Kabupaten Pekalongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Pekalongan
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦦꦼꦏꦭꦺꦴꦔꦤ꧀
Locator kabupaten pekalongan.png
Peta lokasi Kabupaten Pekalongan
ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦦꦼꦏꦭꦺꦴꦔꦤ꧀
Koordinat: -
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Tanggal Peresmian 25 Agustus 1622
Ibu kota Kajen
Pemerintahan
 - Bupati H. Asip Kholbihi, S. H. M.Si.(Bupati)
 - DAU Rp. 768.500.117.000.-(2013)[1]
Luas 836,13 km2
Populasi
 - Total 891.442 jiwa (2006)
 - Kepadatan 1.066,15 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0285
Pembagian administratif
 - Kecamatan 19
 - Kelurahan 283
Simbol khas daerah
 - Flora resmi Melati gambir
 - Fauna resmi Cucak kuning
 - Situs web www.pekalongankab.go.id

Kabupaten Pekalongan (bahasa Jawa: Hanacaraka ꦦꦼꦏꦭꦺꦴꦔꦤ꧀) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kajen. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa dan Kota Pekalongan di utara, Kabupaten Batang di timur, Kabupaten Banjarnegara di selatan, serta Kabupaten Pemalang di barat.

Pekalongan berada di jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Angkutan umum antarkota dilayani oleh bus dan kereta api (di Kota Pekalongan).

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Kata Pekalongan berasal kata kalong, yang berarti "kelelawar" dalam bahasa Jawa. Menurut legenda, Raden Bahu (bupati Kendal I), seorang abdi dalem Sultan Agung, diberi perintah oleh Sultan Agung untuk membangun sebuah daerah di sebelah barat Kota Kendal,Raden Bahu pun melakukan tapa ngalong (bertapa seperti kelelawar) di daerah ini.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bagian utara Kabupaten Pekalongan merupakan dataran rendah; sedang di bagian selatan berupa pegunungan, bagian dari rangkaian Dataran Tinggi Dieng. Sungai-sungai besar yang mengalir di antaranya adalah Kali Sragi dan Kali Sengkarang beserta anak-anak sungainya, yang kesemuanya bermuara ke Laut Jawa. Kajen, ibukota Kabupaten Pekalongan, berada di bagian tengah-tengah wilayah kabupaten, sekitar 25 km sebelah selatan Kota Pekalongan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Litografi kediaman residen Pekalongan di Bojong (1883-1889).

Kabupaten Pekalongan terdiri atas 19 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 272 desa dan 13 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Kajen.

Kajen, dulunya merupakan kota kecamatan yang telah dikembangkan menjadi ibukota kabupaten yang baru, menggantikan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di Jl. Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan. Kepindahan Ibukota Kabupaten Pekalongan ke Kajen, dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2001, walaupun SK Mendagri sudah diterbitkan pada tahun 1996. Hal ini terkait dengan pembangunan sarana dan prasarana fasilitas pemerintah di Kota Kajen yang dilaksanakan secara bertahap.

Kecamatan di Kabupaten Pekalongan adalah:

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pekalongan telah lama dikenal sebagai kota batik, dan salah satu pusat produksi batik berada di Kecamatan Buaran dan Wiradesa. Beberapa nama produsen batik yang cukup dikenal di antaranya Batik Humas (singkatan dari Husein Mohammad Assegaff). Sedangkan pabrik sarung (kain palekat) terkenal di Pekalongan antara lain Gajah Duduk dan WadiMoor. Terdapat juga pusat batik di Wiradesa yaitu International Batik Center atau "IBC".

Di bagian selatan terdapat daerah wisata pegunungan Linggo Asri, terletak 37 km sebelah selatan Kota Pekalongan arah Kajen (dari jalan Jakarta-Semarang pertigaan Wiradesa ke selatan atau dari kota Pekalongan arah Buaran), dimana daerah tersebut terdapat pemandian dan taman bermain seta wisata hutan pinus milik Perum Perhutani dan juga terdapat komunitas masyarakat Hindu di Pekalongan. Di sini terdapat peninggalan berupa lingga dan yoni yang terletak sekitar 500 meter dari kompleks pemandian linggo asri.

Sebenarnya masih banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Pekalongan, antara lain, Pantai Sunter Depok, Pantai Wonokerto, Ekowisata Petungkriyono, Wisata Air, Wisata Hutan, Wisata Budaya, Curug Siwatang Paninggaran, Candi Trenggolek Paninggaran, Puncak Anjir, Bukit Pawuluhan Kandangserang, dan lain-lain. Ada juga wisata alam indah tersembunyi seperti Curug Bajing yang akses jalannya masih belum memadahi.[2] Pekalongan masih menunggu investor yang ingin mengembangkan objek wisata ini.

Buat penikmat makanan, Pekalongan menyediakan wisata kuliner berupa Taoto dan nasi megono, Taoto adalah sejenis soto yang dibuat dengan kuah taoco dan dengan daging serta jerohan kerbau. Sedang megono adalah cacahan nangka muda yang dibumbui parutan kelapa dan dikukus yang cocok buat dinikmati saat masih panas

Bagi anda yang menyukai wisata sejarah, bisa mengunjungi pabrik gula PG Sragi yang terdapat di Kecamatan Sragi. Pabrik tersebut merupakan pabrik peninnggalan kolonial Belanda.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Bagi traveller yang akan berpetualang di Kabupaten Pekalongan, banyak moda transportasi, diantaranya adalah bus atau angkot. Di Kajen terdapat sebuah terminal bus yang cukup besar yakni Terminal Induk Kajen yang melayani trayek Jakarta - Pekalongan. Bus yang melayani rute tersebut diantaranya Dewi Sri, Dedy Jaya, Sinar Jaya, Kurnia Jaya, Garuda Mas, Laju Prima, dll.

Ada juga satu - satunya stasiun di Kabupaten Pekalongan, yaitu Stasiun Sragi. Sayangnya, stasiun ini tidak melayani penumpang karena statusnya yang merupakan stasiun kecil. Namun, bagi anda yang memilih moda transportasi kereta api, anda tak perlu khawatir karena masih ada alternatif stasiun lain, yaitu Stasiun Pekalongan yang berada di Kota Pekalongan. Stasiun ini merupakan stasiun kelas A yang melayani seluruh perjalanan KA (kecuali Argo Anggrek Malam) baik dari Jakarta maupun Surabaya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan tinggi[sunting | sunting sumber]

  • Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan
  • Universitas Pekalongan (UNIKAL) Pekalongan
  • Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen
  • Politeknik Muhammadiyah Pekalongan, Kajen,
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Pekajangan
  • Akademi Analisis Kesehatan (AAK) Pekalongan
  • STIKAP (Sekolah Tinggi Islam Kyai Ageng Pekalongan) YMI Wonopringgo Pekalongan
  • UT Kabupaten Pekalongan

Sekolah menengah kejuruan[sunting | sunting sumber]

  • SMK Negeri Sragi, Kedungwuni, Lebakbarang, Karangdadap
  • SMK Yapenda 01 Kedungwuni
  • SMK Yapenda 02 Wiradesa Pekalongan
  • SMK Muhamadiyah Bligo
  • SMK Muhamadiyah Bojong
  • SMK Muhamadiyah Kajen
  • SMK Muhamadiyah Kedungwuni
  • SMK Muhamadiyah Karanganyar
  • SMK Muhamadiyah Wiradesa
  • SMK Muhamadiyah Talun
  • SMK Muhamadiyah Doro
  • SMK Muhamadiyah Pencongan
  • SMK Islamiyyah Sapugarut
  • SMK Islam Bojong
  • SMK Islam Salakbrojo Kedungwuni
  • SMK Islam 45 Wiradesa
  • SMK Al-Fusha Kedungwuni
  • SMK Ar Rahman Watusalam
  • SMK Ma'arif NU Tirto
  • SMK Ma'arif NU Kajen
  • SMK Ma'arif NU Kesesi
  • SMK Ma'arif NU Doro
  • SMK Wira Bahari Wiradesa
  • SMK Gondang
  • SMK Nurul Ummah Paninggaran
  • SMK Diponegoro Karanganyar
  • SMK Bina Umat Siwalan
  • SMK Prima Kesesi
  • SMK NU Sragi

Sekolah menengah atas[sunting | sunting sumber]

  • SMA Negeri (Bojong, Doro, Kajen, Kedungwuni, Kesesi, Kandangserang, Kesesi, Sragi,Paninggaran, Petungkriono, Talun, Wiradesa)
  • SMA Muhammadiyah I Pekajangan
  • SMA Muhammadiyah II Pekajangan
  • SMA PGRI 1 Wiradesa
  • SMA PGRI 2 Kajen
  • SMA Yapenda Karanganyar
  • SMA Islam Doro
  • SMA Islam YMI Wonopringgo
  • SMA Islam Hasbullah Karanganyar
  • MA Negeri 1 Kab. Pekalongan Kedungwuni
  • MAN Buaran
  • MA NU Karangdadap
  • MA Salafiyah Simbangkulon Buaran
  • MA Dr Ibnu Mas'ud Wiradesa
  • MA Muhammadiyah Pekajangan
  • MA Hasbullah Karanganyar
  • MA Nahdliyah Talun
  • MA Salafiyah Syafiiyah Proto
  • MA Yappi Kesesi
  • MA Walisongo Kedungwuni
  • MA Walisongo Pekajangan
  • MA YMI Wonopringgo

Sekolah menengah pertama[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  • Rumah Sakit Islam "RSI" Pekajangan di Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
  • Rumah Sakit Umum Daerah "RSUD" Kajen di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan
  • Rumah Sakit Umum Daerah "RSUD" Kraton di Kota Pekalongan
  • Puskesmas dan Pusling (Puskesmas Keliling) sudah tersedia di seluruh kecamatan
  • Klinik Pratama Mitra Bahagia NU Simbang Wetan Buaran

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

Pekalongan memiliki banyak makanan khas yang sangat unik dan enak, antara lain :

yakni irisan nangka muda dengan bumbu sambal kelapa. Rasanya gurih dan pedas, biasanya dihidangkan ketika masih panas dengan menu tambahan lalapan pete serta ikan goreng. Di [Kabupaten Pekalongan] bagian selatan biasanya makanan ini dibuat ketika sedang hajatan yang kemudian diberikan untuk oleh-oleh para tamu undangan. Kebiasaan ini telah dilakukan turun temurun dari zaman dahulu kala. Nasi ini dibungkus dengan daun jati atau juga bisa dengan daun pisang, dan mereka biasa menyebutnya dengan nama "Sego Gori"(Nama lain dari Megono).

Sejenis sup daging kuah kental khas pekalongan dengan bumbu khas Taoco yaitu kedelai yang dibusukan hingga kental.

Sebetulnya makanan ini sejenis dengan soto juga, namun perbedaanya adalah pada bumbu kuahnya yang diolah dengan menggunakan buah pucung yang sudah masak.

Ikan ini adalah ikan laut yang kemudian diolah dengan proses pengasapan, sehingga ikan tersebut akan berubah warna, rasa dan aroma. Bau ikan panggang ini sangat khas dan banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional [Kabupaten Pekalongan]. Biasanya ikan panggang ini diolah dengan disambal, dipecak, disayur dan digoreng.

adalah jenis wajik terbuat dari beras ketan ditambah gula merah dan parutan kelapa dincampur jadi satu dan dicetak, makanan ini sangat cocok buat oleh oleh.

adalah terbuat dari campuran kopi murni dengan rempah-rempah seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, pandan, batang serai, dan pala.

terbuat dari tepung beras dan gula jawa/merah, makanan ini sudah cukup melegenda khususnya di pekalongan bagian barat sampai ke comal, oleh karena tempat pemasarannya juga sampai juga di pasar comal maka banyak yang menyebut makanan ini sebagai 'apem comal'

Sejenis makanan khas kesukaan masyarakat umum Pekalongan yaitu "urapan sayur kangkung" bercampur parutan kelapa dibumbui garam. Biasanya dicampur adukan dengan "tempe goreng" yang dipotong-potong, "botok" ("oncom rebus"), dan sentuhan akhir adalah disiram "sambal khusus". Pada saat memesan penyebutannya menjadi panjang, seperti “Kluban kerupuk tempe sambal”, hal ini terjadi dikarenakan selera masyarakat setempat yang berbeda, juga kesukaan masing-masing yang tidak sama.

Adalah makanan khas Paninggaran sejenis kerupuk yang terbuat dari tepung tapioka dan digoreng menggunakan pasir kali yang tentunya juga sudah dibersihkan. "Krenyes" dalam bahasa indonesia adalah pembumbuan pada usek tersebut. Terdapat dua varian rasa, yaitu pedas dan manis.

Yaitu sejenis makanan khas dari Paninggaran yang terbuat dari parutan singkong.

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Riska Apriyoga: Si Cantik dari Petungkriyono, Curug Bajing". Travelmate Kamu. Diakses tanggal 28 Maret 2015.