Kabupaten Karanganyar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia
Kabupaten Karanganyar.png
Lambang
Motto: 
Karanganyar Tenteram
(Tenang, Teduh, Rapi, Aman, Makmur)
Locator kabupaten karanganyar.png
Kabupaten Karanganyar is located in Jawa
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar is located in Indonesia
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar
Koordinat: 7°35′46″S 110°57′03″E / 7.5961°S 110.9508°E / -7.5961; 110.9508
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Hari jadi18 November 1917 (umur 104)
Ibu kotaKota Karanganyar
Pemerintahan
 • BupatiJuliyatmono
 • Wakil BupatiRober Christanto
 • Sekretaris DaerahDrs.Sutarno,M.Si
 • Ketua DPRDBagus Selo
Luas
 • Total773,79 km2 (298,76 sq mi)
Populasi
 • Total931.963 jiwa
 • Kepadatan931/km2 (2,410/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,18%
Kristen 4,20%
- Protestan 2,75%
- Katolik 1,45%
Hindu 0,36% Buddha 0,05%
Lainnya 0,21%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0271
Kode Kemendagri33.13 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan17
Jumlah kelurahan177
DAURp 1.027.021.995.000.-(2020)[3]
IPMPenurunan 75,86 (2020)
Tinggi[4]
Flora resmiDuku Mateseh
Fauna resmiJalak gading
Situs webwww.karanganyarkab.go.id

Kabupaten Karanganyar (bahasa Jawa: ꦏꦫꦔꦚꦂ, translit. Karanganyar) adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pusat administrasi berlokasi di Karanganyar Kota, sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sragen di utara, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Wonogiri di selatan, serta Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo di barat. Kabupaten Karanganyar memiliki sebuah kecamatan eksklave yang terletak di antara Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta yaitu Kecamatan Colomadu. Jumlah penduduk Karanganyar pada akhir tahun 2021 mencapai 931.963 jiwa.[1]

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Nama Karanganyar berasal dari pedukuhan yang berada di desa ini. Nama ini diberikan oleh Raden Mas Said (Mangkunagara I), karena di tempat inilah, ia menemukan kemantapan akan perjanjian baru (bahasa Jawa: anyar) untuk menjadi penguasa setelah memakan wahyu keraton dalam wujud burung Derkuku.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bagian barat Kabupaten Karanganyar merupakan dataran rendah, yakni lembah Bengawan Solo yang mengalir menuju ke utara. Bagian timur berupa pegunungan, yakni bagian sistem dari Gunung Lawu. Sebagian besar daerah pegunungan ini masih tertutup hutan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1 Tiada gambar tersedia.svg R.M.T.
Sarwoko Mangunkusumo
1917 1925 1
2 Tiada gambar tersedia.svg R.M.T.
Darkosugondo
1925 1930 2
3 Tiada gambar tersedia.svg K.R.T.
Partono Handoyonoto
1930 1945 3 [Ket. 1]
4 Tiada gambar tersedia.svg K.R.T.
Singgih Harjopadmoyo
1945 1946 4 [Ket. 2]
5 Tiada gambar tersedia.svg Salim Harjohantoro 1946 1954 5
6 Tiada gambar tersedia.svg Singolodro 1954 1957 6
7 Tiada gambar tersedia.svg Sutedjo 1957 1958 7
8 Tiada gambar tersedia.svg Sujadi 1958 1958 8
9 Tiada gambar tersedia.svg Darto Pranoto 1958 1959 9
10 Tiada gambar tersedia.svg Nario Adirejo 1959 1965 10
11 Tiada gambar tersedia.svg Daisman Februari 1965 Agustus 1965 11 [Ket. 3]
12 Tiada gambar tersedia.svg Drs.
Harun Al Rasyid
September 1965 Oktober 1965 12 [Ket. 4]
13 Tiada gambar tersedia.svg AKBP R.
Soekardjono
1965 1968 13 [Ket. 5]
14 Tiada gambar tersedia.svg Indriyo Yatmo Pranoto 1968 1970 14 [Ket. 6]
15 Tiada gambar tersedia.svg Drs.
Waluyo Cokrodarmanto
1970 1982 15
16 Tiada gambar tersedia.svg Drs.
Hartono
1982 1987 16
17 Tiada gambar tersedia.svg Drs. H.
Sujono
1987 1992 17
18 Tiada gambar tersedia.svg Soedarmadji
S.H.
1992 1997 18
1997 2002 19
- Tiada gambar tersedia.svg Drs.
Tjipto Hartono
2002 2003 - [Ket. 7]
19 Dr. Hj. Rina Iriani.jpg Dr. Hj.
Rina Iriani Sri Ratnaningsih
S.Pd., M.Hum.
2003 2008 20 Sri Sadoyo Hardjomigoena
2008 2013 21 Paryono
20 Tiada gambar tersedia.svg Drs. H.
Juliyatmono
M.M.
2013 2018 22 Rohadi Widodo
- Prijo Anggoro BR.jpg Prijo Anggoro Budi Raharjo
S.H., M.Si.
14 Februari 2018 23 Juni 2018 [Ket. 8][5]
(20) Tiada gambar tersedia.svg Drs. H.
Juliyatmono
M.M.
23 Juni 2018 15 Desember 2018 Rohadi Widodo
15 Desember 2018 Petahana 23 Rober Christanto
Catatan
  1. ^ Bernama Kabupaten Kota Mangkunegaran
  2. ^ Bernama Kabupaten Kota Mangkunegaran
  3. ^ Caretaker Bupati Karanganyar
  4. ^ Partai Komunis Indonesia
  5. ^ Caretaker Bupati Karanganyar
  6. ^ Caretaker Bupati Karanganyar
  7. ^ Penjabat Bupati Karanganyar
  8. ^ Penjabat Sementara Bupati Karanganyar
  Partai Golongan Karya

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dalam dua periode terakhir.[6][7]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 4 Kenaikan 5
  Gerindra 4 Steady 4
  PDI-P 14 Penurunan 13
  Golkar 8 Kenaikan 12
  PKS 6 Penurunan 5
  PPP 1 Penurunan 0
  PAN 2 Kenaikan 3
  Hanura 2 Penurunan 0
  Demokrat 4 Penurunan 3
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 Penurunan 7

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar memiliki 17 kecamatan, 15 kelurahan, dan 162 desa. Luas wilayahnya mencapai 775,44 km² dan penduduk 896.991 jiwa (2017) dengan sebaran 209 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karanganyar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.13.12 Colomadu 11 Desa
33.13.13 Gondangrejo 13 Desa
33.13.11 Jaten 8 Desa
33.13.01 Jatipuro 10 Desa
33.13.02 Jatiyoso 9 Desa
33.13.17 Jenawi 9 Desa
33.13.03 Jumapolo 12 Desa
33.13.04 Jumantono 11 Desa
33.13.09 Karanganyar 12 - Kelurahan
33.13.08 Karangpandan 11 Desa
33.13.14 Kebakkramat 10 Desa
33.13.16 Kerjo 10 Desa
33.13.05 Matesih 9 Desa
33.13.07 Ngargoyoso 9 Desa
33.13.15 Mojogedang 13 Desa
33.13.10 Tasikmadu 10 Desa
33.13.06 Tawangmangu 3 7 Desa
Kelurahan
TOTAL 15 162

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar yang merupakan salah satu daerah penyangga Kota Surakarta, memiliki karakteristik umum daerah agraris, dimana sebagian besar wilayahnya digunakan sebagai lahan pertanian. Di sisi lain dengan semakin tumbuh berkembangnya perekonomian di Kabupaten Karanganyar, sektor industri pun juga mulai tumbuh. Industri Garment dan Tekstil cukup banyak berdiri di Kabupaten Karanganyar terutama di seputaran perbatasan antara Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta, salah satunya adalah PT. Kusuma Hadi (Perusahaan tekstil domestik dengan brand nama Danarhadi). Selain itu juga terdapat beberapa industri hilir lainnya semisal industri pengolahan bijih plastik dan industri pengemasan teh.

Industri jasa di Kabupaten Karanganyar juga sudah mulai tumbuh. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya industri penginapan, "resort" dan perhotelan di Kabupaten Karanganyar. Bahkan tercatatat beberap hotel berbintang sudah mulai beroperasi, meskipun tidak tersebar merata di semua kecamatan. Hotel-hotel yang dapat menjadi referensi pilihan menginap selain di Kota Surakarta adalah "Hotel Lor In Bandara" (Hotel Bintang 5), "The Alana Hotel and Convention Center" (Hotel Bintang 4), "The Edelweiss Hideaway Hotel" (Hotel Bintang 3), "Grand Laguna Hotel and Villa" (Hotel Bintang 3), "Grand Bintang Hotel" Tawangmangu, "Pondok Indah Resort and Garden", serta sejumlah hotel dan penginapan lainnya. Industri perbankan sebagai urat nadi perekonomian sebuah daerah juga telah banyak dibuka dan beroperasi di Kabupetan Karanganyar misalnya saja BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA dan Bank Jateng serta beberapa perbankan nasional dan Bank Perkreditan Rakyat.

Selain itu di Kabupaten Karanganyar juga tumbuh menjamur perumahan-perumahan rakyat, baik dalam bentuk perumahan bersubsidi sampai dengan perumahan mewah dengan model "cluster". Perumahan-perumahan ini tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Karanganyar seperti halnya di kecamatan Colomadu ada komplek perumahan "Palm Permata", "Grand Aliza" dan "Tiara Agung" serta di kecamatan Jaten terdapat komplek perumahan "Safira Asri", "Loh Agung" dan "Griya Adi".

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Karanganyar dilalui Jalan Negara yang menghubungkan kota Yogyakarta-Solo-Surabaya, meski jalur ini tidak melintasi ibu kota Kabupaten Karanganyar. Karanganyar sendiri berada sekitar 14 km sebelah timur kota Surakarta.

Salah satu titik strategis wilayah ini adalah daerah Palur yang menjadi pintu keluar masuk angkutan dan transportasi Jalur Tengah antar Provinsi dari Jawa Timur menuju ke kota Surakarta (Jawa Tengah) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar wilayah ini telah tumbuh menjadi kawasan pusat perekonomian yang padat yang menyambung hingga ke Kota Solo. Selain itu juga terdapat wilayah yang ditetapkan dalam program pengembangan kawasan industri yang menyangga Wilayah Surakarta dari arah Timur.

Bagian Barat kabupaten ini termasuk wilayah pengembangan Kota Surakarta, khususnya di Kecamatan Jaten.

Ibu kota Kabupaten Karanganyar berada di jalur wisata Solo-Tawangmangu-Sarangan-Magetan-Madiun. Angkutan umum dilayani oleh angkutan bus jurusan Solo-Karanganyar-Tawangmangu, Solo-Karanganyar-Matesih. Bus AKAP yang melayani Kabupaten Karanganyar antara lain: Langsung Jaya, Rosalia Indah, Laju Prima, dan lain-lain. Angkutan bus di Kabupaten Karanganyar dilayani diterminal utama, yaitu terminal Tegalgede, atau biasa disebut Terminal Bejen. Selain itu, juga didukung oleh terminal kecil lainnya yang tersebar di kecamatan. Meski dilintasi jalur kereta api (Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabaya dan Solo-Gundih-Semarang), tidak ada kereta api penumpang yang singgah secara normal dan menaikturunkan penumpang di wilayah kabupaten ini.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar memiliki sejumlah tempat bersejarah dan alam yang khas (terutama pegunungan) sebagai objek pariwisata.

Tempat Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karanganyar berlokasi Candi Sukuh, Candi Cetho, dan paling tidak dua sisa-sisa kompleks pemujaan Hindu dari masa-masa akhir Kerajaan Majapahit. Di dekat puncak Gunung Lawu juga ditemukan susunan batuan yang diduga berasal dari peninggalan zaman pra-Hindu (megalitikum). Di Kecamatan Matesih berlokasi dua kompleks pemakaman penguasa Mangkunagaran yang berdekatan, yaitu Astana Mangadeg dan Astana Girilayu. Di dekatnya terdapat Pemandian Pablengan yang telah ada sejak masa Kesultanan Mataram.

Selain itu juga berlokasi makam Presiden II Republik Indonesia H.M.Soeharto yang berlokasi di Kompleks makam keluarga di Astana Giribangun. Makam ini juga menjadi salah satu objek wisata yang berkembang sejak dimakamkannya Pak Harto di sana tahun 2008.

Di dekat kota Karanganyar (tepatnya di Desa Janti) berlokasi tempat penandatanganan Perjanjian Giyanti, perjanjian yang menjadi tanda awalnya kolonialisme VOC dan Belanda di bumi Mataram.

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten karanganyar ini pula terletak kawasan wisata pegunungan yang sangat populer di Indonesia yakni Tawangmangu, dengan objek wisata unggulannya adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Kawasan wisata ini terletak di dataran tinggi dekat puncak Gunung Lawu ke arah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Magetan (Provinsi Jawa Timur). Terdapat pula bumi perkemahan di lereng gunung Lawu dan bersebelahan dengan objek wisata Tawangmangu yaitu Bumi Perkemahan Camping Lawu Resort dan Sekipan.

Kabupaten Karanganyar juga memiliki objek wisata perkebunan teh yang terletak di daerah kemuning. Di Kemuning tersebut kita bisa menikmati hamparan hijau kebun teh sebagaimana layaknya wisata kebun teh yang terkenal di Puncak Ciawi Bogor. Terdapat beberapa tempat rumah makan dan kafetaria semisal di Rumah Teh Ndoro Donker. di Desa Segara Gunung Kemuning juga terdapat lokasi untuk aero sport Paralayang.

Selain itu juga terdapat kawasan wisata Sondokoro yang terletak dalam kawasan Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar di wilayah Kecamatan Tasikmadu yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

Sejatinya dalam wilayah kabupaten Karanganyar ini ada juga Pabrik Gula yang bersejarah lainnya yang bernama Pabrik Gula Colomadu yang terletak di wilayah Kecamatan Colomadu. Namun pabrik gula yang juga dibangun sejak masa penjajahan Belanda itu kini sudah tidak beroperasi lagi. Hal ini karena wilayahnya sudah termasuk dalam area padat di tengah kota yang langsung berbatasan dengan Pusat Kotamadya Surakarta (Solo).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Karanganyar Dalam Angka 2021" (pdf). www.karanganyarkab.bps.go.id. hlm. 8, 63. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Karanganyar". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 8. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  5. ^ Pejabat Pemprov Jateng Jadi Pjs Bupati Karanganyar, diakses 29 Desember 2020.
  6. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KARANGANYAR 2014-2019
  7. ^ Perolehan Kursi Pileg DPRD Karanganyar 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]