Gunung Ungaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gunung Ungaran
MtUngaran Ambarawa RawaPening1 Pj DSC 1383s.JPG
Gunung Ungaran dari arah tenggara
Ketinggian 2.050 m (6.726 kaki)[1]
Daftar Ribu
Lokasi
Ungaran berlokasi di Jawa
Ungaran
Ungaran
Letak Gunung Ungaran di Pulau Jawa
Letak Jawa Tengah, Indonesia
Koordinat 7°10′48″LU 110°19′48″BT / 7,18°LS 110,33°BT / -7.18000; 110.33000Koordinat: 7°10′48″LU 110°19′48″BT / 7,18°LS 110,33°BT / -7.18000; 110.33000
Geologi
Jenis Stratovolcano, Gunung api Tipe C
Usia batuan Holosen

Gunung Ungaran adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia tepatnya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan ketinggian 2.050 meter, gunung ini adalah gunung tinggi pertama yang dilihat pengendara dari Semarang ke arah selatan, di sisi barat.

Menurut catatan-catatan sejarah, nama-nama lain gunung ini adalah Karundungan (prasasti Kuti), Karurungan/Karungrangan (Tantu Panggelaran), Karungrungan (Perjalanan Bujangga Manik, Serat Aji Saka, Serat Kanda), Kroenroengan (Domis, 1825), dan Ngroengroengan (Bleeker 1850, Friederich 1870)[2].

Di sisi timur gunung ini terletak kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. Kota Ambarawa terletak di sisi selatan. Tempat tetirah Bandungan berada di lereng gunung ini pula, dan berlokasi berdekatan dengan peninggalan purbakala Percandian Gedong Songo.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi tipe strato. Gunung ini memiliki tiga puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertinggi adalah Ungaran.

Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.

Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Di lerengnya terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (Bahasa Jawa: gedong = gedung, songo = sembilan). Terdapat pula beberapa air terjun (curug), di antaranya Curug Semirang dan Curug Lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal dengan nama Gua Jepang. Gua ini terletak 200 meter sebelum puncak, tepatnya di sekitar perkampungan Promasan (perkampungan para pemetik teh). Di sini terdapat pula reruntuhan bekas pemandian kuna.

Mitos[sunting | sunting sumber]

Menurut mitos masyarakat setempat, di lereng gunung di antara jajaran candi ini terdapat kawah berbau belerang yang merupakan makam Dasamuka. Konon Dasamuka yang suka mabuk dikubur di kawah ini oleh Hanoman. Hanoman sendiri kemudian berdiam di Gunung Telomoyo mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Dasamuka bisa bangkit jika ia mencium bau minuman keras, hingga masyarakat setempat (dulu) tidak berani minum minuman keras di areal Candi Gedong Songo.

Fauna dan Flora Endemik[sunting | sunting sumber]

Flora dan fauna[3] asli endemik Gunung Ungaran, adalah:

Fauna[sunting | sunting sumber]

Beberapa fauna (binatang) yang merupakan spesies asli gunung Ungaran di antaranya adalah:

  • Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)
  • Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus); tidak pernah ditemukan lagi.
  • Kijang (Muntiacus muntjak)
  • Babi hutan (Sus scrofa)
  • Trenggiling (Manis javanica)
  • Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
  • Alap-alap Capung (Microhierax fringillarius)
  • Raja Udang Meninting (Alcedo meninting)
  • Burung Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  • Ayam Hutan Merah (Gallus gallus)
  • Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)
  • Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides)

Flora[sunting | sunting sumber]

Beberapa flora (tumbuhan) yang merupakan spesies asli gunung Ungaran di antaranya adalah:

  • Jamuju (Dacrycarpus imbricatus)
  • Sarangan (Castanopsis argentea)
  • Waru Gunung (Hibiscus macrophyllus)
  • Kantil (Michelia alba)
  • Bunga kantil (cempaka putih)
  • Rengas (Gluta renghas)
  • Cemplonan (Drymaria cordata)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Gunung Ungaran Dari Jalan Tol Semarang - Solo diambil 16 Agustus 2013 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]