Ngening, Batangan, Pati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ngening
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Pati
Kecamatan Batangan
Kodepos 59186
Luas -
Jumlah penduduk 1.628 orang
Kepadatan Sedang

Ngening adalah desa di kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah, Indonesia

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayah Desa Ngening yaitu:

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Ngening merupakan desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Sejarah desa Ngening adalah sebagai berikut. Dahulu kala di sebelah timur desa Raci dukuh Mambung ada desa yang namanya desa Nggodok. Dan di sebelah selatan desa tersebut ada seseorang yang mendiami daerah tersebut seorang diri, dia bernama Astro Guno atau Setro Guno. Dia selalu tirakat dan memiliki keinginan agar suatu saat nanti dia memiliki teman bermungkim di hutan yang telah dibabatinya disebelah selatan desa Nggodok. Penduduk desa Nggodok di sebelah timur desa Raci tadi, hanya memiliki warga sebanyak 17 rumah. Karena di desa Nggodok tersebut banyak terjadi pencurian dan perampokan menyebabkan warga di desa Nggodok tidak betah, kemudian sebagian lebih memilih bermungkim bersama Mbah Setro Guno. Lambat laun warga dari desa Nggodok tersebut pindah dari desa Nggodok bermungkim bersama Mbah Setro Guno. Di desa tersebut penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanami bekas hutan yang telah mereka babati sebagai sawah atau ladang. Suatu ketika mereka berkumpul bersama untuk musyawarah mufakat, dan ingin me-rapatkan apa nama baik yang akan diberikan kepada desa atau pemukiman yang mereka tinggali tersebut. Seseorang dari mereka menayakan kembali ke Mbah Setro Guno : " Lha sampeyan dus pundi Kang?" atau "Lha menurut anda bagaimana Mas?" kami ikut anda saja, karena anda sebagai orang yang dituakan disini. Kemudian Mbah Setro Guno memiliki pemikiran " Piye nek di jenake Ngening wae?" karena sebelum adanya desa atau perkampungan ini ada, "aku nduwe angen-angen kanthi weninge ciptaku". Dan dari kata angen-angen kanthi wening itulah desa ini dinamakan desa Ngening. Kemudian para penduduk itupun menyetujui apa yang disampaikan Mbah Setro Guno itu. Mbah Setro Guno sering memberi wejangan atau nasehat kepada warga yang bermungkim dengannya, supaya mengalah saat ada perseteruan dengan orang. Karena menurut beliau, "orang yang mengalah lebih mulia daripada orang yang mencari masalah". Oleh sebab itu, penduduk asli desa Ngening sampai sekarang jarang ada konflik dengan Desa Tetangga. Hanya Mbah Setro Guno mengatakan "Lihat saja nanti, kehidupan orang yang cari masalah atau menindas orang desa Ngening". Pasti pada akhirnya "kualat". Menurut cerita Mbah Astro Guno atau Setro Guno tidak menikah. [Sumber cerita: Mbah Pardam]

[butuh rujukan]