SMA Negeri 8 Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
SMA Negeri 8 Yogyakarta
Lambang SMA Negeri 8 Yogyakarta
Informasi
Didirikan 8 Januari 1974
Jenis Negeri
Akreditasi A [1]
Kepala Sekolah Drs. Munjid Nur Alamsyah.M.M
Jumlah kelas 22 kelas reguler dan 2 kelas akselerasi
Program/jurusan/
peminatan
IPA dan IPS
Rentang kelas X, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS, XI CI, dan XII CI
Kurikulum Kurikulum 2013
Alamat
Lokasi Jalan Sidobali nomor 1, Mujamuju, 55165, Yogyakarta, D.I. Yogyakarta, Indonesia
Tel./Faks. (0274) 513493/(0274) 580207
Situs web http://sman8yogya.sch.id/
Moto

Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Yogyakarta (dahulu Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan 10) yang oleh banyak kalangan lebih dikenal dengan nama DELAYOTA, merupakan salah satu sekolah menengah di Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 235/O/1973 tertanggal 18 Desember 1973, Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) di Indonesia sejumlah 34 buah sekolah (termasuk SMPP 10 Yogyakarta) pada Selasa Pahing, 8 Januari 1974, kegiatan belajar mengajar SMPP 10 Yogyakarta dengan menempati gedung baru berlantai dua. Sebagai penyelenggara kegiatan proses belajar mengajar di serahkan SMA Negeri 5 Yogyakarta yang waktu itu dipimpin oleh Bapak R. Muh. Solihin, dengan jumlah siswa 196 orang terbagi dalam 5 kelas.

Pada tanggal 1 April 1975 sejumlah 21 orang guru dan 12 orang karyawan tata usaha dengan resmi dimutasi dari SMA Negeri 5 Yogyakarta ke SMPP 10 Yogyakarta. Pada tahun pelajaran 1976 SMA 5 Yogyakarta dipindahkan ke lokasi baru yaitu Desa Tinalan, Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Oleh karena itu SMPP 10 Yogyakarta harus berusaha melengkapi meja dan kursi siswa yang jumlahnya tidak sedikit. Namun kerjasama sekolah dengan BP-3 serta bantuan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta maka kekurangan tersebut dapat diatasi.

Tahun pelajaran 1977 SMPP 10 Yogyakarta ditunjuk oleh Depdikbud menjadi sekolah Pradiseminasi untuk sistem pengajaran dengan modul. Pada tahun pelajaran 1980/1981, nama SMPP 10 Yogyakarta semakin terkenal dalam masyarakat. Akibatnya animo untuk masuk SMPP 10 Yogyakarta semakin besar.

Pada tahun pelajaran 1982/1983 SMPP 10 Yogyakarta mendapat kepercayaan Dekdikbud untuk melaksanakan sistem belajar tuntas (mastery Learning) pendekatan seluruh kelas (pada waktu itu jumlah kelas 12 buah, masing-masing tingkat 4 kelas). Tahun pelajaran 1985/1986 terjadi perubahan nama SMPP 10 Yogyakarta menjadi SMA 8 Yogyakarta. Pada tahun ini juga diberlakukan kurikulum 1984 dengan penjurusan di kelas dua dengan 4 program pilihan yaitu A1 untuk program IPA, A2 program Biologi, A3 program IPS dan A4 program ilmu pengetahuan Bahasa.

Riwayat singkat SMA Negeri 8 Yogyakarta tidak dapat meninggalkan riwayat SMPP 10 Yogyakarta, karena secara kelembagaan SMA Negeri 8 Yogyakarta adalah nama baru SMPP 10 Yogyakarta. Perubahan nama berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0353/O/1985 tertanggal 8 Agustus 1985, tentang perubahan nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya dengan instruksi Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 01/F/96 tertanggal 17 Januari 1986 tentang perubahan nama SMPP 10 Yogyakarta menjadi SMA Negeri 8 Yogyakarta.

Statistika mengenai prestasi SMA 8 terus meningkat baik prestasi akademik maupun non akademik. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai hasil akhir sekolah, nilai EBTANAS maupun keberhasilan dalam menempuh UMPTN dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Bagian prestasi non akademik (Ekstrakurikuler) apabila dibuat rata-rata dalam satu bulan mendapat 5-10 buah trofi kejuaraan dalam berbagai kegiatan. Berdasarkan laporan dan statistika, SMA 8 termasuk dalam 3 besar sekolah terfavorit di Yogyakarta dan 100 besar sekolah tingkat menengah atas terfavorit di Indonesia.

Lambang sekolah[sunting | sunting sumber]

Arti Lambang Idealisme keluarga besar SMA Negeri 8 Yogyakarta, Tersimbulkan pada lambang " PAKҪI", berasal dari bahasa sansekerta yang berarti sayap dan merupakan visi kedepan SMA Negeri 8 Yogyakarta. Sayap burung merupakan kekuatan untuk berjuang mempertahankan serta membangun hidupnya, SMA 8 Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan Menengah Atas mempunyai tugas suci untuk mempersiapkan atau memberi bekal kepada tunas bangsa agar mampu mampertahankan diri dan mengembangkan diri dengan kekuatan sendiri seperti halnya "PAKҪI".

  • Bintang : simbol cita-cita luhur yang akan dicapai.
  • Sepasang sayap : simbol kekuatan dan kemandirian.
  • Sekuntum bunga melati : simbol anak didik yang siap mekar atau berkembang.
  • Lidah api berjumlah 17 : simbol semangat yang menyala-nyala.
  • Bunga teratai putih (berdaun mahkota 8 helai dibagian luar, 4 helai bagian dalam, dan 5 helai bagian tengah) : simbol kesucian lembaga pendidikan SMA 8 Yogyakarta.
  • Hakarya Gora Anggatra Nagara : merupakan surya sengkala tahun 1974, yaitu tahun berdirinya SMPP 10 Yogyakarta/SMA 8 Yogyakarta, yang mempunyai arti "Berkarya Besar Membangun Negara".

Sertifikasi[sunting | sunting sumber]

  1. Akreditasi dari Badan Akreditasi Sekolah (BAS)dengan nilai A
  2. Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008

Fasilitas Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

  1. Laboratorium Biologi
  2. Laboratorium Kimia
  3. Laboratorium Fisika
  4. Laboratorium Komputer / TI
  5. Laboratorium Multimedia
  6. Laboratorium Bahasa
  7. Ruang Audio Visual
  8. Studio Musik
  9. Laboratorium Kesenian / Sanggar Seni Delayota Art
  10. Hotspot Area
  11. Gedung Serba Guna / Aula
  12. Sarana Olahraga (Lapangan Bulu Tangkis, Lapangan Basket, dan Lapangan Sepak Bola)
  13. Perpustakaan
  14. Ruang Kesehatan/UKS
  15. Musholla Baitul Ilmi dan Salsabila
  16. Ruang OSIS dan MPK
  17. Garasi dan Tempat Parkir
  18. Kantin (Food Court)
  19. Koperasi Siswa
  20. Taman dan Gazebo

Ekstrakurikuler[sunting | sunting sumber]

Ekstrakurikuler utama[sunting | sunting sumber]

A.Bidang Olahraga[sunting | sunting sumber]

  1. PBB (dikenal dengan Garda Paramasatya Pakçi atau Barisan Terdepan Pembela Pakçi)
  2. Base ball/softball (dikenal dengan Delspark)
  3. Bola Voli
  4. Sepak bola/Futsal (Cubituz FC)
  5. Basket Ball (Delayota Basketball)
  6. Bulutangkis
  7. Bela diri Karate
  8. Flag Football

B. Bidang Keterampilan Berbahasa[sunting | sunting sumber]

  1. Bahasa Perancis (dikenal dengan Les Français Pour Tous/ LFPT)
  2. Bahasa Jepang (dikenal dengan Ni Hon Go)
  3. English Study Club (ESC)
  4. Delayota English Debate

C. Bidang Kesenian[sunting | sunting sumber]

  1. Paduan Suara (Eightchoir)
  2. Teater (dikenal dengan Teater10)
  3. Karawitan
  4. Nasyid
  5. Seni Baca Al-Quran
  6. Seni Tari
  7. Seni Lukis (dikenal PAW/Pakçi Art Worker)
  8. Grafiti (dikenal dengan Easy)
  9. Seni Musik (dikenal dengan D'Minor)

D. Bidang Keahlian[sunting | sunting sumber]

  1. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dikenal dengan nama Delayota Experiment Team (D'Expert)
  2. Majalah Dinding/Jurnalistik (dikenal dengan D'mençi/Delayota Media Anak Pakçi)
  3. Fotografi (dikenal dengan Delfi/Delayota Fotografi)
  4. Robotik

E. Bidang Sosial-Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

  1. Pecinta Alam (dikenal dengan Palaçi/Pencinta Alam dan Lingkungan Pakçi)
  2. PMR (dikenal dengan DRC/Delayota Red Cross)

Ekstrakulikuler tambahan[sunting | sunting sumber]

  1. Pramuka (wajib bagi kelas X)
  2. Cheerleader (dikenal dengan Cheers Eight)
  3. Pom-pom Boys (dikenal dengan Sucok atau Susu Kocok)

Kemitraan[sunting | sunting sumber]

  1. Sister school dengan:
    1. Swan Hill College Australia
    2. Nonsan Deagon high school korea
    3. Geumo Middle School, Gumi, South Korea
  2. American Field Service (AFS)
  3. Appalshop Amerika Serikat
  4. LTI (Indonesian TEOFL Institution)
  5. Professors goes to school
  6. Perguruan Tinggi Termuka di Indonesia

Kondisi Siswa[sunting | sunting sumber]

Komposisi Kelas berdasar Program Layanan pada tahun ajaran 2015/2016 sebagai berikut:

  1. X MIA 7 kelas
  2. X IIS 1 kelas
  3. XI MIA 7 kelas
  4. XI IIS 1 kelas
  5. XI CI/Akselerasi 1 kelas
  6. XII MIA 7 kelas
  7. XII IIS 1 kelas

Jumlah keseluruhan 24 kelas

Rujukan[sunting | sunting sumber]