Bondowoso, Bondowoso

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bondowoso
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBondowoso
Pemerintahan
 • CamatYoyok Jalu Santoso, S.STP, MM
Populasi
 • Total78.620 jiwa
 • Kepadatan3.423/km2 (8,870/sq mi)
Kode pos
68211 - 68219
Kode Kemendagri35.11.11 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan4 desa
7 kelurahan
Pertemuan pamong praja di Bondowoso (1927)
Kediaman resident Besuki di Bondowoso pada masa Hindia Belanda
Rumah assistent-resident Bondowoso (tahun 1930-an)

Bondowoso adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Bondowoso, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Bondowoso sekaligus merupakan ibu kota kabupaten Bondowoso. Pusat pemerintahannya berada di Kelurahan Dabasah.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Tegalampel dan Kecamatan Taman Krocok
Timur Kecamatan Tenggarang dan Kecamatan Grujugan
Selatan Kecamatan Grujugan
Barat Kecamatan Curahdami

Desa/ kelurahan[sunting | sunting sumber]

Ada 11 kelurahan yang ada di kecamatan ini, yakni:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli atau suku yang mendiami provinsi Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Bondowoso adalah suku Jawa, demikian juga di kecamatan Bondowoso. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di kecamatan ini, termasuk suku Madura, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing, Samin, dan beberapa suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia juga beberapa tinggal di sini.[2]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Selain bahasa resmi nasional yakni bahasa Indonesia, bahasa yang umumnya atau banyak digunakan di tempat ini adalah bahasa Jawa, dan juga beberapa penutur bahasa lainnya seperti Madura, dan lainnya.[3]

Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku karena dalam pergaulan sehari-hari umumnya menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Bahasa Jawa resmi dibedakan atas tiga tingkatan pemakaian bahasa, yaitu ngoko, madya, dan Krami (Krama). Bahasa ngoko dipakai untuk orang yang sudah saling kenal dan akrab, juga kepada orang lain yang lebih muda usianya maupun lebih rendah derajat sosialnya (Ngoko Lugu dan Ngoko Ngandap). Bahasa Krami digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum akrab, atau lebih tua, dan memiliki status sosial lebih tinggi. Kemudian bahasa Madya muncul sebagai variasi pemakaian antara bahasa Ngoko dan Krami.[3]

Sementara bahasa Madura terbagi menjadi dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu Enja’iya (bahasa halus), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten (bahasa kasar).[3]

Agama[sunting | sunting sumber]

Tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Bondowoso sebanyak 78.620 jiwa, dengan kepadatan 3.423 jiwa/km². Kemudian, persentasi penduduk kecamatan Bondowoso berdasarkan agama yang dianut yakni Islam 95,61%, kemudian Kekristenan 3,96% dimana Protestan 2,70% dan Katolik 1,26%. Sebagian lagi menganut agama Buddha 0,28% dan Hindu 0,15%.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  2. ^ Taufiq, Muhammad. "Mengenal 6 Suku Yang Mendiami Provinsi di jawa Timur". www.jatim.suara.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 
  3. ^ a b c "Bahasa Daerah Jawa Timur". www.senibudayaku.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]