Kabupaten Pati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Pati
Transkripsi bahasa daerah
 • Hanacarakaꦥꦛꦶ
Dari atas ke bawah: Persawahan di Mintorahayu, Alun-Alun Pati, Air Terjun Santi
Lambang resmi Kabupaten Pati
Julukan: 
Pati Bumi Mina Tani
Motto: 
Kridhaning panembah gebyaring bumi
(Jawa) Bekerja keras meningkatkan kesejahteraan daerah
(1323 Masehi)[1]
Peta
Kabupaten Pati di Jawa
Kabupaten Pati
Kabupaten Pati
Peta
Kabupaten Pati di Indonesia
Kabupaten Pati
Kabupaten Pati
Kabupaten Pati (Indonesia)
Koordinat: 6°45′12.61″S 111°2′25.71″E / 6.7535028°S 111.0404750°E / -6.7535028; 111.0404750
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU Nomor 13 Tahun 1950
Hari jadi7 Agustus 1323 (umur 699)
Ibu kotaPati
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiHenggar Budi Anggoro (Pj)[2]
 • Wakil BupatiLowong
 • Sekretaris DaerahJumani
 • Ketua DPRDAli Badrudin
Luas
 • Total1.503,68 km2 (580,57 sq mi)
Populasi
 • Total1.348.397
 • Kepadatan881/km2 (2,280/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 96,52%
Kristen 2,66%
- Protestan 2,44%
- Katolik 0,22%
Buddha 0,81%
Hindu 0,01%[3][5]
 • BahasaIndonesia, Jawa
 • IPMKenaikan 71,77 (2020)
Tinggi[6]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0295
Pelat kendaraanK xxxx *A/*G/*H/*S/*U
Kode Kemendagri33.18 Edit the value on Wikidata
DAURp 1.254.698.193.000.-(2020)[7]
Semboyan daerahBumi Mina Tani (Berdaya upaya menuju identitas Pati yang makmur, ideal, normatif, adil, tertib, aman, nyaman, dan indah)
Flora resmiKapuk randu
Fauna resmiBandeng
Situs webwww.patikab.go.id

Pati (bahasa Jawa: ꦥꦛꦶ, translit. Pathi) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pati. Kabupaten ini terkenal dengan semboyan Pati Bumi Mina Tani. Penduduk kabupaten Pati berjumlah 1.324.188 jiwa pada akhir tahun 2020,[4] dan 1.348.397 jiwa di tahun 2021.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah administrasi Kabupaten Pati meliputi:

Utara Laut Jawa
Timur Laut Jawa dan Kabupaten Rembang
Selatan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora
Barat Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara

Sebagian besar wilayah Kabupaten Pati adalah dataran rendah. Bagian selatan (perbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora) terdapat rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian barat laut (perbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara) berupa perbukitan. Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Rembang. Sungai terbesar adalah Sungai Juwana, yang bermuara di daerah Juwana.

Ibu kota Kabupaten Pati terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, berada di jalur pantura Semarang-Surabaya, sekitar 75 km sebelah timur Semarang. Jalur ini merupakan jalur ramai yang menunjukkan diri sebagai jalur transit. Jalur melewati Kota Pati ada dua: dalam kota dan jalur lingkar Pati. Kendaraan umum dan besar melalui jalan lingkar Pati. Sementara kendaraan pribadi dapat memilih antara jalan dalam kota yang cukup sempit atau jalur lingkar.

Terdapat sungai besar yaitu Bengawan Silugonggo (Sungai Silugonggo). Saat musim penghujan sering kali sungai ini meluap. Tata kelola sungai ini ditangani oleh Balai Pengelolan Sumber Daya Air (PSDA) Serang Lusi Juana (Seluna).[8]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Kabupaten Pati berpangkal dari beberapa gambar yang terdapat pada Lambang Daerah Kabupaten Pati yang sudah disahkan dalam Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1971 yaitu gambar yang berupa: "keris rambut pinutung dan kuluk kanigara". Menurut cerita rakyat yang terdapat juga pada kitab Babat Pati dan kitab Babat lainnya, dua pusaka yaitu "keris rambut pinutung dan kuluk kanigara" merupakan lambang kekuasan dan kekuatan yang juga merupakan simbul kesatuan dan persatuan. Barangsiapa yang memiliki dua pusaka tersebut, akan mampu menguasai dan berkuasa memerintah di Pulau Jawa. Adapun yang memiliki dua pusaka tersebut adalah Raden Sukmayana pembesar dari Majasemi andalan Kadipaten Carangsoka.

Masa Kadipaten Carangsoka (1292 M)[sunting | sunting sumber]

Menjelang akhir abad ke XIII atau sekitar tahun 1292 M, di Pulau Jawa terjadi kekosongan penguasa pemerintahan. Kerajaan Pajajaran mulai runtuh, Kerajaan Singasari surut, sedang Kerajaan Majapahit belum berdiri. Di Pantai utara Pulau Jawa Tengah, sekitar Gunung Muria bagian Timur, muncul penguasa lokal yang mengangkat dirinya sebagai adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.

Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu

Kedua kadipaten tersebut hidup rukun dan damai, saling menghormati dan saling menghargai untuk melestarikan kerukunan dan memperkuat tali persaudaraan, kedua adipati tersebut bersepakat untuk mengawinkan putra dan putrinya itu. Utusan Adipati Paranggaruda untuk meminang Rara Rayungwulan telah diterima, namun calon mempelai putri meminta bebana (persyaratan) agar pada saat pahargyan boja wiwaha daup (resepsi) dimeriahkan dengan pagelaran wayang dengan dalang kondang yang bernama Sapanyana.

Untuk memenuhi bebana itu, Adipati Paranggaruda menugaskan penggede kemaguhan bernama Yuyurumpung agul-agul Paranggaruda. Sebelum melaksanakan tugasnya, lebih dulu Yuyurumpung berniat melumpuhkan kewibawaan Kadipaten Carangsoka dengan cara menguasai dua pusaka milik Sukmayana di Majasemi. Dengan bantuan Sondong Majerukn kedua pusaka itu dapat dicurinya namun sebelum dua pusaka itu diserahkan kepada Yuyurumpung, dapat direbut kembali oleh Sondong Makerti dari Wedari. Bahkan Sondong Majeruk tewas dalam perkelahian dengan Sondong Makerti. Dan Pusaka itu diserahkan kembali kepada Raden Sukmayana. Usaha Yuyurumpung untuk menguasai dan memiliki dua pusaka itu gagal.

Walaupun demikian Yuyurumpung tetap melanjutkan tugasnya untuk mencari Dalang Sapanyana agar perkawinan putra Adipati Paranggaruda tidak mangalami kegagalan (berhasil dengan baik).

Pada Malam pahargyan bojana wiwaha (resepsi) perkawinaan dapat diselenggarakan di Kadipaten Carangsoka dengan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Sapanyana. Di luar dugaan pahargyan baru saja dimulai, tiba-tiba mempelai putri meninggalkan kursi pelaminan menuju ke panggung dan kemudian melarikan diri bersama Dalang Sapanyana. Pahargyan perkawinan antara Raden Jasari dan Rara Rayungwulan gagal total.

Adipati Yudhapati merasa dipermalukan, emosi tak dapat dikendalikan lagi. Sekaligus menyatakan permusuhan terhadap Adipati Carangsoka. Dan peperangan tidak dapat dielakkan. Raden Sukmayana dari Kadipaten Carangsoka memimpin prajurit Carangsoka, mengalami luka parah dan kemudian wafat. Raden Kembangjaya (adik kandung Raden Sukmayana) meneruskan peperangan. Dengan dibantu oleh Dalang Sapanyana, dan yang menggunakan kedua pusaka itu dapat menghancurkan prajurit Paranggaruda. Adipati Paranggaruda, Yudhapati dan putra lelakinya gugur dalam palagan membela kehormatan dan gengsinya.

Oleh Adipati Carangsoka, karena jasanya Raden Kembangjaya dikawinkan dengan Rara Rayungwulan kemudian diangkat menjadi pengganti Carangsoka. Sedang dalang Sapanyana diangkat menjadi patihnya dengan nama Singasari.

Kadipaten Pesantenan[sunting | sunting sumber]

Untuk mengatur pemerintahan yang semakin luas wilayahnya ke bagian selatan, Adipati Raden Kembangjaya memindahkan pusat pemerintahannya dari Carangsoka ke Desa Kemiri dengan mengganti nama Kadipaten Pesantenan dengan gelar "Adipati Jayakusuma" di Pesantenan.

Adipati Jayakusuma hanya mempunyai seorang putra tunggal yaitu Raden Tambra. Setelah ayahnya wafat, Raden Tambra diangkat menjadi Adipati Pesantenan, dengan gelar "Adipati Tambranegara". Dalam menjalankan tugas pemerintahan Adipati Tambranegara bertindak arif dan bijaksana. Menjadi songsong agung yang sangat memperhatikan nasib rakyatnya, serta menjadi pengayom bagi hamba sahayanya. Kehidupan rakyatnya penuh dengan kerukunan, kedamaian, ketenangan dan kesejahteraannya semakin meningkat.

Kabupaten Pati[sunting | sunting sumber]

Untuk mengembangkan pembangunan dan memajukan pemerintahan di wilayahnya, Adipati Raden Tambranegara memindahkan pusat pemerintahan Kadipaten Pesantenan yang semula berada di desa Kemiri menuju ke arah barat yaitu, di Desa Kaborongan, dan mengganti nama Kadipaten Pesantenan menjadi Kadipaten Pati.

Dalam prasasti Tuhannaru, delapan Lempengan Baja dan bertuliskan huruf Jawa kuno, yang diketemukan di desa Sidateka, wilayah Kabupaten Majakerta yang tersimpan di museum Trowulan. Pada lempengan yang keempat antara lain berbunyi bahwa: .....Raja Majapahit, Raden Jayanegara menambah gelarnya dengan Abhiseka Wiralanda Gopala pada tanggal 13 Desember 1323 M. Dengan patihnya yang setia dan berani bernama Dyah Malayuda dengan gelar "Rakai", Pada saat pengumuman itu bersamaan dengan pisuwanan agung yang dihadiri dari Kadipaten pantai utara Jawa Tengah bagian Timur termasuk Raden Tambranegara berada di dalamnya.

Pati bagian Kerajaan Majapahit[sunting | sunting sumber]

Raja Jayanagara dari Majapahit mengakui wilayah kekuasaan para adipati itu dengan memberi status sebagai tanah perdikan, dengan syarat bahwa para adipati itu setiap tahun harus menyerahkan Upeti berupa bunga.

Bahwa Adipati Raden Tambranegara juga hadir dalam pisuwanan agung di Majapahit itu terdapat juga dalam Kitab Babad Pati yang disusun oleh K.M. Sosrosumarto dan S. Dibyasudira, diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1980. Halaman 34, Pupuh Dandanggula yang lengkapnya berbunyi:

...Tan alami pajajaran kendhih, keratonnya ing tanah Jawa angalih Majapahite, ingkang jumeneng ratu, Brawijaya ingkang kapih kalih, ya Jaka Pekik wasta, putra Jaka Suruh, Kyai Ageng Pathi nama, Raden Tambranegara sumewa maring Keraton Majalengka.

Artinya Tidak lama kemudian Kerajaan Pajajaran kalah, Kerajaan Tanah Jawa lalu pindah ke Majapahit, adapun yang menjadi rajanya adalah Brawijaya II, yaitu Jaka Pekik namanya, putranya Jaka Suruh. Pada waktu itu Kyai Ageng Pati, yang bernama Tambranegara menghadap ke Majalengka, yaitu Majapahit.

Berdasarkan hal tersebut, jelaslah bahwa Raden Tambranegara Adipati Pati turut serta hadir dalam pisowanan agung di Majapahit. Pisowanan agung yang dihadiri oleh Raden Tambranegara ke Majapahit pada tanggal 13 Desember 1323, maka diperkirakan bahwa pindahnya Kadipaten Pesantenan dari Desa Kemiri ke Desa Kaborongan dan menjadi Kabupaten Pati itu pada bulan Juli dan Agustus 1323 M (Masehi). Ada tiga tanggal yang baik pada bulan Juli dan Agustus 1323 yaitu: 3 Juli, 7 Agustus dan 14 Agustus 1323.

Hari Jadi Pati[sunting | sunting sumber]

Kemudian diadakan seminar pada tanggal 28 September 1993 di Pendopo Kabupaten Pati yang dihadiri oleh para perwakilan lapisan masyarakat Kabupaten Pati, para guru sejarah SMA se-Kabupaten Pati, Konsultan, Dosen Fakultas Sastra dan Sejarah UNDIP Semarang, secara musyawarah dan sepakat memutuskan bahwa pada tanggal 7 Agustus 1323 sebagai hari kepindahan Kadipaten Pesantenan di Desa Kemiri ke Desa Kaborongan menjadi Kabupaten Pati.

Tanggai 7 Agustus 1323 ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Pati dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor: 2/1994 tanggal 31 Mei 1994, sehingga menjadi momentum Hari Jadi Kabupaten Pati dengan surya sengkala "KRIDANE PANEMBAH GEBYARING BUMI" yang bermakna "Dengan bekerja keras dan penuh doa kita gali Bumi Pati untuk meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah".

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1. - Raden Tambranegara Sekitar 1300-an Adipati di Kadipaten Pesantenan dan Pati
2. - Raden Tandanegara 1330 Adipati di Kadipaten Pati
3. - Kayu Bralit 1511 1518
4. - Ki Ageng Penjawi 1568 1576 Adipati di Kabupaten Pati setelah gugurnya Arya Penangsang
5. - Raden Sidik, bergelar Djajakoesoema I 1577 1601
6. - Djajakoesoema II 1601 1628
7. - Ki Arya Pagedongan, bergelar Djajakoesoema III 1628 1640 Adipati Pragola II
8 Pemerintahan kosong & pecah menjadi 2 Katemenggungan dan 7 (tujuh) Kademengan, yaitu:
Katemenggunan: Toemenggung Wetanan & Toemenggung Koelonan
Kademangan: Demang Tenggeles, Demang Selowesi, Demang Tjengkalsewu,
Demang Glongsong, Demang Paselehan, Demang Margotoehoe, Demang Juwono
9 - Lepek, Mangun Oneng I 1670 Adipati Pakem
10 - Widjo, Mangun Oneng II 1678 1682 Adipati Pati
11 - Tumenggung Tirtono 1682 1690 Adik Mangoen Oneng
12 - Abroenoto, Mangoen Oneng III 1690 1701 Putra Mangoen Oneng II
13 - Soemodipoero 1701 1718 Putra Pangeran Koedoes
14 - Pangeran Koming, Pamegat Sari I 1718 1820 Putra Soemodipoero
15 - Pangeran Kuning, Pamegat Sari II 1720 Wafat dan makamnya di Kudus
16 - Raden Wiratmodjo II, Pamegat Sari III 1761
17 - Pangeran Arya, Megatsari III Adipati di Kabupaten Pati, Masa Deandels, Diasingkan ke Belanda dan makamnya di Surabaya
18 - Sosrodiningrat 1807 1808 Bupati Pati Kulon
Mangunkusumo 1807 1808 Bupati Pati Wetan
19 - Kiai Adipati Tjonronegoro 1808 1812 Bupati Pati pindahan dari Bupati Lamongan
20 Adipati Raden Tjondronagoro 1812 1829 Bupati Pati dimakamkan di Desa Puri Pati
21 Raden Bagoes Mita
(Kandjeng Pangeran Ario Tjondro Adinegeoro)
1812 1829 Sumber dari prasasti berdirinya masjid Gambiran Pati
22 Raden Bagoes Kasan
(Raden Adipati Ario Tjondro Adinegoro)
1896 1904
23 Raden Toemenggong Prawiro Werdojo 1904 1934
24 Raden Adipati Ario Soewondo 1907 1934 Wafat 4 Juni 1934
25 K.G.P. Dipokoesoemo 1934 1935
26 R.T.A Milono 1935 1945 Bupati Pati kemudian menjadi Residen Pati
Masa Pemerintahan Indonesia
27 M. Moerjono Djojodigdo 1945 1948 Tahun 1948 terjadi perebutan oleh PKI/Muso. Pada Desember 1948, Clash II Pd. Bupati Pati ditunjuk Sukemi Wedono Tayu
28 Raden Soebijanto 1950 1952
29 Raden Soekardji Mangoen Koesoemo 1952 1954 Bupati Pati
30 Palal al Pranoto 1954 1957 Kepala Daerah Swatantra
31 R. Soemardi Soeroprawiro 1957 1959 Pegawai Tinggi diperbantukan Pemda tingkat II
32 M. Soetjipto 1959 1967
33 A.K.B.P Raden Soehargo 1967 1971
34 Kol. Inf. Panudju Widajat 1971 1973 menjabat 18 bulan/meninggal dunia
35 Kol. Pol.Drs. Edy Rustam Santiko 1973 1979
36 Drs. Soeparto Soewondo 1979 Agustus 1981 Residen Pati merangkap Pj. Bupati Kdh. tingkat II Pati
37 Kol. Art. Saoedji 6 Agustus 1981 September 1991
38 Kol. Kav. Sunardji September 1991 September 1996
39 Kol. Art. H. Yusuf Muhammad September 1996 September 2001
40 H. Tasiman, SH September 2001 September 2006 Drs. Kotot Kusmanto
41 H. Tasiman, SH September 2006 2010 Kartika Sukawati, SE. MM
42 H. Haryanto, SH, MM, M.Si. 2012 2017 Budiono
43 H. Haryanto, SH, MM, M.Si. 2017 Sekarang H. Saiful Arifin [9]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Pati dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019 2019–2024
  PDI-P 10 Steady 10
  PKB 6 Steady 6
  Demokrat 6 Steady 6
  Gerindra 6 Steady 6
  Golkar 6 Penurunan 5
  NasDem (baru) 4 Kenaikan 5
  PPP 3 Kenaikan 5
  PKS 5 Penurunan 3
  Hanura 4 Penurunan 3
  Perindo (baru) 1
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pati terdiri dari 21 kecamatan, 5 kelurahan, dan 401 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.283.790 jiwa dengan luas wilayah 1.489,19 km² dan sebaran penduduk 862 jiwa/km².[10][11]

Kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Juwana di sebelah timur, Tayu di sebelah utara, dan Kayen di bagian selatan. Untuk Juwana dan Tayu keduanya merupakan kota pelabuhan yang berada di pesisir Laut Jawa. Sedangkan sebagian Kecamatan Kayen dan Kecamatan Sukolilo berada di bawah pegunungan Kendeng. Di Kayen pula, berdiri RSUD milik pemerintah kabupaten dan merupakan satu-satunya kecamatan di luar ibu kota kabupaten yang memiliki fasilitas RS milik pemerintah.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pati, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.18.07 Batangan 18 Desa
33.18.18 Cluwak 13 Desa
33.18.20 Dukuhseti 12 Desa
33.18.11 Gabus 24 Desa
33.18.13 Gembong 11 Desa
33.18.17 Gunungwungkal 15 Desa
33.18.06 Jaken 21 Desa
33.18.09 Jakenan 23 Desa
33.18.08 Juwana 29 Desa
33.18.02 Kayen 17 Desa
33.18.12 Margorejo 18 Desa
33.18.16 Margoyoso 22 Desa
33.18.10 Pati 5 24 Desa
Kelurahan
33.18.05 Pucakwangi 20 Desa
33.18.01 Sukolilo 16 Desa
33.18.03 Tambakromo 18 Desa
33.18.19 Tayu 21 Desa
33.18.14 Tlogowungu 15 Desa
33.18.21 Trangkil 16 Desa
33.18.15 Wedarijaksa 18 Desa
33.18.04 Winong 30 Desa
TOTAL 5 401

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Bandeng, yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Pati, khususnya wilayah Juwana.

Selain terkenal dengan bandeng prestonya, Pati adalah salah satu dari dua kabupaten penghasil buah Manggis terbesar di Jawa Tengah selain Cilacap.

  • Sentra buah Jambu monyet, di Desa Muktiharjo dan Margorejo
  • Sentra buah kelapa kopyor genjah (kelapa yang dagingnya terpisah dengan tempurung) di Jawa Tengah
  • Sentra buah Manggis, di Desa Jepalo dan Gunungsari
  • Kerajinan kuningan, di Kecamatan Juwana
  • Usaha susu sapi, di Desa Sukoharjo dan margorejo
  • Industri garam, di Kecamatan Batangan dan Wedarijaksa
  • Pabrik Gula (PG) Trangkil,[12] di Desa Trangkil, Trangkil
  • Pabrik Gula Pakis Baru, di Desa Pakis, Tayu
  • Industri ceriping singkong aneka rasa (Banyuurip)
  • Sentra industri berbahan kapuk randu, di Desa Karaban, Kecamatan Gabus (produk kasur, bantal, guling dll).
  • Sentra padi dan kacang hijau, di Desa Jambean Kidul, Muktiharjo, Margorejo Pati.
  • Perkebunan Kopi, di Desa Jrahi, Gunungwungkal dan Sitiluhur
  • Industri Tepung Tapioka, di Desa Ngemplak dan Sidomukti Margoyoso
  • Industri Kain Batik Bakaran, di Desa Bakaran, Juwana
  • Industri batu bata, di Kecamatan Trangkil
  • Industri terasi udang rebon, di Kecamatan Juwana, Margoyoso dan Tayu

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Klinik[sunting | sunting sumber]

  • Klinik Sejahtera
  • BKIA Bhayangkari
  • Klinik Keluarga Sehat
  • Klinik Pratama Mega Sehat Pati [13]

Rumah sakit[sunting | sunting sumber]

  • RSUD RAA Soewondo
  • RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati
  • RS Mitra Bangsa [13]
  • RS Fastabiq
  • RSB Harapan
  • RSB Asifa
  • RS Paru-paru
  • RS Islam Pati
  • RS Assuyuthiyyah Guyangan
  • RSU Kayen
  • RS Keluarga Sehat Hospital (KSH) Tayu

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMA/SMK[sunting | sunting sumber]

SMA/ SMK di Kabupaten Pati adalah antara lain sebagai berikut:

  • MA Abadiyah, di Kecamatan Gabus
  • MA Al-Hikmah, di Kecamatan Margoyos
  • MA Al-Ikhlas, di Kecamatan Tlogowungu
  • MA As-Salamah, di Kecamatan Pati
  • MA Bustanul Ulum, di Kecamatan Wedarijaksa
  • MA Darul Falah, di Kecamatan Cluwak
  • MA Darul Ulum, di Kecamatan Jaken
  • MA Darul Ulum, di Kecamatan Tlogowungu
  • MA I'anatut Tholibin, di Kecamatan Margoyoso
  • MA Ihya'ul Ulum, di Kecamatan Wedarijaksa
  • MA Khoiriyah, di Kecamatan Margoyoso
  • MA Khoiriyah, di Kecamatan Gembong
  • MA Khoiriyatul Ulum, di Kecamatan Trangkil
  • MA Madarijul Huda, di Kecamatan Dukuhseti
  • MA Manabi'ul Falah, di Kecamatan Margoyoso
  • MA Manahijul Huda, di Kecamatan Dukuhseti
  • MA Manba'ul Ulum, di Kecamatan Pati
  • MA Mathali’ul Falah, di Kecamatan Margoyoso
  • MA Matholi’ul Falah, di Kecamatan Juwana
  • Matholi’ul Huda, di Kecamatan Pucakwangi
  • Matholi’ul Huda, di Kecamatan Trangkil
  • MA Miftahul Falah, di Talun Kayen
  • MA Miftahul Huda, di Kecamatan Tayu
  • MA Miftahul Ulum, di Tambakromo
  • MA Miftahul Ulum, di Trimulyo Kayen
  • MA Miftahut Thulab, di Kecamatan Sukolilo
  • MA Misbahul Ulum, di Pasucen Trangkil
  • MA Mujahidin, di Gembong
  • MA Muwahidun, di Gembong
  • MA Negeri 1 Pati, di Margorejo
  • MA Negeri 2 Pati, di Kecamatan Tayu
  • MA NU Bageng, di Gembong
  • MA Nurul Hikmah Banyuurip, di Desa Banyu urip kecamatan Margorejo
  • MA Nurul Quran, di Kecamatan Pucakwangi
  • MA PGIP Hadiwijaya, di Margoyoso
  • MA PPKP Darul Ma’la, di Kecamatan Winong
  • MA Raudlotusy Syubban, di Kecamatan Winong
  • MA Raudlotut Tholibin, di Kecamatan Tayu
  • MA Salafiyah, di Tlogowungu
  • MA Salafiyah, di Margoyoso
  • MA Silahul Ulum, di Trangkil
  • MA Sirojul Anam, di Kecamatan Tayu
  • MA Sirojul Huda, di Kecamatan Kayen
  • MA Sultan Agungm di Kecamatan Sukolilo
  • MA Sunan Muria, di Cluwak
  • MA Sunan Prawoto, di Kecamatan Sukolilo
  • MA Tarbiyatul Banin, di Kecamatan Winong
  • MA Tarbiyatul Banin Banat, di Dukuhseti
  • MA Tarbiyatul Islamiyah, di Kecamatan Pucakwangi
  • MA Thoriqotul Ulum, di Wedarijaksa
  • MA Walisongo, di Kecamatan Kayen
  • SMA Bokpri 1, di Pati
  • SMA Bokpri 3, di Dukuhseti
  • SMA Cadangan, di Pati
  • SMA Dharma Putra, di Pati
  • SMA Islam Raudlotul Falah, di Gembong
  • SMA Islam Tuan Sokolangu, di Gabus
  • SMA IT Yaumi Fatimah, di Pati
  • SMA Joyo Kusumo, di Desa Pasuruhan Kayen
  • SMA Kesuma, di Margoyoso
  • SMA Muhammadiyah 01, di Kecamatan Pati
  • SMA Muhammadiyah 02, di Kecamatan Sukolilo
  • SMA Muhammadiyah 03, di Kecamatan Sukolilo
  • SMA Muria, di Margorejo
  • SMA Nasional, di Kecamatan Pati
  • SMA PGRI 1, di Pati
  • SMA PGRI 2, di Kayen
  • SMA PGRI 3, di Tayu
  • SMA Rifaiyah, di Kecamatan Kayen
  • SMA Taman Madya, di Kecamatan Juwana
  • SMA Wahid Hasyim, di Pati
  • SMA Yos Soedarso, di Pati
  • SMAN 1 Batangan, di Batangan
  • SMAN 1 Jakenan, di Kecamatan Jakenan
  • SMAN 1 Juwana, di Kecamatan Juwana
  • SMAN 1 Kayen, di Kayen
  • SMAN 1 Pati, di Pati
  • SMAN 1 Tayu, di Tayu
  • SMAN 2 Pati, di Kecamatan Pati
  • SMAN 3 Pati, di Pati
  • SMK Jamaah Pasrah (JAPA), di Kecamatan Dukuhseti
  • SMK Al Falah, di Kecamatan Winong
  • SMK An Najah, di Kecamatan Kayen
  • SMK Assalamah, di Pati
  • SMK Bani Muslim, di Pati
  • SMK Bina Tunas Bangsa, di Kecamatan Juwana
  • SMK Cordova, di Desa Kajen
  • SMK Farming, di Tlogowungu
  • SMK Gajah Mada 01, di Kecamatan Margoyoso
  • SMK Gajah Mada 02, di Pati
  • SMK Kesuma, di Margoyoso
  • SMK Mambaul Huda, di Dukuh Seti
  • SMK Muhammadiyah 01, di Pati
  • SMK Muhammadiyah 02, di Tayu
  • SMK Nahdlotul Ulama, di Gembong
  • SMK Nasional, di Pati
  • SMK Pelayaran, di Tayu
  • SMK Permata Nusantara, Jalan Raya Gabus Pati, KM 0,5 Gabus
  • SMK Salafiyah Margoyoso, di Desa Kajen
  • SMK Taruna Bangsa, di Gabus
  • SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi, di Kecamatan Pati
  • SMK Tunas Harapan, di Pati
  • SMKN 1 Pati, di kecamatan Pati
  • SMKN 2 Pati, di kecamatan Margorejo
  • SMKN 3 Pati, di kecamatan Pati
  • SMKN 4 Pati, di kecamatan Margorejo
  • SMKN Cluwak, di kecamatan Cluwak
  • SMK Manahijul Huda, di kecamatan Dukuhseti
  • SMK Multimedia Nurul Qur'an, di Pucakwangi

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi / Universitas di Kabupaten Pati adalah antara lain sebagai berikut:

  • Universitas SAFIN Pati
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP)
  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) AKI Pati
  • Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAKWW) Pati
  • Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati
  • Akademi Kebidanan (Akbid) Bakti Utama Pati
  • Akademi Kebidanan (Akbid) Duta Dharma Pati
  • Akademi Perawat (Akper) Pragola Pati
  • Akademi Pertanian Pragola Pati
  • Universitas Terbuka (UT) Pati
  • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Jangkung Pati[14]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Pati pada tahun 1930-an
Sendang Tirta Marta Sani

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

Pati memiliki tempat wisata alami, yaitu:

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Pati memiliki tempat wisata sejarah, yaitu:

Wisata keluarga[sunting | sunting sumber]

Pati memiliki tempat wisata untuk keluarga, yaitu:

Wisata religi[sunting | sunting sumber]

Pati yang di Kenal sebagai Kota Santri memiliki banyak tempat wisata ziarah, berikut adalah Daftar Wisata Religi Pati yaitu:

Perayaan[sunting | sunting sumber]

Acara yang diadakan setiap tahun di Pati, di antaranya:

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

Kesenian budaya tradisional Pati adalah:

  • Barongan
  • Ketoprak
  • Meron–kecamatan Sukolilo
  • Lomban–kecamatan Juwana
  • Lampor–Kecamatan Tlogowungu–Ds. Gunungsari

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pati berada di Pantura JakartaSemarangSurabayaBanyuwangi,

Banyak Bus Bus Antar Kota Antar Provinsi yg lewati ini

Terminal Pati tipe B ( milik Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan)

Jalur kereta api yang nonaktif di Kabupaten Pati (SJS SEMARANG JUWANA S ) Yaitu :

  1. Stasiun Pati
  2. Stasiun Juwana
  3. Stasiun Tayu
  4. Stasiun Bulumanis

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Masakan khas kabupaten Pati, yaitu:

Jajanan khas kabupaten Pati, yaitu:

Minuman khas kabupaten Pati, yaitu:

Oleh-oleh khas kabupaten Pati, yaitu:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Hari Jadi Pati". tic.patikab.go.id. Diakses tanggal 2022-01-14. 
  2. ^ "Henggar Budi Anggoro, Resmi Jadi Pj Bupati Pati". muria.tribunnews.com. 22 Agustus 2022. Diakses tanggal 2 September 2022. 
  3. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ a b "Kabupaten Pati Dalam Angka 2021" (pdf). www.patikab.bps.go.id. hlm. 3, 38. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  5. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama di Provinsi Jawa Tengah, 2020". Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 14 April 2021. Diakses tanggal 4 Maret 2022. 
  6. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  7. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 8. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  8. ^ http://bpusdataru-seluna.jatengprov.go.id/sungai.php
  9. ^ Pati, Website Resmi Pemerintah Kabupaten. "Biografi Bupati dan Wakil | Website Resmi Pemerintah Kabupaten Pati". www.patikab.go.id. Diakses tanggal 2018-10-09. 
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ http://pgtrangkil.com/main/profil/sejarah
  13. ^ a b Mitrapost, Admin (2018-03-20). "Ratusan Warga Sidomukti Mendapat Layanan Pengobatan Gratis dari RS Mitra Bangsa dan Klinik Mega Sehat". Diakses tanggal 2021-10-31. 
  14. ^ https://www.patinews.com/%E2%80%8Bsekolah-tinggi-ilmu-budaya-islam-stibi-syekh-jangkung-pati-buka-penerimaan-mahasiswa-baru/

Pranala luar[sunting | sunting sumber]