Caruban
Kota Caruban | |
|---|---|
| Transkripsi lain | |
| • Ejaan Lama | Caruban |
| • Hanacaraka | ꦕꦫꦸꦧꦤ꧀ |
Alun-alun Caruban | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten | Madiun |
| Desa | 11 |
| Kelurahan | 3 |
| Demografi | |
| • Suku bangsa | Jawa |
| • Bahasa |
|
| Zona waktu | UTC+7 (WIB) |
| Kode Pos | 63153 |
| Plat kendaraan | AE xxxx E*/F*/G*/H*/I* |
| Situs web | https://madiunkab.go.id/ |
Kota Caruban adalah nama ibu kota resmi dari Kabupaten Madiun yang terletak di Kecamatan Mejayan. Sebelumnya pusat pemerintahan kabupaten berada di Kota Madiun yang kemudian dipindahkan ke Mejayan pada tahun 2010.[1] Selanjutnya pada tahun 2019, ibu kota Kabupaten Madiun resmi berubah nama dari Mejayan menjadi Caruban.[2] Nama Caruban dipilih karena Caruban merupakan kabupaten tersendiri pada zaman kerajaan. Kemudian Caruban dilebur ke Kabupaten Madiun dan berubah status menjadi kawedanan atau daerah pembantu bupati yang membawahi beberapa kecamatan seperti Saradan dan Gemarang.
Caruban merupakan pusat ekonomi Madiun bagian timur di perlintasan jalan nasional Ngawi-Surabaya dengan infrastruktur lengkap seperti pasar, alun-alun, terminal bus, hingga stasiun kereta api. Caruban memiliki kesenian dongkrek serta makanan khas, yaitu brem dan pecel yang menjadi ikon Kabupaten Madiun. Caruban juga memiliki tempat wisata religi populer seperti komplek Makam Kuncen yang terdapat makam tokoh-tokoh penting masa Kesultanan Mataram. Tokoh tersebut antara lain Kiai Ageng Anom Besari yang berjasa menyebarkan Islam di wilayah ini, Pangeran Mangkudipuro (Bupati Madiun ke-14), Raden Cokrokusumo I (Bupati Caruban pertama), serta bupati Caruban lain dan tokoh lainnya.[3]
Geografi
[sunting | sunting sumber]Caruban adalah kota kecil yang ramai di Kabupaten Madiun bagian timur. Di kawasan ini terdapat pertigaan yang menghubungkan Surabaya di timur, Kota Madiun di barat, dan Ngawi di utara. Sedangkan bagian selatan, terdapat jalur penghubung Caruban dengan kawasan wisata di lereng Wilis seperti Kecamatan Kare.[4]
Batas wilayah Caruban adalah sebagai berikut:[4]
| Utara | Kecamatan Saradan dan Kecamatan Pilangkenceng |
| Timur | Kecamatan Saradan |
| Selatan | Kecamatan Gemarang |
| Barat | Kecamatan Wonoasri |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Pada zaman Kesultanan Mataram, Caruban adalah kabupaten yang berdiri sendiri sekitar tahun 1500 M dengan bupati pertamanya adalah Raden Cokrokusumo I (Tumenggung Alap-Alap) dan pusat pemerintahannya berada di Desa Krajan. Pada masa Bupati Notosari, didirikanlah sebuah desa perdikan atau desa khusus bernama Kuncen yang digunakan untuk memakamkan para Bupati Caruban dan kerabatnya. Nantinya Caruban dilebur ke Kabupaten Madiun setelah wilayah ini jatuh ke tangan Belanda pasca Perang Diponegoro tahun 1830-an.[5]
Pemerintah Kolonial Belanda melakukan reorganisasi wilayah dengan membentuk Karesidenan Madiun yang terdiri dari beberapa kabupaten, dan kabupaten membawahi kawedanan / distrik. Wilayah Mejayan merupakan pusat dari Kawedanan Caruban yang sekarang menjadi Kecamatan Mejayan, Saradan, dan Pilangkenceng. Caruban adalah satu dari empat kawedanan yang ada di Madiun selain Kawedanan Madiun, Uteran, dan Kanigoro. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963 sistem kawedanan dihapus diganti Pembantu Bupati. Lalu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah atau Otonomi Daerah maka kedudukan Pembantu Bupati dihapus, sehingga kecamatan langsung berada di bawah kabupaten. Hal ini juga menyebabkan nama Caruban hilang secara de jure berganti dengan Mejayan.[1][2]
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2010, ibu kota Kabupaten Madiun resmi dipindahkan dari Kota Madiun ke Kecamatan Mejayan. Hal ini bertujuan untuk menata administrasi karena Kabupaten Madiun dan Kota Madiun merupakan dua pemerintahan yang berbeda sehingga perlu dipisah. Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mempersiapkan perpindahan pemerintahan dengan membangun perkantoran dinas dan alun-alun. Kemudian pada tahun 2019 dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2019, ibu kota Kabupaten Madiun resmi berubah dari Mejayan menjadi Caruban.[1][2]
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Caruban terletak di Kecamatan Mejayan yang mencakup 11 desa dan 3 kelurahan, serta dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[4]
Daftar kelurahan
[sunting | sunting sumber]| No. | Nama Kelurahan | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Bangunsari | Kayo, Tompowijayan | [4] |
| 2 | Krajan | Krajan, Krajan Kidul | [4] |
| 3 | Pandean | Pandean | [4] |
Daftar desa
[sunting | sunting sumber]| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Blabakan | Blabakan, Brungu, Moyo, Templek | [4] |
| 2 | Darmorejo | Darmo Utara, Darmo Selatan, Jabon, Karangpaing, Kedungjati, Muningan, Patihan | [4] |
| 3 | Kaliabu | Kaliabu, Godang, Lemah Ireng, Sumberjo, Tempuran | [6] |
| 4 | Kaligunting | Kaligunting, Bulurejo, Bungkus, Grojokan, Jati Ketok, Kedunggajah, Kedung Telo | [7] |
| 5 | Kebonagung | Dukuhan, Godang, Gonalan, Wates | [4] |
| 6 | Klecorejo | Blimbing, Kleco | [4] |
| 7 | Kuncen | Kuncen, Talunampel | [4] |
| 8 | Mejayan | Mejayan, Gendoman, Kronggahan, Porong, Robahan, Sanggrahan, Sumbersuko | [4] |
| 9 | Ngampel | Batu, Gempol, Mrau | [4] |
| 10 | Sidodadi | Kauman, Oro-oro Watu, Sawahan, Togaten | [4] |
| 11 | Wonorejo | Kedung Dawung, Santan | [4] |
Transportasi
[sunting | sunting sumber]Caruban dapat dicapai sarana transportasi darat, yaitu bus dan kereta api. Akses melalui bus dapat dicapai melalui Terminal Caruban yang menjadi persinggahan jalur Surakarta, Ngawi, Ponorogo–Surabaya, Kediri. Angkutan kereta api menjadi akses menuju Caruban, karena terdapat Stasiun Caruban yang menghubungkan Solo–Surabaya. Selain itu juga terdapat Exit Tol Caruban di ruas Jalan Tol Ngawi–Kertosono.
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]

- Alun-alun Reksogati Caruban dan Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun
- Taman Kota Caruban Asti
- Stasiun Caruban
- Terminal Caruban
- GOR Pangeran Timur
- Gedung Padepokan Madiun Kampung Pesilat
- Kantor Imigrasi Kelas II Madiun
- Situs Candi Wonorejo
- Kolam renang Tirta Wulandarie Kaligunting
- Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kaliabu
Pasar dan industri
[sunting | sunting sumber]Wisata religi
[sunting | sunting sumber]
- Masjid Agung Quba
- Masjid Gede Al-Arifiyah
- Makam Kuncen Caruban - salah satunya Kyai Ageng Anom Besari
Institusi pendidikan
[sunting | sunting sumber]- Universitas Sebelas Maret Kampus Caruban-Madiun
- UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Madiun - Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur
- SMAN 1 Mejayan - sekolah terbaik di Kabupaten Madiun berdasarkan nilai UTBK menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi tahun 2022[9]
Institusi kesehatan
[sunting | sunting sumber]- RSUD Caruban
- Puskesmas Mejayan
- Puskesmas Klecorejo
Kebudayaan
[sunting | sunting sumber]Brem
[sunting | sunting sumber]Brem adalah kudapan khas Madiun dengan rasa manis yang diolah dari cairan tape yang berasal dari fermentasi ketan. Brem adalah salah satu ikon Kabupaten Madiun. Salah satu sentra brem di Madiun adalah Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan. Brem dipasarkan dalam bentuk lempengan kotak putih berukuran kecil.[8]
Dongkrek
[sunting | sunting sumber]
Dongkrek adalah kesenian daerah asli dari Desa Mejayan. Kesenian ini berupa tarian menggunakan topeng dan iringan musik sebagai ritual tolak balak. Tarian ini mengkisahkan upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengatasi pageblug sekitar tahun 1867. Saat itu masyarakat Mejayan terkena wabah penyakit yang menimbulkan korban jiwa. Kronologis upaya Raden Ngabei Lo Prawirodipuro dalam mengusir pageblug mayangkoro inilah yang menjadi inti cerita dari kesenian dongkrek ini. Dalam kisah tersebut, Raden Ngabei Lo Prawirodipuro berusaha mencari cara menyelesaikan masalah ini dengan bertapa tetapi diganggu oleh para jin genderuwo. Dia berhasil mengalahkan genderuwo tersebut dan meminta mereka untuk mengatasi pageblug yang menimpa desanya. Dari sisi bunyinya masyarakat pada waktu itu mendengar musik dari kesenian dongkrek ini yang berupa bunyian ‘dung’ berasal dari beduk atau kendang dan ‘krek’ ini dan alat musik yang disebut korek. Alat korek ini berupa kayu berbentuk bujur sangkar, di satu ujungnya ada tangkai kayu bergerigi yang saat digesek berbunyi krek.[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Pemindahan Ibukota Kabupaten Madiun Dari Wilayah Kota Madiun Ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur".
- 1 2 3 "Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun dari Wilayah Kota Madiun ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur".
- ↑ Hengky Ristanto (2022-04-15). "Kasmiadi Nyaman Jadi Juru Kunci Makam Kuncen Caruban". RADAR MADIUN.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kecamatan Mejayan Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Madiun. 2017-09-27.
- ↑ Bima Bagus Saputra (2020-08-13). "Dulu Berupa Kawedanan, Ini Dia Bupati Caruban dari Masa ke Masa". MADIUNPEDIA.
- ↑ Almassani' Nailan Shafa' (2021). "Perumusan Strategi Prioritas Pengembangan Pariwisata Kreatif Brem Di Kabupaten Madiun". ITS Repository. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
- ↑ Nana (2022-10-06). "Kades Kaligunting Kab. Madiun Di Vonis 1 Tahun Penjara Karena Korupsi Rp478 Juta". PARADIGMA NASIONAL.
- 1 2 Sugeng Harianto (2022-10-21). "Menengok Sentra Brem, Jajanan Khas Madiun yang Rasanya Enak dan Unik".
- ↑ "LTMPT - Top 1000 Sekolah". Kementerian Pendidikan. Diakses tanggal 2022-02-02.
- ↑ Risa Herdahita Putri (2020-04-05). "Meruwat untuk Mengusir Kekuatan Jahat". HISTORIA.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Reinhart, Christopher, ed. (2021). Antara Lawu dan Wilis. Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-644-5.