Ganjar Pranowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
H.
Ganjar Pranowo
ꦓꦚ꧀ꦗꦂꦦꦿꦤꦮ

S.H.
Gubernur Jawa Tengah ke-14
Petahana
Mulai menjabat
23 Agustus 2013
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Wakil Heru Sudjatmoko
Didahului oleh Bibit Waluyo
Anggota DPR-RI Fraksi PDIP
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 22 Agustus 2013
Presiden Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Jacob Tobing
Ketua umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)
Petahana
Mulai menjabat
8 November 2014
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Hamengkubuwono X
Informasi pribadi
Lahir 28 Oktober 1968
Bendera Indonesia Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik PDIPLogo.png PDI-P
Suami/istri Hj. Siti Atikoh Suryani
Alma mater Universitas Gadjah Mada
Profesi Politikus
Agama Islam

H. Ganjar Pranowo, S.H (lahir di Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968; umur 46 tahun) adalah Gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak 23 Agustus 2013. Sebelumnya, ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2013. Selain itu, ganjar juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014-2019 berdasarkan Kongres KAGAMA November 2014 di Kendari.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Kutoarjo. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di SMP 1 Kutoarjo dan SMA BOPKRI, Yogyakarta. Setelah lulus sekolah menengah atas ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada ini, kemampuan kepemimpinannya semakin terasah melalui kegiatan di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) dan Mapagama (Mahasiswa Pecinta Alam Gadjah Mada) yang menjadi salah satu subunit Gelanggang Mahasiswa UGM yang akan membawanya menjadi salah satu dari aktivis gelanggang terkemuka bersama Anies Baswedan

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Sebelum menjadi gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah anggota DPR RI selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014. Namun pada periode ke-dua tidak diteruskan karena terpilih sebagai gubernur Jawa Tengah. Sebenarnya, pada periode 2004-2009 dia tidak lolos ke Senayan, namun akhirnya dia menerima tugas sebagai pengganti antar waktu (PAW) untuk menggantikan rekan separtainya yang berada dalam satu daerah pemilihan yang sama, Jacob Tobing yang ditugaskan oleh Presiden Megawati Sukarnoputri menjadi duta besar untuk Korea Selatan.

Gubernur Jawa Tengah[sunting | sunting sumber]

Ganjar maju menjadi calon gubernur dalam Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013, berpasangan dengan Heru Sudjatmoko yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Ganjar-Heru yang dikenal dengan tagline mboten korupsi mboten ngapusi ini keluar sebagai pemenang dengan total perolehan suara mencapai 48,82%.

Pelantikan Ganjar sebagai gubernur dilaksanakan hari Jumat, 23 Agustus 2013 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang[1].

Inspeksi mendadak di jembatan timbang[sunting | sunting sumber]

Ekspresi Ganjar Pranowo saat menemukan praktik pungutan liar di Jembatan timbang Subah, Batang.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di jembatan timbang Subah, Kabupaten Batang, Ganjar memergoki praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi. Kemarahannya tak bisa dibendung. Gubernur dari PDI-P itu membanting amplop berisi uang.

Sidak dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB ketika hendak kembali ke Semarang setelah tugas dinas di Banyumas, Cilacap, dan Tegal. Saat melintas di jembatan timbang Subah, Ganjar memutuskan untuk mampir. Di sana ia bertanya kepada petugas soal mekanisme kerja.

Saat itulah Ganjar melihat truk yang antri berjajar di jembatan timbang. Tanpa disangka seorang kernet truk berjalan menuju kantor sambil menggenggam sejumlah uang. Ganjar pun membuntutinya. Ternyata si kernet itu menggenggam uang lalu diletakkan di meja petugas jembatan timbang.

Tidak tahu kalau lagi diintai gubernur, kernet tersebut pergi begitu saja tanpa meminta bukti struk. Ganjar pun meradang. Lalu menginterogasi kernet dan petugas jembatan timbang.

"Buat siapa itu? Heh? Buat siapa?," kata Ganjar dengan nada tinggi.

Ganjar kemudian menanyai petugas dan memerintahkan agar semua laci dibuka. Betapa kagetnya Ganjar ketika ia membuka salah satu laci. Matanya melihat dua amplop berisi uang. Ia lalu mengambil dan membanting dengan keras dua amplop itu ke meja.

Semua orang yang berada di ruangan pun terdiam kecuali yang ditanyai Ganjar. Ternyata tidak hanya satu kernet atau sopir yang kepergok memberikan pungli itu. Bahkan lebih dari lima orang meletakkan uang tersebut karena muatannya melebihi aturan. Mereka menyogok petugas jembatang timbang supaya tidak kena denda lebih besar. Cukup memberi petugas senilai Rp 10-20 ribu setiap lewat jembatan dan melebihi tonase.

Satu persatu kernet dan sopir truk ditanyai Ganjar soal pungli tersebut. Ternyata hal itu sudah seperti "budaya" sejak lama. Nominalnya antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Padahal denda yang sudah diatur oleh perda berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 60 ribu sesuai golongan kendaraan dan jenis pelanggaran.

Petugas yang ditanya Ganjar sempat berbelit-belit. Akhirnya oknum petugas itu jujur dan mengatakan tiap anggota shift memperoleh bagian yang berbeda-beda. Ada yang mencapai Rp 250 ribu dalam semalam.

Dalam sidak itu Ganjar juga sempat menelepon kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah, Urip Sihabudin dan menegurnya.[2]

Gubernur Twitter[sunting | sunting sumber]

Kalau Ridwan Kamil dijuluki sebagai Walikota Twitter maka Ganjar Pranowo boleh disebut sebagai Gubernur Twitter-nya Indonesia. Ia benar-benar membuka twitternya untuk sarana komunikasi seluruh warga Jawa Tengah dalam menyampaikan aspirasinya dalam segala bidang terutama Infrastruktur, Pembangunan Daerah, bahkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang belum selesai-selesai. Hal ini wajar mengingat ketika masih sebagai anggota DPR RI ia pernah disebut sebagai salah satu dari 7 anggota DPR yang aktif di twitter bersama beberapa koleganya seperti Budiman Sudjatmiko,Fahri Hamzah,Ruhut Sitompul,Meutya Hafid, dan KRMT Roy Suryo[3] [4]

Kasus Sengketa Semen Indonesia vs Warga Rembang[sunting | sunting sumber]

Meskipun demikian, beliau dianggap kurang komunikatif di dalam menanggapi kasus sengketa Semen Indonesia vs Warga Rembang berdasarkan keputusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) pada Maret 2015. Akibat lamanya mendiamkan kasus tersebut sehingga beliau sempat dibully di twitter.

Ketua Umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada)[sunting | sunting sumber]

Pada kongres KAGAMA di Kendari (November 2014), beliau terpilih secara musyawarah menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai ketua umum KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) periode 2014-2019. Ganjar terpilih setelah melakukan musyawarah mufakat bersama tiga calon ketua umum lainnya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono X (Ketua Umum KAGAMA periode 2009-2014), Budi Karya Sumadi (Ketua Pengda KAGAMA DKI Jakarta) serta Usman Rianse (Pengda KAGAMA Sulawesi Tenggara) bertempat di Hotel Grand Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 8 November 2014. Salah satu pertimbangan Sri Sultan adalah bahwa KAGAMA perlu melakukan regenerasi kepemimpinan dari yang tua ke yang muda (Menurut Sri Sultan HB X regenerasi di KAGAMA adalah sebuah keniscayaan. Dengan kepengurusan yang baru terbentuk ini diharapkan jalinan antara PP KAGAMA dengan Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA di seluruh Indonesia semakin kuat. Sri Sultan juga mengaku siap ditugaskan ke daerah jika Ketua Umum maupun pengurus harian berhalangan hadir.

“Kita tidak ingin KAGAMA di berbagai daerah meredup. Untuk itu perlu terus dijalin komunikasi antara pusat dan daerah. Jika dibutuhkan saya siap membantu ke daerah-daerah ketika pengurus pusat dan harian berhalangan karena kesibukan atau suatu hal,” kata Sri Sultan.).

Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo menyatakan program kerja KAGAMA jangan sampai melupakan nilai-nilai perjuangan, kerakyatan, dan kebangsaan yang telah diajarkan di UGM. Salah satu program yang akan dijalankan adalah menjalin sinergi dengan Pengurus Daerah sehingga terbangun guyub rukun antaranggota KAGAMA. Ia menambahkan jalinan komunikasi antar anggota KAGAMA bisa dilakukan secara fisik maupun virtual dengan hadirnya kecanggihan IT saat ini.

“Banyak cabang KAGAMA yang bangga kalau selalu ditengok oleh pusat. Jalinan silaturahmi itu harus terus dibangun,” kata Ganjar.

Di hadapan peserta Munas, Ganjar berharap komunikasi lebih intensif dapat dijalin antara PP KAGAMA di Yogyakarta serta Pengda KAGAMA Jakarta yang dekat dengan sentral kekuasaan. Ia optimis potensi yang dimiliki KAGAMA akan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

“Siapa pun pemerintah yang berkuasa kita dukung dan siap berkontribusi agar Indonesia lebih baik,” tegas alumnus Fakultas Hukum UGM ini. [5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bibit Waluyo
Gubernur Jawa Tengah
2013–sekarang
Petahana