Lompat ke isi

Gunung Anjasmoro

Gunung Anjasmoro
Gunung Anjasmoro dilihat dari Pujon
Titik tertinggi
Ketinggian2.372 m (7.782 ft)
Masuk dalam daftarRibu
Penamaan
Nama lokalꦒꦸꦤꦸꦁꦄꦚ꧀ꦗꦱ꧀ꦩꦫ (Jawa)
Geografi
Peta
LetakJombang, Mojokerto, Batu, Malang, Jawa Timur, Indonesia

Gunung Anjasmoro merupakan pegunungan yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Ada lebih dari 40 puncak dan salah satunya yang tertinggi adalah Puncak Gunung Biru dengan ketinggian 2.331 meter dan Puncak Anjasmoro dengan ketinggian 2.269 meter keduanya berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Gunung Anjasmoro termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kediri, dan Kota Batu, Jawa Timur. Gunung Anjasmoro terletak satu kluster dengan Gunung Argowayang dan terletak berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang.[1]

Gunung Anjasmoro mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Pendakian Anjasmoro telah ditutup karena ekosistem di kawasan gunung masih utuh dan banyak flora fauna yang dilindungi. Alasan lain adalah topografi gunung yang curam dan terjal. Kondisi ini membahayakan keselamatan pendaki. Dan, kehadiran pendaki-pendaki ilegal dikhawatirkan bisa merusak ekosistem sekitar.

Asal-usul nama Anjasmoro

[sunting | sunting sumber]

Anjasmoro atau Anjasmara (penulisan bahasa Jawa) dalam penuturan tradisi lisan dan beberapa sumber lainnya diyakini diambil dari kosa kata bahasa Sansekerta dari kata anjas bermakna kubu dan asmara yang bermakna asmara atau cinta, tetapi dari sumber yang lain ketika gunung ini ditemukan belum mempunyai nama serta pernah pula disebut sebagai Gunung Nagasari yang masih ada sangkut pautnya dengan Kerajaan Majapahit.[1]

Dalam budaya populer

[sunting | sunting sumber]

Gunung Anjasmoro ini memiliki mitos dan cerita mistis yang melekat padanya, cerita dan mitos yang berkembang adalah bahwa gunung ini sebagai tempat para roh dan para dewa bersemayam yang juga berfungsi sebagai tempat para satria bertapa sejak era Kadiri, cerita ini berkembang dan diyakini oleh masyarakat di sekitarnya dari generasi ke generasi.[2]

Gunung Ajasmoro ini memiliki kisah legenda terakit dengan Putri Ayu, sosok yang dikasahkan berasal dari Majapahit. Sosok putri ini digambarkan sebagai seorang gadis yang cantik jelita dengan watak dan sifat yang penuh keteladanan, untuk itu namanya lantas diabadaikan menjadi nama dari gunung ini.[2]

Sama seperti gunung-gunung lain di Nusantara yang selalu dikaitkan narasi mistis dan dianggap sebagi tempat yang keramat, telah banyak dilaokan adanya penampakan sosok astral yang seolah menjadi penunggu dari gunung ini, kisah misteri "Alas Rara Krama" menjadi pelangkap dalam cerita ghaib tentang gunung ini.[2]

Pada dasarnya, masyarakat bangsa Austronesia dan terutama orang Jawa selalu mengkaitkan kenampakan alam tertentu dengan adanya konsep kekuatan dan alam terterntu yang melingkupinya. Gunung, sungai, hutan, dan laut sering kali akat dinarasikan sebagai tempat atau wilayah kekuasan dari sosok tertentu yang bertugas menjaganya dari ancaman yang menyertainya.[3]

Gunung Anjasmoro pada tahun 1930-an.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

7°44′35″S 112°27′40″E / 7.74306°S 112.46111°E / -7.74306; 112.46111


  1. 1 2 Budiarti, Irma. "7 Fakta Menarik Pegunungan Anjasmoro yang Memiliki 40 Puncak". detikjatim. Diakses tanggal 2026-07-26.
  2. 1 2 3 Arlado, Imron (2024-09-30). "Mitos dan Misteri Gunung Anjasmoro, Inilah Kisah Legendaris dan Pengalaman Pendaki". Radar Mojokerto. Diakses tanggal 2026-07-26.
  3. Jaya, Indra; Hatma, Pajar (2012). "Dinamika Pola Pikir Orang Jawa di Tengah Arus Modernisasi". Humaniora. 24 (2): 11862. doi:10.22146/jh.v24i2.1056. ISSN 0852-0801.