Suaka Margasatwa Gunung Sawal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gunung Sawal)
Lompat ke: navigasi, cari
Gunung Sawal

Suaka Margasatwa Gunung Sawal merupakan kawasan hutan gunung yang berada di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Wilayahnya masuk meliputi kecamatan Panjalu, Cipaku, Kawali, Sadananya, Cikoneng, Sindangkasih, Cihaurbeuti, dan Panumbangan. Pegunungan indah ini menjadi ikon Ciamis, terbukti dengan dijadikannya Gunung Sawal sebagai latar dari logo Kabupaten Ciamis.

Kawasan gunung sawal ini merupakan salah satu Suaka Margasatwa yang ada di Indonesia, ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor :420/kpts/UM/1979 tanggal 4 Juli 1979 dengan luas 5.400 ha.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Beberapa spot di kawasan gunung Sawal juga kerap dijadikan tempat camping oleh para penggiat alam dari sekitar Ciamis dan Tasikmalaya, diantaranya spot Tugu di Sadananya, Gunung Golkar di Sindangkasih, Batu Datar di Cipaku, Curug Tujuh di panjalu, dan masih banyak lagi spot lainnya. Puncak tertinggi gunung Sawal berada di daerah Panjalu dengan ketinggian 1.764 meter di atas permukaan laut.

Ekosistem[sunting | sunting sumber]

Keanekaragaman hayati dan ekosistem yang masih sangat terjaga merupakan kelebihan kawasan gunung Sawal. Banyak flora dan fauna langka yang masih bisa ditemukan di suaka margasatwa ini, diantaranya adalah:

No Nama Nama latin Status
1 Meong Congkok Fellis bengalensis -
2 macan kumbang Panthera pardus Dilindungi
3 Pelanduk Tragulus javanicus -
4 Saeran Dicrurus leucophaeus -
5 macan tutul Panthera tigres -
6 elang lurik Spilornia cheela -

Ancaman[sunting | sunting sumber]

Satu hal yang menjadi permasalahan yang mengancam kelestarian Suaka Margasatwa Gunung Sawal adalah merebaknya pembukaan lahan pertanian warga kaki gunung ini. Hutan dibuka digantikan oleh lahan pertanian garapan warga. Selain itu, para pemburu hewan juga masih banyak ditemui di hutan-hutan gunung sawal, padahal jelas-jelas seluruh flora dan fauna di kawasan suaka marga satwa ini dilindungi. Permasalahan ini memang satu hal yang wajar ditemui dimanapun, usaha konservasi selalu berbenturan dengan eksploitasi, tak bisa dihindari, masyarakat penggarap lahan juga membutuhkan pencaharian untuk hidup dengan terpaksa mengorbankan alam. Disini diperlukan kebijakan dari pemerintah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk dapat bersikap bijak dalam mengeksploitasi alam. Sumber daya alam yang ada boleh dimanfaatkan dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat, namun pemanfaatannya harus disertai dengan kebijaksanaan dari masyarakat itu sendiri demi terjaganya kesinambungan ketersediaan sumber daya serta kelestarian alam dan lingkungan. Selain itu juga pemerintah harus menetapkan batas yang jelas, sejauh mana kawasan hutan yang dapat dimanfaatkan untuk produksi masyarakat, agar pembukaan lahan tidak seenaknya terus menggerogoti hutan kawasan gunung sawal ini.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal ini juga memiliki potensi wisata pendakian dan kegiatan alam lainnya. Sayang, informasi mengenai kawasan gunung Sawal di internet masih sangat minim, mungkin karena kurang populernya kawasan suaka margasatwa ini, padahal dengan hutan yang masih sangat liar dan terawat baik, Gunung Sawal dapat menjadi sarana petualangan yang sangat baik dan menantang.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]