Gunung Karang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gunung Karang
COLLECTIE TROPENMUSEUM De Gunung Karang TMnr 60016534.jpg
Puncak 1.778 m (5.833 ft)
Daftar Ribu
Lokasi
Gunung Karang berlokasi di Jawa
Gunung Karang
Gunung Karang
Letak Gunung Karang di Pulau Jawa
Letak Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, Banten, Indonesia
Koordinat 6°16′12″LS 106°02′31″BT / 6,27°LS 106,042°BT / -6.27; 106.042Koordinat: 6°16′12″LS 106°02′31″BT / 6,27°LS 106,042°BT / -6.27; 106.042
Geologi
Jenis Stratovolcano
Pendakian
Rute termudah Kaduengang, Kabupaten Pandeglang

Gunung Karang adalah sebuah gunung berapi kerucut (istirahat) yang terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, Indonesia. Gunung ini masuk kedalam kelompok Stratovolcano yang memiliki potensi meletus. Gunung Karang memiliki ketinggian 1.778 meter di atas permukaan laut dengan puncaknya yang bernama Sumur Tujuh. Gunung Karang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Banten. Selain itu, gunung ini juga menjadi lokasi wisata ziarah favorit di Banten.

Pendakian[sunting | sunting sumber]

Foto Ladang Penduduk

Gunung Karang saat ini telah dilirik oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan pendakian, walau gunung ini terbilang tidak terlalu tinggi namun tantangan dalam menyusuri jalan menuju puncak menjadi tantangan tersendiri. Pada umumnya jalur pendakian Gunung Karang yang diketahui ada 2 jalur, yang pertama melewati Desa Kaduengang, yang kedua Jalur Pagerwatu/Ciekek. Namun apabila melihat pendakian dalam rangka wisata ziarah, ada jalur lain yaitu Jalur Curug Nangka/Ciomas.

  • Kaduengang, Jalur Barat

Jalur Kaduengang merupakan jalur pendakian paling digemari oleh para pendaki karena trek menuju puncak lebih pendek namun memiliki trek begitu menantang. Di dusun ini juga para pendaki dapat melihat indahnya gemerlap kota Serang dan Pelabuhan Merak. Waktu tempuh dari Kaduengang biasanya akan mengahabiskan 4 - 6 jam untuk mencapai Puncak Sumur Tujuh tergantung kondisi cuacanya. Setelah anda datang ke Dusun Kaduengang, pendakian dimulai dengan jalan desa yang menanjak, pos 1 ditandai dengan adanya menara tower dekat rumah salah satu sesepuh yang dapat pendaki minta untuk memimpin berziarah, karena sebelum melanjutkan pendakian disarankan agar berziarah terlebih dahulu ke makam Pangeran TB. Jaya Raksa, makam tersebut berada tepat di sebelah kanan jalur pendakian.

    • Pos 1 (Cengkeh)
    • Pos 2 (Tanah Petir)
    • Pos 3 (Anggrek)
  • Pagerwatu/Ciekek, Jalur Selatan

Jalur Pagerwatu/Ciekek tidak terlalu menjadi favorit bagi para pendaki, walaupun kondisi trek dari jalur ini cukup lebih landai daripada via Kaduengang namun membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar 7 - 8 jam untuk menuju puncak.

  • Curug Nangka/Ciomas

Jalur ini sangat tidak populer bagi para pendaki, karena jalur ini merupakan jalur para peziarah yang akan menuju Puncak Gunung Karang. jalur ini cukup jauh karena dimulai dari bawah lereng dan memerlukan waktu sekitar 20 jam - 1 hari perjalanan untuk mencapai puncak.

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

Pemandian Cikoromoy dan Gunung Karang

Sejak terbentuknya Provinsi Banten, pemerintah setempat menggalakkan promosi wisata. Dan, Gunung Karang menjadi salah satu objek wisata yang diharapkan mampu menarik wisatawan dengan potensi wisata spiritual yang dimilikinya. Sebelumnya, wisata Banten bertumpu pada kawasan wisata spiritual peninggalan Sultan Banten yang terletak di Banten Lama, Kabupaten Serang. Di tempat itu, para wisatawan biasanya mengunjungi Benteng Surosowan, Masjid Agung, Klenteng Kuno, dan kompleks makam keluarga Sultan Hasanudin.

  • Batu Quran
  • Pemandian Cikoromoy
  • CAS Cikole
  • Pemandian Air Hangat Cisolong

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]