Lompat ke isi

Tuban, Tuban

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tuban
Panorama pusat kota Tuban
Panorama pusat kota Tuban
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenTuban
Pemerintahan
  CamatDrs. Raden Mochamad Dani Ramdhani
Populasi
 (2024)
  Total88.025 jiwa
Kode pos
62311 - 62319
Kode Kemendagri35.23.16 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3523130 Suntingan nilai di Wikidata
Luas21,29 km²
Desa/kelurahan17
Peta
PetaKoordinat: 6°54′S 112°6′E / 6.900°S 112.100°E / -6.900; 112.100

Tuban (juga sering disebut Tuban Kota) adalah kecamatan di Kabupaten Tuban yang berperan sebagai ibu kota kabupaten. Kecamatan ini terletak di pesisir utara dan merupakan kecamatan dengan luas terkecil sekaligus kepadatan penduduk tertinggi di Kabupaten Tuban. Kecamatan Tuban dilintasi jalur strategis yaitu Jalan Pantura yang menghubungkan Semarang dengan Surabaya. Jalur tersebut bercabang ke arah timur menuju Brondong, serta ke arah selatan menuju Babat. Sebagai ibu kota, kecamatan ini dilengkapi infrastruktur seperti Alun-alun Tuban, Masjid Agung Tuban, Pasar Baru Tuban, serta berbagai kantor pemerintahan.

Pada masa Kerajaan Majapahit, Tuban merupakan salah satu kota pelabuhan termaju di Pulau Jawa yang menjadi persinggahan kapal-kapal dagang internasional.[1] Namun kejayaan itu berakhir pada masa kolonial Belanda, ketika aktivitas pelabuhan mulai berpindah ke Surabaya. Sekarang kawasan pelabuhan ini menjadi kampung nelayan sekaligus obyek wisata Pantai Boom.[2] Kecamatan Tuban memiliki peninggalan sejarah lainnya seperti Makam Sunan Bonang dan Museum Kambang Putih. Sunan Bonang adalah salah satu Walisongo yang berperan penting dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa.[3] Selain itu juga terdapat Makam Ranggalawe yang merupakan adipati pertama Tuban pada masa Majapahit.[4]

Peta administrasi Kecamatan Tuban

Tuban adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Tuban bagian utara. Dengan luas 21,29 km² saja, Kecamatan Tuban memiliki luasan paling kecil dari kecamatan-kecamatan lainnya di Tuban. Wilayah kecamatan ini didominasi kawasan urban atau perkotaan. Bahkan kawasan urban tersebut juga meluas ke kecamatan sekitarnya, terutama Semanding. Tetapi Kecamatan Tuban juga masih memiliki areal pedesaan dengan sawah yang masih cukup luas terutama di bagian barat seperti di Desa Kembangbilo dan Sugiharjo.

Batas wilayah Kecamatan Tuban adalah sebagai berikut:[5]

UtaraLaut Jawa
TimurKecamatan Palang
SelatanKecamatan Semanding
BaratKecamatan Jenu dan Kecamatan Merakurak
Pusat kota Tuban dari atas (1946)

Pada zaman dahulu, wilayah pesisir utara Pulau Jawa adalah kawasan yang ramai karena berada di jalur perlintasan perdagangan internasional. Salah satu kota pelabuhan penting di masa itu adalah Tuban yang banyak disinggahi kapal-kapal dari berbagai belahan dunia. Pada tahun 1293 M, Ranggalawe diangkat sebagai Adipati Tuban karena jasanya dalam membantu Raden Wijaya untuk mendirikan Kerajaan Majapahit. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 12 November yang tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Tuban. Pelabuhan Tuban ditaklukan oleh Kesultanan Demak pada abad ke-16, dan secara berangsur-angsur pamornya menurun karena terjadinya pendangkalan sehingga menyulitkan kapal bersandar serta dipindahkannya aktivitas pelabuhan ke kota lain seperti Jepara pada masa Demak, serta Surabaya pada masa Hindia Belanda.[6][7] Pada masa kolonial Belanda, Tuban berada di bawah Karesidenan Rembang. Tuban sendiri dipimpin oleh seorang Bupati pribumi dan dibantu oleh seorang Asisten Residen dari Belanda.

Daftar kelurahan, desa, dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tuban terdiri dari 14 kelurahan dan 3 desaa yang dibagi menjadi beberapa rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT), yakni sebagai berikut:[8]

No. Nama Wilayah Tipe Jumlah RW / RT Jumlah Penduduk (2024) Nama Dusun
1 Baturetno Kelurahan 5 / 15 4.261
2 Doromukti Kelurahan 4 / 13 3.713
3 Karangsari Kelurahan 3 / 11 3.658
4 Kebonsari Kelurahan 6 / 19 5.047
5 Kembangbilo Desa 7 / 20 3.810 Kembangbilo, Lidan
6 Kingking Kelurahan 6 / 13 3.994
7 Kutorejo Kelurahan 4 / 13 3.633
8 Latsari Kelurahan 6 / 35 8.486
9 Mondokan Kelurahan 6 / 17 3.674
10 Perbon Kelurahan 9 / 29 7.759
11 Ronggomulyo Kelurahan 9 / 25 5.332
12 Sendangharjo Kelurahan 6 / 18 3.213
13 Sidomulyo Kelurahan 4 / 14 4.334
14 Sidorejo Kelurahan 5 / 21 8.052
15 Sugiharjo Desa 10 / 41 7.345 Mawot, Winong
16 Sukolilo Kelurahan 4 / 16 4.041
17 Sumurgung Desa 9 / 50 7.700 Bongkol I, Bongkol II, Kuthi

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Alun-alun dan Masjid Agung Tuban
Klenteng Kwan Sing Bio
Makam Sunan Bonang

Pusat perbelanjaan

[sunting | sunting sumber]
  • Pasar Baru Tuban
  • BRAVO Supermarket
  • NICESO Tuban
  • Samudra Supermarket Tuban

Institusi kesehatan

[sunting | sunting sumber]
  • RSUD dr. R. Koesma Tuban
  • RS Medika Mulia
  • RS Muhammadiyah Tuban
  • RSNU Tuban
  • Puskesmas Tuban
  • Puskesmas Kebonsari

Institusi pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hamim, Andi Hartik (2025-06-02). "Jejak Tuban sebagai Pelabuhan Internasional di Era Kerajaan Hindu-Budha". KOMPAS.
  2. Heri Agung Fitrianto (2014-01-22). "Jejak Pelabuhan Legendaris di Pantai Boom - Tuban". KOMPASIANA.
  3. Allysa Salsabillah Dwi Gayatri (2024-05-03). "Daya Tarik Wisata Religi Makam Sunan Bonang Tuban". DETIK.
  4. "Raden Haryo Ronggolawe, Adipati Pertama Tuban Tahun 1293". SKETSA BENGAWAN - JTV BOJONEGORO. 2022-04-27.
  5. Kabupaten Tuban Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Tuban. 2025-02-28.
  6. Dewi Widya Ningrum (2018). "PERKEMBANGAN PELABUHAN TUBAN TAHUN 1870 - 1920". Jurnal Prodi Ilmu Sejarah. 3 (6). Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
  7. Iswara N Raditya (2021-02-17). "Sejarah Kabupaten Tuban Bermula dari Ronggolawe vs Majapahit". TIRTO.
  8. Kecamatan Tuban Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Tuban. 2024-09-26.