Kota Pekalongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Pekalongan
Dari atas, kiri ke kanan: Pemandangan Kota Pekalongan beserta Masjid Agung dan Alun-alun, Museum Batik, Tugu Batik, Tugu Adipura, Tugu Perbatasan Kota Pekalongan-Batang
Dari atas, kiri ke kanan: Pemandangan Kota Pekalongan beserta Masjid Agung dan Alun-alun, Museum Batik, Tugu Batik, Tugu Adipura, Tugu Perbatasan Kota Pekalongan-Batang
Locator kota pekalongan.gif
Peta lokasi Kota Pekalongan
Koordinat: ‎6º50’42”–6º55’44” LS 109º37’55”–109º42’19” BT‎
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal Peresmian 1 April 1906
Pemerintahan
 - Walikota Prijo Anggoro BR, SH, M.Si. (Pjs.)
 - DAU Rp.457.085.256.000.-(2016)[1]
Luas 45,25 Km²
Populasi
 - Total 298.595 jiwa (2015)
 - Kepadatan 15.499
Demografi
 - Kode area telepon 0285
Pembagian administratif
 - Kecamatan 4
 - Kelurahan 27
Simbol khas daerah
 - Flora resmi Bambu wulung
 - Fauna resmi Perenjak jawa
 - Situs web www.pekalongankota.go.id
Logo Branding Kota Pekalongan
Rumah orang Belanda di Pekalongan (tahun 1923)
Rumah orang Arab di Pekalongan (tahun 1923)

Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.

Kota ini terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of Batik.

Transportasi di kota ini pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun, dan taksi. Makanan khas Pekalongan adalah megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kota Pekalongan membentang antara 6º50’42”–6º55’44” LS dan ‎‎109º37’55”–109º42’19” BT. Berdasarkan koordinat fiktifnya, Kota Pekalongan ‎membentang antara 510,00 – 518,00 Km membujur dan 517,75 – 526,75 Km ‎melintang, dimana semuanya merupakan daerah datar, tidak ada daerah dengan kemiringan yang curam, terdiri dari tanah kering 67,48% Ha dan tanah sawah 32,53%. Berdasarkan jenis tanahnya, di Kota Pekalongan memiliki jenis tanah yang berwarna agak kelabu dengan jenis aluvial kelabu kekuningan dan aluvial yohidromorf. Jarak terjauh dari Utara ke Selatan mencapai ± 9 Km, sedangkan dari ‎Barat ke Timur mencapai ± 7 Km. Batas wilayah administrasi Kota Pekalongan ‎yaitu:‎

Utara Laut Jawa
Selatan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang
Barat Kabupaten Pekalongan
Timur Kabupaten Batang

Kota Pekalongan merupakan daerah beriklim tropis dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 40 mm - 300 mm per bulan, dengan jumlah hari hujan 120 hari. Keadaan suhu rata-rata di Kota Pekalongan dari tahun ke tahun tidak banyak berubah, berkisar antara 17º-35 °C.

Kota Pekalongan terbagi atas 4 (empat) Kecamatan yang terbagi lagi menjadi ‎‎27 kelurahan pasca merger kelurahan yang dilakukan 1 Januari 2015[2] dengan luas keseluruhan mencapai 45,25 Km² atau sekitar 0,14 % dari ‎luas wilayah Jawa Tengah

Sejarah Nama Pekalongan[sunting | sunting sumber]

Nama Pekalongan sampai saat ini belum jelas asal-usulnya, belum ada prasasti atau dokumen lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, yang ada hanya verita rakyat atau legenda. Dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan adalah Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomor 40 Tahun 1931: nama Pekalongan diambil dari kata "Halong" (dapat banyak) dan di bawah simbol tertulis "Pek-Alongan". Kemudian berdasarkan keputusan DPRD Kota Besar Pekalongan tanggal 29 Januari 1957 dan Tambahan Lembaran Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tanggal 15 Desesmber 1958, serta persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK nomor KTPS-PPD/00351/II/1958: nama Pekalongan berasal dari kata "A-Pek-Halong-An" yang berarti pengangsalan (Pendapatan).

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan di Kota Pekalongan adalah:

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pekalongan Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Penggabungan Kelurahan Di Lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan[3], berikut Nama Kelurahan di Kota Pekalongan hasil penggabungan sejak 1 Januari 2015 :

Kecamatan Kelurahan
Pekalongan Barat Medono · Podosugih · Sapuro Kebulen · Bendan Kergon · Pasirkratonkramat · Tirto · Pringrejo
Pekalongan Selatan Banyurip · Buaran Kradenan · Jenggot · Kuripan Kertoharjo · Kuripan Yosorejo · Sokoduwet
Pekalongan Timur Noyontaansari · Kauman · Poncol · Klego · Gamer · Setono · Kalibaros
Pekalongan Utara Krapyak · Kandang Panjang · Panjang Wetan · Padukuhan Kraton · Degayu · Bandengan · Panjang Baru

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi pemerintahan Kota Pekalongan dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi beberapa kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Sejak 2005, wali kota Pekalongan dan wakilnya dipilih langsung oleh warga kota dalam pilkada, setelah sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kota.

Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, DPRD Kota Pekalongan berjumlah 30 orang dengan perwakilan delapan partai politik.

DPRD Kota Pekalongan
2014-2019
Partai Kursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 9
Lambang PDI-P PDI-P 4
Lambang PPP PPP 4
Lambang PKB PKB 3
Lambang PKS PKS 3
Lambang PAN PAN 3
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 3
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 1
Total 30

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Sejak dulu, Kota Pekalongan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi, indikatornya adalah dengan banyaknya jumlah pondok pesantren yang ada yakni 44 buah dengan jumlah santri mencapai 4.706 orang. Keberagaman pemeluk agama tidak lagi menimbulkan permasalahan yang berarti menunjukkan kondusifnya kehidupan antar umat beragama Kota Pekalongan. Agama Islam merupakan agama mayoritas penduduk Kota Pekalongan, sedangkan agama lain yang dianut sebagian warga Kota Pekalongan adalah Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Untuk memenuhi kebutuhan peribadatan, di Kota Pekalongan terdapat berbagai jenis tempat ibadah berupa masjid 106 unit, mushola 613 unit, 13 buah gereja Kristen, 2 Gereja Katholik, 1 pura dan 5 wihara/klenteng yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Pekalongan.

Etnis[sunting | sunting sumber]

Kota Pekalongan secara etnik didominasi oleh Suku Jawa yang bertutur dengan bahasa Jawa dialek khas pesisir barat (Dialek Pesisir/Pantura) yang cenderung mirip dialek Banyumasan. Sejarah Pekalongan sebagai kota pelabuhan dan perdagangan membuatnya memiliki sejumlah komunitas pendatang yang menonjol, seperti etnis Cina dan Arab, selain tentu saja suku-suku Nusantara lain seperti suku Melayu dan Banjar.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Karena letaknya sangat strategis yaitu di antara Jakarta dan Surabaya, perekonomian Kota Pekalongan cukup maju di antara kota-kota lain di Jawa Tengah yaitu dalam bidang industri, perikanan dan properti. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa, Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga. Dibidang properti Pekalongan merupakan salah satu kota di Jawa Tengah dengan pertumbuhan properti yang cukup baik yang ditandai dengan semakin maraknya pembangunan gedung-gedung midrise yang semakin menjamur di Kota Pekalongan.

Retail[sunting | sunting sumber]

Plaza Pekalongan

Kota Pekalongan memiliki beberapa pusat perbelanjaan dari mall,pasar grosir hingga pasar tradisional. Berikut adalah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Pekalongan :

  • Pasar Grosir Batik Setono
Pasar Podosugih

Dan berikut adalah pusat perbelanjaan tradisional yang ada di Kota Pekalongan :

  • Pasar Induk Banjarsari
  • Pasar Induk Grogolan
  • Pasar Induk Banyu Urip
  • Pasar Pagi Keraton
  • Pasar Podosugih
  • Pasar Anyar
  • Pasar Kraton
  • Pasar Poncol
  • Pasar klego
  • Pasar Induk Kuripan

Akomodasi[sunting | sunting sumber]

Akomodasi di Kota Pekalongan sangat beragam dari Hotel berbintang hingga losmen yang terdapat di seluruh penjuru kota, berikut adalah daftar akomodasi yang terdapat di Kota Pekalongan :

TB Loji 1-3, karya putra daerah Kota Pekalongan

Industri[sunting | sunting sumber]

  • Galangan kapal kayu
  • Galangan kapal fiberglass,
  • Pabrik Es Balok,
  • Industri Ikan Asin
  • Industri Pemindangan ikan,
  • Pabrik pengalengan ikan Maya Food,
  • Industri Kecil pembuatan terasi,
  • Pabrik pembuatan fillet ikan,
  • Industri kerajinan batik,
  • Industri pembuatan mebel rotan dan Bambu.
  • Industri Kecil makanan ringan
  • Pabrik Rokok Sigaret Kretek Tangan
  • Pabrik Teh

Hiburan[sunting | sunting sumber]

  • Bioskop Borobudur Cineplex
  • Karaoke Happy Puppy
  • Karaoke Family Fun

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Museum Batik Pekalongan

Kuliner[sunting | sunting sumber]

  • Megono Sego Rakyat (Mbak Ibah) Sorogenen
  • Tauto Klego Pak konawi
  • Warung Soto Pak Tjarlam
  • Nasi Uwet Zarkasi
  • Nasi Lemang
  • Teh Tarik Melayu
  • kopi tahlil
  • Angkringan
  • Komunitas Pecinta Kopi (KPK MALAM)
  • Es Teler 77
  • Mokko Donuts
  • KFC
  • California Fried Chicken
  • Papa Ron's Pizza
  • Gahwaji Sky Lounge Hotel Namira Syariah
  • Warung Orange
  • Nostalgia Resto The Sidji Hotel
  • Obonk Steak & Ribs
  • John Fresh
  • Coffee and Beyond
  • Garuda Madoong Kencana
  • Warung Oemang
  • ACP Fruit and Coffee
  • The Habit Cafe

Kesenian[sunting | sunting sumber]

  • Wayang Kulit
  • Simtuduror
  • Kesenian Banjar
  • Kesenian Melayu

Agenda[sunting | sunting sumber]

  • Pekan Batik Internasional ( dihadiri oleh orang penting luar negri seperti Inggris, Perancis, Singapura, Malaysia Dll.)
  • Pekan Batik Nusantara Bapak Pres. SBY turut memeriahkan acara tersebut)
  • Tradisi Pemotongan Lopis Raksasa pada acara Syawalan di Krapyak Lor yang dilaksanakan setiap tanggal 8 syawal atau satu minggu setelah hari Raya Idul Fitri
  • Tradisi Maulid Nabi di Kanzuz Shalawat Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
  • Tradisi Nyadran di Pantai Pasir Kencana Panjang Wetan yang dilakukan oleh nelayan.
  • Tradisi Kliwonan di Pantai Pasir Kencana Panjang Wetan setiap hari pasaran Jumat Kliwon.
  • Tradisi Peringatan Pek Chun oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pantai Pasir Kencana Panjang Wetan
  • Tradisi Pemotongan Lontong Jumbo di Gang Simbar Kelurahan Panjang Baru setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus.
  • Tradisi pemotongan kue Talam Jumbo di Perumahan Slamaran setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus
  • Lomba layang-layang di Pantai Slamaran
  • Balap Perahu di Kali Sewu Cemoro kelurahan Degayu
  • Karnaval Tahunan mengelilingi balai kota
  • Khaul KH.Tohir di Jenggot tiap tanggal 8 Syawal
  • Khaul Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas di Sapuro dilaksanakan pada Nisfu Sya'ban

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

Sekolah lanjutan tingkat pertama[sunting | sunting sumber]

Pendidikan dan layanan khusus[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah sakit[sunting | sunting sumber]

Pusat kesehatan masyarakat[sunting | sunting sumber]

  • Puskesmas Bendan
  • Puskesmas Tirto
  • Puskesmas Kramatsari
  • Puskesmas Kusuma Bangsa
  • Puskesmas Krapyak Kidul
  • Puskesmas Dukuh
  • Puskesmas Klego
  • Puskesmas Tondano
  • Puskesmas Noyontaan
  • Puskesmas Sokorejo
  • Puskesmas Jenggot
  • Puskesmas Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Buaran Pekalongan Selatan
  • Puskesmas Kergon
  • Puskesmas Salammanis
  • Puskesmas Medono
  • Puskesmas Degayu
  • Puskesmas Setono

Balai pengobatan[sunting | sunting sumber]

  • Balai Pengobatan Bina Griya
  • Balai Pengobatan Ibu dan Anak Ibu Umi

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun Pekalongan

Kota Pekalongan mudah dijangkau karena merupakan kota perlintasan Jakarta-Surabaya. Di Pekalongan terdapat Fasilitas Transportasi:

  • Stasiun Pekalongan, semua kereta api penumpang berhenti di stasiun ini kecuali Kereta api Argo Bromo Anggrek malam
  • Terminal Kelas A Pekalongan
  • Terminal Bayangan Ponolawen
  • Terminal Angkot Sayun
  • Terminal Angkot Banjarsari
  • Terminal Angkot Slamaran
  • Terminal Angkot Grogolan

Olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Stadion Kota Batik (SKB), markas Klub Persip Pekalongan
  • Stadion Bumirejo, Persip Pekalongan
  • Stadion Kuripan Lor, Persip Pekalongan
  • Kolam Renang Tirta Sari, dengan Standar Nasional PRSI
  • Gedung GOR Jetayu, tempat untuk pertandingan Tenis Meja, Bulu Tangkis, Bola Basket, Bola Volley dan Tenis Lapangan.
  • Gedung GOR Peritis Kemerdekaan, tempat untuk pertandingan Atletik
  • Gedung GOR Medono, tempat untuk semua jenis pertandingan.
  • Lapangan Tennis Prabajaya
  • Lapangan Tennis PDAM
  • Sungai Cemoro Sewu untuk Lomba Kano
  • Lapangan Abdi Jaya Pringlangu Pekalongan Barat
  • Lapangan Golf Setono Pekalongan

Media Lokal[sunting | sunting sumber]

  • Batik TV
  • Radio BSP
  • Radio Damasintha
  • Radio RCS FM
  • Radio RKB
  • Radio MS Pekalongan
  • Radio Pop FM

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]