Gunungpring, Muntilan, Magelang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gunungpring
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Magelang
Kecamatan Muntilan
Kodepos 56415
Luas -
Jumlah penduduk -

Gunungpring atau dalam bahasa Indonesia Gunung Bambu, adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Desa ini dinamakan Gunungpring karena di ditengah-tengah desa ada sebuah bukit yang banyak ditumbuhi pring (pohon bambu) yang sangat rimbun. Gunungpring memiliki ketinggian 400 m diatas permukaan air laut.

Di puncak Gunungpring terdapat sebuah kompleks makam para Ulama, Auliya, dan tempat untuk beribadah secara vertikal maupun horisontal. Di sini juga dimakamkan salah seorang wali tanah Jawa, yakni Kyai Raden Santri ( Pangeran Singosari Mataram ) yang masih keturunan Maha Prabu Joko Tanduran Pajajaran Raja Majapahit I, makam yang termasuk Wewengkon Kagungan Dalem Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat itu juga disebut juga PUROLOYO (makamnya keturunan raja).

Para Wali & Ulama yang dimakamkan di Gunungpring antara lain :

-       Simbah Kyai H. Dalhar

-       Simbah Kyai Jogorekso

-       Simbah Kyai Raden Santri

-       Simbah Kyai H. Husain

-       Simbah Kyai Abdurrohman

-       Simbah Kyai Sulthon

-       Simbah Kyai Krapyak III

-       Simbah Kyai Humam

-       Simbah Kyai H. Harun

-       Simbah Kyai Kerto Njani

-       Simbah Kyai Abdullah Sajad

-       Dll.

Dari puncak Gunung pring kita dapat melihat kota Muntilan dan hamparan pemandangan alam yang luas, udara yang sejuk, terlihat pula dari kejauhan jajaran pegunungan menoreh yang indah.

Di kawasan desa Gunungpring terdapat juga Pondok Pesantren yang tertua di Muntilan, Magelang, yang didirikan pada masa Pangeran Diponegoro oleh kakek Simbah Kyai H. Dalhar Nahrowi yakni Kyai Abdurrauf bin Raden Bagus Kemuning Hasan Tuqo. Simbah Kyai H. Dalhar Nahrowi (Mbah Dalhar) begitu panggilan akrabnya di masarakat Magelang, adalah mursyid tarekat dan dikenal sebagai seorang yang wara’ dan menjadi suri teladan di masyarakat sekitarnya.

Simbah Kyai H. Dalhar, Watucongol, Magelang dikenal sebagai salah satu guru para ulama. Kharisma, kesolehan, keluhuran budi pekerti, dan ketinggian ilmunya menjadikan rujukan umat Islam untuk menimba ilmu. Simbah Kyai H. Dalhar adalah sosok yang disegani sekaligus panutan umat Islam, terutama di Jawa Tengah. Salah satu mursyid tarekat ini dikenal juga banyak menciptakan ulama dan santri yang mumpuni.

Simbah Kyai H. Dalhar dilahirkan pada 10 Syawal 1286 H atau 10 Sawal 1798 – Je (12 Januari 1870 M) di Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Lahir dalam lingkungan keluarga santri yang taat. Sang ayah yang bernama Kyai Abdurrahman bin Kyai Abdurrauf bin Kyai Hasan Tuqo. Kyai Abdurrauf bin Raden Bagus Kemuning Hasan Tuqo kakeknya Mbah Dalhar merupakan salah seorang panglima perang Pangeran Diponegoro. Adapun nasab Kyai Hasan Tuqo sendiri sampai kepada Sunan Amangkurat Mas atau Amangkurat III. Oleh karenanya sebagai keturunan raja, Kyai Hasan Tuqo juga mempunyai nama lain yaitu Raden Bagus Kemuning.

Semasa Simbah Kyai H. Dalhar beranjak dewasa, ponpes dipindah ke Watucongol. Setelah Kyai Abdurrahman berpulang, kepemimpinan pesantren beralih ke Simbah Kyai H. Dalhar. Sepeninggal Kyai Dalhar, pesantren pun dipimpin oleh Nyai Hamimmah Zainab, ibunya Nyai Hannah.  Untuk mengenang jasa Simbah Kyai H. Dalhar yang besar untuk kemajuan ponpes, maka ponpes tersebut diberi nama Ad Dalhariyah.