Lompat ke isi

Windusari, Magelang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Windusari
Sendang Piwakan
Sendang Piwakan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenMagelang
Pemerintahan
  CamatEdi Purnomo, SH
Populasi
  Total55,489 jiwa
Kode Kemendagri33.08.21 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3308160 Suntingan nilai di Wikidata
Luas61,65 km²
Kepadatan910 jiwa/km²
Desa/kelurahan20
Peta
PetaKoordinat: 7°24′7.96025″S 110°10′38.46400″E / 7.4022111806°S 110.1773511111°E / -7.4022111806; 110.1773511111

Windusari (bahasa Jawa: ꦮꦶꦤ꧀ꦢꦸꦱꦫꦶ) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 25 Km dari Kota Mungkid, ibu kota Kabupaten Magelang ke arah utara. Pusat pemerintahannya berada di Desa Windusari. Kecamatan Windusari berada di lereng Gunung Sumbing, dengan ketinggian rata-rata wilayahnya 525 mdpl. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, yaitu petani tembakau dan petani sayur-mayur. Dengan posisi kecamatan windusari yang berada dilereng gunung sumbing, mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungannya adalah tanah yang subur sehingga mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Kerugiannya adalah tanah yang tidak stabil, akibatnya adalah wilayah kecamatan windusari rawan akan tanah longsor.

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung
Timur laut Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung
TimurKecamatan Secang
TenggaraKecamatan Bandongan
SelatanKecamatan Bandongan
Barat dayaKecamatan Kaliangkrik
BaratKecamatan Kaliangkrik dan
Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung
Barat laut Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung

Desa/kelurahan

[sunting | sunting sumber]

Warga Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang menggelar upacara adat 'Pernikahan Termbakau'/ manten tembakau di Sendang Piwakan.[1] Tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun silam dan dilaksanakan turun menurun oleh warga sebagai perlambang / simbol rasa syukur atas hasil panen tahun lalu, seraya memanjatkan doa kepada Tuhan untuk panen yang melimpah di musim mendatang.

Tokoh desa membacakan mantra dan menaburkan kembang ke dalam air sendang, lalu persembahan tumpeng lengkap dengan ayam ingkung. Kedua tembakau pun dikawinkan, diiringi musik dan tari-tarian tradisional dan sorak gembira dari warga. Doa bersama pun dipanjatkan oleh seluruh warga.[2]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Muharsono (2021-07-26). "STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN LIMBAH PETERNAKAN (STUDI DI DESA SENDANG KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG)". Publiciana. 14 (1): 188–212. doi:10.36563/publiciana.v14i1.300. ISSN 2502-7336.
  2. Soleha, Siti; Misnaniarti, Misnaniarti; Windusari, Windusari (2021-08-07). "ANALISIS FAKTOR KINERJA PERAWAT DALAM MENERAPKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT". Jurnal 'Aisyiyah Medika. 6 (2). doi:10.36729/jam.v6i2.664. ISSN 2622-3872.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]