Kota Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Yogyakarta

Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Gudeg
Bahasa jawa (Aksara jawa) : ꦏꦸꦛꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠꦠ
Translit: Kutha Ngayogyakarta
Ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Bendera Kota Yogyakarta
Bendera
Lambang resmi Kota Yogyakarta
Lambang
Motto: 
Mangayu Hayuning Bawana
Bahasa jawa (Aksara Jawa) : ꦩꦔꦪꦸꦲꦪꦸꦤꦶꦁꦧꦮꦤꦮꦤ
Indonesia: Cita-Cita Untuk Menyempurnakan Masyarakat
Slogan: Berhati Nyaman
("Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman")
Lokasi Kota Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kota Yogyakarta berlokasi di Jawa
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta berlokasi di Indonesia
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta
Koordinat: 7°48′5″S 110°21′52″E / 7.80139°S 110.36444°E / -7.80139; 110.36444
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
Tanggal peresmian7 Oktober 1756 (umur 264)
Pemerintahan
 • Wali KotaHaryadi Suyuti
 • Wakil Wali KotaHeroe Poerwadi
Luas
 • Total32,5 km2 (12,5 sq mi)
Populasi
 • Total427.498 jiwa
 • Kepadatan13.007,13/km2 (33,688,3/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 82,32%
Kristen 17,20%
Katolik 10,66%
Protestan 6,54%
Buddha 0,34%
Hindu 0,13%
Konghucu 0,01%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 274
Plat kendaraanAB
Kode Kemendagri34.71 Edit the value on Wikidata
Kode SNIYYK
Jumlah kecamatan14
DAURp 691.457.574.000,00- (2019)[3]
IPMIncrease 86,61 (2020)
( Tinggi )[4]
Flora resmiKelapa gading
Fauna resmiBurung tekukur
Situs webwww.jogjakota.go.id

Kota Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Kutha Ngayogyakarta, pengucapan bahasa Jawa: [kuʈɔ ŋajogjɔˈkart̪ɔ]) adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Kota Yogyakarta adalah kediaman bagi Sultan Hamengkubuwana dan Adipati Paku Alam. Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia dan kota terbesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan menurut jumlah penduduk. Kota Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946.

Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kotagede pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun tahun 1575–1640. Keraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Paku Alaman, yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Pada masa revolusi, Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Indonesia antara tahun 1946 hingga 1950.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Nama Yogyakarta terambil dari dua kata, yaitu Ayogya atau Ayodhya yang berarti "kedamaian" (atau tanpa perang, a "tidak", yogya merujuk pada yodya atau yudha, yang berarti "perang"), dan Karta yang berarti "baik". Ayodhya merupakan kota yang bersejarah di India di mana wiracarita Ramayana terjadi. Tapak keraton Yogyakarta sendiri menurut babad (misalnya Babad Giyanti) dan leluri (riwayat oral) telah berupa sebuah dalem yang bernama Dalem Gerjiwati; lalu dinamakan ulang oleh Sunan Pakubuwana II sebagai Dalem Ayogya[5].

Pusaka dan Identitas Daerah[sunting | sunting sumber]

  • Tombak Kyai Wijoyo Mukti

Merupakan Pusaka Pemberian Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tombak ini dibuat pada tahun 1921 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Senjata yang sering dipergunakan para prajurit ini mempunyai panjang 3 meter. Tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan dhapur kudhuping gambir ini, landeannya sepanjang 2,5 meter terbuat dari kayu walikun, yakni jenis kayu yang sudah lazim digunakan untuk gagang tombak dan sudah teruji kekerasan dan keliatannya.

Sebelumnya tombak ini disimpan di bangsal Pracimosono dan sebelum diserahkan terlebih dahulu dijamasi oleh KRT. Hastono Negoro, di dalem Yudonegaran. Pemberian nama Wijoyo Mukti baru dilakukan bebarapa hari menjelang upacara penyerahan ke Pemkot Yogyakarta, pada peringatan hari ulang tahun ke-53 Pemerintah kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 2000. Upacara penyerahan dilakukan di halaman Balaikota dan pusaka ini dikawal khusus oleh prajurit Kraton ”Bregodo Prajurit Mantrijero”.

Tombak Kyai Wijoyo Mukti melambangkan kondisi Wijoyo Wijayanti. Artinya, kemenangan sejati pada masa depan, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kesenangan lahir bathin karena tercapainya tingkat kesejahteraan yang benar-benar merata.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Telepon penting Kota Yogyakarta (klik gambar untuk memperbesar)

Kota Yogyakarta terletak di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code (yang membelah kota dan kebudayaan menjadi dua), dan Sungai Gajahwong. Kota ini terletak pada jarak 600 KM dari Jakarta, 116 KM dari Semarang, dan 65 KM dari Surakarta, pada jalur persimpangan Bandung – Semarang – Surabaya – Pacitan. Kota ini memiliki ketinggian sekitar 112 m dpl.

Meski terletak di lembah, kota ini jarang mengalami banjir karena sistem drainase yang tertata rapi yang dibangun oleh pemerintah kolonial, ditambah dengan giatnya penambahan saluran air yang dikerjakan oleh Pemkot Yogyakarta.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kota Yogyakarta telah terintegrasi dengan sejumlah kawasan di sekitarnya, sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu menonjol. Untuk menjaga keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga (Depok, Mlati, Gamping, Kasihan, Sewon, dan Banguntapan).

Adapun batas-batas administratif Yogyakarta adalah:

Utara Kabupaten Sleman
Timur Kabupaten Sleman
Selatan Kabupaten Bantul
Barat Kabupaten Sleman

Iklim & Cuaca[sunting | sunting sumber]

Kota Yogyakarta memiliki iklim yang sama dengan wilayah lain di Indonesia yaitu beriklim tropis, dengan tipe iklim muson tropis (Am). Angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan dingin menyebabkan musim kemarau di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Sementara itu, angin muson barat–barat daya yang bersifat lembab dan membawa banyak uap air menyebabkan musim penghujan di wilayah kota Yogyakarta dan angin muson ini bertiup pada periode November hingga April. Rata-rata curah hujan di wilayah kota Yogyakarta adalah ±2012 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–150 hari hujan per tahunnya. Tingkat kelembapan rata-rata per tahun di wilayah ini adalah ±77%.[6]

Data iklim Kota Yogyakarta, DIY, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 33.6
(92.5)
34.2
(93.6)
34.7
(94.5)
35.3
(95.5)
34.1
(93.4)
34.3
(93.7)
34.3
(93.7)
35.4
(95.7)
36.8
(98.2)
37.9
(100.2)
37.7
(99.9)
34.6
(94.3)
37.9
(100.2)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.8
(85.6)
30.2
(86.4)
30.4
(86.7)
31.3
(88.3)
31.1
(88)
31
(88)
30.3
(86.5)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.4
(88.5)
30.7
(87.3)
30.1
(86.2)
30.68
(87.25)
Rata-rata harian °C (°F) 26.3
(79.3)
26.5
(79.7)
26.6
(79.9)
27.1
(80.8)
26.9
(80.4)
26.2
(79.2)
25.4
(77.7)
25.6
(78.1)
26.4
(79.5)
27
(81)
26.8
(80.2)
26.5
(79.7)
26.44
(79.63)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.8
(73)
22.8
(73)
22.9
(73.2)
23
(73)
22.7
(72.9)
21.5
(70.7)
20.5
(68.9)
20.7
(69.3)
21.7
(71.1)
22.7
(72.9)
23
(73)
22.9
(73.2)
22.27
(72.02)
Rekor terendah °C (°F) 20.4
(68.7)
20.3
(68.5)
18.3
(64.9)
19.8
(67.6)
18.1
(64.6)
16.4
(61.5)
16.3
(61.3)
17.4
(63.3)
17.9
(64.2)
18.5
(65.3)
19.9
(67.8)
20.1
(68.2)
16.3
(61.3)
Presipitasi mm (inci) 362
(14.25)
324
(12.76)
249
(9.8)
210
(8.27)
114
(4.49)
67
(2.64)
26
(1.02)
21
(0.83)
54
(2.13)
108
(4.25)
220
(8.66)
257
(10.12)
2.012
(79,22)
Rata-rata hari hujan 21 19 16 12 10 6 2 2 5 9 13 17 132
% kelembapan 84 83 81 78 77 74 71 69 73 75 77 82 77
Rata-rata sinar matahari bulanan 155 168 186 209 217 221 248 256 224 227 195 189 2.495
Sumber #1: Climate-Data.org[7]
Sumber #2: Weatherbase & WeatherAtlas[8][9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No. Wali Kota Bertugas Wakil Wali Kota Ref.
Mulai Menjabat Akhir Menjabat
1 Wali Kota Jogja M. Enoch.jpg M. Enoch Mei 1947 Juli 1947
2 Wali Kota Jogja Soedarisman Poerwokoesoemo.jpg Mr. Soedarisman Poerwokoesoemo Juli 1947 Januari 1966
3 Wali Kota Jogja Soedjono AY.jpg Soedjono A. Y. Januari 1966 November 1975
4 Wali Kota Jogja H Ahmad.jpg H. Ahmad November 1975 Mei 1981
5 Wali Kota Joga Soegiarto.jpg Soegiarto 1981 1986
6 Wali Kota Jogja Djatmikanto D1.jpg Djatmiko D 1986 1991
7 Wali Kota Jogja R. Widagdo .jpg R. Widagdo 1991 1996
1996 2001
8 Herry Zudianto.jpg Herry Zudianto 2001 2006 Syukri Fadholi
2006 2011 Haryadi Suyuti
9 Wali Kota Jogja Haryadi S.jpg Haryadi Suyuti 20 Desember 2011 20 Desember 2016 Imam Priyono
Sulistyo
(Pelaksana tugas)
20 Desember 2016 22 Mei 2017
(9) Pak-Haryadi-Suyuti- M9A5123.jpg Haryadi Suyuti 22 Mei 2017 Petahana Heroe Poerwadi


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Yogyakarta dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
Lambang Partai Gerindra Partai Gerakan Indonesia Raya (baru) 2 Increase 5 Steady 5
Lambang PDI-P Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11 Increase 15 13
Lambang Partai Golkar Partai Golongan Karya 5 Steady 5 4
Lambang Partai NasDem Partai NasDem (baru) 1 Increase 4
Lambang PKS Partai Keadilan Sejahtera 5 4 Increase 5
Lambang PPP Partai Persatuan Pembangunan 2 Increase 4 1
Lambang PAN Partai Amanat Nasional 5 Steady 5 Increase 6
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 10 1 Increase 2
Jumlah Anggota 40 Steady 40 Steady 40
Jumlah Partai 7 Steady 8 Steady 8

Kemantren[sunting | sunting sumber]

Kota Yogyakarta memiliki 14 Kemantren dan 45 Kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 410.262 jiwa yang tersebar di wilayah seluas 32,50 km² dengan tingkat kepadatan penduduk 12.623 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Yogyakarta, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kêmantrèn Hanacaraka Transliterasi Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
34.71.04 Danurejan ꦢꦤꦸꦸꦉꦗꦤ꧀ Danurejan 3
34.71.05 Gedongtengen ꦒꦼꦝꦺꦴꦁꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ Gedhongtengen 2
34.71.03 Gondokusuman ꦒꦤ꧀ꦢꦏꦸꦱꦸꦩꦤ꧀ Gandakusuman 5
34.71.10 Gondomanan ꦒꦤ꧀ꦢꦩꦤꦤ꧀ Gandanaman 2
34.71.02 Jetis ꦗꦼꦛꦶꦱ꧀ Jetis 3
34.71.14 Kotagede ꦏꦸꦛꦒꦼꦝꦺ Kuthagede 3
34.71.09 Kraton ꦏꦫꦠꦺꦴꦤ꧀ Karaton 3
34.71.08 Mantrijeron ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦗꦼꦫꦺꦴꦤ꧀ Mantrijeron 3
34.71.12 Mergangsan ꦩꦼꦂꦒꦁꦱꦤ꧀ Mergangsan 3
34.71.06 Ngampilan ꦔꦩ꧀ꦥꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ Ngampilan 2
34.71.11 Pakualaman ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀ꦩꦤ꧀ Pakualaman 2
34.71.01 Tegalrejo ꦠꦼꦒꦭ꧀ꦉꦗ Tegalreja 4
34.71.13 Umbulharjo ꦲꦸꦩ꧀ꦧꦸꦭ꧀ꦲꦂꦗ Umbulharja 7
34.71.07 Wirobrajan ꦮꦶꦫꦧꦿꦗꦤ꧀ Wirabajan 3
TOTAL 45

Demografi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kota Yogyakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010[12]., berjumlah 388.088 jiwa, dengan proporsi laki-laki dan perempuan yang hampir setara. Sementara tahun 2017 jumlah penduduk kota ini bertambah menjadi 422.732 jiwa dengan kepadatan 13.007,13 jiwa/km².[1]

Islam merupakan agama mayoritas yang dianut masyarakat kota Yogyakarta 82,32%, dengan jumlah penganut Katolik dan Kristen Protestan yang relatif signifikan (Katolik 10,66% dan Protestan 6,54%). Sebagian kecil lagi adalah pemeluk agama Buddha 0,34%, Hindu 0,13% dan Konghucu 0,01%.[2] Seperti kebanyakan dari Islam kebanyakan di kota-kota pedalaman Jawa, mayoritas masih mempertahankan tradisi Kejawen yang cukup kuat.

Yogyakarta juga menjadi tempat lahirnya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Hingga saat ini, Pengurus Pusat Muhammadiyah masih tetap berkantor pusat di Yogyakarta.

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Menurut Badan Bahasa, bahasa Jawa dialek Yogya-Solo merupakan bahasa daerah yang dituturkan mayoritas penduduk Kota Yogyakarta.[13] Menurut Statistik Kebahasaan 2019, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah asli Kota Yogyakarta.[14] Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Yogyakarta adalah bahasa Indonesia.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Yogyakarta sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut (27 – 30 KM) menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini.

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Bus kota[sunting | sunting sumber]

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang tidak mengenal istilah angkutan kota (angkot dengan armada minibus). Transportasi darat di dalam Yogyakarta dilayani oleh sejumlah bus kota. Kota Yogyakarta punya sejumlah jalur bus yang dioperasikan oleh koperasi masing-masing (antara lain Aspada, Kobutri, Kopata, Koperasi Pemuda Sleman, dan Puskopkar) yang melayani rute-rute tertentu:[15]

Trans Jogja[sunting | sunting sumber]

Sejak Maret 2008, sistem transportasi bus yang baru, bernama Trans Jogja hadir melayani sebagai transportasi massal yang cepat, aman dan nyaman. Trans Jogja merupakan bus 3/4 yang melayani berbagai kawasan di Kota, Sleman dan sebagian Bantul. Hingga saat ini (Tahun 2017), telah ada 17 (tujuh belas) trayek yang melayani berbagai sarana vital di Yogyakarta, yaitu[16]:

  • Trayek 1A dan Trayek 1B, melayani ruas protokol dan kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan, seperti Stasiun Yogyakarta, Malioboro, Istana Kepresidenan Yogyakarta.
  • Trayek 2A dan Trayek 2B, melayani kawasan perkantoran Kotabaru dan Sukonandi.
  • Trayek 3A dan Trayek 3B, melayani kawasan selatan, termasuk juga kawasan sejarah Kotagede.
  • Trayek 4A dan Trayek 4B, melayani kawasan pendidikan, seperti UII, APMD, UIN Sunan Kalijaga, dan Stasiun Lempuyangan.
  • Trayek 5A dan Trayek 5B, melayani kawasan Jalan Magelang dan kawasan Seturan
  • Trayek 6A dan Trayek 6B, melayani kawasan barat daya, seperti kampus UMY dan Jalan Parangtritis.
  • Trayek 7, melayani kawasan timur seperti Jalan Wonosari dan Babarsari
  • Trayek 8, melayani kawasan barat seperti Gamping dan Ringroad Barat
  • Trayek 9, melayani kawasan sejarah bagian barat seperti Ngabean pasthy dan Pojok Beteng
  • Trayek 10, melayani kawasan Gamping dan Stasiun Lempuyangan
  • Trayek 11, melayani kawasan Condong Catur dan Pasar telo

Trans Jogja sangat diminati selain karena aman dan nyaman, tarif yang saat ini diterapkan juga terjangkau, yaitu Rp 3.500,- untuk sekali jalan, dengan dua sistem tiket: sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan potongan sebesar 50% untuk pelajar dan 15% untuk umum.

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi mudah dijumpai di berbagai ruas jalan di Yogyakarta, terutama di ruas protokol dan kawasan pusat ekonomi dan wisata. Ada berbagai perusahaan taksi yang melayani angkutan ini, dari yang berupa sedan hingga minibus.

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Transportasi ke Yogyakarta dapat menggunakan kereta api, dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Kebumen, Semarang, Solo, Blitar, Surabaya, Malang, Jember, dan Banyuwangi. Terdapat sebanyak kurang lebih 33 kereta api yang melintasi Kota Yogyakarta (dengan total sebanyak 121-139 total jadwal perjalanan perharinya).

Terdapat 2 stasiun besar di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Yogyakarta (dikenal sebagai Stasiun Tugu) dan Stasiun Lempuyangan. Tersedia kereta api komuter yang menghubungkan Kutoarjo dengan Yogyakarta, kereta tersebut bernama Prameks, dan untuk penghubung Kota Surakarta dengan Yogyakarta, kereta tersebut bernama KRL Joglo yang merupakan pengganti KA Prameks dan dikelola oleh KAI Commuter.

Selain itu juga tersedia KA Bandara (Bandara YIA) yang merupakan tujuan Stasiun Wojo atau Stasiun Kebumen.

Bus[sunting | sunting sumber]

Bus AKAP tersedia dari dan ke semua kota di Pulau Jawa, datang dan berangkat dari Terminal Penumpang Yogyakarta, yang berada di Jalan Imogiri Timur, Giwangan, berada di tepi Jalan Lingkar Luar Selatan Yogyakarta, di batas wilayah antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Bantul.

Transportasi Udara[sunting | sunting sumber]

Transportasi udara dari dan ke Yogyakarta dilayani oleh Bandara Internasional Adisutjipto yang terletak di tepi Jalan Adisucipto KM 9, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Bandara ini melayani penerbang domestik ke kota-kota besar di Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Surabaya), Sumatra (Batam), Bali, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin, dan Balikpapan), dan Sulawesi (Makassar).

Selain itu, bandara ini juga melayani penerbangan harian ke Singapura dan Kuala Lumpur dengan AirAsia dan SilkAir.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah dasar[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah pertama[sunting | sunting sumber]

  • Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

  • Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

    Media Massa[sunting | sunting sumber]

    Televisi[sunting | sunting sumber]

    Masyarakat Kota Yogyakarta dapat menikmati sejumlah siaran televisi (lokal dan nasional, dari DIY maupun Jateng), dengan menggunakan televisi analog maupun televisi digital.

    Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Pemilik Status Asal Daerah
    Analog (PAL, hingga 17 Agustus 2022[17])
    22 479,25 MHz UHF TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia Nasional DIY
    TVRI Yogyakarta Pemerintah Provinsi DIY Lokal
    24 495,25 MHz Trans TV PT Trans TV Yogyakarta Bandung Trans Media Nasional
    26 511,25 MHz MNCTV PT TPI Dua Media Nusantara Citra
    28 527,25 MHz Indosiar PT Indosiar Lintas Yogya Televisi Surya Citra Media
    30 543,25 MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi Yogyakarta dan Ambon Visi Media Asia Nasional DIY
    32 559,25 MHz RCTI PT RCTI Dua Media Nusantara Citra
    34 575,25 MHz SCTV PT Surya Citra Nugraha Surya Citra Media
    36 591,25 MHz GTV PT GTV Dua Media Nusantara Citra
    38 607,25 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Yogyakarta dan Lampung Visi Media Asia
    40 623,25 MHz RBTV PT Reksa Birama Media Universitas AMIKOM Yogyakarta Lokal
    42 639,25 MHz MetroTV PT Media Televisi Yogyakarta Media Group Nasional
    44 655,25 MHz ADiTV PT Arah Dunia Televisi Muhammadiyah Lokal
    46 671,25 MHz Trans7 PT Trans7 Yogyakarta Bandung Trans Media Nasional DIY
    48 687,25 MHz Jogja TV Indonesia Network PT Yogyakarta Tugu Televisi Kelompok Media Bali Post Lokal
    50 703,25 MHz TATV PT Televisi Terang Abadi TA Media Group Jawa Tengah
    54 735,25 MHz iNews PT Mataram Gapura Televisi Media Nusantara Citra Nasional
    55 743,25 MHz Rajawali Televisi PT Jogja Citra Nuansa Nusantara Televisi Rajawali Corpora DIY
    56 751,25 MHz O Channel PT Omni Parahyangan Surya Citra Media Lokal Jawa Tengah
    57 759,25 MHz NET. PT Mitra Televisi Yogyakarta Net Visi Media Nasional DIY
    61 791,25 MHz Kresna TV PT Mega Adi Citra Lokal
    Digital (DVB-T2)
    25 506 MHz UHF SCTV PT Surya Citra Nugraha Surya Citra Media Nasional DIY
    Indosiar PT Indosiar Lintas Yogya Televisi
    O Channel PT Omni Parahyangan
    Mentari TV
    27 522 MHz MetroTV PT Media Televisi Yogyakarta Media Group
    Magna Channel
    BNTV
    Jogja Istimewa TV Pemerintah DIY Lokal
    29 538 MHz TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia Nasional
    TVRI Yogyakarta Lokal
    TVRI Kanal 3/TVRI World Nasional
    TVRI Sport HD
    Tegar TV Jogja Tegar TV PT Tegar TV Yogyakarta Lokal
    Sangaji TV/TATV PT Terang Abadi Digital Satu Televisi TA Media Group
    ADiTV PT Arah Dunia Televisi Muhammadiyah
    Nusantara TV PT Nusantara Media Mandiri Yogyakarta NT Corp Nasional
    Inspira TV PT Untukmu Indonesia Yogyakarta Global Garda Media Berjaringan
    Lokal
    RTV PT Jogja Citra Nuansa Nusantara Televisi Rajawali Corpora Nasional
    NET. PT Mitra Televisi Yogyakarta Net Visi Media
    35 586 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Yogyakarta dan Ambon Visi Media Asia
    tvOne PT Lativi Media Karya Yogyakarta dan Lampung
    41 634 MHz RCTI PT RCTI Dua Media Nusantara Citra
    MNCTV PT TPI Dua
    GTV PT GTV Dua
    iNews PT Matahari Yogya Televisi
    47 682 MHz Trans TV PT Trans TV Yogyakarta Bandung Trans Media
    Trans7 PT Trans7 Yogyakarta Bandung
    CNN Indonesia PT Detik Tivi Satu
    CNBC Indonesia PT Trans Berita Bisnis Enam
    Kompas TV PT Borneo Television KG Media

    Koran[sunting | sunting sumber]

    Kota Yogyakarta memiliki 11 koran yang terbit antara lain:

    Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
    Koran SINDO Edisi Yogyakarta Nasional Koran SINDO SINDOMedia
    (melalui MNC)
    Indonesia
    Republika Edisi Yogyakarta Republika Mahaka Media
    Kompas Edisi Yogyakarta Kompas Kompas Gramedia
    Bisnis Indonesia Edisi Yogyakarta Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
    Media Indonesia Edisi Yogyakarta Media Indonesia Media Group
    Joglosemar Lokal Sritex Intisari
    Radar Jogja Jawa Pos Grup Jawa Pos
    Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Kedaulatan Rakyat Kedaulatan Rakyat
    Tribun Jogja Kompas Kompas Gramedia
    Harian Jogja Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika

    Radio[sunting | sunting sumber]

    Kota Yogyakarta juga memiliki 35 buah stasiun radio bersiaran lokal seperti:

    Frekuensi Signal Nama stasiun Badan usaha Perusahaan pemilik
    774-KHz AM Radio Suara Yogyakarta
    1062-KHz Radio Erbe
    1107-KHz Radio Programma 4 RRI
    1152-KHz Radio Suara Istana
    1188-KHz Radio Anak Yogyakarta Suara Edukasi
    1251-KHz Radio Pendidikan Yogyakarta Suara Edukasi
    87,9-MHz FM Radio Arma Sebelas PT Radio Arma Sebelas
    88,3-MHz Radio Q Yogyakarta PT Radio Ria Kencana
    88,7-MHz I-Radio Yogyakarta PT Radio Permata Swaranusa MRA Media
    89,1-MHz Bantul Radio PT Radio Sangga Buana Citra
    89,5-MHz JIZ FM PT Radio Rasika Ardaya Lilaswara Madyantara Gen FM Jakarta
    90,3-MHz Radio Sasando PT Radio Swara Sasando
    90,7-MHz Radio UTY Medari PT Radio Siaran D.I Medari Universitas Teknologi Yogyakarta
    91,1-MHz Radio Programma 1 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
    91,5-MHz Best FM Jogja PT Radio Gema Suara Mendut CPP RadioNet
    91,9-MHz Radio Amega PT Radio Aloisia Megaswara
    92,3-MHz MQFM Jogja PT Radio Swara Sembada Manajemen Qolbu
    92,7-MHz MBS FM PT Radio Mataram Buana Suara RB Media
    93,2-MHz Radio Argo Sosro PT Radio Swara Argo Sosro
    93,8-MHz Megaswara FM PT Radio Adhikarta FM
    94,2-MHz Radio Persatuan PT Radio Persatuan
    94,6-MHz Radio Kota Perak PT Radio Kota Perak
    95,0-MHz Radio Masdha PT Radio Swara Mahasiswa Sanata Dharma Universitas Sanata Dharma
    95,4-MHz Yasika FM Jogja PT Radio Yasa Sindi Kalyane CPP RadioNet
    95,8-MHz Prambors Yogyakarta PT Radio Kidung Indah Suara Serasi Masima Media
    96,2-MHz Radio Istakalisa PT Radio Istakalisa Institut Sains & Teknologi AKPRIND
    97,0-MHz MNC Trijaya FM Yogyakarta PT Radio Efektif Multikreatif Indonesia MNC Networks
    97,4-MHz Radio Sonora Yogyakarta PT Radio Biwara Kirana Mataram KG Radio Network
    97,8-MHz Radio EMC Thomson PT Radio Estimada Citra Thomson Radio Network
    98,2-MHz POP FM Jogja PT Radio Mandala Bhakti Swaratama CPP RadioNet
    98,6-MHz Radio GCD FM PT Radio Gema Cecya Dhaksinarga
    99,0-MHz Radio Vedac PT Radio Swara Visitama Edukasi Artista
    99,4-MHz Radio Retjo Buntung PT Radio Retjo Buntung RB Media
    100,5-MHz Radio Impact FM PT Radio Andalan Muda GBI Keluarga Allah
    100,9-MHz Radio JogjaFamily Radio Prima Amanat Nusa Swaragama Group
    101,3-MHz Radio Star Jogja PT Radio Suara Istana Solopos
    101,7-MHz Radio Swaragama PT Radio Swara Gajah Mada Swaragama Group
    102,1-MHz Radio Smart PT Radio Pamoring Adagio KG Radio Network
    102,5-MHz Radio Programma 2 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
    102,9-MHz Radio Programma 3 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
    103,7-MHz Delta FM Jogja PT Radio Swara Teknologi Nasional Masima Media
    104,1-MHz Radio Ardia PT Radio Swara Ardhia
    104,5-MHz Radio Unisi PT Radio Prima Unisi Yogya Universitas Islam Indonesia
    104,9-MHz Radio Suara Merapi PT Radio Merapi Indah
    105,3-MHz Radio Rakosa PT Radio Rakosa RB Media
    105,7-MHz Radio Petra PT Radio Swara Pelita Nusantara Universitas Kristen Duta Wacana
    106,1-MHz Radio Geronimo PT Radio Gerha Rowang Nissreyasa Modana
    106,3-MHz Radio Ramasoman
    106,6-MHz Radio Programma 4 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
    106,9-MHz Radio Global PT Radio Anjungan Tiara Sakti
    107,2-MHz Radio KR PT Radio Suara Indrakila KR Media
    107,8-MHz Radio Swadesi

    Kota kembar[sunting | sunting sumber]

    Referensi[sunting | sunting sumber]

    1. ^ a b "Kota Yogyakarta Dalam Angka 2019". BPS Kota Yogyakarta. Diakses tanggal 3 Februari 2020. 
    2. ^ a b "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama di D.I Yogyakarta 2014". Pemprov D.I Yogyakarta. Diakses tanggal 25 Februari 2020. 
    3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2019" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. 2019. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
    4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
    5. ^ Surjomihardjo, Abdurracham. 2008. Kota Yogyakarta Tempoe Doeloe, Sejarah Sosial 1880–1930. Jakarta: Komunitas Bambu.
    6. ^ https://www.jogjakota.go.id/pages/geografis
    7. ^ "Yogyakarta, DIY, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 30 Agustus 2020. 
    8. ^ "Yogyakarta, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 30 Agustus 2020. 
    9. ^ "Yogyakarta, Indonesia". WeatherAtlas. Diakses tanggal 30 Agustus 2020. 
    10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
    11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
    12. ^ BPS, 2010.
    13. ^ "Bahasa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
    14. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 4. ISBN 9786028449182. 
    15. ^ (Indonesia)Situs Resmi Pemerintah kota Yogyakarta. "Jalur bus" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (pdf) tanggal 2010-09-24. Diakses tanggal 21 Juni 2009. 
    16. ^ "Trans Jogja". gudeg.net. Diakses tanggal 2020-06-13. 
    17. ^ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran". Kemenkominfo. Diakses tanggal 12 Mei 2021. 

    Lihat pula[sunting | sunting sumber]

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]