Kabupaten Karanganyar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Karanganyar
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Tengah
Kabupaten Karanganyar.png
Lambang
Motto: 
Karanganyar Tenteram
(Tenang, Teduh, Rapi, Aman, Makmur)
Locator kabupaten karanganyar.png
Kabupaten Karanganyar berlokasi di Jawa
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar berlokasi di Indonesia
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar
Koordinat: 7°35′46″S 110°57′03″E / 7.5961°S 110.9508°E / -7.5961; 110.9508
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Tanggal peresmian-
Dasar hukumUU No. 13/1950
Ibu kotaKota Karanganyar
Pemerintahan
 • BupatiJuliyatmono
 • Wakil BupatiRober Christanto
Luas
 • Total800,20 km2 (30,900 sq mi)
Populasi
 • Total886.913 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaJawa
 • AgamaIslam 95,18%
Kristen 4,20%
- Protestan 2,75%
- Katolik 1,45%
Hindu 0,36%
Budha 0,05%
Lainnya 0,21%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0271
Kode Kemendagri33.13 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan17
Jumlah kelurahan177
DAURp. 1.013.422.549 (2019)
Flora resmiDuku Mateseh
Fauna resmiJalak gading
Situs webhttp://www.karanganyarkab.go.id/

Kabupaten Karanganyar (bahasa Jawa: ꦏꦫꦔꦚꦂ, translit. Karanganyar) adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasi berlokasi di Karanganyar Kota, sekitar 14 km sebelah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sragen di utara, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Wonogiri di selatan, serta Kabupaten Boyolali, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo di barat. Kabupaten Karanganyar memiliki sebuah kecamatan eksklave yang terletak di antara Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta yaitu Kecamatan Colomadu. Jumlah penduduk Karanganyar pada akhir tahun 2019 mencapai 886.913 jiwa.[1]

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Nama Karanganyar berasal dari pedukuhan yang berada di desa ini. Nama ini diberikan oleh Raden Mas Said (Mangkunagara I), karena di tempat inilah, ia menemukan kemantapan akan perjanjian baru (bahasa Jawa: anyar) untuk menjadi penguasa setelah memakan wahyu keraton dalam wujud burung Derkuku.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bagian barat Kabupaten Karanganyar merupakan dataran rendah, yakni lembah Bengawan Solo yang mengalir menuju ke utara. Bagian timur berupa pegunungan, yakni bagian sistem dari Gunung Lawu. Sebagian besar daerah pegunungan ini masih tertutup hutan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Karanganyar

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dalam dua periode terakhir.[3][4]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 4 5
Logo Gerindra.svg Gerindra 4 Steady 4
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 14 13
GolkarLogo.png Golkar 8 12
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 6 5
Logo PPP.svg PPP 1 0
Logo PAN.svg PAN 2 3
Logo Hanura.svg Hanura 2 0
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 4 3
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 9 7

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar memiliki 17 kecamatan, 15 kelurahan, dan 162 desa. Luas wilayahnya mencapai 775,44 km² dan penduduk 896.991 jiwa (2017) dengan sebaran 209 jiwa/km².[5][6]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karanganyar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.13.12 Colomadu 11 Desa
33.13.13 Gondangrejo 13 Desa
33.13.11 Jaten 8 Desa
33.13.01 Jatipuro 10 Desa
33.13.02 Jatiyoso 9 Desa
33.13.17 Jenawi 9 Desa
33.13.03 Jumapolo 12 Desa
33.13.04 Jumantono 11 Desa
33.13.09 Karanganyar 12 - Kelurahan
33.13.08 Karangpandan 11 Desa
33.13.14 Kebakkramat 10 Desa
33.13.16 Kerjo 10 Desa
33.13.05 Matesih 9 Desa
33.13.07 Ngargoyoso 9 Desa
33.13.15 Mojogedang 13 Desa
33.13.10 Tasikmadu 10 Desa
33.13.06 Tawangmangu 3 7 Desa
Kelurahan
TOTAL 15 162

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar yang merupakan salah satu daerah penyangga Kota Surakarta, memiliki karakteristik umum daerah agraris, dimana sebagian besar wilayahnya digunakan sebagai lahan pertanian. Di sisi lain dengan semakin tumbuh berkembangnya perekonomian di Kabupaten Karanganyar, sektor industri pun juga mulai tumbuh. Industri Garment dan Tekstil cukup banyak berdiri di Kabupaten Karanganyar terutama di seputaran perbatasan antara Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Kota Surakarta, salah satunya adalah PT. Kusuma Hadi (Perusahaan tekstil domestik dengan brand nama Danarhadi). Selain itu juga terdapat beberapa industri hilir lainnya semisal industri pengolahan bijih plastik dan industri pengemasan teh.

Industri jasa di Kabupaten Karanganyar juga sudah mulai tumbuh. Hal ini terbukti dengan semakin menjamurnya industri penginapan, "resort" dan perhotelan di Kabupaten Karanganyar. Bahkan tercatatat beberap hotel berbintang sudah mulai beroperasi, meskipun tidak tersebar merata di semua kecamatan. Hotel-hotel yang dapat menjadi referensi pilihan menginap selain di Kota Surakarta adalah "Hotel Lor In Bandara" (Hotel Bintang 5), "The Alana Hotel and Convention Center" (Hotel Bintang 4), "The Edelweiss Hideaway Hotel" (Hotel Bintang 3), "Grand Laguna Hotel and Villa" (Hotel Bintang 3), "Grand Bintang Hotel" Tawangmangu, "Pondok Indah Resort and Garden", serta sejumlah hotel dan penginapan lainnya. Industri perbankan sebagai urat nadi perekonomian sebuah daerah juga telah banyak dibuka dan beroperasi di Kabupetan Karanganyar misalnya saja BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA dan Bank Jateng serta beberapa perbankan nasional dan Bank Perkreditan Rakyat.

Selain itu di Kabupaten Karanganyar juga tumbuh menjamur perumahan-perumahan rakyat, baik dalam bentuk perumahan bersubsidi sampai dengan perumahan mewah dengan model "cluster". Perumahan-perumahan ini tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Karanganyar seperti halnya di kecamatan Colomadu ada komplek perumahan "Palm Permata", "Grand Aliza" dan "Tiara Agung" serta di kecamatan Jaten terdapat komplek perumahan "Safira Asri", "Loh Agung" dan "Griya Adi".

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Karanganyar dilalui jalan negara yang menghubungkan kota Yogyakarta-Solo-Surabaya, meski jalur ini tidak melintasi ibu kota Kabupaten Karanganyar. Karanganyar sendiri berada sekitar 14 km sebelah timur kota Surakarta.

Salah satu titik strategis wilayah ini adalah daerah Palur yang menjadi pintu keluar masuk angkutan dan transportasi Jalur Tengah antar Provinsi dari Jawa Timur menuju ke kota Surakarta (Jawa Tengah) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar wilayah ini telah tumbuh menjadi kawasan pusat perekonomian yang padat yang menyambung hingga ke Kota Solo. Selain itu juga terdapat wilayah yang ditetapkan dalam program pengembangan kawasan industri yang menyangga Wilayah Surakarta dari arah Timur.

Bagian Barat kabupaten ini termasuk wilayah pengembangan Kota Surakarta, khususnya di Kecamatan Jaten.

Ibu kota Kabupaten Karanganyar berada di jalur wisata Solo-Tawangmangu-Sarangan-Magetan-Madiun. Angkutan umum dilayani oleh angkutan bus jurusan Solo-Karanganyar-Tawangmangu, Solo-Karanganyar-Matesih. Bus AKAP yang melayani Kabupaten Karanganyar antara lain: Langsung Jaya, Rosalia Indah, Laju Prima, dan lain-lain. Angkutan bus di Kabupaten Karanganyar dilayani diterminal utama, yaitu terminal Tegalgede, atau biasa disebut Terminal Bejen. Selain itu, juga didukung oleh terminal kecil lainnya yang tersebar di kecamatan. Meski dilintasi jalur kereta api (Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabaya dan Solo-Gundih-Semarang), tidak ada kereta api penumpang yang singgah secara normal dan menaikturunkan penumpang di wilayah kabupaten ini.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar memiliki sejumlah tempat bersejarah dan alam yang khas (terutama pegunungan) sebagai objek pariwisata.

Tempat Wisata Sejarah[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Karanganyar berlokasi Candi Sukuh, Candi Cetho, dan paling tidak dua sisa-sisa kompleks pemujaan Hindu dari masa-masa akhir Kerajaan Majapahit. Di dekat puncak Gunung Lawu juga ditemukan susunan batuan yang diduga berasal dari peninggalan zaman pra-Hindu (megalitikum). Di Kecamatan Matesih berlokasi dua kompleks pemakaman penguasa Mangkunagaran yang berdekatan, yaitu Astana Mangadeg dan Astana Girilayu. Di dekatnya terdapat Pemandian Pablengan yang telah ada sejak masa Kesultanan Mataram.

Selain itu juga berlokasi makam Presiden II Republik Indonesia H.M.Soeharto yang berlokasi di Kompleks makam keluarga di Astana Giribangun. Makam ini juga menjadi salah satu objek wisata yang berkembang sejak dimakamkannya Pak Harto di sana tahun 2008.

Di dekat kota Karanganyar (tepatnya di Desa Janti) berlokasi tempat penandatanganan Perjanjian Giyanti, perjanjian yang menjadi tanda awalnya kolonialisme VOC dan Belanda di bumi Mataram.

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten karanganyar ini pula terletak kawasan wisata pegunungan yang sangat populer di Indonesia yakni Tawangmangu, dengan objek wisata unggulannya adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Kawasan wisata ini terletak di dataran tinggi dekat puncak Gunung Lawu ke arah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Magetan (Provinsi Jawa Timur). Terdapat pula bumi perkemahan di lereng gunung Lawu dan bersebelahan dengan objek wisata Tawangmangu yaitu Bumi Perkemahan Camping Lawu Resort dan Sekipan.

Kabupaten Karanganyar juga memiliki objek wisata perkebunan teh yang terletak di daerah kemuning. Di Kemuning tersebut kita bisa menikmati hamparan hijau kebun teh sebagaimana layaknya wisata kebun teh yang terkenal di Puncak Ciawi Bogor. Terdapat beberapa tempat rumah makan dan kafetaria semisal di Rumah Teh Ndoro Donker. di Desa Segara Gunung Kemuning juga terdapat lokasi untuk aero sport Paralayang.

Selain itu juga terdapat kawasan wisata Sondokoro yang terletak dalam kawasan Pabrik Gula Tasikmadu, Karanganyar di wilayah Kecamatan Tasikmadu yang telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.

Sejatinya dalam wilayah kabupaten Karanganyar ini ada juga Pabrik Gula yang bersejarah lainnya yang bernama Pabrik Gula Colomadu yang terletak di wilayah Kecamatan Colomadu. Namun pabrik gula yang juga dibangun sejak masa penjajahan Belanda itu kini sudah tidak beroperasi lagi. Hal ini karena wilayahnya sudah termasuk dalam area padat di tengah kota yang langsung berbatasan dengan Pusat Kotamadya Surakarta (Solo).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Karanganyar Dalam Angka 2020". www.karanganyarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 21 September 2020. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Karanganyar". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 21 September 2020. 
  3. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KARANGANYAR 2014-2019
  4. ^ Perolehan Kursi Pileg DPRD Karanganyar 2019-2024
  5. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]