dibatasi oleh sungai Untung Jawa atau Tangerang dari pantai Laut Jawa hingga pegunungan-pegunungan sejauh aliran sungai tersebut dengan kelokan-kelokannya dan kemudian menurut garis lurus dari daerah Selatan hingga utara sampai Laut Selatan. Bahwa semua tanah disepanjang Untung Jawa atau Tangerang akan menjadi milik atau ditempati VOC.

Dengan adanya perjanjian tersebut daerah kekuasaan bupati bertambah luas sampai sebelah barat sungai Tangerang. Untuk mengawasi Tangerang maka dipandang perlu menambah pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan sungai Tangerang, karena orang-orang Banten selalu melakukan penyerangan secara tiba-tiba. Menurut peta yang dibuat pada tahun 1692, pos yang paling tua terletak di muara sungai Mookervaart, tepatnya disebelah utara Kampung Baru. Namun kemudian ketika didirikan pos yang baru, bergeserlah letaknya ke sebelah Selatan atau tepatnya di muara sungai Tangerang.

Menurut arsip Gewone Resolutie Van hat Casteel Batavia tanggal 3 April 1705 ada rencana merobohkan bangunan-bangunan dalam pos karena hanya berdinding bambu. Kemudian bangunannya diusulkan diganti dengan tembok. Gubernur Jenderal Zwaardeczon sangat menyetujui usulan tersbut, bahkan diinstruksikan untuk membuat pagar tembok mengelilingi bangunan-bangunan dalam pos penjagaan. Hal ini dimaksudkan agar orang Banten tidak dapat melakukan penyerangan. Benteng baru yang akan dibangun untuk ditempati itu direncanakan punya ketebalan dinding 20 kaki atau lebih. Disana akan ditempatkan 30 orang Eropa dibawah pimpinan seorang Vandrig (Peltu) dan 28 orang Makasar yang akan tinggal di luar benteng. Bahan dasar benteng adalah batu bata yang diperoleh dari Bupati Tangerang Aria Soetadilaga I.

Setelah benteng selesai dibangun personelnya menjadi 60 orang Eropa dan 30 orang hitam. Yang dikatakan orang hitam adalah orang-orang Makasar yang direkrut sebagai serdadu VOC. Benteng ini kemudian menjadi basis VOC dalam menghadapi pemberontakan dari Banten. Kemudian pada tahun 1801, diputuskan untuk memperbaiki dan memperkuat pos atau garnisun itu, dengan letak bangunan baru 60 roeden agak ke tenggara, tepatnya terletak disebelah timur Jalan Besar pal 17. Orang-orang pribumi pada waktu itu lebih mengenal bangunan ini dengan sebutan "Benteng". Sejak saat itu, Tangerang terkenal dengan sebutan Benteng. Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak terawat lagi, bahkan menurut "Superintendant of Publik Building and Work" tanggal 6 Maret 1816 menyatakan: ...Benteng dan barak di Tangerang sekarang tidak terurus, tak seorangpun mau melihatnya lagi. Pintu dan jendela banyak yang rusak bahkan diambil orang untuk kepentingannya.

Perjuangan kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pada Oktober 1945, Laskar Hitam, milisi muslim ekstrem didirikan di Tangerang. tujuan dari gerakan ini adalah untuk mendirikan negara Islam di Indonesia. Gerakan ini kemudian menjadi bagian kelompok pemberontak DI/TII. Pada 31 Oktober 1945, Laskar Hitam menculik Oto Iskandardinata, Menteri Negara Republik Indonesia. Kemungkinan dibunuh di pantai Mauk, Tangerang pada 20 Desember 1945.

Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, ada kerusuhan ras di Tangerang. Kelompok anti etnis Tionghoa menyerang etnis Tionghoa di Tangerang karena mereka menganggap bahwa etnis Tionghoa mendukung pemerintah Belanda yang mencoba untuk kembali menguasai Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1981 hingga 1984, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibangun di Benda, Tangerang. Bandara terletak di Tangerang, namun disebut sebagai Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. Cengkareng adalah nama kecamatan di Jakarta Barat yang berdekatan dengan bandara.

Pada Agustus 1996, Walmart, pengecer terbesar dari Amerika Serikat membuka cabang pertamanya di Indonesia di Lippo Karawaci, Tangerang. Sayangnya, cabang tersebut dijarah dan dibakar pada kerusuhan Mei 1998. Walmart menghentikan investasi mereka di Indonesia setelah kerusuhan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota Tangerang terletak di wilayah barat laut Provinsi Banten dan berada di sisi utara Pulau Jawa. Secara astronomis, kota ini terletak 106°33'–106°44' Bujur Timur (BT) dan 6°05'–6°15 Lintang Selatan (LS). Kota Tangerang mempunyai luas sebesar ±153,9 km².[4][5] Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah Barat dan Utara, dengan Kota Tangerang Selatan di sisi Selatan, dan dengan DKI Jakarta di sebelah Timur.[5][6] Kota Tangerang dilintasi oleh salah satu sungai terbesar di barat Pulau Jawa yaitu Sungai Cisadane. Sungai ini merupakan bagian dari identitas Kota Tangerang yang tak dapat dipisahkan. Hulu sungai ini terletak di lereng Gunung Salak dan Gunung Pangrango, Bogor.

Sungai Cisadane yang melintasi Kota Tangerang

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Tangerang
Timur DKI Jakarta
Selatan Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang
Barat Kabupaten Tangerang

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi, Kota Tangerang sebagian besar berada pada ketinggian 10-30 m di atas permukaan laut (dpl), alias secara keseluruhan wilayahnya berada di dataran rendah. Bagian utara kota ini (meliputi sebagian besar Kecamatan Benda) memiliki ketinggian rata-rata 10 mdpl, sedangkan bagian selatan Kota Tangerang mempunyai ketinggian 30 mdpl. Selanjutnya, Kota Tangerang mempunyai tingkat kemiringan tanah 0-3% dan sebagian kecil (yaitu di bagian selatan kota) kemiringan tanahnya antara 3%–8% berada di Kelurahan Parung Serab, Kelurahan Paninggilan Selatan dan Kelurahan Cipadu Jaya.[7]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan garis lintang, Kota Tangerang berada pada wilayah Iklim Tropis dan menurut klasifikasi Iklim Koppen sebagian besar wilayah Kota Tangerang termasuk kategori Af yaitu kategori iklim hutan hujan tropis. Curah hujan yang tinggi di Kota Tangerang biasanya terjadi sejak awal bulan Desember hingga bulan Maret dengan curah hujan bulanan di atas 200 mm per bulan dan curah hujan yang rendah biasanya terjadi dari bulan Juni hingga bulan September dengan curah hujan bulanan kurang dari 100 mm per bulan. Curah hujan tahunan wilayah Kota Tangerang berkisar antara 1700–2300 milimeter per tahun dengan bulan terbasah yaitu bulan Januari dan bulan terkering yaitu bulan Agustus dan rata-rata hari hujan di wilayah ini adalah 120 hingga 180 hari hujan per tahunnya. Suhu udara di Kota Tangerang per tahunnya berkisar antara 23°–34°C. Tingkat kelembapan nisbi per tahun di kota ini bervariasi antara 76%–85%.

Data iklim Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.7
(87.3)
30.8
(87.4)
31.8
(89.2)
32.4
(90.3)
32.5
(90.5)
32.2
(90)
32.7
(90.9)
32.2
(90)
32.6
(90.7)
33.0
(91.4)
32.7
(90.9)
31.8
(89.2)
32.12
(89.82)
Rata-rata harian °C (°F) 27.4
(81.3)
27.5
(81.5)
28.1
(82.6)
28.5
(83.3)
28.5
(83.3)
28.2
(82.8)
27.8
(82)
27.9
(82.2)
28.2
(82.8)
28.6
(83.5)
28.6
(83.5)
28.1
(82.6)
28.12
(82.62)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.1
(75.4)
24.1
(75.4)
24.3
(75.7)
24.7
(76.5)
24.6
(76.3)
24.2
(75.6)
23.1
(73.6)
23.6
(74.5)
23.8
(74.8)
24.2
(75.6)
24.4
(75.9)
24.4
(75.9)
24.12
(75.43)
Presipitasi mm (inci) 342.1
(13.469)
290.2
(11.425)
231.7
(9.122)
160.9
(6.335)
104.5
(4.114)
81.3
(3.201)
70.6
(2.78)
62.1
(2.445)
86.2
(3.394)
112.7
(4.437)
182.3
(7.177)
267.4
(10.528)
1.992
(78,427)
Rata-rata hari hujan 22 19 17 14 11 9 8 7 9 12 15 17 160
% kelembapan 85 84 83 82 82 80 78 79 77 78 80 81 80.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 138 160 207 246 260 254 285 294 263 254 205 182 2.748
Sumber #1: Climate-Data.org & WeatherOnline[8][9]
Sumber #2: Weatherbase[10]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah Kota Tangerang adalah seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh warga Tangerang dalam pilkada setiap lima tahun sekali. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang saat ini adalah Arief Rachadiono Wismansyah dan Sachrudin yang berasal dari Partai Demokrat setelah dipilih oleh rakyat kota Tangerang pada Pemilihan umum Wali Kota Tangerang 2013. Lembaga legislatif kota Tangerang adalah DPRD Kota Tangerang yang juga langsung dipilih rakyat Tangerang dalam pemilihan umum legislatif setiap lima tahun sekali bersamaan dengan pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD serentak secara nasional. DPRD Kota Tangerang bersidang di gedung DPRD kota yang memiliki 50 perwakilan dari 5 daerah pemilihan yang tersebar di seluruh kota Tangerang.

Daftar wali kota[sunting | sunting sumber]

Kota Administratif Tangerang
Wali Kota Administratif Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Wali Kota Ket.
1
Karso Permana
BA
1982
1986
2
Drs. H.
Yitno
1986
1990
3
Djakaria Machmud.jpg Drs. H.
Djakaria Mahmud
1990
1993
Kota Tangerang
Wali Kota Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Wali Kota Ket.
1
Djakaria Machmud.jpg Drs. H.
Djakaria Mahmud
28 Februari 1993
1998
2
Drs. H.
Mochammad Thamrin
1998
2003
3
Wahidin Halim Tangerang.jpg Drs. H.
Wahidin Halim
M.Si
2003
2008
Deddy Syafei
16 November 2008
23 Desember 2013
Arief Rachadiono
Wismansyah
[11]
4
Arief Rachadiono Wismansyah Official.jpg H.
Arief Rachadiono Wismansyah
B.Sc, M.Kes
24 Desember 2013
26 Desember 2018
Sachrudin
26 Desember 2018
Petahana


Dewan perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tangerang dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 5 Steady 5
Logo Gerindra.svg Gerindra 6 8
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 10 Steady 10
GolkarLogo.png Golkar 6 Steady 6
Partai NasDem.svg NasDem 2 3
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 4 6
Logo PPP.svg PPP 5 3
Logo PAN.svg PAN 4 3
Logo Hanura.svg Hanura 3 0
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 5 Steady 5
LogoPSI.svg PSI (baru) 1
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Steady 10

Nomenklatur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)[sunting | sunting sumber]

NO SKPD
1 Sekretariat DPRD
2 Sekretariat Daerah
3 Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
4 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
5 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana
6 Dinas Lingkungan Hidup
7 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
8 Inspektorat
9 Satuan Polisi Pamong Praja
10 Sekretariat KPUD
11 Sekretariat KORPRI
12 Dinas Pendidikan
13 Dinas Kesehatan
14 Wali Kota Tangerang
15 Dinas Sosial
16 Dinas Ketenagakerjaan
17 Dinas Perhubungan
18 Dinas Komunikasi dan Informatika
19 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
20 Dinas Pemuda dan Olahraga
21 Dinas Pekerjaan Umum
22 Dinas Perumahan dan Pemukiman
23 Dinas Kebersihan dan Pertamanan
24 Badan Penanggulangan Bencana Daerah
25 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Ekonomi Kreatif
26 Dinas Ketahanan Pangan
27 Badan Pengelola Keuangan Daerah
28 Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah
29 Dinas Budaya dan Pariwisata
30 Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
31 Kantor Penelitian, Pengembangan dan Statistik
32 Kecamatan Batuceper
33 Kecamatan Benda
34 Kecamatan Cipondoh
35 Kecamatan Cibodas
36 Kecamatan Ciledug
37 Kecamatan Jatiuwung
38 Kecamatan Karang Tengah
39 Kecamatan Karawaci
40 Kecamatan Larangan
41 Kecamatan Neglasari
42 Kecamatan Periuk
43 Kecamatan Pinang
44 Kecamatan Tangerang
45 Kantor UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban BPBD Ciledug
46 Kantor UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban BPBD Cibodas
47 Kantor UPT Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan Korban BPBD Batuceper
48 Kantor UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korvan BPBD Periuk

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Tangerang terdiri dari 13 kecamatan dan 104 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.651.428 jiwa dan luas wilayah 153,93 km² dengan kepadatan 10.728 jiwa/km².[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tangerang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
36.71.03 Batuceper 7
36.71.04 Benda 5
36.71.09 Cibodas 6
36.71.06 Ciledug 8
36.71.05 Cipondoh 10
36.71.02 Jatiuwung 6
36.71.12 Karangtengah 7
36.71.07 Karawaci 16
36.71.13 Larangan 8
36.71.10 Neglasari 7
36.71.08 Periuk 5
36.71.11 Pinang 11
36.71.01 Tangerang 8
TOTAL 104

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Tangerang juga memiliki jumlah komunitas Tionghoa yang cukup signifikan, banyak dari mereka adalah campuran Tionghoa Benteng. Mereka didatangkan sebagai buruh oleh kolonial Belanda pada abad ke 18 dan 19, dan kebanyakan dari mereka tetap berprofesi sebagai buruh dan petani. Budaya mereka berbeda dengan komunitas Tionghoa lainnya di Tangerang: ketika hampir tidak satupun dari mereka yang berbicara dengan aksen Mandarin, mereka adalah pemeluk Confucianisme yang kuat dan tetap menjaga tempat-tempat ibadah dan pusat-pusat komunitas mereka. Secara etnis, mereka tercampur, namun menyebut diri mereka sebagai Tionghoa. Banyak makam Tionghoa yang berlokasi di Tangerang, kebanyakan sekarang telah dikembangkan menjadi kawasan sub-urban seperti Lippo Village.

Kawasan pecinan Tangerang berlokasi di Pasar Lama, Benteng Makassar, Kapling dan Karawaci (bukan Lippo Village), dan Poris. Orang-orang dapat menemukan makanan dan barang-barang berkhas China. Lippo Village adalah lokasi permukiman baru. Kebanyakan penduduknya adalah pendatang, bukan asli China Benteng.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Tangerang adalah pusat manufaktur dan industri di pulau Jawa dan memiliki lebih dari 1000 pabrik. Banyak perusahaan-perusahaan internasional yang memiliki pabrik di kota ini. Tangerang memiliki cuaca yang cenderung panas dan lembap, dengan sedikit hutan atau bagian geografis lainnya. Kawasan-kawasan tertentu terdiri atas rawa-rawa, termasuk kawasan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam beberapa tahun terakhir, perluasan urban Jakarta meliputi Tangerang, dan akibatnya banyak penduduknya yang berkomuter ke Jakarta untuk kerja, atau sebaliknya. Banyak kota-kota satelit kelas menengah dan kelas atas sedang dan telah dikembangkan di Tangerang, lengkap dengan pusat perbelanjaan, sekolah swasta dan mini market. Pemerintah bekerja dalam mengembangkan sistem jalan tol untuk mengakomodasikan arus lalu lintas yang semakin banyak ke dan dari Tangerang. Tangerang dahulu adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat yang sejak tahun 2000 memisahkan diri dan menjadi bagian dari provinsi Banten.

Tangerang Raya[sunting | sunting sumber]

Tangerang Raya adalah sebuah kawasan di sebelah barat Jakarta, dengan luas sekitar 1.500 km2, dihuni oleh lebih dari 5 juta penduduk. Tangerang Raya saat ini terbagi menjadi 3 daerah otonom, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan Tangerang Raya sangat beragam. Merupakan perpaduan antara daerah pesisir (Pantura) dengan daerah dataran rendah sampai menengah. Merupakan kombinasi antara daerah agraris dengan industri, pedesaan dengan metropolitan.

Tangerang Raya merupakan daerah penyangga bagi Jakarta, yang berkedudukan sebagai ibu kota negara RI dan pusat bisnis terbesar di indonesia. Dengan demikian, apa yang terjadi di Jakarta segera berimbas ke Tangerang. Akibat melubernya jumlah penduduk Jakarta, maka sebagian bermigrasi ke Tangerang, dengan tetap mencari nafkah di Jakarta.

Tangerang adalah pintu gerbang utama Indonesia. Hal itu karena keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berada di wilayah Kota Tangerang. Namun posisi tersebut, tidak serta merta mendongkrak sektor pariwisata Tangerang Raya.

Tangerang dikenal pula sebagai kawasan 1.000 industri, karena keberadaan aneka industri, terutama di sekitar Jatiuwung, Balaraja, Cisoka dan Cikupa. Tangerang juga memiliki area pesawahan yang masih sangat luas dan memiliki fungsi untuk menjaga mata pencaharian penduduk setempat sebagai petani, walaupun keberadaanya saat ini banyak perubahan tata guna lahan untuk industri dan perkotaan.

Kenyataannya, beragam sektor strategis di Tangerang Raya, kurang dikelola secara profesional. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya jumlah pengangguran dan penduduk yang miskin. Geliat sektor perdagangan dan bisnis di sebagian kawasan, ternyata hanya memberikan keuntungan bagi segelintir orang saja, dan kurang menciptakan kemakmuran bagi rakyat banyak. Tumbuh pesatnya Kecamatan Serpong misalnya, justru menyebabkan banyak warga asli yang terpinggirkan. Begitu pula di beberapa kecamatan lainnya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Di Tangerang terdapat sarana pendidikan dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Kualitas dari pendidikan pun juga sangat bervariasi dari gedung mewah ber-AC sampai yang sederhana. Selain sekolah yang didirikan oleh Pemerintah, banyak pula sekolah dan perguruan tinggi yang dikembangkan oleh pihak swasta.

Beberapa Universitas dan Institut di Tangerang yaitu:

Beberapa Sekolah Menengah di Tangerang yaitu:

Beberapa Sekolah Dasar di Tangerang yaitu:

  • SDN Perumnas 1
  • SDN 2 Tangerang / Depan Gor / Belakang Stasiun (Giling Paku)
  • SDN 1 Kota Tangerang (Dekat Pegadaian)
  • SDN Tangerang VI Teladan Kota Tangerang
  • SDN XIII Kota Tangerang
  • SDN XV Kota Tangerang
  • SDN Kreo 1
  • SDK Sang Timur Karang Tengah
  • SDK Penabur Kota Modernland
  • SD Islam Al Azhar 61 Summarecon Serpong
  • SD Strada Santa Maria
  • SD Strada Santo Aloysius
  • SD Strada Santo Fransiskus
  • SD Strada Slamet Riyadi 1
  • SD Strada Slamet Riyadi 2
  • SD Bonavita
  • SDN Total Persada

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Tangerang memiliki Rumah Sakit Unit Daerah. Selain itu Pemerintah Kota Tangerang mulai tahun 2011 menggratiskan biaya kesehatan bagi warganya. Seluruh biaya kesehatan, baik warga kaya maupun miskin, ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Tangerang[17].

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Warga Tangerang banyak menggunakan bus dan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Selain menggunakan bus dan angkot, moda transportasi taksi juga banyak digunakan masyarakat. Terdapat beberapa perusahaan taksi yang beroperasi di penjuru kota. Tangerang memiliki 2 terminal bus untuk Antar Kota Antar Provinsi yaitu:

  • Terminal Bus Ciledug
  • Terminal Bus Poris Plawad

Tangerang memiliki bandar udara:

Untuk transportasi laut, di Kota Tangerang terdapat dermaga di Tanjung Pasir untuk menyeberang ke Pulau Rambut dan Pulau Cangkir.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

Tangerang memiliki banyak pusat perbelanjaan. Mulai dari yang sederhana hingga yang mewah.

Pusat jajanan rakyat yang cukup dikenal adalah pasar lama yang terletak di pusat Kota Tangerang. Pasar lama menjual berbagai makanan mulai dari daerah Babakan sampai daerah Masjid Agung Tangerang. Kawasan ini memiliki berbagai varian jajanan. Ketika Ramadhan, kawasan ini setiap sore hari kerap ramai pengunjung karena mencari hidangan untuk berbuka puasa.

Sebagai kawasan permukiman kaum urban, Kota Tangerang banyak memiliki pusat perbelanjaan, baik itu pasar tradisional, hypermarket, maupun pusat perbelanjaan mewah. Beberapa pusat perbelanjaan di Kota Tangerang antara lain:

Wisata kuliner[sunting | sunting sumber]

Kota Tangerang selain terkenal dengan pariwisatanya juga mempunyai banyak makanan khas. Beberapa tempat yang menjadi tempat wisata kuliner khas Tangerang terletak di Pasar Lama Tangerang. Beberapa makanan ini adalah khas peranakan China-Tangerang seperti asinan, otak-otak, babi panggang, sate babi, mi pasar lama, laksa tangerang, kecap benteng, dan emping jengkol. Kuliner khas lainnya adalah Tenda dua Cobra dan Tenda Tiga Sekawan yang menyajikan sate biawak, ular, dan monyet[18].

Berikut adalah beberapa makanan khas kota Tangerang di antaranya:

  • Sayur Besan

Sayur Besan adalah makanan khas Tangerang yang selalu dihidangkan pada saat orang tua mempelai laki-laki datang ke rumah orang tua mempelai wanita, pada acara perkawinan (ngabesan), sehingga sayur ini dinamakan Sayur Besan.

  • Gecom (Toge dan Oncom)

Gecom mungkin saat ini lebih terkenal dengan nama toge goreng.

  • Pindang Bandeng

Meskipun banyak durinya, ikan bandeng tetap diburu. Ini karena dagingnya yang gurih lembut mirip dengan rasa susu.

Pindang merupakan salah satu istilah masakan tradisional yang mengacu pada hidangan berkuah. Hidangan sederhana ini berbumbu bawang merah, bawang putih, cabai, salam, lengkuas, jahe dan kunyit. Bumbu lain yang baisa ditambahkan adalah kecap manis dan rasa asamnya berasal dari belimbing sayur atau asam Jawa yang dibakar.

  • Kecap Benteng

Kecap Benteng terbuat dari bahan baku campuran kedelai hitam dan gula kelapa yang menyebabkan warna kecap manis menjadi hitam kecoklatan dan hitam legam. Produk ini merupakan hasil olahan warga Tangerang keturuna Tionghoa yang masuk ke Indonesia pada zaman dahulu dan mendirikan pabrik-pabrik kecil yang memproduksi kecap manis. Rasa manis kecap tersebut menjadikannya terkenal di kalangan penduduk Asia, khususnya Melayu yang menyukai rasa manis. Banyak masakan-masakan melayu-indonesia yang menggunakan kecap manis sebagai pelengkap dan bahkan unsur utama yang membuat masakan itu berbeda. Sebut saja seperti Sate Madura, Ketoprak, Gado-Gado, Nasi maupun mie goreng, Soto Betawi, hingga hidangan laut yang biasa disajikan dengan cara dibakar.

Tangerang merupakan cikal bakal produk kecap manis terkenal yang sekarang umum di pasaran. Hal ini tak lepas dari peran kaum etnis tionghoa benteng (Cina Benteng) yang menetap di daerah Tangerang. Lewat mereka lahirlah usaha-usaha produksi kecap dan salah satunya adalah Kecap Benteng (Siong Hin) yang telah eksis sejak tahun 1920. Kecap Benteng SH dipelopori oleh seorang etnis keturunan Tionghoa Peranakan yang bernama Lo Tjit Siong yang hingga kini usaha Kecap Benteng SH yang didirikannya telah dilanjutkan oleh generasi ke-4 dan masih digemari oleh masyarakat Kota Tangerang.

  • Laksa Tangerang

Laksa Tangerang berbeda dengan laksa betawi atau malaysia. Laksa disini bahan utamanya adalah semacam bihun tetapi tebalnya seperti spaghetti dan terbuat dari beras. Kemudian bahan-bahan ini disiram dengan kuah laksa yang dimasak dari kacang ijo, kentang, santan dan kaldu ayam. Selain itu disediakan juga tambahan daging ayam kampung atau telor. Sebelum disajikan masakan ini diberi taburan daun kucai yang dirajang kecil-kecil.

Ada dua macam jenis laksa tangerang yaitu Laksa nyai dan laksa nyonya. Laksa Nyai dibuat oleh kaum pribumi tangerang sedangkan laksa nyonya dibuat oleh kaum peranakan China di Tangerang. Beberapa tempat menyajikan sajian khas ini seperti di Jl. M. Yamin-Kota Tangerang, tepatnya di depan penjara wanita.[19]

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Dengan statusnya sebagai kota satelit penunjang ibu kota, Kota Tangerang tidak banyak memiliki kawasan wisata. Namun banyak tersedia hotel-hotel di Kota Tangerang karena lokasinya yang strategis menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kota Tangerang memiliki beberapa tempat wisata dan festival yaitu:

Bendungan Pintu Air 10 di Sungai Cisadane
  • Bendungan Pintu Air 10
  • Museum Warisan Tionghoa Peranakan Benteng
  • Masjid Raya Al-Azhom
  • Lapangan Ahmad Yani (Alun - Alun Kota Tangerang)
  • Situ Cipondoh
  • Taman Potret
  • Festival Cisadane (Acara Tahunan)
  • Bundaran Tugu Adipura
  • Taman Prestasi
  • Wisata kuliner pasar lama
  • Kampung Bekelir
  • Taman Gajah Tunggal
  • Taman Kunci
  • Taman Bambu
  • Taman Jagal
  • Taman Pramuka
  • Taman Pintu Air
  • Jembatan Brendeng[20][21]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Stadion Benteng[sunting | sunting sumber]

Stadion Benteng adalah stadion yang terletak di Tangerang, Banten, Indonesia. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan merupakan kandang dari 2 tim asal Tangerang, Persita Tangerang dan Persikota Tangerang. Stadion ini mampu menampung 20.000 orang.

Lippo Village International Circuit[sunting | sunting sumber]

Sirkuit jalan raya pertama berstandar Internasional di Indonesia ini terletak di Kabupaten Tangerang. Selain menawarkan konsep family entertainment, sirkuit sepanjang 3,2 kilometer ini awalnya direncanakan menjadi arena balap A1 dan Formula 1. Sirkuit ini merupakan sirkuit internasional kedua di Indonesia setelah Sirkuit Sentul.

Pada 29 Agustus 2008, sirkuit ini mulai dibangun.[22] Dirancang oleh Hermann Tilke, bagian sirkuit ini menggunakan lahan di sekitar Universitas Pelita Harapan dan Lippo Supermal. Sirkuit ini terletak di tengah hub Lippo Village.[23]

Awalnya sirkuit ini akan digunakan untuk kejuaraan A1 Grand Prix. Tetapi hal ini dibatalkan karena manajer proyek pembangunan sirkut ini tidak dapat memenuhi persyaratan FIA sebelum 8 Februari 2009.[24] Sirkuit ini sempat dipakai untuk beberapa kejuaraan lokal tetapi setelah itu tidak pernah digunakan lagi. Tanda dan arah ke sirkuit masih terpasang sampai saat ini, sementara bagian jalan sirkuit digunakan untuk berbagai keperluan seperti tempat parkir, hingga dibiarkan tidak aktif.

Padang Golf Modern[sunting | sunting sumber]

Padang Golf Modern terletak di kecamatan Tangerang, Tangerang. Tidak hanya golf, area golf ini juga menyediakan bungalow dan berbagai fasilitas olahraga.

GOR Dimyati Tangerang[sunting | sunting sumber]

Gedung Olahraga (GOR) Dimyati terletak di Jalan A Dimyati, Sukasari, Tangerang. Gedung ini biasanya digunakan untuk event olahraga seperti DBL Tangerang, Smanitra Cup, Dll.


Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota lain yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dari kota Tangerang adalah:

Plat Kendaraan[sunting | sunting sumber]

B **** C**

  • Kecamatan Batuceper
  • Kecamatan Tangerang
  • Kecamatan Karawaci
  • Kecamatan Jatiuwung
  • Kecamatan Cibodas
  • Kecamatan Benda
  • Kecamatan Periuk
  • Kecamatan Neglasari

B **** V**

  • Kecamatan Pinang
  • Kecamatan Larangan
  • Kecamatan Pedurenan
  • Kecamatan Ciledug
  • Kecamatan Cipondoh

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kota Tangerang". BPS Kota Tangerang. Diakses tanggal 24 September 2020. 
  2. ^ "Kota Tangerang Dalam Angka 2020" (pdf). BPS Kota Tangerang. hlm. 87. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Geografis Kota Tangerang". 
  5. ^ a b "Profil Kota Tangerang" (PDF). 
  6. ^ https://biropemerintahan.bantenprov.go.id/profil-kota-tangerang
  7. ^ "Gambaran Umum Kota Tangerang" (PDF). 
  8. ^ "Tangerang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  9. ^ "Soekarno- Hatta Intl. Airport". WeatherOnline. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  10. ^ "TANGERANG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  11. ^ "Adik Hasan Wirajuda Besok Dilantik Jadi Wali kota". AntaraNews. 15 November 2008. Diakses tanggal 24 Maret 2017. 
  12. ^ Ega Alfreda (23-07-2019). Muhammad Zulfikar, ed. "KPU Kota Tangerang Tetapkan 50 DPRD Kota Tangerang, Berikut Daftar Namanya". jakarta.tribunnews.com. Tribun Jakarta. Diakses tanggal 25-01-2020. 
  13. ^ "Pengumuman Penetapan Perolehan Suara dan Kursi Partai Politik Serta Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu Tahun 2014". KPU Kota Tangerang. KPU Kota Tangerang. 13-05-2014. Diakses tanggal 25-01-2020. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  16. ^ "SMKN 3 KOTA TANGERANG – SMK Bisa, Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Tata Busana, Tata Kecantikan, Teknik Komputer & Jaringan, SMK Terbaik". smkn3-tng.sch.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-08-24. 
  17. ^ "Gratis, Biaya Kesehatan Warga di Tangerang"
  18. ^ "Berburu Kuliner Seru di Pasar Lama Tangerang"
  19. ^ "Wisata Kuliner Laksa Tangerang". iannews.com. Diakses tanggal 3 April 2011. 
  20. ^ "Jembatan Brendeng Kota Tangerang Siap Digunakan". republika.co.id. 2018-2-5. Diakses tanggal 2018-3-30. 
  21. ^ "Ada Jembatan Kaca di Atas Sungai Cisadane, Berani Coba?". viva.co.id. 2018-2-4. Diakses tanggal 2018-3-30. 
  22. ^ "Streets ahead in Indonesia". a1gp.com. 2008-08-29. Diakses tanggal 2008-08-29. 
  23. ^ "Lippo Village tickets on sale now". a1gp.com. 2008-12-11. Diakses tanggal 2008-12-18. 
  24. ^ "Lippo circuit fails build deadline". a1gp.com. 2009-01-16. Diakses tanggal 2009-01-18. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.647.383 Kota Tangerang
Kota Tangerang
7 Palembang Sumatra Selatan 1.581.651
2 Surabaya Jawa Timur 2.917.688 8 Bandar Lampung Lampung 1.179.627
3 Medan Sumatra Utara 2.499.838 9 Batam Kepulauan Riau 1.071.231
4 Bandung Jawa Barat 2.440.717 10 Pekanbaru Riau 910.661
5 Makassar Sulawesi Selatan 1.671.001 11 Padang Sumatra Barat 898.237
6 Semarang Jawa Tengah 1.667.131 12 Malang Jawa Timur 847.391
Sumber: Kemendagri 2018 (tidak termasuk kota satelit)