Lompat ke isi

Pegunungan Kapur Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pegunungan Kapur Utara merupakan pegunungan kapur yang membentang di pesisir utara Pulau Jawa mulai dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah hingga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Oleh sebagian orang disebut juga sebagai Pegunungan Kendeng Utara, karena letaknya yang sejajar dengan Pegunungan Kendeng yang membujur di sebelah selatannya. Di kawasan ini terdapat kawasan wisata alam Sumber Semen di Kecamatan Sale, Rembang.

Pegunungan Kapur Utara, membentang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah hingga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Karakteristik

[sunting | sunting sumber]

Wilayahnya memanjang dari barat ke timur yang meliputi Kabupaten Pati bagian selatan, Kabupaten Grobogan bagian utara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro bagian utara dan Kabupaten Lamongan bagian barat. Lebar rangkaian pegunungan ini sekitar 30-50 km dengan ketinggian kurang dari 800 meter dari permukaan laut. Di deretan pegunungan ini terdapat pula gunung vulkanik yang berusia muda antara lain Gunung Lasem (806 m) dan Gunung Butak (679 m) yang berada di kabupaten Rembang.[1]

Kawasan karst

[sunting | sunting sumber]

Pegunungan Kapur Utara merupakan kawasan batu gamping atau daerah karst. Daerah ini identik dengan fenomena alam yang kurang akan air di permukaan akibat sifat batuan kapur yang sangat mudah meloloskan air. Meskipun dipermukaan cenderung kering dengan dipenuhi banyaknya batu karang dan tebing.

Sesuai dengan sifat batuan kapur (kawasan karst) yang mudah larut oleh air hujan membuat kawasan ini memiliki banyak sekali rekahan ataupun lubang yang sebagian dikenal sebagai gua–gua alam. Selain itu karena besarnya tingkat porositas (meloloskan) air yang sangat tinggi membuat kawasan ini menjadi area resapan bagi daerah – daerah di sekitarnya. Air hujan yang meresap lewat rekahan – rekahan yang ada menciptakan suatu sistem sungai bawah tanah yang unik.

Bentang Alam Karst

[sunting | sunting sumber]
Peta Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo yang ada dalam Kepmen ESDM nomor 2641 tahun 2014.

Sebagian dari Pegunungan Kapur Utara ini ditetapkan sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) dengan nama Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo. Kawasan bentang alam karst ini meliputi bagian selatan Kecamatan Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo Kabupaten Pati; bagian utara Kecamatan Klambu, Brati, Grobogan, Tawangharjo, Wirosari, dan Ngaringan Kabupaten Grobogan; dan sebagian Kecamatan Todanan dan Kunduran Kabupaten Blora.[2]

Kawasan Cagar Alam

[sunting | sunting sumber]
Bentang alam CA Gunung Butak

Di pegunungan ini terdapat kawasan Cagar Alam Gunung Butak seluas ± 45,10 Ha yang masuk di daerah administrasi Kecamatan Gunem dan Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Cagar Alam Gunung Butak ditetapkan sebagai kawasan cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 55/Kpts/Um/2/1975 tanggal 17 Februari 1975 dan dikelola oleh Balai KSDA Jawa Tengah. Kawasan ini melindungi ekosistem puncak Gunung Butak setinggi 679 meter yang merupakan bagian dari Pegunungan Kapur Utara (Pegunungan Kendeng) yang membujur dari Barat ke Timur dan memiliki topografi datar, bergelombang dan berbukit, dengan ketinggian 679 m di atas permukaan laut.[3]

  • Flora

Cagar Alam Gunung Butak mempunyai tipe ekosistem Hutan Monsoon dengan batuan kapur. Flora penyusun kawasan ini antara lain Kemiri (Aleurites moluccana), Serut (Streblus asper), Panggang (Ficus annulata), Tlutup, Katimaha , Ketumpel , Wadang (Pterospermum sp.), Kemuning (Murraya paniculata), Weru (Albizzia proceta), Salam (Eugeniapolyantha), Kedoyo (Amoora aphanamixis), Ingas (Gluta renghas), Kelapan (Anthocephalus cadamba), Lengki (Leeaangulata), Pohpohan (Buchanania arborescens), Girang (Leea indica) dan Tengguli (Cassia fistula).

  • Fauna

Fauna yang ada antara lain Kijang (Muntiacus muntjak), Elang (Accipitridae), Lutung (Presbytis sp.), Burung Rangkong (Bucero tidae), Burung Sesap Madu (Melliphagidae), Babi Hutan (Sus sp.), Luwak (Hermaphroditus paradoxurus), Burung Larwo, Pelatuk Bawang, Perenjak (Pycnonotus goaivier), Kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan Biawak (Varanus sp.)

Potensi lain di dalam kawasan ini terdapat telaga seluas 3,5 Ha yang mempunyai fungsi hidrologis bagi masyarakat di sekitarnya.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ R.L Situmorang; R. Smit; dan E. J. Van Vessem (1992). Peta Geologi Lembar Jatirogo, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
  2. ↑ Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2641 tahun 2014 tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst Sukolilo.
  3. ↑ "Cagar Alam". plantamor.com. Diakses tanggal 2026-07-26.