Kabupaten Magelang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Magelang
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Tengah
Kawasan Candi Borobudur pada malam hari
Kawasan Candi Borobudur pada malam hari
Logo Kabupaten Magelang.png
Lambang
Julukan: 
De Tuin van Java

Semboyan: Magelang Gemilang
(Gemah Ripah Iman Cemerlang)
Locator kabupaten magelang.png
Kabupaten Magelang berlokasi di Jawa
Kabupaten Magelang
Kabupaten Magelang
Kabupaten Magelang berlokasi di Indonesia
Kabupaten Magelang
Kabupaten Magelang
Koordinat: 7°25′39″S 110°09′43″E / 7.4275°S 110.16194°E / -7.4275; 110.16194
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal peresmian-
Dasar hukumUU No. 13/1950
Ibu kotaKota Mungkid
Pemerintahan
 • BupatiZaenal Arifin
 • Wakil BupatiEdy Cahyana
Luas
 • Total1.085,73 km2 (41,920 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total1.295.019 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaJawa
 • AgamaIslam 96,22%
Kristen 2,70%
- Katolik 1,83%
- Protestan 0,87%
Hindu 0,02%
Budha 0,02%
Lainnya 1,05%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62293
Kode Kemendagri33.08 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan21
Jumlah kelurahan5
Jumlah desa367
DAURp. 899.528.369.000.-(2013)[3]
Flora resmiSalak nglumut
Fauna resmiItik Magelang
Situs webwww.magelangkab.go.id

Magelang (bahasa Jawa: ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀​ꦩꦒꦼꦭꦁ, translit. Kabupatèn Magelang) adalah sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kota Kabupaten ini adalah Kota Mungkid. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang di utara, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten di timur, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta), serta Kabupaten Purworejo di selatan, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung di barat, serta mengelilingi wilayah Kota Magelang.

Candi Borobudur, sebuah mahakarya peninggalan Dinasti Syailendra yang kini menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia, berada di wilayah Kabupaten Magelang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa versi yang menjelaskan asal nama Magelang. Versi terpopuler mengatakan bahwa Magelang berasal dari kata tepung gelang, yang berarti "mengepung rapat seperti gelang". Nama tersebut diberikan untuk mengenang Raja Jin Sonta yang dikepung di daerah ini oleh pasukan Mataram sebelum akhirnya mati di tangan Pangeran Purbaya.

Pawai kehormatan regent Magelang (1866)

Sejarah Kabupaten Magelang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Kota Magelang. Pada tahun 1812, Wakil Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles mengangkat Ngabei Danuningrat sebagai bupati pertama Magelang dengan gelar Adipati Danuningrat I. Penunjukan ini terjadi sebagai konsekuensi perjanjian antara Inggris dan Kesultanan Yogyakarta pada tanggal 1 Agustus 1812 yang menyerahkan wilayah Kedu kepada pemerintah Inggris. Sejak itu, Danuningrat menjadi bupati pertama di Kabupaten Magelang dengan gelar Adipati Danuningrat I. Atas petunjuk dari gurunya, dia memilih daerah antara desa Mantiasih dan desa Gelangan sebagai pusat pemerintahan. Pada tahun 1930, jabatan bupati diserahkan dari dinasti Danuningrat kepada pejabat baru yang bernama Ngabei Danukusumo. Sementara itu sebagai tindak lanjut dari Keputusan Desentralisasi (Decentralisatie Besluit) tahun 1905, Kota Magelang menjadi gemeente bersama dengan Kota Semarang, Salatiga, dan Pekalongan. Jabatan wali kota baru diangkat pada tahun 1924. Meskipun demikian, kedudukan bupati masih tetap berada di kota Magelang. Akibatnya ada sejumlah pimpinan daerah di kota Magelang yaitu bupati Magelang, residen Kedu, asisten residen Magelang dan walikota Magelang.

Seiring dengan waktu, kedudukan Kabupaten Magelang diperkuat melalui UU No. 2 tahun 1948 dengan ibu kota di Kota Magelang. Pada tahun 1950 berdasarkan UU No. 13 tahun 1950 Kota Magelang berdiri sendiri dan diberi hak untuk mengatur rumah tangga sendiri, sehingga ada kebijaksanaan untuk memindah ibu kota kabupaten ke daerah lain. Ada dua alternatif ibu kota sebagai penganti Kota Magelang, yaitu Kawedanan Grabag atau Kawedanan Muntilan, tetapi kedua daerah ini ditolak. Pada tanggal 22 Maret 1984, kecamatan Mertoyudan bagian Selatan dan kecamatan Mungkid bagian Utara dipilih secara resmi sebagai ibu kota Kabupaten Magelang oleh gubernur Jawa Tengah dengan nama Kota Mungkid.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang berada di cekungan sejumlah rangkaian pegunungan. Di bagian timur (berbatasan dengan Kabupaten Boyolali) terdapat Gunung Merbabu (3.141 mdpl) dan Gunung Merapi (2.911 mdpl). Di bagian barat (berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo) terdapat Gunung Sumbing (3.371 mdpl) dan juga terdapat Gunung Sindoro. Di bagian utara (berbatasan dengan Kabupaten Semarang) terdapat Gunung Telomoyo (1.894 mdpl). Di bagian barat daya terdapat rangkaian Pegunungan Menoreh. Pada bagian tengah mengalir Kali Progo beserta anak-anak sungainya menuju selatan. Kabupaten Magelang juga terdapat Kali Elo yang membelah dua wilayah ini. Pertemuan kembali kedua kali tersebut terletak di desa Progowati yang konon dahulu di tempat itu lebih banyak penduduk berjenis kelamin wanita daripada pria.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Potret resmi Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
Masa Pendudukan Belanda
1 Danukromo / Alwi / Alwi bin Sayyid Ahmad bin Muhammad Said Bin Abdul Wahab bin Sulaiman Mojo Agung bin Abdurrahman Tajuddin Basyeiban/ Danoeningrat I 1812 1826
2 Danoeningrat II / Hamdani / Hamdani bin Alwi Basyeiban 1826 1862
3 Danoeningrat III / Said / Said bin Hamdani Basyeiban 1862 1878
4 Danoekusoemo / Achmad / Sayid Achmad bin Said Basyeiban 1878 1908
5 Danoesoegondo.jpg Danoesoegondo / Muhammad bin Said Basyeiban 1908 1939
6 R. A. A. Sastrodiprojo 1939 1945
Masa Pemerintahan Indonesia
7 R. A. A Said Prawirosastro 1945 1946
8 R. Judodibroto 1946 1954
9 MG Arwoko 1954 1957
10 Sugeng Sumodilogo 1957 1960
11 Drs. Adnan Widodo 1960 1967
12 Drs. H. Achmad 1967 1979
13 Drh. Soepardi 1979 1983
14 Drs. Al. Soelistyo 1983 1984 PJ. Bupati
15 H. Mohammad Solihin 1984 1994
16 Kol.Inf. H. Kardi 1994 1999
17 Drs. H. Hasyim Affandi 1999 2004
18 100px Singgih Sanyoto 2004 2014 * Drs. H. Hartono (2004-2009)
* H. M. Zaenal Arifin, SH (2009-2014)
19 Zaenal Arifin,S.IP 2014 2018 H. M. Zaenal Arifin, SH
20 Zaenal Arifin,S.IP 2018 Edy Cahyana [4][5]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Magelang dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
Lambang PDI-P PDI-Perjuangan 12 10 13
Lambang PKB Partai Kebangkitan Bangsa 6 9 8
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra (baru) 5 9 7
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 4 6 Steady 6
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera 3 Steady 3 6
Lambang PPP Partai Persatuan Pembangunan 5 Steady 5 4
Lambang PAN Partai Amanat Nasional 5 Steady 5 3
Lambang NasDem Partai NasDem (baru) 0 2
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 6 3 1
Lambang PKNU Partai Kebangkitan Nasional Ulama (baru) 4
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 9 8 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang memiliki 21 kecamatan, 5 kelurahan, dan 367 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.280.679 jiwa dengan luas wilayah 1.102,93 km² dan sebaran penduduk 1.162 jiwa/km².[6][7]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Magelang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kodepos Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.08.14 Bandongan 56151 14 Desa
33.08.02 Borobudur 56553 20 Desa
33.08.15 Candimulyo 56191 19 Desa
33.08.06 Dukun 56482 15 Desa
33.08.18 Grabag 56196 28 Desa
33.08.12 Kajoran 56163 29 Desa
33.08.13 Kaliangkrik 56153 20 Desa
33.08.10 Mertoyudan 56172 1 12 Desa
Kelurahan
33.08.09 Mungkid 56512 2 14 Desa
Kelurahan
33.08.08 Muntilan 56412 1 13 Desa
Kelurahan
33.08.17 Ngablak 56194 16 Desa
33.08.03 Ngluwar 56485 8 Desa
33.08.16 Pakis 56193 20 Desa
33.08.04 Salam 56484 12 Desa
33.08.01 Salaman 56162 20 Desa
33.08.07 Sawangan 56481 15 Desa
33.08.20 Secang 56195 1 19 Desa
Kelurahan
33.08.05 Srumbung 56483 17 Desa
33.08.19 Tegalrejo 56192 21 Desa
33.08.11 Tempuran 56161 15 Desa
33.08.21 Windusari 56152 20 Desa
TOTAL 5 367

Kota Mungkid sebagai ibu kota kabupaten ini, berada sekitar lima belas kilometer di sebelah selatan Kota Magelang, dapat dijangkau mudah dengan kendaraan roda empat. Selain itu, Secang merupakan persimpangan antara jalan nasional Semarang - Magelang - Yogyakarta dan jalan provinsi menuju Temanggung.

Dahulu wilayah Kabupaten Magelang dilalui jalur kereta api yang menghubungkan Semarang - Yogyakarta, bahkan merupakan salah satu jalur kereta api tertua yang berada di Indonesia. Stasiun yang dimiliki Kabupaten Magelang antara lain adalah Stasiun Muntilan, Stasiun Blabak, Stasiun Mertoyudan, dan Stasiun Secang. Namun, meletusnya Gunung Merapi sekitar tahun 1970-an membuat jalur kereta api tersebut rusak akibat terjangan lahar sehingga menyebabkan jalur dan stasiun tersebut kini tidak difungsikan lagi.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang jika dilihat dari segi pendidikan memang tidak begitu merata jika dibandingkan antara satu sekolah dengan sekolah yang lain, tetapi di Kabupaten Magelang ini tetap memiliki beberapa sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta unggulan. Berikut sekolah negeri dan swasta unggulan di Kabupaten Magelang:

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

Nama Sekolah Alamat Status
SMP Negeri 1 Muntilan Jalan Pemuda 161 Muntilan Mantan RSBI
SMP Negeri 1 Salaman Jalan Pangeran Diponegoro Salaman Mantan RSBI
SMP Negeri 2 Muntilan Jalan Wonosari Muntilan SSN
SMP M Plus Gunungpring Jalan Karaharjan Gunungpring Muntilan SSN
SMP Negeri 2 Mertoyudan Jalan Danurejo SSN

Sekolah Menengah Umum[sunting | sunting sumber]

Nama Sekolah Alamat Status
SMA Taruna Nusantara Jalan Purworejo Sekolah Unggulan
SMA Negeri 1 Kota Mungkid Jalan Letnan Tukiyat Kota Mungkid Sekolah Unggulan
SMA Negeri 1 Muntilan Jalan Ngadiretno 1 Muntilan Sekolah Unggulan
SMA Negeri 1 Mertoyudan Panca Arga 1 Sekolah Unggulan
Seminari Mertoyudan Jalan Magelang, Mertoyudan - Sekolah Calon Pastur

Adapun sekolah lainnya antara lain;

  • SMA Muhammadiyah di Kabupaten Magelang
  • SMA Muhammadiyah 1 Muntilan
  • SMA Muhammadiyah 2 Muntilan
  • SMA Muhammadiyah Ngluwar
  • SMA Muhammadiyah Mungkid
  • SMA Muhammadiyah Borobudur
  • SMA Muhammadiyah Salaman
  • SMA Muhammadiyah Secang

Sekolah Menengah Kejuruan[sunting | sunting sumber]

Nama Sekolah Alamat Status
SMK Negeri 1 Ngablak Jalan Raya Magelang Kopeng Km. 26 Bandungrejo Ngablak SSN
SMK Negeri 1 Salam Jalan Krapyak Seloboro Salam SSN dan SKM
SMK Negeri 1 Windusari Jalan Lettu Subandi Patreman Banjarsari Windusari SSN

Adapun sekolah lainnya antara lain;

  • SMK Swasta di Kabupaten Magelang
  • SMK Pangudi Luhur Muntilan
  • SMK Yudha Karya

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten ini terdapat Candi Borobudur merupakan objek wisata andalan Provinsi Jawa Tengah yang kini menjadi situsWarisan Dunia UNESCO. Selain Borobudur, terdapat sejumlah candi di antaranya Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Ngawen, Candi Canggal atau Candi Gunungwukir, Candi Selogriyo, Candi Gunungsari, Candi Lumbung, Candi Pendem, dan Candi Asu. Selain candi sebagai objek wisata budaya, Kabupaten Magelang juga mempunyai satu museum yang terletak di jalan antara Candi Mendut dan Borobudur, yaitu Museum Senirupa Haji Widayat.

Untuk objek wisata alam, Kabupaten Magelang memiliki beberapa objek wisata, antara lain Kopeng, Kolam Renang Kalibening-Payaman, Gardu Pandang Ketep Pass juga air terjun Kedung Kayang kira-kira lima kilometer dari Ketep Pass, Gardu Pandang Babadan, Curug Silawe, Losari Coffee Plantation, pemandian air panas Candi Umbul dan air terjun Sekar Langit (di Kecamatan Grabag). Di samping itu Kali Progo dan Kali Elo juga sering digunakan untuk wisata arung jeram. Di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, terdapat Rumah Doa Bukit Rhema, atau disebut juga sebagai Gereja Ayam, yang mendapat sorotan setelah muncul dalam bagian film Ada Apa dengan Cinta? 2.[8]

Beberapa objek wisata religi yang ada di Kabupaten Magelang antara lain Langgar Agung Pangeran Diponegoro, Makam Kiai Condrogeni, Makam Sunan Geseng, dan Makam Raden Santri. Sementara itu, untuk seni budaya dan kriya terdapat beberapa objek dan daya tarik wisata (ODTW) antara lain kesenian tradisional, kerajinan cendera mata, kerajinan mebel dan interior, serta makanan khas.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang memiliki beberapa masakan khas, yaitu:

Jajan Pasar[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang memiliki beberapa jajan pasar khas, yaitu:

Oleh-Oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang memiliki beberapa oleh-oleh khas, yaitu:

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang mempunyai beberapa kesenian, antara lain adalah:

Perhelatan internasional[sunting | sunting sumber]

Setiap tahun, Kabupaten Magelang menjadi tuan rumah penyelenggaraan perhelatan seni-budaya berskala internasional yakni:

Tokoh Magelang[sunting | sunting sumber]

Tokoh Olahraga[sunting | sunting sumber]

Tokoh Politik[sunting | sunting sumber]

Tokoh Seniman/Artis[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Magelang Dalam Angka 2020". www.magelangkab.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Juni 2020. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupatem Magelang". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ kompas.id (2018-07-25). "Petahana Bupati Magelang Ditetapkan sebagai Bupati Terpilih – Kompas.Id". Kompas.Id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-09. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber (2018-01-11). "Pilkada Magelang, Calon Bupati Petahana Versus Calon Wakil Bupati Petahana - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-09. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  8. ^ https://wartakota.tribunnews.com/2016/06/17/gereja-ayam-tersembunyi-di-balik-hutan-memiliki-misteri-dan-hebohkan-dunia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]