Kesesi, Pekalongan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kesesi
Locator Kecamatan Kesesi ing Kabupaten Pekalongan.png
Peta lokasi Kecamatan Kesesi
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPekalongan
Pemerintahan
 • CamatAjid Suryo Pratondo, S.STP[1]
Populasi
 • Total... jiwa
Kode Kemendagri33.26.09 Edit the value on Wikidata
Luas901 km²
Desa/kelurahan23

Kesesi (Jawa: ꦏꦼꦱꦺꦱꦶ, translit. Kesèsi) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kesesi adalah kecamatan yang terletak di ujung barat Kabupaten Pekalongan dan berbatasan dengan Kabupaten Pemalang yang dipisahkan oleh sungai/kali Layangan. Kecamatan Kesesi merupakan dataran rendah yang sebagian merupakan hamparan pegunungan dan perbukitan mulai dari Desa Ujung Negoro, Desa Brondong, Desa Podosari, Desa Windurojo.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Sragi
Timur Kecamatan Kajen dan Kecamatan Bojong
Selatan Kecamatan Kandangserang
Barat Kabupaten Pemalang

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama[sunting | sunting sumber]

  1. SMP N 1 Kesesi di Desa Kesesi
  2. SMP N 2 Kesesi di Desa Karyomukti
  3. SMP N 3 Kesesi di Desa Ponolawen
  4. MTs N Kesesi di Desa Srinahan
  5. Mts Rifaiyah di Desa Srinahan
  6. SMP NU di Desa Kaibahan
  7. SMP Muhamadiyah di Desa Kesesi

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas[sunting | sunting sumber]

  1. SMK Muhammadiyah di Desa Kaibahan
  2. SMK NU di Desa Kaibahan
  3. SMA N Kesesi di Desa Kaibahan
  4. SMK Prima di Desa Mulyorejo
  5. MA YAPPI di Desa Srinahan
  6. SMK Rifaiyah di Desa Srinahan

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

Peninggalan Bersejarah[sunting | sunting sumber]

  1. Bandara Kesesi

Baru-baru ini di Kecamatan Kesesi ditemukan penemuan adanya bekas Landasan Udara atau bandar udara peninggalan kolonial Belanda. Dari berkas yang disusun oleh tim ahli serta dari lembaga profesional yang menemukan keberadaan bandara tersebut, menunjukkan di kawasan peninggalan landasan udara, seluas 25 hektare, terdapat sebuah kawasan terdeteksi dari pantauan satelit mirip sebuah logam, tetapi sebenarnya kawasan tersebut tumbuh rerumputan. Hal ini terus dikaji lebih lanjut, sehingga diharapkan ke depan bisa dimanfaatkan lokasinya. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan kembali dikembangkan sebagai bandara udara di masa akan datang. Hal tersebut juga sudah dilaporkan Asip kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada kesempatan Musrenbang Wilayah Karisidenan Pekalongan, di Pemalang, beberapa waktu lalu.

Referensi[sunting | sunting sumber]