Kabupaten Pandeglang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Pandeglang

Pandeglang Berkah
Kabupaten di Banten, Indonesia
Lambang resmi Kabupaten Pandeglang
Lambang
Julukan: 
Kota Badak, Kota Berkah
Motto: 
BERKAH (Bersih, Elok, Ramah, Kuat, Aman, Hidup)
Locator kabupaten pandeglang.png
Kabupaten Pandeglang is located in Jawa
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang is located in Indonesia
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang
Koordinat: 6°18′33″S 106°06′17″E / 6.3092°S 106.1047°E / -6.3092; 106.1047
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal peresmian1 April 1874 (umur 147)[1]
Ibu kotaPandeglang
Pemerintahan
 • BupatiIrna Narulita
 • Wakil BupatiTanto Warsono Arban
• Komandan Distrik MiliterLetkol Kav Dedi Setiadi
Luas
 • Total2.746,89 km2 (1,060,58 sq mi)
Populasi
 • Total1.318.614 jiwa
 • Kepadatan480/km2 (1,200/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,84%
Kristen 0,14%
- Protestan 0,12%
- Katolik 0,02%
Buddha 0,02%[3]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0253
Kode Kemendagri36.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan35 kecamatan
Jumlah kelurahan13 kelurahan
Jumlah desa326 desa
DAURp 1.227.907.593.000.-(2020)[4]
IPMKenaikan 65,00 (2020)
Sedang[5]
Fauna resmiBadak bercula satu
Situs webwww.pandeglangkab.go.id
Kediaman bupati Pandeglang R. A. A. Wiriaatmadja di sekitar tahun 1925

Kabupaten Pandeglang (Sunda: ᮊᮘ᮪. ᮕᮔ᮪ᮓᮦᮌᮣᮔ᮪, Latin: Kab. Pandéglang), adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, di mana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah. Suku aslinya adalah Suku Banten.

Pusat kota Kabupaten Pandeglang terletak di 4 Kecamatan yaitu Pandeglang, Karang Tanjung, Majasari, dan Kaduhejo. Selain itu pusat wisata pantai terdapat di Carita. Terdapat 3 Gunung di Kabupaten Pandeglang yaitu Gunung Karang, Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Sungai yang mengalir di antaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.[6]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama "Pandeglang" yang sekarang digunakan ini baik sebagai Ibu Kota Kabupaten maupun sebagai nama Kabupaten hal ini ada beberapa pendapat antara lain:[butuh rujukan]

  • Pandeglang yang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai.

Meriam Ki Amuk (samping)

  • Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang;

Meriam Ki Amuk (depan)

  • Pandeglang berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat ke mana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”.
  • Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

Sunda Kelapa yang diganti namanya menjadi Jayakarta sebagian dimasukan ke dalam Wilayah Banten. Cirebon kekuasaannya diserahkan kepada anaknya bernama Pangeran Pasarean yang wafat pada tahun 1552. Sedangkan Banten kekuasaannya diserahkan pada puteranya yang bernama Sultan Hasanudin (Tahun 1552-1570).

Pelabuhan Sunda Kelapa[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1568 Banten memutuskan hubungan kerajaan dengan Demak. Pengganti Hasanudin ialah Maulana Yusuf dari tahun 1570-1580. Penggantinya Maulana Muhammad (Ratu Banten) sebagai Sultan Banten III Tahun 1580-1596. Pada Tahun 1596 muncul orang-orang Belanda di Daerah yang kemudian mendirikan VOC pada tahun 1602.

Tahun 1618, Belanda berselisih dengan Banten 1612 berdiri Batavia oleh Jan Pieterszoon Coen. Sultan Banten ke IV ialah Sultan Tirtayasa pada tahun 1651-1682. Pada tahun 1680 Sultan Ageng Tirtayasa berselisih dengan Sultan Haji yang minta bantuan pada Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia pada tahun 1692. Pada tahun 1750 timbul perebutan kekuasaan pada waktu Sultan Arifin (Sultan ke VI) Alim Ulama pada waktu itu mengangkat Ratu Bagus Buang.

Keadaan ini oleh Belanda dianggap berbahaya, maka diangkatlah Pangeran Gusti sebagai penggantinya. Kenyataannya bukan mereda tetapi Kiyai Tapa dan Ratu Buang mengadakan perlawanan dan pengacauan di Daerah Bogor dan Priangan. Ketika zaman Deandels nasib Banten sama dengan nasib kerajaan lainnya di Pulau Jawa. Tahun 1809 Sultan Banten yang baru yaitu Sultan Muhamad harus menyerahkan Daerah Lampung kepada Batavia. Oleh karena itu Sultan Muhamad memindahkan Ibu Kota Kesultanan Banten ke Pandeglang.

Keresidenan Banten[sunting | sunting sumber]

Menurut Staatsblad Nederlands Indie No. 81 Tahun 1828 Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 Kabupaten yaitu:

  • Kabupaten Utara yaitu Kabupaten Serang;
  • Kabupaten Selatan yaitu Kabupaten Lebak;
  • Kabupaten Barat yaitu Kabupaten Caringin.
  • Kabupaten Serang dibagi atas 11 Kewedanaan:
    • 1. Kewedanaan Serang dibagi dalam Kecamatan Kalodian dan Cibening;
    • 2. Kewedanaan Banten dibagi dalam Kecamatan Banten, Serang, Nejawang;
    • 3. Kewedanaan Ciruas dibagi dalam Kecamatan Cilegon, Bojonegara;
    • 4. Kewedanaan Cilegon dibagi dalam Kecamatan Terate, Cilegon, Bojonegara;
    • 5. Kewedanaan Tanara dibagi dalam Kecamatan Tanara dan Pontang;
    • 6. Kewedanaan Baros dibagi dalam Kecamatan Regas, Ander, Cicandi;
    • 7. Kewedanaan Kolelet dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 8. Kewedanaan Pandeglang dibagi dalam Kecamatan Pandeglang dan Cadasari;
    • 9. Kewedanaan Ciomas dibagi dalam Kecamatan Ciomas Barat dan Ciomas Utara;
    • 10. Kewedanaan Anyer tidak dibagi dalam Kecamatan-kecamatan;

Selanjutnya memperhatikan SK Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 24 Nopember 1887 Np. 1/c tentang Batas Kota Serang dan Bagian Kota Pandeglang, Caringin dan Lebak Pasal 29, 31, 33, 67c dan 131 Reglement (STBL Van Nederlanch India Tahun 1925 No. 380 LN. 1924 No. 74 Pasal 1) maka ditunjuk Kewedanaan Pandeglang, Menes, Caringin dan Cibaliung.

Berdasarkan Surat Menteri Jajahan tanggal 13 dan 20 Nopember 1873 No. LAA.AZ.No. 34/209 dan 28/2165 menetapkan bahwa: Jabatan Kliwon pada Bupati dan Patih dari Afdeling Anyer dan Serang dan Keresidenan Banten dihapuskan; Bupati mempunyai pembantu yaitu Mantri Kabupaten dengan gaji 50 gulden; Kepala Distrik mempunyai gelar Jabatan Wedana dan Onder Distrik mempunyai Gelar Jabatan Asisten Wedana; Berdasarkan Staatsblad 1874 No. 73 Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, mulai berlaku 1 April 1874 menyebutkan pembagian daerah, di antaranya

  • Kabupaten Pandeglang dibagi 9 Distrik atau Kewedanaan sebagai berikut:
    • 1. Kewedanaan Pandeglang;
    • 2. Kewedanaan Baros;
    • 3. Kewedanaan Ciomas;
    • 4. Kewedanaan Kolelet;
    • 5. Kewedanaan Cimanuk;
    • 6. Kewedanaan Caringin;
    • 7. Kewedanaan Panimbang;
    • 8. Kewedanaan Menes;
    • 9. Kewedanaan Cibaliung.
  • Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.
  • Atas dasar dan fakta-fakta tersebut dapat diambil beberapa alternatif:
    • 1. Pada tahun 1828: Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
    • 2. Pada tahun 1874: Pandeglang merupakan Kabupaten;
    • 3. Pada tahun 1882: Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
    • 4. Pada tahun 1925: Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.

Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Banten. Letaknya barada di ujung paling barat Pulau Jawa dengan luas wilayah 2.746,89 km².[7]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Serang dan Kota Serang
Timur Kabupaten Lebak
Selatan Samudera Indonesia
Barat Selat Sunda

Topografi[sunting | sunting sumber]

Bentuk Topografi wilayah Kabupaten Pandeglang di daerah tengah dan selatan pada umumnya merupakan dataran dengan ketinggian gunung-gunungnya relatif rendah, sedangkan daerah utara sekitar 14,93% dari luas Kabupaten Pandeglang merupakan dataran tinggi.

Iklim Cuaca[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang beriklim tropis seperti di wilayah Indonesia lainnya. Tipe iklim tropis di wilayah Pandeglang berdasarkan klasifikasi iklim Koppen adalah Iklim Hutan Hujan Tropis. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Pandeglang terbilang tinggi yakni ±81% dengan suhu udara rata-rata bervariasi antara 20° - 31 °C.

Oleh karena beriklim hutan hujan tropis, wilayah Kabupaten Pandeglang memiliki curah hujan yang cukup tinggi dengan jumlah curah hujan tahunan berkisar antara 2400 – 2800 mm per tahun dan jumlah hari hujan lebih dari 150 hari hujan per tahun.

Curah hujan maksimum terjadi pada bulan Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 300 mm per bulan, sedangkan curah hujan minimum terjadi di bulan Juli dengan curah hujan bulanan kurang dari 130 mm per bulan.

Data iklim Pandeglang, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.7
(85.5)
30.1
(86.2)
30.8
(87.4)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.4
(88.5)
31.5
(88.7)
32
(90)
32
(90)
31.5
(88.7)
30.8
(87.4)
31.16
(88.15)
Rata-rata harian °C (°F) 25.6
(78.1)
25.8
(78.4)
26.2
(79.2)
26.5
(79.7)
26.7
(80.1)
26.3
(79.3)
26
(79)
25.9
(78.6)
26.4
(79.5)
26.6
(79.9)
26.5
(79.7)
26.2
(79.2)
26.23
(79.23)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.5
(70.7)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.8
(71.2)
21.9
(71.4)
21.2
(70.2)
20.6
(69.1)
20.4
(68.7)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
21.7
(71.1)
21.6
(70.9)
21.33
(70.4)
Presipitasi mm (inci) 340
(13.39)
283
(11.14)
260
(10.24)
242
(9.53)
215
(8.46)
133
(5.24)
126
(4.96)
131
(5.16)
160
(6.3)
218
(8.58)
266
(10.47)
289
(11.38)
2.663
(104,85)
Rata-rata hari hujan 23 21 20 19 15 11 10 11 12 15 20 21 198
% kelembapan 85 84 84 83 83 81 79 78 79 80 82 83 81.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 140 151 183 211 225 233 269 261 232 216 194 177 2.492
Sumber #1: Climate-Data.org[8]
Sumber #2: Weatherbase[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Daftar Bupati Pandeglang yang pernah menjabat sejak jabatan ini dibentuk hingga saat ini.

No. Bupati Mulai menjabat Selesai menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1 Raden Adipati Ario Tjondronegoro, regent van pandeglang.jpg R.T. Aria Tjondronegoro Djayanegara 1848 1849 1 Tidak ada
2 R.T. Aria Natadiningrat 1849 1870 2
3 R.T. Pandji Gondokoesoemo I 1870 1870 3
4 R.T. Soetadindingrat 1870 1888 4
5 R.T. Abdul Gafoer Soerawinangoen 1888 1898 5
6 Bpk-nya-mbh-menti-web.jpg R.T. Soera Adiningrat 1898 1910 6
7 R.T. Mas Kanta Astrawijaya 1910 1914 7
8 R.T. Adipati Hasan Kartadiningrat 1914 1927 8
9 Rd. Aria Adipati Soerja Djajanegara 1927 1927 9
10 Rd. Aria Adipati Wiriaatmadja 1927 1941 10
11 Djumhana Wiriaatmadja, Kami Perkenalkan (1954), p63.jpg R.T. Mr. Djoemhana Wiraatmadja 1941 1945 11
12 K.H. Tb. Abdoelhalim 1945 1947 12
13 Mas Soedibjadjaja 1947 1948 13
14 Mas Djaja Rukmantara 1948 1949 14
15 Rd. Hola Sukmadiningrat 1949 1956 15
16 Rd. Moch. Noch Kartanegara 1956 1957 16
17 Rd. Lamri Suriaatmadja 1957 1957 17
18 Rd. Muhdas Suria Haminata 1957 1958 18
19 Rd. Harun 1958 1959 19
20 Muhammad Ebby 1959 1961 20
21 Rd. Moch. Sjahra Sastrakusuma 1961 1964 21
22 Rd. Akil Achjar Mansjur 1964 1964 22
23 Rd. Syamsudin Natadisastra 1964 1968 23
24 Drs.
Rd. Machfud
1968 1968 24
25 Drs. H.
Karna Suwanda
1968 1973 25
1973 1975 26
1975 1980 27
26 Drs. H.
Suyaman
1980 1985 28
1985 1990 29
27 H.
Muhammad Zein
BA.
1990 1995 30
28 Drs. H.
Yitno
1995 2000 31
29 Dr. H.
R. Achmad Dimyati Natakusumah
S.H., M.H., M.Si.
2000 2005 32 Mudjio
2005 2009 33 Erwan Kurtubi
30 Drs. H.
Erwan Kurtubi
MM.
2009 2010
Asmudji HW November 2010 Maret 2011
(30) Erwan Kurtubi.jpg Drs. H.
Erwan Kurtubi
MM.
10 Maret 2011 10 Maret 2016 34 Heryani
Aah Wahid Maulany 10 Maret 2016 23 Maret 2016
31 Bupati Pandeglang Irna Narulita.jpg Irna Narulita
SE, MM
23 Maret 2016 23 Maret 2021 35 Tanto Warsono Arban
23 Maret 2021 Petahana 36


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dalam dua periode terakhir.[10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5 Kenaikan 6
  Gerindra 7 Steady 7
  PDI-P 5 Steady 5
  Golkar 8 Penurunan 7
  NasDem 4 Penurunan 3
  PKS 5 Kenaikan 6
  Perindo (baru) 1
  PPP 5 Steady 5
  PAN 1 Kenaikan 3
  Hanura 2 Penurunan 0
  Demokrat 6 Steady 6
  PBB 2 Penurunan 1
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Steady 11

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang terdiri dari 35 kecamatan, 13 kelurahan dan 326 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.175.148 jiwa dan luas wilayah 2.746,89 km² dengan kepadatan 428 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
36.01.07 Angsana 9 Desa
36.01.20 Banjar 11 Desa
36.01.10 Bojong 8 Desa
36.01.22 Cadasari 11 Desa
36.01.28 Carita 10 Desa
36.01.03 Cibaliung 9 Desa
36.01.27 Cibitung 10 Desa
36.01.05 Cigeulis 9 Desa
36.01.26 Cikedal 10 Desa
36.01.04 Cikeusik 14 Desa
36.01.02 Cimanggu 12 Desa
36.01.18 Cimanuk 11 Desa
36.01.15 Cipeucang 10 Desa
36.01.23 Cisata 9 Desa
36.01.16 Jiput 13 Desa
36.01.19 Kaduhejo 10 Desa
36.01.25 Karang Tanjung 4 - Kelurahan
36.01.33 Koroncong 12 Desa
36.01.12 Labuan 9 Desa
36.01.34 Majasari 5 - Kelurahan
36.01.17 Mandalawangi 15 Desa
36.01.30 Mekarjaya 8 Desa
36.01.13 Menes 12 Desa
36.01.08 Munjul 9 Desa
36.01.09 Pagelaran 13 Desa
36.01.21 Pandeglang 4 - Kelurahan
36.01.06 Panimbang 6 Desa
36.01.24 Patia 10 Desa
36.01.11 Picung 9 Desa
36.01.32 Pulosari 9 Desa
36.01.14 Saketi 14 Desa
36.01.31 Sindangresmi 9 Desa
36.01.35 Sobang 8 Desa
36.01.29 Sukaresmi 10 Desa
36.01.01 Sumur 7 Desa
TOTAL 13 326

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan dengan penduduk terbanyak adalah Kecamatan Labuan disusul Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Panimbang

Kecamatan Wilayah (km²) Populasi Kepadatan (/km²)
Sumur 258,54 21.813 84
Cimanggu 259,73 37.121 143
Cibaliung 221,88 26.033 177
Cibitung 180,72 19.903 110
Cikeusik 322,76 49.647 154
Cigeulis 176,21 27.724 189
Panimbang 132,84 46.686 351
Sobang 138,88 37.735 272
Munjul 75,25 22.836 303
Angsana 64,84 27.124 418
Sindangresmi 65,20 21.527 330
Picung 56,74 34.023 600
Bojong 50,72 33.804 666
Saketi 54,13 40.465 748
Pandeglang 32,65 22.150 678
Pagelaran 42,76 33.882 792
Patia 45,48 27.612 607
Sukaresmi 57,30 33.674 588
Labuan 15,66 51.903 3.314
Carita 41,87 32.086 766
Jiput 53,04 29.795 562
Cikedal 26,00 30.721 1.182
Menes 22,41 35.692 1.593
Pulosari 31,33 26.599 849
Mandalawangi 80,19 44.910 560
Cimanuk 23,64 37.745 1.597
Cipeucang 21,16 28.107 1.328
Banjar 30,50 30.463 999
Kaduhejo 33,57 33.880 1.009
Mekarjaya 31,34 20.769 663
Pandeglang 16,85 38.590 2.290
Majasari 19,57 42.153 2.154
Cadasari 26,20 30.936 1.181
Karang Tanjung 19,07 29.799 1.563
Koroncong 17,86 17.069 956
Kabupaten Pandeglang 2.746,89 1.130.514 412

Berdasarkan Sensus Penduduk Di Bulan Mei 2010 Jumlah Penduduk Pandeglang: 1.145.792 Orang.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 1 886 123 22 10 0 1
Swasta 29 150 136 67 40 5 6
Total 30 1.036 259 89 48 5 7
Data sekolah di kabupaten Pandeglang
Sumber:[13]

Transportasi Umum[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang memiliki 14 stasiun KA Labuan dan 2 stasiun KA Saketi yang sudah berhenti beroperasi, diantaranya:

Ruas Jalan Tol[sunting | sunting sumber]

Komunikasi dan Media Massa[sunting | sunting sumber]

Stasiun TV[sunting | sunting sumber]

Selain itu ada stasiun televisi swasta yang beroperasi di Kabupaten Pandeglang antara lain:

Stasiun Radio[sunting | sunting sumber]

Sejumlah stasiun radio yang beroperasi di wilayah ini:

  • Radio Adhiswara FM 90.6 Mhz
  • Radio Female FM 97.9 MHz
  • Radio Angkasa FM 98.9 MHz
  • Radio Paranti FM 105.6 Mhz
  • Radio Berkah FM 97.3 Mhz
  • Radio Akarsari FM 92.20 Mhz
  • E - Radio Fm 95.9 MHz
  • Radio Krakatau FM 93.7 Mhz
  • Radio Labuan FM 93.3 Mhz
  • Radio Nadafa FM 91.0 Mhz
  • Radio Arjuna FM 100.0 Mhz
  • Radio Female FM 97.9 MHz
  • RIS FM 107.9 MHz
  • Radio Ujungkulon FM 95.10 Mhz

Makanan Khas[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa makanan khas yaitu:

  • Balok Menes Pandeglang
  • Emping Menes
  • Angeun Lada
  • Rabeg

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pandeglang memiliki beberapa tempat wisata, yaitu:

  • Dataran tinggi Gunung Karang-Pulosari-Aseupan
  • Alun-Alun Pandeglang
  • Kampung Domba
  • Pemandian Air Panas Cisolong
  • CAS Waterpark
  • DM Wisata Air
  • Curug Leuwibumi
  • Situs Salakanagara Cihunjuran
  • Pemandian Alam Mata Air Citaman
  • Pantai Carita
  • Curug Putri Carita Pandeglang
  • Curug Ciajeng Pandeglang
  • Curug Cinoyong Pandeglang
  • Taman Hutan Raya Pandeglang
  • Mutiara Carita
  • Cindewulung Bed & Resto
  • Archipelago Carita
  • Pantai Pandan Carita
  • Pantai Bama
  • Pantai Ciputih
  • Pantai Tanjung Lesung
  • Pantai Batu Hideung
  • Curug Gendang
  • Pemandian Cikoromoy
  • Taman Nasional Ujung Kulon
  • Kramat Syech Asnawi Caringin
  • Kramat Syech Daud Cikaduen
  • Kramat Syech Husen Carita
  • Pulau Popole & Lowongan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PANDEGLANG". Website Resmi Kabupaten Pandeglang. 20 September 2017. Diakses tanggal 20 September 2017. [pranala nonaktif permanen]
  2. ^ BPS Kabupaten Pandeglang (2018). Statistik Daerah Kabupaten Pandeglang 2018. BPS Kabupaten Pandeglang. hlm. 1. 
  3. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  6. ^ http://www.pandeglangkab.go.id/
  7. ^ "Profil Pandeglang" (PDF). 
  8. ^ "Pandeglang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 September 2020. 
  9. ^ "PANDEGLANG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 13 September 2020. 
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Pandeglang 2014-2019
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  13. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Pandeglang Diarsipkan 2010-12-27 di Wayback Machine.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]